PBNU Siapkan AI dan Ekosistem Digital "Satu Ranah Digital untuk Ulama", Siap Diluncurkan dalam Waktu Dekat! - HWMI.or.id

Monday, 3 August 2026

PBNU Siapkan AI dan Ekosistem Digital "Satu Ranah Digital untuk Ulama", Siap Diluncurkan dalam Waktu Dekat!

Dokumen : Gus Yahaya PBNU, siap meluncurkan ekosistem digital Raksasa berbasis AI
JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah bersiap melakukan lompatan teknologi yang revolusioner. Di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), PBNU membocorkan kesiapannya untuk meluncurkan sebuah ekosistem digital raksasa yang telah dilengkapi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tantangan zaman untuk menghubungkan jemaah NU yang jumlahnya kini telah membengkak luar biasa. Jika pada tahun 1939 jumlah anggota NU berkisar antara 5 hingga 10 juta orang, saat ini NU diperkirakan memiliki lebih dari 120 juta pengikut, atau mencakup 57% dari total populasi Muslim di Indonesia.

"Tantangan strategis terbesar kami saat ini adalah bagaimana menjangkau dan menghubungkan warga kami satu sama lain," ujar Gus Yahya. Ia menambahkan bahwa sejak tahun 2023, PBNU telah memulai pengembangan platform digital khusus jemaah yang berjalan sangat baik untuk tata kelola organisasi.

Kini, PBNU siap meningkatkan skala digitalisasi tersebut ke tingkat akar rumput melalui sebuah program baru. Sistem ini menggunakan nama dari kosakata bahasa Arab yang berarti "kebahagiaan kita", sekaligus merupakan akronim dari kalimat one digital realm for ulama (satu ranah digital untuk ulama).

"Kami sudah menyiapkan AI-nya, dan seluruh rangkaian aplikasi digital pendukungnya juga sudah siap. Kami hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi teknis peluncurannya, insya Allah kemungkinan setelah Muktamar," ungkap Gus Yahya memberikan bocoran.

Menariknya, Gus Yahya menegaskan bahwa transformasi digital di tubuh NU ini tidak akan menghilangkan jati diri organisasi. Sebaliknya, adopsi teknologi mutakhir seperti AI justru menjadi alat bantu modern untuk menghidupkan kembali gerakan Mabadi Khaira Ummah (prinsip umat terbaik) yang diinisiasi oleh KH Mahfudz Siddiq pada tahun 1939. Gerakan ini bertumpu pada nilai kejujuran, menepati janji, dapat dipercaya, keadilan, dan tradisi gotong royong atau saling membantu (at-ta'awun).

Selain mempererat komunikasi antar jemaah, ekosistem digital ini juga diproyeksikan untuk mengoptimalkan aksi kemanusiaan dan mitigasi bencana di lapangan. Melalui kolaborasi erat dengan mitra internasional dari Tiongkok dan India, PBNU berkomitmen memperkuat kapasitas para relawan di lembaga kemanusiaan NU seperti Lazisnu, LPBI, dan NU Care dalam merespons berbagai kesulitan masyarakat secara lebih cepat dan sistematis

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda