HWMI.or.id: Ayyuhal Walad
Showing posts with label Ayyuhal Walad. Show all posts
Showing posts with label Ayyuhal Walad. Show all posts

Thursday, 15 May 2025

Tantangan Pendidik

Dokumen istimewa : Pengajaran di Lembaga Pendidikan Al-Quran Wardatul Ishlah Malang Jawa Timur

Di zaman sekarang, generasi yang melek teknologi cukup baginya belajar tentang pengetahuan-pengetahuan dari teknologi yang mereka kuasai, bahkan dengan perkembangan terkini, mereka bisa mendapatkan guru dimanapun untuk belajar berbagai pengetahuan, bahkan bisa jadi lebih pandai daripada guru yg mengajar ilmu pengetahuan di sekolah.

Guru yg mereka peroleh dari teknologi, sampai saat ini belum mampu memberikan mereka pengalaman,  bahkan manfaat dalam mengelola emosi belum tampak, terutama akhlak dan adab pada sesama.

Pekerjaan Rumah yang luar biasa bagi para guru di lembaga pendidikan, bagaimana agar bisa mengarahkan, membimbing para murid, selain canggih berguru dengan teknologi juga berguru pada guru yang mampu memberikan pengalaman dan pengetahuan yg tidak dimiliki oleh teknologi, yakni penanaman Pengalaman yang berharga dengan mengajarkan ilmu dan pentauladan tentang adab dan Akhlaq bagi sesama.

Tuesday, 13 May 2025

Ilmu untuk Semua

Dokumen : Proses KBM Pesantren Kita Tarbiyatut Tholabah Malang 
Allah menciptakan ilmu dan memberikannya kepada hamba-Nya tanpa memandang status sosial—kaya atau miskin, lengkap atau terbatasnya sarana, megah atau sederhananya tempat belajar. Siapa pun yang bersungguh-sungguh akan dianugerahi ilmu oleh-Nya.

Rasulullah Saw. dan para sahabat belajar di serambi masjid, namun dari tempat yang sederhana itu lahirlah generasi emas sepanjang masa. Sejarah juga mencatat bahwa banyak tokoh besar lahir dari keterbatasan. Mereka membuktikan bahwa kesungguhan lebih utama daripada fasilitas.

Ada juga orang-orang hebat yang lahir dari lembaga pendidikan mewah dan keluarga berada—dan itu hal yang biasa. 

Tapi zaman sekarang, ilmu dapat diakses dari mana saja. Tak perlu gedung besar, tak terbatas usia. Siapa pun yang mau belajar, selama ia mampu dan bersungguh-sungguh, akan mendapatkan ilmu pengetahuan.

Anakku,
Tetaplah semangat dan optimis. Teruslah belajar, walau kadang ada rasa minder, kecil hati, atau keraguan akan masa depan. Itu hal wajar dalam proses menuntut ilmu. Yakinlah, dengan doa dan restu orang tua serta keikhlasan para guru dalam mengajar, engkau akan tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia. Inilah kunci sukses yang diberkahi, dunia dan akhirat.

Wednesday, 26 March 2025

Washoya : Rahasia Ramadhan

Dokumen : Suasana Buka bersama di Mushalla Al-Mulk Maharaja Kota Malang Jawa Timur 

Anakku..Ramadhan, bukan sekedar menahan lapar dan dahaga tapi bagaimana seseorang bisa bersama-sama merasakan bagaimana rasanya rasa lapar dan dahaga saat dirasakan oleh orang yang berkekurangan (fakir-miskin).

Ramadhan, bukan sekedar menahan hawa nafsu, tapi dengan Ramadhan kita belajar bersama menebarkan kasih dan sayang serta gejolak hati yang melahirkan keburukan, amarah, emosional dan menyakiti orang lain.

Ramadhan, bukan sekedar menahan dari ucapan sia-sia dan dosa. Tapi ia hadir dalam diri kita agar menjadi pribadi yang suka memaafkan orang lain, baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja.

Anakku, Ramadhan, melahirkan pribadi yang lebih baik. Baik berhubungan dengan Allah SWT maupun kepada sesama manusia.

Semoga dipenghujung Ramadhan kita bisa bersama-sama memperbaiki diri, amal ibadah lebih baik dan lebih maslahat pada keluarga, masyarakat dan orang-orang yg kita cinta.

Penulis : Ahmad Zain Fuad (Khodim Ribathul Qur'an Wardatul Ishlah Malang)

Thursday, 14 September 2023

Cara Praktis Mencari Guru Madzhab Syafi'i

Kalau ingin belajar Fiqih Syafi'i di masa sekarang pilihlah guru yang benar karena guru yang salah tentu akan melahirkan hasil pemahaman yang salah.

Cara paling sederhana/praktis untuk memilih guru lewat prakteknya saat menjadi imam Shalat Jahr (Subuh, Maghrib & Isya'), perhatikan dua hal :

1. Dalam bacaan Fatihah Basmalah dibaca jahr (keras) sebagaimana ayat lain karena menurut Madzhab Syafi'i bacaan Basmalah adalah syarat sahnya Fatihah.

2. Di shalat subuh baca qunut atau kalau terlupa diganti sujud sahwi sebelum salam.

Dua hal ini adalah ciri khas yang paling nampak dari Madzhab Syafi'i dalam shalat, jika orang yang hendak anda jadikan guru tidak mengamalkan keduanya maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut minimal bukan orang yang konsisten mengamalkan pendapat Madzhab Syafi'i atau bahkan malah membid'ahkan pendapat Syafi'i sehingga lebih baik cari guru lain.

- Muhammad Salim Kholili -

Monday, 4 October 2021

Patuh dan Rendah Hati


 السَّمْعُ وَ التَّوَاضُعُ مع قِلَّةِ العِلْم 

خَيْرٌ مِنَ الْمَكْرِ و الكِبْرِ مَع كَثْرَةِ العِلْم

Sikap patuh dan rendah hati yang disertai dengan kurang nya ilmu itu lebih baik daripada sifat licik dan sombong yang disertai banyaknya ilmu 

*Sayyid Muhammad Alawyi Al Maliki*

Sultan al-Fatih Dibimbing Ulama Tasawuf

 

Diantara Guru Sultan Al Fatih yang berpengaruh pada dirinya adalah Syekh Aq Syamsuddin. Banyak ulama yang mengatakan dan memberi gelar kepada Guru ini dengan sebutan الفاتح المعنوي "penakluk yang tidak terlihat". Karena beliaulah yang memengaruhi Sultan sejak kecil agar menaklukkan Konstantinopel.

Bukti bahwa Guru beliau adalah seorang ulama Tasawuf disampaikan oleh Syekh Asy-Syaukani:

ﺛﻢ ﺑﻌﺪ ﻳﻮﻡ ﺟﺎء اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺧﻴﻤﺔ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺘﺮﺟﻤﺔ ﻭﻫﻮ ﻣﻀﻄﺠﻊ ﻓﻠﻢ ﻳﻘﻢ ﻟﻪ ﻓﻘﺒﻞ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻳﺪﻩ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻪ ﺟﺌﺘﻚ ﻟﺤﺎﺟﺔ ﻗﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﻫﻲ ﻗﺎﻝ ﺃﻥ ﺃﺩﺧﻞ اﻟﺨﻠﻮﺓ ﻋﻨﺪﻙ ﻓﺄﺑﻰ ﻓﺄﺑﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻣﺮاﺭا ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ ﻻ ﻓﻐﻀﺐ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺸﻴﺦ ﺇﻧﻚ ﺇﺫا ﺩﺧﻠﺖ اﻟﺨﻠﻮﺓ ﺗﺠﺪ ﻟﺬﺓ ﺗﺴﻘﻂ ﻋﻨﺪﻫﺎ اﻟﺴﻠﻄﻨﺔ ﻣﻦ ﻋﻴﻨﻴﻚ ﻓﺘﺨﺘﻞ ﺃﻣﻮﺭﻫﺎ ﻓﻴﻤﻘﺖ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺫﻟﻚ

Sehari setelah perang Sultan Al Fatih datang ke tenda gurunya. Beliau dalam keadaan berbaring dan tidak berdiri. Sultan al-Fatih mencium tangannya dan berkata: "Saya perlu sesuatu kepadamu". Syekh Syamsuddin: "Apa itu?" Sultan: "Saya ingin khalwat bersama Anda". Gurunya menolak, namun Sultan terus mengulang keinginan khalwatnya. Guru mengatakan: "Jangan!", Sultan pun marah. Sang Guru memberi nasehat:  "Jika kamu masuk dunia khalwat engkau akan menemukan kenikmatan yang dapat mengalahkan kekuasaan, maka urusan rakyat akan terbengkalai dan Allah murka kepada kita". (Al-Badr At-Thali', 2/167)

Ini menjadi semakin jelas, sebab khalwat hanya dikenal di ilmu Tasawuf. Yaitu menjauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia dengan memperbanyak zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya' menguraikan plus minus dari metode khalwat ini. Namun bagi seorang Sultan lebih utama untuk tetap mengurusi rakyat dan negara seperti yang diarahkan oleh Syekh Syamsuddin, Guru spritual Sultan al-Fatih.

Photo :

• Doa dan Tahlilan di Makam Sultan al-Fatih, Istanbul Turki

- KH. Ma'ruf Khozin -

Saturday, 18 July 2020

Faedah Ilmu (3)


(masih) Ayyuhal Walad #15

Sahabat HWMI,
Melanjutkan pada faedah sebelumnya, Imam Hatim Al-Asham menjelaskan faedah ilmu yang beliau peroleh selama belajar bersama guru beliau, Imam Syaqiq Al-Balkhi. 

sebagaimana yang dinasehatkan Imam Al-Ghazali kepada santri beliau dalam Kitab Ayyuhal Walad,

Faedah ke lima :
aku melihat sebagian manusia mencela dan menggunjing sebagian yang lain, dan aku menemukan penyebabnya adalah (kedengkian) dalam masalah harta, ilmu dan pangkat.

Lalu aku merenungkan firman Allah 
نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا
yang artinya :
“kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia”. (Az-Zukhruf : 32).

Maka aku mengetahui bahwa penghidupan dunia adalah dari Allah swt. sejak zaman azali, maka aku tidak iri pada seorangpun dan aku ridlo dengan pembagian Allah swt. 

Faedah keenam:
aku telah melihat sebagian manusia saling bermusuhan dengan yang lain karena suatu tujuan dan sebab.

Lalu aku merenungkan firman Allah swt.

إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ
yang artinya :
“ sesungguhnya syaithan bagian kalian adalah musuh, maka jadikanlah setan sebagai musuh”. (QS. AL-Fathir : 6)

Maka aku mengetahui bahwa manusia tidak boleh bermusuhan dengan yang lain selain dengan setan. (bersambung)

Friday, 17 July 2020

Faedah Ilmu


(masih) Ayyuhal Walad #15

Sahabat HWMI,
Melanjutkan pengajian sebelumnya Nasihat Imam Al-Ghazali kepada santri beliau tentang faedah ilmu yang diperoleh _Imam Hatim Al-‘Ashom_ selama berguru kepada Imam Syaqiq Al-Balkhi, 

Faidah ketiga: aku telah melihat setiap manusia berusaha mengumpulkan harta dunia dan menyimpanya, lalu aku merenungkan firman Allah 

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ

yang artinya : 

“Sesuatu yang ada disisimu akan habis, dan sesuatu yang di sisi Allah kekal abadi”. 
(QS. An-Nahl Ayat 96)

Kemudian aku menyerahkan semua harta yang telah aku hasilkan untuk memperoleh keridloan Allah, lalu aku bagikan kepada orang-orang miskin sebagai simpananku disisi Allah swt.

Faedah ke empat:
Aku telah melihat sebagian manusia beranggapan bahwa kemuliaan dan keluhuran  itu terdapat pada banyaknya kaum (pengikut) dan keluarga, 

sebagian yang lain beranggapan bahwa kemuliaan dan keluhuran berada di dalam banyaknya harta benda dan keturunan sehingga mereka membanggakan semua itu.

sebagian yang lain beranggapan bahwa kemuliaan itu jika bisa merampas harta orang lain, berbuat dholim/aniaya, dan melakukan pembunuhan,

sebagian yang lain meyakini bahwa kemuliaan itu berada dalam merusak harta, hidup mewah dan berfoya-foya.

Lalu aku merenungkan firman Allah 
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ

yang artinya : 

“Sesungguhnya paling mulianya orang disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”. (Al-Hujurat ayat 13)

maka aku memilih taqwa (melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya) dan aku meyakini bahwa Al-qur’an adalah Haq dan benar, 

sedangkan persangkaan dan anggapan mereka semua adalah salah dan menyimpang. (bersambung)

Monday, 13 July 2020

Imam Hatim Al-'Ashom : melawan hawa Nafsu


Ayyuhal Walad #15

Sahabat HWMI,

Melanjutkan pengajian berikutnya delapan faedah Ilmu, 

Imam Al-Ghazali memberikan nasihat kepada santri beliau tentang Faidah (ilmu) yang diperoleh Imam Hatim Al-‘Ashom selama berguru kepada Imam Syaqiq Al-Balkhi,

Kedua : aku telah melihat semua makhluq mengikuti hawa nafsu dan kesenanganya, lalu aku merenugkan firman Allah swt. Quran Surat An-Nazi’at Ayat 40 yang artinya :

“sedangkan orang yan takut kepada Tuhanya dan mencegah dari hawa nafsunya, maka sesungguhnya surga adalah tempatnya”. 

aku yakin Al-qur’an adalah haq dan benar, kemudian dengan segera diriku melawan hawa nafsuku dan dengan sekuat tenaga memerangi dan mencegah kesenanganya, sehingga nafsuku ridho dan menurut untuk ta’at dan tunduk kepada Allah. (azf)

Allohu A'lam

.

. (bersambung)


Tuesday, 7 July 2020

Imam As-Syibli : Intisari Ilmu dalam menempuh jalan keselamatan


Ayyuhal Walad #14

Sahabat HWMI

Imam Al-Ghazali mengisahkan sebuah kisah kepada santri beliau tentang Imam As-Syibli dalam menuntut ilmu, terutama ilmu hadits sebagaimana kisah berikut:

Diceritakan, bahwa Imam as-Syibli Rahimahullah pernah berkhidmah (mengabdi) pada 400 guru dan beliau mengatakan : “ aku telah membaca 4000 hadits, kemudian aku pilih satu hadits dari 4000 hadits itu untuk aku amalkan, karena setelah aku renungkan maka aku menemukan keselamatan terdapat dalam satu hadits tersebut, ilmu ‘ulama terdahulu dan ulama mutakhirpun masuk dalam hadits tersebut, maka aku cukupkan dengan satu hadits itu. hadits itu adalah sabda Rasulullah saw pada seorang sahabatnya yang artinya ; bekerjalah untuk duniamu, sesuai lamanya engkau bertempat tinggal didalamnya, dan beramallah untuk akhiratmua sesuai keabadianmu didalamnya, dan beramallah untuk Allah swt sesuai kebutuhanmua pada-Nya, dan beramallah karena neraka sesuai kemampuanmu menahan panasnya”.


Monday, 6 July 2020

Jalan Menempuh Ma'rifatullah (2)


(Sambungan Ayyuhal Walad #13)

Sahabat HWMI,

Sebelumnya kami sampaikan bahwa Imam Ghazali menyampaikan kepada santri beliau : Seseorang yang menempuh jalan ma’arifat yang pertama adalah memiliki I’tiqad (keyakinan) yang benar.

Insyaallah I’tiqad kita adalah I’tiqad yang benar, karena apa yang kita yakini dalam melakukan amaliyah yang kita ikuti adalah Ahlus Sunnah Wal Jam’ah yang dirumuskan dalam al-Usus al-Tsalatasah fi I’tiqadi Ahlissunnah Wal Jama’ah dimana dalam bertauhid mengikuti Imam Al-Asy'ari dan Al-Maturidi, berfiqh mengikuti salah satu imam madzhab empat dan berakhlaq mengikuti Syaikh Imam Junaid Al-Baghdadi dan Imam Abu Hamid Ghazali.

Tangga menempuh jalan ma’rifah selanjutnya, sebagaimana yang disampaikan Imam Al-Ghazali:

Kedua : Harus melakukan taubatan nasuha, yang setelah tidak kembali melakukan kesalahan.

Ketiga : meminta keridloaan lawan sehingga tidak ada hak bagi orang lain atas dirinya.

orang yang menempuh jalan ma’rifat dalam keseharianya berusaha terbuka dan suka memaafkan kepada orang lain, termasuk kepada orang-orang yang selama ini membencinya.

orang yang tidak suka kepada kita misalnya, pastilah ia akan focus memberikan penilaian buruk (mencari keburukan) kepada kita. maka jadikanlah penilaian buruk itu untuk memicu diri menjadi lebih baik,tidak dibalas dengan kebencian, bahkan kita berusaha minta ridlonya agar kita berubah dan meminta maaf jika memang ada kesalahan dari apa yang kita lakukan.

Keempat : Harus menghasilkan (berusaha belajar dengan sungguh-sungguh) ilmu syari’ah sekiraanya mencukupi untuk menjalankan perintah-perintah Allah swt, dan ilmu-ilmu yang menjadi sebab keselamatan.

seorang penempuh jalan ma’rifat tidak cukup hanya belajar ilmu syariah saja, tapi ia harus belajar ilmu-ilmu yang lain (Tashawus) agar ia mampu menggapai keselamatan dan tentunya apa yang ia pelajari harus dibimbing seorang guru yang menunjukkanya ia jalan menuju keselamatan. (azf)

Allahu A’lam

Sunday, 5 July 2020

Jalan menggapai Ma'rifat


Masih Ayyuhal walad #13

Sebagaimana diawal-awal  dikisahkan bahwa santri imam ghazali ini adalah salah satu santri yang istimewa, selain sebagai santri yang setiap harinya mengabdi dan berkhidmah bertahun-tahun  kepada beliau (Imam Ghazali) sekaligus menuntut ilmu kepda beliau sampai santri ini menguasai banyak ilmu dan kitab yang dikarang oleh Imam Ghazali. 

walaupun demikian, santri beliau masih mengalami kebimbangan (galau) terkait berbagai pertanyaan, apakah ilmu yang diperolehnya mampu mendatangkan ketentraman bathin, menghadirkan kebahagiaan di dunia dan akhirat (alam kuburnya). 

Oleh sebab itu, dalam pesan-pesan beliau selalu menyebutkan, bahwa untuk menggapai itu semua tidaklah muda, namun sesulit apapun proses itu tetaplah dijalani jika ingin menggapai apa yang ingin dicapai, salah satunya adalah menempuh jalan ruhani sebagaimana yang dilakukan oleh para salik dalam menggapai ma’rifatullah. 

hakikat dari segala pengetahuan, salah satunya adalah mencapai titik, dimana titik itu adalah pengetahuan tentang mengenal Allah (ma’rifatullah). 

tidak mungkin menjalani kehidupan yang tentram tanpa mengenal yang membuat ketentraman, tidak mungkin mampu memperoleh kebahagiaan hakiki kehidupan jika tidak mengenal siapakah yang memberikan kebahagiaan, yakni Allah swt.

Jalan apa yang seharusnya ditempuh oleh seorang salik jika ingin menggapai ma’rifat?, berikut pesan beliau dalam kitab ayyuhal walad,

Wahai anakku,

sebagian masalah yang engkau tanyakan adalah masalah dzauqiyyah, dan sebagian lainya yang mungkin (sudah) aku jawab dalam kitab Ihya’ulumuddin atau dalam kitab lainya dan nanti aku sebutkan intisarinya (yang terangkum dalam empat perkara). diwajibkan bagi seorang yang menempuh jalan ma’rifat melalui empat perkara berikut:

Pertama : harus memiliki keyakinan hati yang benar yang didalamnya tidak terdapat bid’ah.(azf)

(bersambung)…

#HWMI

#HubbulWathonMinalIman

Saturday, 4 July 2020

Ilmu “Rasa” (Dzaukiyyah)

Ayyuhal Walad #13

Sahabat HWMI,

Tidak setiap ilmu yang kita peroleh dan kita ajarakan itu mampu dipahami oleh orang lain, apalagi ilmu itu berhubungan dengan ilmu tashawuf (Ma’rifat), ilmu ini perlu dipraktekan dan dirasakan, dan setiap orang yang mengamalkan itu akan memiliki “rasa” yang berbeda dalam menjalankanya.

contoh yang paling dalam kehidupan sehari-hari masalah ilmu ini, rasa pedas, tidak mungkin bisa dijelaskan dengan kata-kata apalagi tulisan, jika ada yang menanyakan apa itu rasa pedas, maka jawaban yang paling tepat adalah orang tersebut diberikan Lombok dan kita suruh untuk memakan Lombok itu, dengan cara ini orang tersebut akan paham itu pedas.

begitupula orang yang masih jomblo (belum menikah) atau impoten, menanyakan tentang nikmat berhubungan suami istri, tentu ini pertanyaan yang jika dijawab akan sia-sia.

sebagaimana Nasihat Imam Ghazali kepada Santri beliau.

wahai anakku (yang tercinta), Ketahuilah!

sebagian dari masalah yang kau tanyakan padaku, adalah tidak mungkin dijawab dengan tulisan dan ucapan. jika dirimu telah mengalami keadaan tersebut, maka dirimu akan mengetahui permasalahan tersebut. jika belum pernah mengalaminya, maka mengetahui hal tersebut adalah tidak mungkin, karena masalah tersebut termasuk perkaran dzaukiyyah tidak mungkin bisa dijelaskan dengan ucapan, seperti manisnya manisan dan pahitnya sesuatu yang pahit, dirimu tidak akan mengetahui kecuali dengan merasakanya.

diceritakan ada seorang yang impoten mengirim surat pada sahabatnya, yang isinya menanyakan bagaimana kenikmatan yang sebenarnya orang yang bersetubuh dengan istrinya. kemudian sahabatnya menulis yang isinya :”hai sahabatku, sesungguhnya dulu aku menyangka dirimu itu impoten juga bodoh dan dungu, karena nikmatnya bersetubuh itu bersifat dzauqiyyah, jika engkau telah mengalaminya maka tidak akan bisa dijelaskan dengan ucapan dan tulisan”. (azf)

Allahu A’lam


Thursday, 2 July 2020

Hati yang "hidup" penuh ma'rifat

(masih) Ayyuhal walad #12

Sahabat HWMI,

Imam Al-Ghazali menyampaikan pesan yang indah dan mendalam kepada santri beliau,

Wahai anakku..

"Ketahuilah, bahwa ucapan yang tidak terkontrol, hati yang tertutup dan penuh dengan kelalaian (lupa kepada Allah swt) dan selalu menuruti hawa nafsu adalah tanda-tanda celaka, jika engkau tidak mampu membunuh nafsumu dengan melakukan mujahadah yang sebenarnya, maka hatimu tidak akan hidup dengan penuh ma’rifat."

Salah satu inti dari amal ibadah yang kita lakukan adalah, kita mampu merasakah “kehadiran” Allah swt (ma’rifat) dalam setiap aktifitas kita. Agar mencapai “maqam” ini, maka salah satu cara yang ditempuh adalah melakukan mujahadah, mengontrol ucapan, jangan sampai apa yang keluar dari mulut kita saat berkata-kata tanpa terkontrol, tanpa memikirkan apakah itu mengandung kebaikan dan kemaslahatan atau  tidak. Semakin banyak kata-kata yang keluar tanpa mengandung kebaikan dan kemaslahatan dan didukung dengan senantiasa mengikuti hawa nafsu, maka membuat hati tertutup sulit menerima cahaya makrifat dan akhirnya semakin jauh, lalai dari mengingat Allah swt. Inilah tanda-tanda celaka. Na’udzubillah. (azf)
.
Allohu A'lam. 

Monday, 29 June 2020

Hakikat Perkataan dan perbuatan

(masih) Ayyuhal Walad #12

Sahabat HWMI,
Terkadang kita menemui ada seorang yang mengaku dirinya sebagai ulama’ atau ahli agama, atau bahkan mengaku sebagai wali atau kita mendapati info bahwa si A adalah seorang ‘ulama atau wali. Maka Kita tetap harus jeli, lihatlah keseharianya. Apakah apa yang beliau lakukan sesuai dengan aturan syari’at ataukah ucapan-ucapanya tidak menyalahi syari’at? Karena sesungguhnya jalan menuju kewalian amatlah rumit dengan cara mujahadah dan royadhoh sebagaimana yang ditempuh oleh ahli tasawuf  (sufi), walaupun sulit, jalan kewalian itu tetap melalui tangga syari’at sebagai pijakan utama dalam mengamalkan ajaran sebagaimana yang Rasululullah saw ajarkan.

Hal ini penting kita pahami, sebagaimana yang di nasihatkan Imam Ghozali kepada santri beliau;

Wahai Anakku
Seyogyanya perkataanmu dan perbuatanmu itu sesuai dengan peraturan syari’at, karena ilmu dan amal yang tidak sesuai dengan peraturan syari’at adalah sesat (sia-sia).

Seyogyanya dirimu tidak tertipu dengan perkataan-perkataan yang aneh dan keanehan perkataan ahli tasawuf, karena jalan akhirat itu hanya dapat dijalani dengan mujahadah (bersungguh-sungguh), melawan hawa nafsu, membunuh hawa nafsu dengan pedang Riyadhoh (latihan diri), bukan dengan ucapan-ucapan yang aneh-aneh dan ucapan yang direka-reka saja. (azf)

Sunday, 28 June 2020

Hakikat Keta'atan dan Ibadah

Ayyuhal Walad #12

Wahai Anakku,

Pokok dari segala ilmu adalah jika dirimu mengetahui hakikat ketaatan dan ibadah, Apakah sebenarnya hakikat keduanya?

Ketahuilah!

Bahwa ketaatan dan ibadah itu harus mengikuti jalan yang telah digariskan Allah swt dan Rasul-Nya, didalam semua perintah dan larangan, baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Maksudnya, setiap perkara yang kau ucapkan dan engkau lakukan serta engkau tinggalkan harus mengikuti syara’, seperti jika dirimu puasa pada waktu hari raya, hari-hari tasyriq, (walaupun puasa itu boleh tapi saat dilakukan di hari-hari yang dilarang oleh syara’) maka apa yang engkau lakukan termasuk orang yang bermaksiat.

Atau engkau melaksanakan sholat, tapi baju yang engkau pakai adalah baju ghosob, walaupun bentuknya berupa ibadah namun dilaksanakana dengan cara yang tidak sesuai dengan syara’, maka engakan akan mendapatkan dosa. (azf)

Friday, 26 June 2020

(masih) ayyuhal walad #11


Wahai anakku (tercinta),
Diriwayatkan dari wasiat Luqman Hakim pada anaknya, beliau berkata : “wahai anakku, janganlah ayam jago lebih pintar darimu, dimana ayam jago itu berkokok pada waktu sahur, sedangkan engkau masih terlelap oleh tidur.
Sungguh indah apa yang disampaikan salah seorang ‘ulama dengan sya’irnya:
Ditengah malam sungguh burung merpati telah bersuara atas kesenangan dan kesusahan sedang diriku (masih) terlelap tidur.
Demi Allah aku telah berdusta, jika aku seorang yang rindu pada Allah swt tentunya aku lebih dahulu bangun daripada merpati-merpati itu yang mendahuluiku dengan tangisanya.
Aku merenungkan, sesungguhnya aku seorang yang bingung, aku orang yang bisa mencucurkan air mata karena maksiat pada Tuhanku, kenapa aku tidak bisa menangis, sedang binatang-binatang itu menangis diwaktu malam. (azf)

Thursday, 25 June 2020

Seruan dari ‘Arsy


(masih) Ayyuhal Wala#11

Imam Sufyan Ats-tsauri berkata :

jika awal malam telah tiba terdengar panggilan dari ‘arsy:

Ingatlah!

Hendaklah  bangun wahai orang yang ahli ibadah (‘Abid), kemudian mereka bangun dan melakukan sholat malam,

jika tengah malam tiba, maka terdengar seruan :

hendaklah bangun wahai orang yang terberkati, kemudian mereka terbangun, dan melakukan sholat di waktu sahur.

Ketika waktu sahur tiba, terdengar suaru seruan :

Hendaklah bangun wahai orang yang memohon ampunan, lalu mereka terbangun dan membaca ishtighfar,

dan ketikan fajar telah terbit terdengar seruan dari ‘arsy :

Hendaklah bangun wahai orang yang lalai, lalu mereka bangun dari tempat tidurnya seperti orang mati yang dibangunkan dari kuburnya. (azf)


Wednesday, 24 June 2020

Keutamaan Sholat Malam dan Berdzikr diwaktu Sahur


Ayyuhal Walad #11

Masih nasihat Imam Ghazali yang ke-11, beliau memberikan nasihat kepada sanri beliau:

Wahai anakku,

Allah swt berfiman yang artinya, :

 “dan pada waktu malam bertahajjudlah sebagai kesunahan bagimu”, ini adalah perintah.

dan pada waktu sahur mereka membaca ishtighfar”, ini adalah syukur.

dan orang-orang yang membaca diwaktu sahur”, adalah dzikr.

Rasulullah saw. Bersabda: ada tiga suara yag disenangi Allah swt. :

1.       Suara Ayam jago,

2.       Suara orang yang membaca Al-Qur’an, dan

3.       Suara orang yang membaca ishtighfar pada waktu sahur.

Imam Sufyan ats-tasuri (Semoga Rahmat Allah swt. Tercurahkan pada beliau) berkata:

“sesungguhnya Allah swt. Menjadikan angina bertiup diwaktu sahur, yang membawa dzikr dan istighfar kepada Allah swt Raja yang Maha Perkasa”. ..bersambung, (azf)

Tuesday, 23 June 2020

Keutamaan ibadah di waktu Malam


Ayyuhal Walad #11

Wahai Anakku,

Jika Ilmu tanpa amal sudah cukup, dan engkau tidak membutuhkan amal selain ilmu, niscaya Allah (tidak akan) menyerukan kepada hamba-Nya, dengan seruan : “ Adakah orang-orang yang berdo’a? adakah orang yang membaca Istighfar? adakah orang yang bertaubat?”, pastilah seruan ini akan sia-sia jika memang tiada faedahnya.

di kisahkan, ada sekelompok sahabat Nabi saw. yang mengungkapkan keadaan Abdullah bin Umar ra. kepada Rasullah saw. kemudian beliau bersabda,: “sebaik-baik laki-laki adalah ibnu Umar, jika melakukan sholat malam”.

dan beliau, Rasulullah saw bersabda kepada salah seorang sahabat beliau :” Hai Fulan, jangan banyak tidur pada waktu malam, karena banyak tidur malam menyebabkan (pelakuknya) faqir (dihadapan Allah swt) pada hari kiamat”. (azf)