![]() |
| Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Balai Kota Malang |
Tahun ini, peringatan HSP mengusung tema nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora): "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Tema ini dinilai sangat kontekstual dengan tantangan masa depan, mendorong pemuda agar tidak sekadar cakap menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, melainkan juga berakar kuat pada nilai kemanusiaan dan cinta tanah air.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan esensi tiga nilai utama tema tersebut dalam amanatnya di hadapan seluruh peserta.
"Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan dan keutuhan bangsa ini lahir dari keberanian pemuda pada 1928 yang menyingkirkan sekat-sekat perbedaan demi satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.
Hari ini, di tengah tantangan zaman yang kian dinamis, pemuda Kota Malang harus menjadi motor penggerak peradaban dengan memiliki jiwa patriotik, karakter pantang menyerah yang gigih, serta kepekaan sosial yang berempati," ujar Wahyu Hidayat.
Lebih lanjut, ia merinci bagaimana ketiga pilar tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari:
Patriotik: Mencintai tanah air bukan sebatas retorika, melainkan diwujudkan dengan menjaga persatuan, membentengi diri dari polarisasi informasi palsu, dan berkontribusi langsung memajukan potensi daerah.
Gigih: Karakter pemuda harus laksana besi yang ditempa—tahan uji menghadapi gelombang perubahan zaman, gigih menuntut ilmu, dan berani berinovasi menciptakan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Berempati: Kecerdasan intelektual harus berjalan selaras dengan kepekaan nurani. Pemuda diharapkan hadir merespons persoalan sosial di sekelilingnya, merangkul sesama, dan menebarkan kehangatan gotong royong.
Upacara yang berlangsung tertib dan penuh semangat persaudaraan ini ditutup dengan pembacaan kembali ikrar Sumpah Pemuda serta persembahan lagu-lagu perjuangan oleh paduan suara pelajar.
Momentum ini menjadi pengingat tegas bahwa masa depan Kota Malang dan Indonesia berada di pundak generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa. (Zain)
