HWMI.or.id

Friday, 13 January 2023

Khalifah Yang Punya Julukan Aneh

 


Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq 

Sebuah julukan aneh diberikan kepada salah satu khalifah yang terkenal dari dinasti Abasiyah : Mu'tashim billah. Seorang pemimpin yang tercatat dalam sejarah pernah menggerakkan pasukan besar hanya untuk membela kehormatan satu muslimah yang diganggu di wilayah musuh.

Adz Dzahabi berkata tentangnya : "Dia adalah salah satu Khalifah paling agung dan karismatik. Keharuman dan besarnya jasanya tak terbantahkan seandainya ia tidak tersangkut fitnah Qur'an Makhluk."

Al Mu'tashim dijuluki oleh orang - orang dengan julukan al Mutsammim yang artinya si serba delapan. Karena begitu banyak hal yang menyangkut dirinya itu bertepatan dengan angka delapan.

Misalnya ia adalah Khalifah yang ke-8 Abasiyah, ia juga anak Harun ar Rasyid yang ke-8. Mulai berkuasa pada 218 H selama 8 tahun, 8 bulan dan 8 hari.

Ia dilahirkan pada tahun 178 dan hidup selama 48 tahun. Ia disengat hewan saat berada di benteng 8,  ia telah menaklukan 8 wilayah musuh serta  membunuh 8 rajanya. 

Ia memiliki 8 anak laki-laki, juga 8 anak perempuan dan bahkan saat wafat ia juga masih tersangkut dengan angka delapan, yakni ia meninggal pada 8 hari terakhir bulan Syawal.

Dan sedikit tambahan dari saya, banyak penulis yang tercampur atau keliru menyamakan beliau ini dengan khalifah terakhir dari dinasti Abasiyah yang ada di Baghdad, Musta'shim billah.

Jadi ada Mu'tashim billah (معتصم بالله) tokoh yang sedang kita bicarakan, yang terkenal dengan ketegasan dan kekuatannya. Ada Musta'shim billah (مستعصم بالله), yang di masanya terjadi serangan tentara Tartar ke wilayah kekhalifahan Islam dan ia mati terbunuh.

📜Tarikh al Khulafa' hal. 520

Thursday, 12 January 2023

Bermazhab Pasti Fanatik Buta ?

 

Kalau masalah potensi terjadinya ta’ashub (fanatisme buta), tidak hanya terjadi pada mereka yang bermazhab dengan mazhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali), tapi juga mereka yang tidak bermazhab sekalipun. 

Jadi, stop membuat opini seakan-akan bermazhablah yang selama ini menjadi biang terjadinya fanatisme buta. Pernyataan-pernyataan seperti ini lebih terasa sebagai upaya untuk menyudutkan pihak lain tanpa diiringi oleh fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.

Jika didapatkan sebagian potongan sejarah yang seakan menjadi contoh sikap ta’ashub di mazhab fiqh, maka harus dikonfirmasi dulu akan kebenarannya. Jangan-jangan hoax. Kalaupun benar, harus dipahami dengan benar kejadian tersebut. Jangan-jangan itu hanya asumsi pribadi. 

Taruhlah memang benar seperti itu, maka itu oknum (personal) saja yang tidak bisa digeneralisir untuk semuanya. Oleh karena itu, kasus personal seperti ini tidak kemudian meruntuhkan urgensi untuk mengikuti salah satu mazhab fiqh yang empat dalam memahami agama.

Realitanya, mereka yang tidak bermazhab juga terjebak dalam sikap-sikap fanatik buta, bahkan lebih parah. Misalnya ; sikap fanatik kepada ustad-ustad mereka. Seakan, pendapat ustad merupakan wahyu dari Allah Ta’ala. 

Tidak boleh diselisihi oleh siapapun meski dalam masalah yang jelas-jelas masuk ranah khilafiyyah. Buktinya, siapa saja yang menyelisihi pendapatnya, dihukumi telah menyimpang (sesat), atau minimal disangsikan (diragukan) agama dan manhajnya.

Mereka yang tidak bermazhab, juga ‘mengharamkan’ untuk menghadiri kajian yang bukan dari kelompoknya. Menganggap semua pendapat di luar afiliasinya yang berbeda dengan pendapat mereka sebagai “syubhat” (kerancuan). Makanya, mereka sangat sulit untuk diajak diskusi dan mengambil informasi ilmu dari orang lain.

Mereka juga tidak membolehkan untuk menikah dengan orang di luar kelompok atau komunitasnya dengan alasan “beda manhaj”. Bahkan, sebagian mereka menjadikan alasan ini untuk berpisah (cerai) antara suami dan istri. Lalu untuk membenarkan pemikirannya ini, mereka membawakan atsar (kisah) seorang ulama salaf bernama Imran bin Hithan yang menikahi wanita berpemikiran khawarij yang bernama Hamnah. 

Alih-alih membawa istirnya kepada pemikiran ahlus sunah, malah beliau sendiri yang menjadi khawarij mengikuti istrinya. Ini kan seakan mereka menyerupakan seluruh umat muslim di luar kelompok atau afiliasinya sebagai kelompok menyimpang.

Mereka yang tidak bemazhab juga menyakini, bahwa mereka satu-satunya kelompok yang masuk firqatun Najiyah (golongan selamat). Adapun seluruh umat muslim di dunia ini yang tidak berafiliasi kepada mereka, termasuk firqah dhallah (kelompok sesat) yang akan masuk Neraka. Pemikiran ini tidak hanya menjangkiti arus bawah saja, tapi juga kalangan ustadnya.

Jika mau disebutkan semuanya, tentu masih banyak lagi. Tapi, apa yang disebutkan di atas insya Allah telah mewakili. Kami tidak menyatakan bahwa semua orang yang tidak bermazhab perilaku dan pemikirannya seperti ini, tapi setidaknya ini sebuah fakta yang harus diakui ada pada (sebagian) mereka. Kita sepakat, bahwa sikap fanatisme buta harus kita perangi. Tapi, tetap harus dengan metode yang ilmiyyah dan inshaf (adil) dalam menilai.

Alhamdulillah, teman-teman (khususnya para ustad) yang dulunya tidak bermazhab kemudian memutuskan diri untuk bermazhab, justru semakin baik cara pandangnya. Lebih bisa berlapang dada dalam perbedaan pendapat yang ada. Tidak keras dan galak sebagaimana sebelumnya. 

Tidak mudah menyesatkan dan membidahkan seperti dulu. Mereka juga lebih mudah untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan seluruh umat Islam tanpa sekat penghalang berupa kelompok, atau komunitas, atau ormas, dalam hal-hal yang bermanfaat.

(Abdullah J.)

Sunday, 8 January 2023

RMINU : Penguatan Aqidah Aswaja An-Nahdliyah dari LPQ dan Madin

Malang. RMINU bekerjasama dengan LAZISNU Kota Malang mengadakan pembinaan dalam pengelolaan Kurikulum untuk Lembaga Pendidikan Al-Qur'an dan Madrasah Diniyah. 

Pembinaan ini berlangsung pada hari, Ahad 8 Januari 2023 yang bertempat di AULA PCNU Kota Malang. Hadir sebagai pemateri Dr. KH. Sutaman, MA, KH. Ahmad Shamthon, S.HI, Dr. Halimi Zuhdy, MA, Gus Sulthon, M.M, Gus Zain Fuad, M.Pd

Pengelolaan kurikulum merupakan suatu rangkaian kegiatan rancangan atau membuat suatu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di lembaga TPQ dan Diniyah. 

Kegiatan ini mengundang seluruh pengelola Lembaga dan beberapa ustadz dan ustadzah TPQ dan Diniyah di Kota Malang. "Kurikulum itu merupakan ruh dari sebuah lembaga, bila tidak ada ruh maka lembaga hanya berjalan saja tanpa tujuan, bahkan ia seperti orang mati, maka penting sekali para pengelola lembaga dan para guru untuk memahami kurikulum tersebut" tegas penasehat RMI NU, Dr. KH. Sutaman, MA ketika membuka acara pembinaan.

"Kita ke depan, harus bekerjasama dalam memajukan TPQ dan Madin, karena tidak sedikit santri yang sudah lulus TPQ kemudian berhenti. Tidak melanjutkan Diniyah, kalau bisa langsung ke Pondok Pesantren. Sehingga pemahaman agama lebih kuat dan mendalam". Tutur ketua RMI Kota Malang, Dr. Halimi Zuhdy.

Gus Zain Fuad, sebagai pemateri dalam Pengelolaan Kurikulum LPQ Madin memancing berbagai pertanyaan dari peserta, "kira-kira tujuan kita mengajar atau mengelola lembaga untuk apa?", Peserta terdiam, ada yang menjawab agar anak didik bisa mengaji Al-Qur'an, bisa baca kitab kuning, dan bisa shalat. 

"Kira-kira menuju hal tersebut, apakah perangkatnya sudah kita siapkan dengan baik dan benar, bagaimana kurikukumnya, pengelolaannya, isi materinya, evaluasinya danainnya?"tegas Gus Zain. 

Peserta pembinaan Pengelolaan Kurikulum LPQ dan MADIN sangat antusias dengan kegiatan ini. Dan para asatidz dan pengelola lembaga berharap kegiatan ini terus berlanjut sampai setiap LPQ dan Madin di Kota Malang mempunyai kurikulum yang sesuai dengan standar kurikulum PD.Pontren Kementrian Agama dan ASWAJA NU.

Saturday, 7 January 2023

Mars Satu Abad NU



Merawat Jagat Membangun Peradaban

Cipt. KH Ahmad Mustofa Bisri

SubhãnaLlãh, Allãhu Akbar 

Maha Suci Allah, Maha Besar

Khidmah Jam'iyah Nahdlatul Ulama 

Telah mencapai seabad lamanya


Sudah seabad sejak kebangkitannya

Ulama bersama pengikut-pengikutnya

Istiqamah dan setia 

Jaga Akidah dan sunnah RasulNya


Alhamdulillah, segala puji baginya

Ulama bersama pengikut-pengikutnya

Istiqamah dan setia 

Menjaga Agama, Nusa dan bangsa


Mari kuatkan niat kita

Kita bulatkan tekad kita

Terus lanjutkan amal kita

Mengembangkan khidmah kita

Menebar kasih-sayang semesta


Membangun peradaban baru yang mulia

Tuk kedamaian dan bahagia Bersama

Dalam ridha Allah Tuhan yang Maha Esa.

Bank NU, NUMart, hingga Bus NUGo Wujud Nyata NU Magelang Bangun Kemandirian Ekonomi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang terus meningkatkan kerja-kerjanya. Tidak sekadar menyiapkan kaderisasi kini melebarkan perannya dalam hal membangun kemandirian ekonomi. 

Sekretaris PCNU Magelang, Najib Chaqoqo mengungkapkan untuk mengembangkan ekonomi nahdliyin melalui dua jalur yakni lembaga filantropi LAZISNU dengan gerakan koin NU dan melalui akuisi Bank BNU Syariah.

"Amanat konferensi PCNU Magelang tahun 2019 itu meminta agar PCNU Magelang maju dan mandiri. Dua hal ini yang menjadi pijakan kami mendorong kemandirian ekonomi," ujar Najib kepada NU Online, Jumat (6/1/2023).

Bank BNU Syariah adalah salah satu wujud nyata dalam mewujudkan kemandirian NU. Lembaga tersebut mengusung visi besar dengan menjadi fondasi dasar dalam mencapai kemandirian ekonomi, terutama untuk warga nahdliyin. Kemandirian ekonomi ini tak lain untuk mewujudkan revitalisasi organisasi NU, pendataan warga NU dan membuat NU mandiri.

Najib mengatakan Bank BNU Syariah hasil akuisi dari BPR Meru Nusantara pada Oktober 2019. Sejak itu terjadi perombakan mulai dari manajemen dan segmen pasar.

"BPR Syariah saat itu dalam keadaan sempat sempoyongan, pengelolanya kita temui mintai gambaran bagaimana supaya bangkit kemudian kita akuisi dengan menambah saham dari yang mulanya kita punya saham sedikit sekitar 35 persen. Otomatis PCNU menjadi pengendali saham," tuturnya.

"Alhamdulillah 2021 kerugian bank bisa ditutup. Yang dulu omzet Bank BNU Syariah sebelum dipegang PCNU hanya 13 miliar sekarang omzet dikisaran 43 miliar," imbuhnya.

Dikatakan Najib, sejak tahun 2020 sebelum pandemi pengurus NU Magelang sosialiasi koin NU ke MWCNU dan membuahkan hasil. Sempat berhenti karena pandemi namun bangkit lagi di bulan September 2020.

"Beberapa MWCNU sudah menjalankan program koin NU, kita kumpulkan agar menjadi program cabang. Beberapa pengampu LAZISNU kita mintai pendapatnya dan kita kaji aturannya tentu dengan melalui standar operasional prosedur (SOP)," ungkapnya.

Skema koin NU ternyata membuahkan hasil beberapa kemudian mendirikan usaha retail toko NUMart di MWCNU Kecamatan Srumbung

"Kita hadirkan beberapa vendor untuk presentasi bagaimana mendapat suplier dan sistem di NUMart seperti apa. Dan kami memilih satu yang bisa diajak kerjasama," katanya lagi.

Usaha ini dirintis dengan modal awal 400 juta hingga saat ini omzet per bulan mencapai 1,5 miliar. Keuntungan per bulan di kisaran 30 juta bersih. Modal didapatkan dari koin LAZISNU dan pinjaman Bank BNU. Usaha retail ini juga didirikan di beberapa kecamatan seperti Borobudur dan Sawangan.

"Unit usaha ini kami tekankan harus benar-benar milik PCNU. Kita menghindari lembaga yang mengatasnamakan NU untuk kepentingan pribadi. Skemanya adalah itu NUMart 100 persen dari NU, MWC, atau PC jadi nggak boleh ada dana pribadi yang titip," jelasnya.

Air Minum kemasan BAQNU 

Selain usaha retail, PCNU Magelang pada Maret 2021 menjadi distributor air minum kemasan BAQNU (Barokah Ayat Qur'an NU). Penjualan bisa mencapai 20 ribu karton bahkan lebih dari target awal penjualan hanya 5 ribu karton.

"Meski keuntungan tidak seperti NUMart tapi kami bisa menggaji 7 karyawan dan masih ada laba yang bisa disimpan," bebernya.

Toko Grosir atau eceran 

Berawal dari air kemasan BAQNU, sambung dia, PCNU Magelang bentuk badan usaha milik NU yakni toko grosir dan eceran. Toko Grosir NU ini merupakan gerai ketiga yang telah dibuka oleh BUMNU PC setelah Srumbung dan Borobudur. Melalui jaringan usaha ini diharapkan akan dibuka BUMNU di masing-masing MWC untuk menjadi suplier toko dan warung milik warga NU. 

"Skemanya beda dengan NUMart kalau NUMart pakai vendor dari luar sementara NU grosir mulai pengadaan barang, distribusi dan lainnya semua dari kita. Modalnya dari Bank NU sekitar 400 juta sekarang punya warung hampir 200 dari 600 warung yang kita targetkan. Skemanya jadi ada dua satu retail, satu grosir," ucapnya.

Armada Bus NUGo

Bersama Bank NU Syariah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magelang juga melakukan pengadaan armada bus bernama NUGo.

Bus NUGO yang diluncurkan terdiri dari 2 unit bus kembar identik dengan spesifikasi mesin Hino RK-8 R260, karoseri Adiputro serta tersedia untuk 50 kursi. Pengadaan armada bus merupakan kebutuhan yang mendesak, mengingat warga NU di Magelang khususnya sering mengadakan kegiatan wisata religi. Menurutnya, ini pangsa pasar yang cukup menjanjikan.

"Awalnya hanya beli dua karena permintaan banyak kami musyawarah dengan tim ekonomi dan kita cari investor terbatas dan tertutup. Skemanya, bus kita titipkan ke manajemen yang biasa mengelola bus. Dia merupakan santri NU tulen. Ini sedang dibuatkan Badan Hukumnya PT masuk notaris dan lagi-lagi itu modal dari Bank NU Syariah," terangnya.

Dijelaskan, sudah hampir 8 miliar bantuan dari Bank NU Syariah untuk membantu perekonomian warga dan keperluan membangun kantor MWC.

"Jadi misal MWC ada yang mau bangun kantor dananya nanti sampaikan ke Bank NU setelah itu dilakukan survei kalau memenuhi syarat maka BNU berani mengeluarkan tapi kalau pengurusnya nggak solid nggak berani mengeluarkan tetap dengan mekanisme perbankan," jelasnya.

Sumber : NU Online

================




*_Dapatkan terus Update info Hubbul Wathon Minal Iman_*


Website : www.hwmi.or.id


Telegram :

https://t.me/hwmichannel


Instagram :

https://s.id/Ig_hwmionline_id


Twitter :

https://twitter.com/Hubbul_Wathon26?s=08


Youtube:

https://s.id/DutaHWMIOfficial


Helo-app :

https://s.id/helo-app_KontenHWMI


Tik tok : https://s.id/tiktok_hwmi


Quotes HWMI : https://s.id/hwmi-Quotes


#HubbuWathonMinalIman

#NahdlatulUlama 

#IslamNusantara

#MediaDakwahOnline

Wednesday, 4 January 2023

Koin NU Ranting Ciater Layak Dicontoh!

Donasi melalui koin Nahdlatul Ulama (NU) mendapat respons yang positif dari warga. Setidaknya dapat dilihat di Ranting NU Ciater, Tangerang Selatan (Tangsel).  Dan, koin NU ini berperan mewujudkan kemandirin dan kesejahteraan masyarakat, utamanya Nahdliyin. 

’’Hadirnya NU di masyarakat memberikan warna baru dalam perwujudan kesejahteraan dan kemaslahan masyarakat,’’ ujar Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazis NU) Ranting Ciater Sarwi saat Rapat Koordinasi Badan Otonom (Banom) Pengurus Cabang (PC) NU Kota Tangerang Selatan di Pusdiklat Kementerian Agama RI, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (1/1/2023) siang.

Dijelaskan, sebagaimana yang dilakukan di Ranting Ciater. Pihaknya tidak henti-hentinya menyapa masyarakat melalui koin NU. 

’’Hasilnya sungguh luar biasa. Baru tiga RW dari sembilan RW di Ranting Ciater, kami lakukan penghimpunan koin NU, hasilnya sudah mencapai Rp418.966.200, hanya dalam kurun waktu 6 bulan, dari Juli sampai Desember,’’ terangnya.

Sebanyak 70 persen dana yang terkumpul tersebut dialokasikan untuk membantu pembangunan masjid. Sisanya 30 persen lagi dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk kemanfaatan-kemanfaatan. 

’’Untuk insentif petugas amil ZIS, dan untuk support kami ke PC NU dalam rangka pembangunan gedung Graha Aswaja,’’ ungkap bapak tiga anak ini.

Dampak dari hadirnya Lazis NU di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sekadar menghimpun dan menyalurkan bantuan. Lebih dari itu mengenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan Nahlatul Ulama.

Kang Sarwi—sapaan akrabnya—melanjutkan, dari tiga RW yang dilakukan penghimpunan koin NU, ada sebagian kecil blok yang diisi ormas lain. Pihaknya tidak masuk ke sana untuk menghimpun koin. Namun saat ada warga di tempat tersebut yang sakit, bahkan meninggal dunia, pihaknya berusaha hadir menyapa dan memberikan bantuan.

’’Sehingga suatu ketika kami sedang menjalankan tugas penghimpunan koin NU, ada orang dari blok tersebut yang menghampiri dan ikut menginfakkan sebagian rizkinya melalui Lazis NU. Saya kira ini adalah dakwah kami yang sesungguhnya, yakni mengenalkan NU bukan hanya kepada warga  Nahdliyin saja, namun juga warga di luar nahdliyin,’ terangnya memberi alasan.

Sedangkan Ketua PC NU Kota Tangerang Selatan H Abdullah Mas’ud mengatakan, momentum ini seharusnya menjadi pelajaran penting terkait konsistensi kemandirian ekonomi jam’iyah dari Lazis NU Ciater.

“Lazis NU Ciater ini merupakan salah satu dari dua ranting yang kita jadikan pilot project atau percontohan melalui pendidikan Madrasah Amil. Hal ini tidak terjadi secara tiba-tiba, prosesnya panjang. Kami mulai dari pengalaman Lazis NU di Sukabumi, Sragen, Malang, Cilacap, dan lainnya. 

Kemudian kita cari tahu kebutuhan mendesaknya di wilayah kita ini, sehingga kita mengetahui polanya dan kita buatkan SOP-nya. Alhamdulillah berjalan dengan lancar, namun tanpa sebuah komitmen dan konsistensi semua itu tidak akan berjalan denga baik,’’ ungkapnya.


Hampir senada disampaikan Koordinator Madrasah Amil Lazis NU Tangsel, Abdurrahman. ’’Dalam memulai kegiatan koin NU di Tangerang Selatan, tentunya psikologi setiap ranting itu tidak semuanya sama. 

Ada yang setelah dilakukan  pendidikan tentang zakat yang dalam hal ini disebut dengan Madrasah Amil bisa langsung berjalan sesuai SOP, ada yang masih merangkak, dan ada juga yg masih membutuhkan bimbingan lebih daripada yang lain,’’ terangnya.

Tentunya ada regulasi atau SOP yang harus diikuti agar sesuai dengan keinginan. Salah satunya adalah setiap ranting yang ingin mengadakan Madrasah Amil harus ada satu kegiatan yang dijadikan pilot project. 

’’Seperti pengadaan ambulance, pembangunan masjid atau pembangunan klinik. Kenapa harus ada pilot project, karena dengan itu kita bisa memulai, bisa menggerakkan hati masyarakat untuk bersedekah dan berinfak,’’ tutup alumni Mambaul Ulum Bata-Bata itu.

Sumber : NU Online Banten

Saturday, 31 December 2022

Mana Yang Lebih Baik Antara Memberi Utang Atau Bersedekah?


Dalil yang menyatakan memberi utang lebih baik itu hadis pertama, Rasulullah bersabda bahwa ada orang yang masuk surga dan melihat di pintu surga ada tulisan "pahala sedekah itu 10 kali lipatnya dan pahala memberi utang itu 18 kali lipatnya."

Adapun dalil yang menyatakan bahwa sedekah lebih baik dari pada memberi utang adalah bahwa Rasulullah bersabda orang muslim yang memberi pinjaman dua kali maka ia seolah telah bersedekah satu kali. 

Memberi utang bisa lebih baik dari sedekah karena pemberi utang harus bergelut dengan harapan bahwa hartanya akan dikembalikan, ini terkadang ikhlasnya jadi lebih sulit, berbeda dengan sedekah yang setelah memberi maka sudah lepas begitu saja. 

Jika melihat kepada hadis bahwa imbalan itu sesuai dengan kesulitan maka pergulatan batin untuk mengikhlaskan harapan bisa menambah nilai pemberian utang. Tapi bersedekah bisa lebih baik dari memberi utang karena sedekah itu benar-benar melepaskan beban pihak yang membutuhkan tidak seperti pemberian utang yang hanya melepaskan beban sementara saja.

Tapi sepertinya untuk zaman sekarang lebih utama ngasih utang, karena biasanya si peminjam jadi lebih galak dari yang menagih hingga urusannya jadi lebih menantang, hingga masuk kepada hadis "Imbalanmu berdasarkan kesulitanmu".

- Fahmi Hasan Nugroho -

Thursday, 29 December 2022

Mengenal KH. Wahab Hasbullah

 


29 Desember 1971 , tepat 51 tahun lalu, salah satu Pendiri NU berpulang ke kampung abadi. 

Beliaulah KH Wahab Hasbullah.  Salah satu santri kinasih Guru Mulia KH Kholil Bangkalan,  juga santri andalan dari Hadlrotussyaikh Mbah Hasyim Asy'arie.

Sangat aktif dalam pergerakan Indonesia modern dengan mendirikan Nahdlatul Wathon dan Taswirul Afkar.

Pencipta Lagu Syubbanul Wathon - Cinta Tanah Air.

Dipercaya Hadlrotussyaikh untuk memimpin Komite Hijaz 1924. 

Beliau pulalah yang melobi seluruh Kyai di Jawa-Madura sehingga menjadi satu barisan di bawah naungan panji NU. 

Bersama KH Wahid Hasyim,  beliau sukses melobi Jepang sehingga mengijinkan NU aktif kembali..

Mbah Wahab juga membentuk laskar sabilillah untuk menghadang Sekutu di seantero Tanah Jawa. 

Beliau yang ditunjuk sebagai nahkoda NU ketika Hadlrotussyaikh Hasyim Asy'arie berpulang. 

Mendukung sekaligus penyeimbang dari Presiden Soekarno. 

Beliau juga yang mengantarkan NU menjadi salah satu kekuatan terbesar di jamannya. 

Semoga kita semua mendapatkan manfaat dan barokah dari ilmu dan peran pejuangan beliau untuk masyarakat,  bangsa,  negara dan agama. 

Ila hadlroti ruhi Mbah Wahab Hasbullah.. Al Fatihah 

Oleh : Shuniyya Ruhama

Apa Maksud Larangan Menjadikan Kubur Sebagai Masjid?


Disebutkan didalam kitab At Tamhid karya Imam Abdul Bar juz 6 halaman 383: 

«التمهيد - ابن عبد البر» (6/ 383 ط المغربية):

«عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ 

"Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Semoga Allah memerangi Yahudi yang telah menjadikan kubur-kubur nabi-nabi mereka sebagai masjid" 

(Apa maksud dari hadits tersebut? Berikut penjelasannya:)

فِي هَذَا الْحَدِيثِ إِبَاحَةُ الدُّعَاءِ عَلَى أَهْلِ الْكُفْرِ وَتَحْرِيمُ السُّجُودِ عَلَى قُبُورِ الْأَنْبِيَاءِ وَفِي مَعْنَى هَذَا أَنَّهُ لَا يَحِلُّ السُّجُودُ لِغَيْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَيَحْتَمِلُ الْحَدِيثُ أَنْ لَا تُجْعَلَ قُبُورُ الْأَنْبِيَاءِ قِبْلَةً يُصَلَّى إِلَيْهَا»

"Didalam hadits ini terdapat: 

1. Kebolehan mendoakan (keburukan) atas orang kafir,

2. Larangan sujud pada kubur-kubur para nabi 

Semakna dengan hal ini adalah tidak halalnya bersujud pada selain Allah 'Azza wa Jalla. 

Juga hadits ini membawa hukum tidak bolehnya menjadikan kubur-kubur sebagai kiblat dan dilakukan sholat kepadanya"

 Kang Saiful Anwar 

Wednesday, 28 December 2022

Hadits Hadits Nabi Yang Dibuang W4h4b1

 


Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : Tentang tahlilan

ﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﺃﻋﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﻣﻴﺖﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﻭﺫﻛﺮﺍﺳﺘﻮﺟﺐﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﺍﻟﺠﻨﺔ

ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺪﺍﺭﻣﻰ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺉ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ))

"Barang siapa menolong mayyit dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan dzikir, maka Alloh memastikan surga baginya.”

(HR. ad-Darimy dan Nasa’I dari Ibnu Abbas)

ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﺗﺼﺪﻗﻮﺍﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻣﻮﺍﺗﻜﻢ ﻭﻟﻮﺑﺸﺮﺑﺔ ﻣﺎﺀﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻘﺪﺭﻭﺍ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﺒﺄﻳﺔ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﻌﻠﻤﻮﺍﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻓﺎﺩﻋﻮ ﻟﻬﻢ ﺑﺎﻟﻤﻐﻔﺮﺓ ﻭﺍﻟﺮﺣﻤﺔ ﺍﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﺪﻛﻢ ﺍﻹﺟﺎﺑﺔ

"Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Jika kalian tidak mengerti Al-Qur’an, berdo’alah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ telah berjanji akan mengabulkan do’a kalian.”

(Tankihul Qoul hlm:28)

Yang dibaca dalam TAHLILAN diantaranya:

1. Surat Al-Fatihah

2. Surat Yasin.

3. Surat Al-Ikhlash.

4. Surat Al-Falaq

5. Surat An-Naas

6. Surat Al-Baqarah : 1 - 5

7. Surat Al-Baqarah : 163

8. Surat Al-Baqarah : 255 (Ayat Kursi)

9. Surat Al-Baqarah : 284 - 286.

10. Istighfar : ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢَ

11. Tahlil : ﻻَ ﺍِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ

12. Takbir : ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ

13. Tasbih : ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ

14. Tahmid : ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ

15. Shalawat Nabi.

16. Asma'ul Husna.

17. Do'a untuk yang mati.

Tuesday, 27 December 2022

Miskin disertai bersabar dahulu lalu kaya disertai bersyukur

Imam Ibnu Hajar al-Haitami, seorang mujtahid dalam mazhab Syafi'i menjelaskan tahapan keadaan Rasulullah sebagai berikut:

أن الفقر مع الصبر هو أوائل أحواله ﷺ، والغِنى مع الشكرِ هو آخرها، وعادةُ اللَّه تعالى الجاريةُ مع أنبيائه ورسله: أنه لا يختم لهم إلا بأفضل الأحوال والمقامات، فختمه لأفضل خلقه بالغِنى مع الشكر دليلٌ أيُّ دليل على أنه أفضل من الفقر مع الصبر

"Sesungguhnya kefakiran yang disertai kesabaran adalah awal mula kondisi Nabi Muhammad s.a.w. Sedangkan kaya dengan disertai rasa syukur adalah akhir kondisi beliau. Kebiasaan Allah yang diberlakukan pada para nabi dan rasulnya adalah tidak mengakhiri hidup mereka kecuali dengan level dan kondisi yang paling utama. Maka keputusan Allah mengakhiri kondisi makhluknya yang paling utama dengan keadaan kaya dalam keadaan bersyukur dalil yang terkuat bahwa kaya dalam keadaan bersyukur lebih utama daripada  kefakiran yang disertai kesabaran". (Ibnu Hajar, al-Fath al-Mubin Syarh al-Arba'in)

Maka beruntunglah orang yang bersusah-susah dahulu, hidup dalam keprihatinan, disiplin dan penuh perjuangan tetapi senantiasa tangguh pantang mengeluh dan menyerah hingga akhirnya menjadi kaya dan penuh rasa syukur sehingga bisa membantu orang lain.  Kemiskinan di awal perjuangan adalah pondasi pembentukan karakter yang tangguh dan menghargai nilai-nilai positif. Setelah karakter terbentuk, maka ketika menjadi kaya dia akan menjadi insan yang penuh rasa syukur dan berguna bagi orang banyak. 

Bila kebetulan anak-anak kita tumbuh dalam kemiskinan yang melanda kita sekarang, maka jangan berkecil hati sebab bisa saja itu adalah pondasi yang mereka butuhkan di masa depan mereka yang cerah nantinya.

- Gus AWA -