HWMI.or.id

Saturday, 14 March 2026

Kemenag Kota Malang Luncurkan Program Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara) untuk Dukung Siswa Rentan Putus Sekolah

Dokumen: Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Malang, Gus Shampton saat sosialisasi program Bisara dan Mauidhah
Kementerian Agama Kota Malang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan pembinaan rohani masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program inovatif Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara) yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Kota Malang.

Program Bisara dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan peserta didik yang berasal dari kelompok rentan, seperti siswa yang berpotensi putus sekolah, masyarakat termarjinalkan, maupun keluarga kurang mampu di wilayah perkotaan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan yang memadai.

Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Gus Sampton, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas lembaga dalam upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik di SRMP. Pendanaan program ini murni berasal dari donasi bersama seluruh pegawai Kemenag Kota Malang agar manfaatnya semakin luas dan maslahat bagi masyarakat,” ungkap Gus Sampton.

Pelaksanaan program Bisara dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, di antaranya unsur PAIS (Pendidikan Agama Islam), para guru PAI, serta tim dari Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ) Kota Malang yang turut terlibat langsung dalam proses pembinaan.

Melalui kolaborasi tersebut, para siswa mendapatkan pendampingan rohani yang berfokus pada pembinaan baca tulis Al-Qur’an, penguatan nilai-nilai adab, serta pembentukan karakter religius. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam pemerataan layanan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Program ini semata-mata untuk membantu upaya pemerintah dalam pemerataan pelayanan pendidikan. Harapannya, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, sholih dan sholihah, serta mampu membanggakan orang tua dan masyarakat,” tegas Gus Sampton di hadapan para wali murid SRMP.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan karakter tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat, termasuk peran aktif FKPQ yang melakukan pendampingan langsung kepada siswa dalam program Bina Baca Tulis Al-Qur’an dan pembinaan adab.

Dalam kegiatan yang berlangsung di SRMP Kota Malang pada Sabtu (14/3/2026) tersebut, selain sosialisasi program Bisara, pihak Kemenag Kota Malang juga menyalurkan sedekah kepada para wali murid yang hadir untuk menjemput putra-putri mereka selama masa liburan sekolah.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program parenting yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, para orang tua mendapatkan penguatan terkait peran keluarga dalam mendampingi pendidikan dan pembentukan karakter anak, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang selaras antara rumah dan sekolah.

Dengan hadirnya program Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara), Kementerian Agama Kota Malang berharap dapat memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka tetap dapat meraih masa depan yang lebih baik.

Friday, 13 March 2026

Pembukaan Akademi Ramadhan 1447 H MTs Ma’arif NU Kota Malang Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat

Dokumen : Peserta Akademi Ramadhan 1447 H di MTs Ma'arif NU Lowokwaru Kota Malang 
Malang — MTs Ma’arif NU Kota Malang resmi membuka kegiatan Akademi Ramadhan 1447 H pada Jumat (13/3/2026) di Aula MTs Ma’arif NU Kota Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan yang diselenggarakan setiap bulan suci Ramadhan untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini yang juga dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, guru, serta pegawai MTs Ma’arif NU Kota Malang. Kehadiran para pendidik tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan pendidikan karakter dan spiritual siswa selama bulan Ramadhan.

Kegiatan Akademi Ramadhan secara resmi dibuka oleh Ketua LP Ma’arif MWC NU Lowokwaru, Akhmad Fauzi, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, fokus, dan tetap menjaga adab selama proses pembelajaran berlangsung.

“Melalui Akademi Ramadhan ini diharapkan para peserta dapat lebih mendalami ilmu agama, memperkuat akhlak, serta terlatih dalam berbagai bentuk pembinaan keislaman. Gunakan kesempatan ini untuk menambah ilmu, memperbaiki diri, dan memperkuat karakter sebagai generasi muslim yang berakhlakul karimah,” ujar beliau.

Program Akademi Ramadhan sendiri merupakan kegiatan pembinaan yang biasanya berisi berbagai materi keagamaan seperti pendalaman Al-Qur’an, praktik ibadah, kajian akhlak, serta penguatan nilai-nilai ke-NU-an. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan di kalangan siswa.

Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. Oleh karena itu, kegiatan seperti Akademi Ramadhan diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana pembukaan semakin semarak ketika seluruh peserta bersama-sama mengumandangkan yel-yel penyemangat kegiatan dengan penuh semangat:

“Akademi Ramadhan: Semangat, Santun, Berakhlak Karimah!”

Yel-yel tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kesantunan, serta menumbuhkan akhlak yang mulia.

Dengan terselenggaranya Akademi Ramadhan 1447 H ini, MTs Ma’arif NU Kota Malang berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman spiritual dan pembelajaran yang bermakna, sehingga mampu menjadi generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Wujudkan DIKTI SAINTEK BERDAMPAK, UPZIS Polinema Salurkan 122 Paket Zakat Fitrah dan Santunan Yatim Piatu

Dokumen: Penyaluran Zakat Fitrah dan Santunan Yatim Piatu UPZIS Masjid Raya An-Nur (MRA) Polinema
Tagline DIKTI SAINTEK BERDAMPAK tidak boleh hanya sebatas jargon belaka, ia harus dapat diwujudkan dalam aksi nyata di masyarakat. Termasuk oleh Politeknik Negeri Malang (Polinema) sebagai Perguruan Tinggi Negeri dibawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tidak boleh menjadi menara gading, kebermanfaatannya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Salah satu ikhtiar kebermanfaatan itu adalah dengan adanya program/kegiatan Penyaluran Zakat Fitrah dan Santunan Yatim Piatu yang dilaksanakan oleh Unit Pengumpul Zakat, Infak dan Sedekah (UPZIS) dibawah naungan Masjid Raya An-Nur (MRA) Polinema, yang dilaksanakan pada Jum’at, 13 Maret 2026 bertempat di Masjid Nurul Huda, Jl. Kembang Kerta, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang.

Hadir mewakili warga, Ketua RW. IV Jatimulyo, Bapak Arif Subandi menyampaikan, "kami warga RW IV mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MRA Polinema, karena telah menyalurkan zakat fitrah dan paket santunan yatim piatu dari Bapak/Ibu Dosen/Pegawai kepada warga kami. Kurang lebih 122 bingkisan untuk warga kami," ungkapnya.
Ketua Takmir MRA Polinema, Bapak Vinan Viyus saat menyampaikan sambutan.

Selanjutnya secara khusus, Ketua Takmir MRA Polinema, Bapak Vinan Viyus menyampaikan, "Civitas akademika Polinema, termasuk pengurus UPZIS dan Takmir MRA adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Masyarakat RW IV Jatimulyo. Kegiatan Ini adalah wujud ikhtiar agar keberadaan Polinema benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga." Ungkapnya

Kegiatan berikutnya penyaluran zakat fitrah dan dilanjutkan santunan yatim piatu, serta foto bersama. Sebagai penutup, pembacaan doa dipimpin oleh Bapak Mohammad Syaifuddin Sekretaris Takmir Masjid Nurul Huda.

Membina Karakter Remaja Melalui Akademi Ramadhan 1447 H di MTs Ma’arif NU Kota Malang

Dokumen: Pembukaan Akademi Ramadhan 1447 H
Malang – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang edukatif dan bermakna, MTs Ma’arif NU Kota Malang menyelenggarakan kegiatan Akademi Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jum’at hingga Ahad, 13–15 Maret 2026 di lingkungan madrasah.

Kegiatan ini dirancang sebagai program pembinaan karakter bagi para siswa, dengan tujuan memperkuat wawasan keislaman, kedisiplinan ibadah, serta kemampuan pengembangan diri remaja. 

Melalui Akademi Ramadhan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pendalaman materi agama, tetapi juga pembiasaan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan Wawasan Keislaman

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti berbagai kajian keilmuan Islam yang bersumber dari kitab-kitab klasik yang telah lama menjadi rujukan pendidikan pesantren. 

Beberapa materi utama yang dipelajari antara lain:

  1. Pendalaman Tauhid melalui kitab Aqidatul Awam
  2. Pendalaman Akhlak melalui kitab Ta’limul Muta’allim dan Taisirul Khallaq
  3. Pendalaman Fikih melalui kitab Mabadi’ dan Safinatun Najah
  4. Pendalaman Tarikh Islam melalui kitab Khulasah Nurul Yaqin
  5. Bimbingan membaca Kitab Kuning
  6. Tahsin Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an

Selain kajian kitab, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembiasaan praktik ibadah yang menjadi bagian penting dari pembentukan karakter religius siswa. 

Para peserta mengikuti berbagai kegiatan ibadah secara berjamaah, seperti:

  1. Sholat lima waktu berjamaah
  2. Sholat Dhuha dan Rawatib
  3. Dzikir dan membaca Al-Qur’an
  4. Sholat Tarawih dan Witir
  5. Sholat Tahajud, Hajat, dan Taubat
  6. Pembelajaran doa-doa harian serta praktik ibadah lainnya
Membangun Self Management dan Self Branding Remaja

Tidak hanya fokus pada aspek spiritual, Akademi Ramadhan juga memberikan wawasan kepada para siswa tentang pentingnya kemampuan “Self Management” dan “Self Branding” di kalangan remaja.

Melalui materi ini, siswa diajak untuk belajar mengelola waktu, membangun karakter positif, serta menumbuhkan kepercayaan diri agar mampu menjadi generasi yang berkualitas secara keilmuan, berprestasi, dan berakhlak mulia.

Program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemandirian, dan tanggung jawab sosial.

Apresiasi atas Dukungan Berbagai Pihak

Panitia pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik berupa dukungan moral, tenaga, maupun dana, sehingga kegiatan Akademi Ramadhan dapat terselenggara dengan baik.

Dukungan dari berbagai pihak tersebut diharapkan terus berlanjut demi kesuksesan program-program pembinaan generasi muda di MTs Ma’arif NU Kota Malang pada masa mendatang.

Dengan adanya kegiatan Akademi Ramadhan 1447 H, diharapkan para siswa mampu menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas iman, ilmu, dan akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia.

Wednesday, 11 March 2026

Mengenal Pemimpin Tertinggi Ketiga Iran : Ayatollah Ali Khamenei

Tepat ketika musuh mengira mereka telah berhasil dipenggal pimpinan puncak Iran, kebangkitan baru terjadi di balik tirai besi.

Media internasional saat ini sedang hangat berbicara tentang salah satu pergeseran kekuatan geopolitis paling bersejarah dalam dekade ini.

Dewan Ahli Pimpinan Republik Islam telah mengadakan rapat darurat di bawah puncak perang, dan mereka telah mencapai keputusan akhir.

Mereka secara resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi (Pemimpin Tertinggi) ketiga dalam sejarah negara.

Sosok yang mengambil alih kekuasaan ini, yaitu Mojtaba Khamenei, bukanlah individu.

Lahir pada tahun 1969 ia adalah putra kedua dari mendiang mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal akibat serangan udara Isbiol dan Amerika Serikat baru-baru ini.

Di panggung internasional dan laporan badan intelijen Barat, Mojtaba sering disebut sebagai 'Pangeran Bayangan' atau 'Pangeran Bayangan'.

Gelar itu diberikan karena selama puluhan tahun, ia bergerak diam-diam dan diam-diam di kantor ayahnya tanpa memegang jabatan politik resmi yang dipilih rakyat.

Meski bergerak dalam bayang-bayang, genggamannya pada pertahanan dan keamanan negara benar-benar mutlak.

Sebuah laporan intelijen mengungkapkan bahwa pengangkatan Mojtaba didukung penuh dan didukung kuat oleh pasukan elit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Mereka sangat percaya bahwa hanya Mojtaba yang memiliki kualifikasi dan ketegasan yang diperlukan untuk mengarahkan negara keluar dari krisis perang berdarah ini.

Untuk rezim Z yang dipimpin Setan di Tololviv, pengangkatan ini bukanlah berita ucapan selamat.

Mojtaba dikenal sebagai pemimpin 'hardliner' atau sayap kanan jauh yang sangat anti barat dan berpegang teguh pada ideologi perlawanan radikal.

Meskipun demikian, di sini, kita perlu meletakkan garis merah yang sangat jelas dalam mengevaluasi konflik geopolitis ini agar tidak muncul fitnah.

Sebagai umat muslim yang patuh pada akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah, kami tidak mendukung, mengizinkan, atau berkompromi dengan pemahaman apapun tentang akidah Syiah.

Dukungan kami untuk Iran hari ini bukan atas dasar kesetaraan sektarian, tetapi dukungan taktis untuk poros perlawanan mereka terhadap kekejaman dan arogansi rezim Z.

Sementara negara Arab lainnya yang ngaku Ahli Sunnah hanya mampu diam, tunduk pada ketakutan, dan menjadi pakur Barat, mereka adalah satu-satunya kekuatan di wilayah yang berani membalas dan mengangkat senjata di hadapan Isbiol.

Subhanallah. Jika kita mengamati roda sejarah ini, upaya musuh untuk merusak kepemimpinan suatu bangsa seringkali akan menghasilkan penerus yang jauh lebih tangguh dan tidak mau berkompromi.

Tuan-tuan, selama kedzaliman masih merajalela di muka bumi ini, poros perlawanan akan terus menghasilkan garis kepemimpinan baru yang siap merespon semua serangan musuh dengan bahasa senjata terlepas dari perbedaannya.

Saturday, 7 March 2026

Safari Ramadhan DPC FKPQ Kota Malang: Menguatkan Silaturahmi Guru Al-Qur’an dan Mendorong Digitalisasi LPQ

Dokumen: Kepala Kantor Kementrian Agama, Gus Shampton beserta Kasi PD Pontren, Pengurus DPC FKPQ Kota Malang dan Peserta safari Ramadhan di PP Dzinnuha

Malang – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPC FKPQ) Kota Malang kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan di lembaga pendidikan Al-Qur’an (LPQ). Kegiatan yang menjadi agenda rutin tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Pesantren Dzinnuha, Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang.

Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari program khidmat guru Al-Qur’an yang diinisiasi oleh DPC FKPQ Kota Malang. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan Al-Qur’an sekaligus memperkuat sinergi para pejuang Al-Qur’an yang selama ini mengabdikan diri dalam mendidik generasi muslim.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan kajian manajemen pengelolaan lembaga berbasis digital. Tema ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi saat ini menuntut setiap lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) sebagai basis dakwah Islam yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muslim. Oleh karena itu, keberadaan LPQ tidak hanya harus bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat dan kemajuan teknologi.

Era digital saat ini bahkan dapat dikatakan “memaksa” para ustadz dan ustadzah pengajar Al-Qur’an untuk terus belajar. Adaptasi terhadap teknologi, mulai dari sistem administrasi digital hingga metode pembelajaran modern, menjadi langkah penting agar lembaga pendidikan Al-Qur’an tetap relevan dan diminati generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Sampton, memberikan mauidhah hasanah kepada para guru Al-Qur’an yang hadir. Ia menyampaikan pesan tentang makna kesabaran yang sesungguhnya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Menurutnya, seorang hamba yang sabar bukanlah mereka yang hanya pasif menerima keadaan, melainkan mereka yang tetap berusaha dan bergerak aktif. Ia mencontohkan ketika seseorang diuji dengan sakit, maka ia harus berikhtiar mencari pengobatan. Soal sembuh atau tidak, itu menjadi kehendak Allah SWT.

“Jika seseorang sakit lalu hanya berdiam diri tanpa berusaha mencari pengobatan dengan alasan sabar, maka itu bukan kesabaran, melainkan bentuk keputusasaan,” ujarnya di hadapan para guru Al-Qur’an.

Pesan tersebut juga relevan dengan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Al-Qur’an di era digital saat ini. Berbagai perubahan dan kebijakan terkait digitalisasi lembaga menuntut para guru Al-Qur’an untuk terus belajar dengan sabar dan bersungguh-sungguh dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sikap pasif tanpa upaya untuk belajar dan berbenah justru dapat mengarah pada sikap putus asa.

Motivasi tersebut semakin menguatkan semangat para pejuang Al-Qur’an, terlebih Rasulullah SAW sendiri menyebut para pembelajar dan pengajar Al-Qur’an sebagai manusia terbaik sebagaimana dalam sabdanya:

“Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu,” yang berarti sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Sementara itu, Ketua DPC FKPQ Kota Malang, Ustadz Zain Fuad, menegaskan bahwa tantangan terbesar LPQ saat ini adalah perkembangan teknologi dan tuntutan profesionalisme dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menuntut setiap lembaga untuk tertib administrasi, profesional, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi. Jika lembaga pendidikan Al-Qur’an tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan lambat laun akan ditinggalkan oleh generasi muda.

“Bukan karena mereka meninggalkan Al-Qur’annya, tetapi karena mereka meninggalkan lembaga yang memfasilitasi pendidikan Al-Qur’an,” jelasnya.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki banyak pilihan dalam belajar, termasuk melalui lembaga formal maupun berbagai platform teknologi yang menyediakan pembelajaran Al-Qur’an secara digital. Namun, jika pembelajaran hanya mengandalkan teknologi tanpa bimbingan guru, maka ada nilai penting yang bisa hilang, yaitu pendidikan adab dan keteladanan.

Padahal dalam tradisi pendidikan Islam, guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi uswah hasanah atau teladan bagi para santri dalam membentuk akhlak dan perilaku sehari-hari.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, DPC FKPQ Kota Malang berharap para guru Al-Qur’an dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat manajemen lembaga, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperluas dakwah pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, menjadi momentum penguatan peran LPQ sebagai pilar penting dalam menjaga dan membangun generasi Qur’ani di era modern.

Sosialisasi JPZIS Masjid Roudhotul Jannah Tasikmadu: Upaya Modern Menguatkan Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan Umat

Dokumen: pengurus Takmir Masjid Raudlatul Jannah Tasikmadu saat sosialisasi Program JPZIS
Tasikmadu – Masjid Roudhotul Jannah Tasikmadu menggelar kegiatan sosialisasi Jam’iyyah Pengelola Zakat, Infaq, dan Shadaqah (JPZIS) pada Sabtu, 7 Maret 2026, mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di serambi masjid ini diikuti oleh para takmir masjid dan mushalla di sekitar wilayah Tasikmadu.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai langkah untuk memperkuat manajemen pengelolaan zakat, infaq, dan shadaqah secara lebih profesional, transparan, serta tepat sasaran. Melalui forum ini, pengurus Masjid Roudhotul Jannah memperkenalkan berbagai program JPZIS yang dirancang untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para mustahiq (penerima zakat) serta memberdayakan umat di lingkungan sekitar masjid.

Dalam pemaparannya, pengurus JPZIS menjelaskan bahwa pengelolaan dana umat saat ini perlu dilakukan dengan sistem yang lebih modern dan terorganisir. Hal ini penting agar dana zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah, serta infaq dan shadaqah dapat disalurkan secara efektif, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain menjadi sarana penyampaian program, kegiatan ini juga bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat di lingkungan masjid. Dengan adanya sistem pengelolaan yang baik, diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat.

Dalam perspektif Islam, zakat memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan membantu masyarakat yang kurang mampu. Melalui pengelolaan yang tepat, zakat dapat menjadi instrumen ekonomi umat yang mampu mendorong kesejahteraan bersama, seperti membantu pendidikan, kebutuhan pokok, hingga pemberdayaan usaha kecil bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan sosialisasi JPZIS ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari para peserta. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat luas bagi umat.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti kegiatan buka puasa bersama, yang semakin mempererat ukhuwah dan kebersamaan antar pengurus masjid serta jamaah yang hadir.

Sunday, 1 March 2026

DPC FKPQ Kota Malang Gelar Safari Ramadhan, Perkuat Digitalisasi LPQ dan Pembinaan Guru Al-Qur’an

Dokumen : Safari Ramadhan DPC FKPQ Kota Malang di LPQ Masjid Al-Falah Gadang
Malang, 1 Maret 2026 – DPC FKPQ Kota Malang kembali menggelar Safari Ramadhan ke berbagai kecamatan. Kali ini kegiatan dilaksanakan di LPQ Masjid Al-Falah Gadang, Kota Malang, sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi dan pembinaan guru Al-Qur’an.

Mengusung tajuk “Silaturahim Bersama Guru Al-Qur’an, Kita Bentuk Generasi Qurani yang Sholih Melalui Lembaga yang Solid, Tertib Administrasi dan Tanggap Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kelembagaan sekaligus peningkatan kapasitas administrasi berbasis digital bagi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

Penguatan Administrasi Berbasis Digital

Dalam kegiatan tersebut, para ustadz dan ustadzah mendapatkan pendampingan serta bimbingan teknis pengelolaan data pokok ustadz/ustadzah, lembaga, dan santri melalui platform resmi Kementerian Agama, antara lain:

  • EMIS (Education Management Information System): Sistem Informasi Manajemen Pendidikan untuk pendataan lembaga, guru, dan santri di bawah naungan Kementerian Agama.
  • SIKAP (Sistem Informasi Ketenagaan Pondok Pesantren dan LPQ): Platform pendataan dan pengelolaan informasi tenaga pendidik keagamaan.
  • SIPDAR-PQ (Sistem Informasi Pelayanan Tanda Daftar Pendidikan Al-Qur’an): Sistem layanan pendaftaran dan legalitas LPQ secara digital.
  • SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Bantuan): Aplikasi pengelolaan bantuan pemerintah berbasis digital.

Pendampingan ini menjadi langkah konkret agar LPQ semakin tertib administrasi dan mampu beradaptasi dengan sistem digital yang diterapkan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Safari Ramadhan DPC FKPQ : Pembinaan Guru Al-Qur'an, penting Digitalisasi LPQ melalui Sipdar-PQ dan EMIS
LPQ Garda Terdepan Generasi Qurani

LPQ sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentengi dan membekali generasi Qurani. Selain pengajaran Al-Qur’an dan materi keagamaan yang sudah padat, kini LPQ juga dihadapkan pada tantangan adaptasi teknologi.

“Tantangan LPQ hari ini bukan hanya menghadapi generasi yang gandrung teknologi seperti game dan media digital, tetapi juga bagaimana lembaga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegas Ustadz Zain.

Ia menambahkan bahwa selama ini para ustadz dan ustadzah bukan tidak peduli terhadap kebijakan pemerintah, melainkan benar-benar membutuhkan pendampingan yang intensif, telaten, dan memudahkan agar mampu memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Dorongan Lengkapi Legalitas dan Data

Sementara itu, Ustadz Heri selaku sekretaris DPC FKPQ sekaligus pemateri berharap seluruh LPQ terus berupaya melengkapi administrasi dasar lembaga.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:

  • Pengurusan dan perpanjangan Izin Operasional bagi lembaga yang masa izinnya telah habis.
  • Pembuatan akun EMIS bagi lembaga yang belum memiliki akun.
  • Pembaruan data EMIS bagi lembaga yang sudah terdaftar hingga terbitnya BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sebagai bukti validasi data.

Menurutnya, ketertiban administrasi menjadi fondasi penting agar LPQ dapat berkembang dan memperoleh akses program maupun bantuan dari pemerintah.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

Melalui road show Safari Ramadhan ini, DPC FKPQ Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi LPQ di berbagai kecamatan. Pendampingan dilakukan secara intensif dan praktis agar para pengelola lembaga tidak merasa terbebani dengan sistem digital yang ada.

Dengan sinergi antara penguatan spiritual dan penguatan manajemen berbasis teknologi, diharapkan LPQ semakin solid dalam membentuk generasi Qurani yang sholih, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Syahidnya Ayatullah Ali Khamenei

Ayatullah Ali Khamenei
Ada sebuah kesunyian yang ganjil ketika sebuah nama besar berhenti disebut dalam waktu kini dan berpindah ke dalam tangis sejarah. Di Teheran, mungkin di lorong-lorong pasar yang pengap atau di bawah kubah-kubah pirus yang megah, berita itu merambat seperti kabut musim gugur: 

Ayatullah Ali Khamenei telah wafat. Ia telah menjemput apa yang dalam tradisi kaum beriman disebut sebagai syahadah—sebuah perjuangan yang dibayar dengan seluruh sisa napas.

Di dunia yang makin riuh oleh transaksi dan pengkhianatan, sosok Khamenei berdiri seperti sebuah menara tua yang menolak untuk miring. Ia adalah pewaris Imam Husein, pahlawan Karbala yang mengajarkan bahwa kalah dalam angka bukan berarti kalah dalam kebenaran. 

Bagi Iran, dan mungkin bagi mereka yang mendamba kedaulatan, kematiannya bukan sekadar akhir dari sebuah biografi; ia adalah sebuah apotheosis.

Etika di Tengah Prahara

Kita ingat bagaimana ia memimpin. Bukan dengan gertakan seorang diktator yang haus darah, melainkan dengan tutur kata yang lembut, selembut bait-bait puisi Persia yang ia cintai, namun mengandung ketegasan baja. 

Di bawah bayang-bayang tekanan global, ketika negara-negara lain memilih untuk sujud demi sekerat keamanan ekonomi, ia memilih berdiri.

"Katakan yang benar meskipun itu pahit," begitu pesan Imam Ali bin Abi Thalib yang ia dekap erat hingga akhir.

Pada Oktober 2025, ketika dunia menyaksikan konfrontasi 12 hari yang menggetarkan antara Iran dan Amerika Serikat, kita melihat sesuatu yang melampaui strategi militer. Kita melihat heroisme profetik. 

Di saat itu, Iran bukan hanya sedang mempertahankan wilayah, tapi sedang membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan akhlak bisa menjadi perisai melawan arogansi yang tak tersentuh. Khamenei membuktikan bahwa raksasa bisa goyah jika dihadapi oleh jiwa yang sudah selesai dengan urusan dunia.

Namun, mungkin legasinya yang paling mengharukan—dan yang paling sering disalahpahami—adalah upayanya menjahit luka lama antara Sunni dan Syiah. Simaklah misalnya pada forum-forum Taqrib al-Madzahib al-Islamiyyah, disana ada sebuah getaran ketulusan yang sulit dipalsukan.

Ia bukan pemimpin yang ingin menyeragamkan, melainkan yang ingin mempertemukan. Fatwanya yang mengharamkan penghinaan terhadap Siti Aisyah dan para sahabat Nabi adalah sebuah langkah radikal dalam kebijaksanaan. 

Di tangan pemimpin yang lebih kecil, perbedaan mazhab seringkali dijadikan komoditas kebencian. Tapi di tangan Khamenei, perbedaan itu diubah menjadi ruang dialog, mirip dengan cara Rasulullah SAW mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar.

Ia menindak tegas mereka yang menjual caci maki atas nama agama, karena ia tahu bahwa persatuan bukan sekadar retorika politik, melainkan perintah langit.

Kini, sosok yang menjadi penerus api revolusi Imam Khomeini itu telah berpulang. Ia pergi meninggalkan sebuah bangsa yang tidak lagi menunduk. Ia pergi setelah menunjukkan bahwa martabat tidak bisa dibeli dengan sanksi ekonomi.

Kematian seorang martir, dalam kosmologi Islam, bukanlah sebuah kehilangan yang sia-sia. Ia adalah benih. Darah dan air mata yang tumpah hari ini akan menyirami sanubari generasi muda di Mashhad, di Isfahan, hingga ke pelosok dunia Islam lainnya.

Kita kehilangan seorang arsitek perlawanan, seorang pecinta ilmu, dan seorang pembela akhlak. Tapi mungkin, di suatu tempat di keabadian, ia sedang tersenyum, menyambut cahaya yang selama ini ia rindukan di jalan Allah.

Mari kita tundukkan kepala sejenak. Untuk sebuah keteguhan yang tak goyah, untuk sebuah keberanian yang berkata "tidak" pada penindasan, mari kita kirimkan doa, tahlil, dan Al-Fatihah. Kesedihan ini bisa mendalam, tapi harapan yang ia nyalakan akan tetap membara. Wallahu'alam bishawab.

*Catatan; Mendengar berita duka ini, saya berharap tidak benar. Sedih sekali. Sayangnya media-media terpercaya di Iran membenarkan. Subuh tadi kami sudah mendokan, bersama jamaah Masjid Miftahusdhur Karangjati, Kasihan Bantul, dalam qunut dan di tengah pengajin Tafsir Jilani tiap Ahad subuh]

Tulisan dari KH Dr Aguk Irawan Mn Lc

Saturday, 28 February 2026

Sinergi Program Dakwah, MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang Gelar Diklat Imam & Khatib

 

Dokumen : Diklat Imam dan Khotib, sinergi Program MWCNU Lowokwaru dengan LDNU Kota Malang
KOTA MALANG – Sinergi program antara MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang diwujudkan melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Imam dan Khatib pada Ahad, 1 Maret 2026, bertempat di Kantor MWC NU Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi kelembagaan dalam memperkuat kualitas dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di tingkat kecamatan hingga ranting.

Diklat tersebut merupakan hasil kerja sama antara MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang dalam membangun kader imam dan khatib yang fasih, memahami fiqih khutbah, serta mampu menyampaikan pesan dakwah yang menyejukkan dan inspiratif.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Lowokwaru, KH Zainal Arifin, M.Ag, dalam sambutannya mengajak para peserta untuk berkhidmah di NU melalui peran sebagai khatib yang memenuhi syarat, rukun, dan sunnah khutbah secara benar. Ia menegaskan bahwa khutbah tidak hanya soal sah secara fiqih, tetapi juga harus menghadirkan keteduhan dan relevansi bagi jamaah.

Sementara itu, Ketua LDNU Kota Malang, Gus Fatmir Riza Masjid, M.Pd, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, sinergi program antara MWCNU dan LDNU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan dakwah NU di tingkat akar rumput.

“Kerja sama ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang akan didiseminasikan ke ranting-ranting,” ujarnya.

Dalam diklat tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari syarat, rukun, dan sunnah khutbah yang disampaikan Ustadz Syamsul Arifin. Selanjutnya, Ustadz Fahrurrazi membahas tentang penyusunan tema khutbah yang menarik, aktual, inspiratif, dan mendidik umat dengan landasan Al-Qur’an dan Sunnah.

Peserta juga dibekali teknik menyusun khutbah agar singkat dan padat, serta teknik penyampaian yang efektif seperti penggunaan intonasi yang tepat, kontak mata dengan jamaah, tidak terpaku pada teks, penghayatan materi, suara yang jelas, serta pengaturan durasi yang proporsional.

Sebagai penguatan kompetensi, kegiatan dilengkapi dengan materi Tahsin Al-Qur’an dan praktik khutbah. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlatih secara langsung dalam penyampaian.

Melalui sinergi ini, MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang berkomitmen menjadikan program pembinaan imam dan khatib sebagai agenda berkelanjutan. Hasil pelatihan direncanakan untuk didiseminasikan melalui LDNU dan LTNU MWC Lowokwaru ke seluruh ranting, guna memastikan peningkatan kualitas dakwah yang merata.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penguatan program dakwah berbasis kelembagaan, sekaligus mempererat sinergi antarbanom dan lembaga di lingkungan NU dalam membangun umat yang lebih berilmu, berakhlak, dan berdaya.

Friday, 27 February 2026

Ngopi Ramadhan 1447 H: MWC NU Lowokwaru Menyemarakkan Bulan Suci dengan Penuh Kebersamaan

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, MWC NU Lowokwaru kembali mengadakan kegiatan rutin bertajuk “Ngopi Ramadhan”. Program ini menjadi ruang silaturahim, penguatan spiritual, sekaligus upaya mendekatkan jajaran pengurus dengan umat serta ranting-ranting, lembaga, dan BANOM di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Melalui berbagai agenda keagamaan, budaya, dan edukatif, Ramadhan kali ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menjaga keutuhan jamaah, serta menghadirkan NU yang semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Adapun rangkaian kegiatan Ngopi Ramadhan 1447 H adalah sebagai berikut:

Ahad, 1 Maret 2026

Pelatihan Imam dan Khotib

Tempat: Aula Kantor MWC NU Lowokwaru

Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas imam dan khotib agar semakin siap dalam melayani umat, khususnya selama bulan Ramadhan.

Selasa, 3 Maret 2026

Ngopi dan Waqiahan bersama Gus Farid

Tempat: Pesantren Waqiah Indonesia, Joyogrand Merjosari

Waktu: Pukul 15.00 WIB – selesai

Kegiatan ini menjadi forum kebersamaan yang memadukan suasana santai dengan pembacaan Surah Al-Waqi’ah serta tausiyah.

Kamis, 5 Maret 2026

Nuzulul Qur’an bersama KH. Mujayyid

Tempat: Masjid Dwiga, Ranting NU Mojolangu Tengah

Waktu: Pukul 20.00 WIB – selesai

Momentum peringatan turunnya Al-Qur’an ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kecintaan terhadap kitab suci.

Sabtu, 7 Maret 2026

Tadarus Budaya bersama Prof. Luqman

Tempat: Ndalem Prof. Luqman, Lowokwaru

Waktu: Pukul 20.00 WIB – selesai

Dialog nilai-nilai Islam dan budaya dalam semangat Ahlussunnah wal Jamaah yang memperkaya khazanah pemikiran ke-NU-an.

Ahad, 8 Maret 2026

Tadarus Budaya bersama KH. M. Nafi

Tempat: PP Al-Hikam Lowokwaru

Waktu: Pukul 20.00 WIB – selesai

Melanjutkan penguatan literasi, refleksi budaya, serta pendalaman nilai-nilai keislaman.

Selasa, 10 Maret 2026

Cangkrukan Anak Digital

Tempat: Teras Kantor MWC NU Lowokwaru

Waktu: Pukul 20.00 WIB

Forum diskusi generasi muda dalam membahas peran dunia digital sebagai media dakwah dan penguatan nilai ke-NU-an.

Jumat – Ahad, 13–15 Maret 2026

Akademi Ramadhan

Tempat: MTs NU Ma’arif Lowokwaru

Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai

Program ini dirancang sebagai pendalaman materi keislaman sekaligus pembinaan kader muda NU agar semakin siap berkhidmat di tengah masyarakat.

Ketua Tanfidziyah, Kyai Zainal Arifin, berharap seluruh masyarakat Nahdliyin serta jajaran pengurus NU mulai dari tingkat ranting, lembaga, hingga BANOM dapat berperan aktif dalam menyukseskan seluruh agenda tersebut.

“Mari kita semarakkan Ramadhan dengan berbagai kegiatan yang memperkuat silaturahim, menjaga keutuhan jamaah, serta mendekatkan pengurus dengan umat.”

Semoga rangkaian Ngopi Ramadhan 1447 H ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua.