HWMI.or.id

Saturday 24 February 2024

Doa Apa Saja Di Malam Nishfu Syaban?

Riwayat Sahabat berikut ini menunjukkan bahwa di malam Nishfu Sya'ban dianjurkan untuk berdoa:

ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ، ﻗﺎﻝ: " ﺧﻤﺲ ﻟﻴﺎﻝ ﻻ ﻳﺮﺩ ﻓﻴﻬﻦ اﻟﺪﻋﺎء: ﻟﻴﻠﺔ اﻟﺠﻤﻌﺔ، ﻭﺃﻭﻝ ﻟﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﺭﺟﺐ، ﻭﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ، ﻭﻟﻴﻠﺔ اﻟﻌﻴﺪ ﻭﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺤﺮ "

Ibnu Umar berkata bahwa ada 5 malam yang tidak akan tertolak doanya, malam jumat, awal malam Rajab, malam Nishfu Sya'ban, dan 2 malam hari raya (Al-Baihaqi dalam Syuabul Iman)

Doa apa saja? Ada beberapa hadits atau Riwayat dari ulama Salaf:

1. Ampunan dan Rahmat 

ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻓﻴﻐﻔﺮ ﻟﻠﻤﺴﺘﻐﻔﺮﻳﻦ ﻭﻳﺮﺣﻢ اﻟﻤﺴﺘﺮﺣﻤﻴﻦ

(ﻫﺐ) ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ.

Hadits : "Sungguh Allah melihat hambaNya di malam Nishfu Sya'ban. Lalu Allah memberi ampunan kepada orang yang meminta ampunan dan memberi rahmat kepada orang yang meminta rahmat" (HR Baihaqi)

2. Setiap Permintaan

ﻋﻦ ﻋﺜﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﻌﺎﺹ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻗﺎﻝ: " ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻧﺎﺩﻯ مناد : ﻫﻞ ﻣﻦ ﻣﺴﺘﻐﻔﺮ ﻓﺄﻏﻔﺮ ﻟﻪ، ﻫﻞ ﻣﻦ ﺳﺎﺋﻞ ﻓﺄﻋﻄﻴﻪ ﻓﻼ ﻳﺴﺄﻝ ﺃﺣﺪ ﺷﻴﺌﺎ ﺇﻻ ﺃﻋﻄﻲ ﺇﻻ ﺯاﻧﻴﺔ ﺑﻔﺮﺟﻬﺎ ﺃﻭ ﻣﺸﺮﻙ "

Hadits : "Jika tiba malam Nishfu Sya'ban maka ada yang berseru "Adakah yang meminta ampunan, Aku ampuni. Adakah yang meminta sesuatu, Aku kabulkan. Tidak ada seorang pun yang meminta kecuali Aku kabulkan. Kecuali pezina dan orang musyrik" (HR Al-Baihaqi)

3. Minta Husnul Khatimah

Al-Hafidz As-Suyuthi mengutip Riwayat hadis berikut dalam Al-Jami' Ash-Shaghir:

ﻓﻲ ﻟﻴﻠﺔ اﻟﻨﺼﻒ ﻣﻦ ﺷﻌﺒﺎﻥ ﻳﻮﺣﻲ اﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﻣﻠﻚ اﻟﻤﻮﺕ ﻳﻘﺒﺾ ﻛﻞ ﻧﻔﺲ ﻳﺮﻳﺪ ﻗﺒﻀﻬﺎ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ اﻟﺴﻨﺔ (اﻟﺪﻳﻨﻮﺭﻱ ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺴﺔ) ﻋﻦ ﺭاﺷﺪ ﺑﻦ ﺳﻌﺪ ﻣﺮﺳﻼ.

"Di malam Nishfu Sya’ban Allah memberi wahyu kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa yang akan mati di tahun tersebut" (HR Dainuri dari Rasyid bin Saad secara mursal)

4. Kelahiran Anak dan Rezeki

فِيْهَا يُكْتَبُ كُلُّ مَوْلُوْدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيْهَا يُكْتَبُ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ وَفِيْهَا تُنْزَلُ أَرْزَاقُهُمْ (رواه البيهقي في فضائل الاوقات وفيه النضر بن كثير ضعيف)

Hadits : "Di malam Nishfu Sya’ban dicatat setiap anak manusia yang lahir di tahun itu. Di malam Nishfu Sya’ban juga dicatat setiap anak manusia yang mati di tahun itu. Di malam Nishfu Sya’ban amal mereka dicatat dan di malam itu juga rezeki mereka diturunkan” (HR al-Baihaqi dalam Fadlail al-Auqat, Nadlar bin Katsir dlaif)

5. Minta Jodoh

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ : تُنْسَخُ فِي النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْاَجَالُ ، حَتَّى أَنَّ الرَّجُلَ لَيَخْرُجُ مُسَافِرًا وَقَدْ نُسِخَ مِنَ الْاَحْيَاءِ إِلَى الْاَمْوَاتِ ، وَيَتَزَوَّجُ وَقَدْ نُسِخَ مِنَ الْاَحْيَاءِ إِلَى الْاَمْوَاتِ (مصنف عبد الرزاق - ج 4 / ص 317  في سنده مجهول)

Atha’ bin Yasar berkata: “Ajal dihapus di malam Nishfu Sya’ban, hingga seseorang melakukan perjalanan dan ia dihapus dari daftar orang hidup sebagai orang mati. Seseorang akan menikah, dan ia dihapus dari daftar orang hidup sebagai orang mati” (Mushannaf Abdurrazzaq, 4/317, dalam sanadnya ada perawi majhul)

● KH. Ma'ruf Khozin

Hadits-hadits Berkenaan Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Berdasarkan hadits-hadits yang telah dibentangkan, maka kita dapat membuat rumusan bahwa hadits-hadits terkait keutamaan malam Nisfu Sya’ban telah diriwayatkan melalui jalur lima belas (15) sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم termasuk isteri Baginda صلى الله عليه وسلم yaitu :

1. Sayidina Abu Bakar al-Siddiq رضي الله عنه

2. Sayidina ‘Ali Bin Abu Talib رضي الله عنه

3. Sayidatina ‘A’ishah رضي الله عنها (isteri Rasulullah صلى الله عليه وسلم)

4. Sayidina Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه

5. Sayidina Abu Hurayrah رضي الله عنه

6. Sayidina ʿAbdullah Ibnu ‘Amr رضي الله عنهما

7. Sayidina Ubay bin Ka’b رضي الله عنه

8. Sayidina Abu Thaʿlabah al-Khushani رضي الله عنه

9. Sayidina Abu al-Darda’ (‘Uwaymir bin Malik) رضي الله عنه

10. Sayidina Anas bin Malik رضي الله عنه

11. Sayidina Abu Umamah al-Bahili رضي الله عنه

12. Sayidina ʿUtsman bin Abu al-‘As رضي الله عنه

13. Sayidina ‘Auf bin Malik رضي الله عنه

14. Sayidina Abu Musa al-Asy’ari (‘Abdullah bin Qays) رضي الله عنه

15. Sayidina Yazid bin Jariyah al-Anshari رضي الله عنه

Hadits-hadits ini datang dengan pelbagai status sanad dan lafaz termasuk shahih. Ada juga sahabat yang disebut dengan secara mubham seperti riwayat di dalam kitab Faḍā’il Syahr Ramaḍān oleh al-Imām Ibnu Abī al-Dunyā (w.281H). Sebahagian riwayat lagi datang secara mursal. 

Tanpa syak lagi hadits-hadits yang banyak ini saling mendukung dalam kekuatannya sehingga hadits-haditsnya yang dha’if bisa mencapai ḥasan li ghairih atau ṣhaḥīḥ li ghairih. 

Allah Maha Mengetahui dan Ilmu-Nya Maha Sempurna.

- Dr. Ustadz Abdullaah Jalil -

Thursday 22 February 2024

Madrasah Darul Ulum Makkah, Promotor Islam Nusantara di Tanah Suci

Asal-usul kemunculan Madrasah Darul Ulum Makkah sebagai promotor Islam Nusantara di Tanah Suci Umat Islam Dunia:

Berikut penuturan H. Aboebakar Atjeh, yang disampaikan kepadanya oleh KH. Muhammad Iljas (mantan menteri agama RI) dalam bukunya, Sejarah Hidup KH. A. Wahid Hasjim (terbit pertama kali 1958):

"Pada waktu itu di Makkah ada sebuah madrasah yang bernama Madrasah Shaulatiyah, didirikan atas usaha seorang dermawan dari India (Pakistan). Dalam madrasah itu belajar tidak kurang dari 95% anak-anak dari bangsa Indonesia.

Di antara peraturan madrasah itu, anak-anak dilarang pada waktu pelajaran dalam kelasnya membaca surat kabar, majalah atau buku-buku selain pelajarannya.

Ada seorang murid Indonesia bernama Zulkifli, adik K. Zuber [Umar Salatiga], menerima sebuah majalah Berita Nahdlatul Ulama [terbitan PBNU di Surabaya di awal 1930-an] dan dibaca dengan temannya, keponakan K. Zuber itu, dalam kelas sedang belajar.

Hal ini diketahui oleh gurunya, lalu mengambil majalah itu dan merobeknya, lalu melemparkannya ke luar jendela dari tingkat ketiga. Anak-anak Indonesia sangat marah melahirkan sikap yang kasar demikian itu dan mengadukan hal itu dengan memperlihatkan majalah itu kepada guru kepala.

Guru kelas yang dimarahi oleh guru kepala. Guru kelas bertambah marah terhadap anak-anak itu dan mengeluarkan perkataan, "Bangsa Jawa (Indonesia) [menyebut kata Jawi dalam bahasa Arab] adalah suatu bangsa yang rendah budinya".

Ucapan ini menyakitkan hati anak-anak Indonesia dan meluas kepada seluruh murid Indonesia yang 95% itu. Anak-anak itu serentak mogok dan tak mau masuk belajar di madrasah itu lagi.

Desakan kejadian itu menimbulkan perhatian para wali murid untuk mendirikan sebuah madrasah sendiri. Dengan bantuan para Syaikh haji Indonesia yang ada di Makkah yang digerakan oleh Syaikh Abdul Manan dapat dikumpulkan biaya, tiap orang dua jeneh, terkumpul sekian banyak.

Sehingga dengan sokongan yang digerakan oleh perasaan kebangsaan Indinesia dapatlah didirikan suatu madrasah baru dalam sebuah gedung bertingkat empat yang diberi nama Madrasah Daru Ulum Ad-Diniyyah di Suq al-Lail dalam tahun 1934 itu sampai sekarang.

Gedung tersebut dusediakan oleh Syaikh Yaqub Perak dan pimpinan madrasah diserahkan kepada almarhum Sayyid Muhsin Al-Musawa berasal dari Palembang."

Lihat H. Aboebakar Atjeg, sejarah Hidup KH. A. Wahif Hasjim (Jombang: Pustaka Tebuireng, 2015 [1958]), halaman. 100-1.

Sumber: Yai Ahmad Baso (Website galerikitaa.blogspot.com)

Bawean, Pulau Kecil Penghasil Ulama Kaliber Dunia


Syaikh Muhammad Zainudin Al Bawean Almakki: Penggerak Nasionalisme Dari Makkah

Syekh Muhammad Zainuddin Bawean atau al-Baweani adalah salah seorang ulama keturunan Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pengajar di Mesjidil Haram, Mekah. 

Penulis sejumlah kitab ini juga dikenal sebagai salah seorang penyebar gagasan kebangsaan Indonesia dan islam Nusantara di kalangan para santri dan mahasiswa di Madrasah Darul Ulum Mekah al-Mukarramah. 

Syekh Muhammad Zainuddin lahir di Mekah pada tahun 1334 H/1915. Ayahnya adalah Syekh Abdullah bin Muhammad Arsyad bin Ma’ruf bin Ahmad bin Abdul Latif Bawean. 

Adalah kakeknya yang pertama kali menginjakkan kaki di negeri Hijaz. Orang-orang Bawean memang banyak yang menjadi pengembara, untuk tujuan ekonomi maupun untuk menuntut ilmu hingga ke Tanah Suci. Syekh Muhammad Hasan Asy’ari (wafat sekitar tahun 1921) adalah di antara orang-orang Bawean yang berhasil jadi ulama dan juga guru besar di Mekah. Syekh Zainuddin juga dikenal sebagai penulis beberapa karya kitab. 

Di antaranya al-Fawaidu-z-Zainiyah ala Manzhumati-r-Rahbiyah dalam soal hukum waris, Faidhu-l-Mannan fi Wajibati Hamili-l-Quran, al-Ulumu-l-Wahbiyah fi Manazili-l-Qurbiyah, Ghayatu-s-Sul liman yuridu-l-Ushul ila barri-l-ushul, musyahadatu-l-lmahbub fi tathhiri-l-qawalibi wa-lqulub, dan Ghayatu-l-Wadad fi ma li Hadza Wujudi mina-l-Murad. 

Syekh Muhammad Zainuddin Bawean wafat pada tahun 1426 H/2005. Jenazah beliau dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Pemakaman Ma’la kota Mekah.

Syaikh Muhammad Hasan Asyari Al-baweany Al-pasuruany: Menantu Syaikh Nawawi Al Bantani, Maestro Falakiyyah

Berbicara tentang biografi KH. Muhammad Hasan Asy’ari, maka tidak terlepas dengan asal muasal siapa sosok Muhammad Hasan Asy’ari. Tidak banyak yang bisa diketahui tentang biografi serta perjalanan hidupnya, karena ia bermukim di negara Timur Tengah dan juga tentunya karena tidak ada yang meneliti tentang biografinya. 

Akan tetapi menurut hasil wawancara dengan KH. Ade Rahman Syakur pengasuh pondok pesantren Sabilul Muttaqien Pasuruan, sekaligus ketua Syuriah PCNU Pasuruan yang juga sebagai sesepuh ahli falak diPasuruan. 

Ia menceritakan sepengetahuanya tentang KH. Muhammad Hasan Asy’ari. KH. Muhammad Hasan Asy’ari merupakan seorang ulama yang lahir di pulau kecil Bawean Gresik Jawa Timur sekitar tahun 1820-an, karena dia seumuran dengan KH. Khalil Bangkalan. Pada masa hidupnya dihabiskan di pesantren dan ia bermukim di Makkah. 

Ia menikah dengan Nyi Maryam yang merupakan putri dari Syeikh Nawawi Banten, dan dikaruniai dua putra yaitu KH. Ma’ruf (dua putri yaitu Nyi Fatimah, dan Nyi Ni’mah) dan KH. Ahmad Noor (lima putra Nyi zuhroh, Siti Rabiatul Adawiyah, Aisyah, M. Ma’tuf, dan M. Mahfudz), kedua putranya (KH. Ma’ruf dan KH. Ahmad Noor) lahir di Makkah dan bermukim di sana.

Menurut KH. Ade Rahman Syakur, sebelumnya di Makkah ia belajar di negara Maghrobi yang sekarang dikenal sebutan Maroko, kemudian pindah ke Makkah, dan ia penah belajar kepada Syeikh Nawawi Banten di Masjidil Haram sekitar tahun 1800-1900-an, yang kemudian oleh Syeikh Nawawi Banten ia diangkat menjadi menantu dengan Nyi Maryam putri ke dua Syeikh Nawawi Banten dengan istri yang pertama yaitu Nyi Nasimah dari Tanara.

Di penghujung abad ke-18 di Semenanjung Jazirah Arab muncul gerakan wahabi yang dipelopori Muhammad Ibn Abdul Wahab, gerakan ini muncul bersama dengan kemunduran tiga kerajaan Islam diantaranya Usmani di Turki, Shafawi di Persia, dan Mughal di India pada rentang tahun 1500-1800.

Ajaran wahabi merupakan ajaran yang lebih menekankan pada pemurnian ajaran Islam dengan corak yang lebih keras, mereka menginginkan Islam itu kembali pada al-Qur’an dan Sunah, mereka beranggapan bahwaajaran tauhid yang dibawah oleh Rasulullah adalah Islam khurafat dan kesufian.

KH. Muhammad Hasan Asya’ri dikenal sesosok pemberontak, pada saat itu Makkah dan Madinah menjadi darah kekuasaan kaum Wahabi sehingga dia menjadi pencarian para pengikut ajaran Wahabi yang kemudian dia diusir dari singgahanya.

Pada akhirnya dia berpindah ke Mesir, dan tidak lama berada di sana ia diusir kembali. Karena munculnya gerakan wahabi di daerah Najd juga memberikan dampak yang besar bagi masyarakat Jazirah Arab dan Negara Timur Tengah seperti halnya Mesir. 

Dampak dari gerakan Wahabi di Mesir ditampakkan dengan bersatunya rakyat Mesir akibat penjajahan Turki. Sehingga dengan keadaan seperti itu, dia kembali ke Indonesia dan bermukim di Ranggeh Pasuruan, akan tetapi tidak semua ahli warisnya ikut berpindah salah satunya adalah keturunan dari Ahmad Noor. 

Selama di Makkah KH. Muhammad Hasan Asy’ari dimungkinkan banyak mengarang kitab-kitab karena dia dikenal sesosok yang berkarya, selain kitab Muntaha Nataij al-Aqwal ada juga karya lain yaitu Jadwal al-Auqat,9 tetapi yang bisa diketahui hanya kitab Muntaha Nataij al-Aqwal karena memang itu yang diajarkan di Pasuruan, khususnya untuk para santri pondok Sidogiri dan pondok Besuk. Dia menjadi ulama besar yang disegani di daerah Jawa Timur terlebih Pasuruan.

Pada tahun ±1918-1921 M KH. Muhammad Hasan Asy’ari wafat dan dimakamkan di daerah SLADI KEJAYAN PASURUAN, letak makamnya berada di belakang pondok pesantren BESUK, disamping makam Wali Kemuning, dan dari ahli warisnya atau tokoh ahli falak Pasuruan tidak ada yang mengetahui kapan wafat atau pun tanggal kelahiranya.

Tentunya masih ada puluhan ulama asal BAWEAN yang mendunia yang jarang terekspos sejarahnya. 

Wednesday 21 February 2024

Nisfu Sya’ban & Pesan Nabi SAW

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ .


"Dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah bersabda: "Apabila sampai pada malam Nisfu Sya'ban, maka shalatlah pada malam harinya dan berpuasalah pada siang harinya, karena sesungguhnya Allah turun ke dunia pada malam tersebut sejak matahari terbenam dan Allah berfirman: "Tidak ada orang yang meminta ampun kecuali Aku ampuni segala dosanya, tidak ada yang meminta rezeki melainkan Aku memberinya rezeki, tidak ada yang terkena musibah atau bencana, kecuali Aku hindarkan, tidak ada yang demikian, tidak ada yang demikian, sampai terbit fajar". 

(HR. Imam Ibnu Majah dalam kitab Sunannya hadis no: 1378).

Wednesday 7 February 2024

Doa Malam Isra Mi'raj

Ada amalan doa yang dapat dibaca umat Islam pada malam Isra' Mi'raj, 27 Rajab. Doa ini memiliki keistimewaan yang besar, yaitu segala hajat atau keingian yang diminta akan dikabulkan oleh Allah swt.

Oleh karena itu, hendaknya umat Islam tidak melewatkan amalan ini, yang hanya ada pada satu momentum dalam setahun, yakni pada Rabu (7/2/2024) malam Kamis ini.

Salah satu amaliah yang dapat dilakukan pada malam 27 Rajab adalah berdoa kepada Allah swt, dengan salah satu doa telah dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri. Dalam kitabnya beliau menjelaskan bahwa doa berikut memiliki khasiat yang sangat luar biasa,

مَنْ قَرَأَ بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبَ ثُمَّ يَسْأَلُ الله حَاجَتَهُ فَاِنَّهَا تُقْضَى بِاِذْنِ اللهِ 

Artinya :

“Barang siapa yang membaca doa ini pada malam 27 Rajab, kemudian meminta kepada Allah (untuk dipenuhi) kebutuhannya, maka akan dipenuhi kebutuhannya dengan izin Allah.” (Abdullah al-Halabi, Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: tt], halaman 38).

Faedahnya 

Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i (wafat 893 H) dalam salah satu kitabnya menjelaskan faedah dari doa tersebut, beliau mengatakan bahwa siapa saja yang membacanya pada tanggal 27 Rajab, kemudian menyebutkan hajatnya kepada Allah, maka Dia akan mengabulkan segala hajatnya, melapangkan urusannya, dan menghidupkan hatinya ketika hati-hati manusia sudah mulai mati. (Syekh Abdurrahman, Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1999], juz I, halaman 94).

Sedangkan tata cara pembacaannya adalah sebagai berikut,

Pertama, shalat sunnah dua rakaat sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Kemudian membaca surat Al-Ikhlas setelah membaca surat Al-Fatihah di rakaat pertama dan kedua. 

Kedua, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad sebanyak 10 kali. 

Ketiga, membaca doa tersebut, kemudian menyebutkan segala hajat-hajatnya. 

Berikut do'anya :

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ المُحِبِّيْنَ ، وَبِخَلْوَةِ الَّتِى خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ المُرْسَلِينَ حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالعِشْرِينَ أَن تَرْحَمَ قَلْبِيَ الخَزِينَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِى يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ

"Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan pada pemimpin para Rasul ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau merahmati hatiku yang sedih dan Engkau mengabulkan doa-doaku, Wahai Yang Mahamemiliki kedermawanan."

Sumber : NU Online

Monday 29 January 2024

Dawuh Gus Mus

 
"Urusan NU itu memperbaiki kinerja, memenangkan Indonesia bukan memenangkan Capres."

(Disampaikan dalam tausiyah Pembukaan Konbes NU, Halaqah Nasional dan Harlah ke-101 NU di Yogyakarta.

- KH. Ahmad Musthofa Bisri -
(Mustasyar PBNU)

Sunday 28 January 2024

Dua Hal Yang Sulit Dipisahkan Dari PBNU

Dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari PBNU; Terlibat politik praktis dan keberadaan kelompok oposisi kritis.

1. Terlibat politik praktis. NU berdiri 1926. 11 tahun kemudian terjun ke politik praktis. Waktu zaman Rais Akbar Mbah Hasyim Asy'ari, PBNU terlibat politik praktis berkoalisi dengan ormas Islam yang lain di MIAI 1937 dan Masyumi 1943.

Kemudian terlibat total dalam politik praktis jaman Rais Am pertama Mbah Wahhab dengan mentranformasi jam'iyah NU menjadi Hizbu NU 1952-1971.

Lalu berkoalisi lagi dengan kelompok Islam yang lain dalam wadah PPP 1973-sekarang. Tahun 1998 mendirikan  PKB.

Jadi, sebenarnya selama 98 tahun perjalanan NUmenurut kalender masehi, PBNU tidak pernah rehat dari politik praktis kecuali 11 tahun dari kelahirannya. 

Selama 87 tahun PBNU terlibat politik praktis dengan metode dan strategi yang berubah-ubah menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi yang berkembang.

2. Keberadaan kelompok oposisi kritis.

Kelompok oposisi kritis terhadap PBNU pertama kali muncul ketika NU keluar dari Masyumi lalu mendirikan partai sendiri 1952.

Tokoh-tokoh NU yang tergabung di Masyumi di wilayah Jabodetabek memilih tetap di Masyumi. Mereka tidak ikut partai NU. Kelompok oposisi ini bersifat individual. 

Ketika Ketua Umum PBNU dijabat Kiai Idham Khalid yang tinggal di Cipete, muncul kelompok oposisi yang dipimpin Gus Dur yang tinggal di Ciganjur. 

Puncak dari kegiatan kelompok oposisi ini melahirkan deklarasi kembali ke Khittah 1926 waktu Muktamar NU di Situbondo 1984.

Kelompok oposisi terhadap PBNU muncul lagi pasca Muktamar NU 2015 di Jombang. Kelompok ini bernama NU Garis Lurus. 

Selama PBNU dipimpin oleh Kiai SAS 2015-2021 kelompok oposisi ini cukup aktif.

Individu dan kelompok oposisi terhadap PBNU bermunculan sejak ada isu keberpihakan PBNU kepada salah satu pasangan Capres.

Penulis : Ayik Heriansyah

Islam Di Indonesia

 Jika betul kisah tentang sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang terdampar, kemudian dakwah dan wafat dimakamkan di Barus, Tapanuli (Sumatra Utara), maka kemungkinan besar Islam sudah datang ke Nusantara (waktu itu belum lahir nama Indonesia) pada masa sahabat atau tabi'in. Atau mungkin sekitar tahun 48 Hijriyah menurut satu artikel.

Kyai Maimoen Zuber sepertinya juga pernah mengisahkan kisah ini dan ditulis oleh salah seorang murid beliau di FB. Beliau berkisah, sahabat Nabi yang datang berlayar ke Indonesia (Barus) adalah karena menghindari perseteruan antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidina Muawiyah dalam peristiwa perang Shiffin. 

Tapi satu yang dapat dipastikan, ketika pengembara muslim yang melegenda asal Maroko, Syaikh Ibn Bathutah (703 -779 H.) yang semasa dengan Imam Ibn Katsir, adz-Dzahabi dan lain-lain datang ke Aceh, saat itu sudah berdiri negeri Islam bermazhab Syafi'i yang dipimpin oleh Sultan al-Malik az-Zahir II, sultan generasi ketiga pada Kesultanan Pasai (Aceh). 

Dan jika melihat sejarah, ayah dan kakek Sultan al-Malik az-Zahir II yang juga menjadi sultan Pasai sebelumnya dan beragama Islam, maka boleh dipastikan Islam sudah ada di Aceh sekitar tahun 600 H dan itu sezaman dengan Imam an-Nawawi dan Imam ar-Rafi'i. 

Adapun Islam tersiar di tanah Jawa, sebagaimana yang populer selama ini, dibawa oleh wali sembilan dan diperkirakan dakwah mereka berjalan pada sekitar tahun 800 H atau 900 H. 

Dan tahun ini semasa dengan Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari, al-Hafiz Jalaluddin as-Suyuthi, Khatimatul Muhaqqiqin Imam Ibn Hajar al-Haitami dan al-Allamah Muhammad ar-Ramli. 

Malah dalam satu penelitian, terkonfirmasi Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati Cirebon) adalah masih murid dari Syaikhul Islam Zakariya al-Anshari.

Sebelum dakwah wali sembilan sendiri, Syaikh Jumadal Kubro, ayahanda Sunan Gresik, yaitu Maulana Malik Ibrahim (paman Syaikh Subakir), yang diperkirakan wafat pada akhir 790 di Mojokerto (Jawa Timur) sudah terlebih dulu dakwah di tanah Jawa. 

Jika informasi ini benar, maka Jawa sudah ada Islam pada tahun sebelum era wali sembilan. 

Dan tahun tersebut adalah tahun al-Hafiz al-Iraqi (pentakhrij hadits Ihya' Ulumiddin), al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqallani, Imam Jalaluddin al-Mahalli dan lain-lain.

Penulis: Hidayat Nur

Wednesday 24 January 2024

Do'a Pelantikan Panitia Pemilu


Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, 
Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi 
Maha Penyayang Dalam setiap kesempatan, 
kami senantiasa haturkan puji dan 
syukur kami ke hadirat-Mu, 
hanya pada-Mu kami menyembah dan 
hanya pada-Mu kami mohon pertolongan.

Curahkan rahmat dan kasih sayang-Mu 
Pada kami yang hadir di tempat ini. 
Yaa Allah, Yaa Maalikal Mulki Berkat ridlo-Mu lah 
pada hari ini telah terlaksana ..........................
Kami sadar bahwa jabatan adalah amanat 
dan titipan, yang pada saatnya 
akan Engkau ambil kembali.

Oleh karena itu berilah kekuatan pada 
para pejabat yang dilantik untuk dapat 
melaksanakan amanat tersebut 
dengan sebaik-baiknya, sehingga 
bermanfaat bagi kami semua 
keluarga besar .........................

Yaa Allah, Yaa Qowiyyu Yaa Matiin 
Berikan kepada kami kemampuan jiwa 
untuk mengemban tugas-tugas mulia, 
dan kekuatan iman untuk menghindari cobaan.

Limpahkan kepada kami hikmah kebijakan, 
untuk menutupi kekurangan dan 
membenahi kelemahan.Curahkan kepada kami hidayah kebenaran, agar terhindar dari kesesatan. 

Yaa Allah, Yaa Haadii 
Engkaulah Dzat Yang Maha Memberi Petunjuk, 
Tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar 
dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, 
Serta tunjukkanlah kepada kami yang salah itu salah 
dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

Yaa Allah, Yaa Qodiir, Dzat Yang Maha Kuasa 
Berilah kami keselamatan dan kesehatan, 
tambahkanlah kepada kami ilmu pengetahuan 
dan berkahilah rizqi yang Engkau berikan, 
berikanlah kami rahmat dan ampunan, 
serta akhirilah kehidupan kami dengan kebajikan.

Yaa Allah, Yaa Ghoffaar, Dzat Yang Maha 
Pengampun Ampunilah dosa kami, 
dosa kedua orang tua kami, dosa 
para pemimpin dan pendahulu kami.

Jadikanlah semua kegiatan dan aktivitas kami 
menjadi amal sholeh dan ibadah kepada-Mu.

Tuesday 23 January 2024

Kobokan Air Depan Masjid

Dulu saya mengira tempat membersihkan kaki di depan Masjid berdasarkan cerita di zaman Walisongo, agar orang-orang dulu masuk ke masjid dengan menyucikan kakinya yang tidak memakai sandal.

Namun, anjuran membuat tempat bersuci secara umum, baik kobokan kaki, tempat wudhu atau kran air, memiliki anjuran dalam hadis berikut:

ﻭاﺗﺨﺬﻭا ﻋﻠﻰ ﺃﺑﻮاﺏ ﻣﺴﺎﺟﺪﻛﻢ اﻟﻤﻄﺎﻫﺮ

"Buatkan tempat bersuci di depan pintu masjid kalian" (HR Thabrani. Al-Hafidz Al-Haitsami menakhrij hadis ini sebanyak 2 kali, kesemuanya daif. Pertama lantaran ada perawi bernama Katsir bin 'Ala' Al-Laitsi Asy-Syami. Jalur kedua karena Tabiin bernama Makhul tidak mendengar langsung dari Sahabat Ibnu Mas'ud). 

Kobokan air di masjid-masjid yang memiliki suhu dingin, seperti Lumajang, Dampit dan Malang, tempat kobokan airnya sangat lebar dan panjang. Mungkin supaya air bisa lebih dari 2 kullah. Tapi saya yang tak kuat dengan cuaca dingin cuma bisa jinjing-jinjing saat melintasi kobokan.

Penulis: KH. Ma'ruf Khozin