HWMI.or.id

Sunday, 17 January 2021

Banjir Kalsel, Ansor-Banser Terus Dampingi Warga

 Banjir Kalsel, Ansor-Banser Terus Dampingi Warga 



Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan banjir di sejumlah daerah kota/kabupaten di Kalimantan Selatan pada Selasa (12/1) lalu. Kemudian dua hari setelahnya (14/1), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan status tanggap bencana banjir.   


 Sejumlah tim gabungan dan relawan telah melakukan penanganan darurat banjir. Tak terkecuali Pemuda Ansor dan Satuan Khusus (Satsus) Balakar serta Bagana Banser Kalsel yang bertindak cepat, sejak awal hingga hari keempat ini. Mereka terus membantu dan mendampingi masyarakat yang terdampak banjir.  


  Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalsel Teddy Suryana membeberkan berbagai kondisi yang terjadi di lokasi bencana dan aksi penanggulangan kebencanaan yang dilakukan Ansor-Banser di sana.   



 "Ketika kita mendapatkan informasi bahwa di beberapa titik sudah mulai ada air mulai meluas gitu. Kita koordinasi dengan sahabat-sahabat di Kalsel untuk menyiapkan segala sesuatunya,” ungkap Teddy saat dihubungi NU Online, Ahad (17/1) siang.  


  Ia menuturkan, banjir itu melanda beberapa titik yang bersifat bandang besar. Bahkan, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Barat Daya, terdapat 56 rumah hanyut dan hanya menyisakan tongkat-tongkatnya saja.  


 “Karena di sini masih banyak rumah panggung. Itu tinggal beberapa tongkat saja yang berjalan. Kemudian di daerah Martapura juga cukup meluas banjirnya,” ungkap Teddy.   


Data per 16 Januari 2021 yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa banjir di Kalsel telah merenggut lima jiwa, 27.111 rumah terendam, dan 112.709 warga mengungsi.    

Melihat kondisi dan dampak yang sangat parah itu, PW GP Ansor Kalsel melakukan koordinasi dengan pengurus Ansor di kabupaten/kota yang terdampak untuk terjun ke lapangan. Sejak hari pertama, hingga Jumat (15/1) kemarin, yang dilakukan Ansor bersama Banser di sana adalah fokus pada evakuasi korban.    


Teddy menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik banjir yang tidak bisa diakses menggunakan perahu karet, seperti Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Di situlah daerah terparah banjir di Kalsel. Sementara di Kabupaten Banjar, ada beberapa titik terendam banjir tapi tidak separah di HST.  


 “Di Banjar hanya satu hingga dua meter. Tapi kalau di HST ada sampai empat meter. Banjir di Kalsel ini merata. Tapi ada beberapa titik yang memang parah,” jelasnya. 


 Data BNPB menunjukkan, di HST terdapat lima korban jiwa meninggal, 11.200 warga mengungsi, dan 64.400 jiwa terdampak. Lalu di Banjar terdapat 51.362 jiwa terdampak dan mengungsi serta ada 14.791 rumah terendam.    


Di Kabupaten Tapin, 1.777 jiwa terdampak dan mengungsi serta 112 rumah terendam. Kota Banjarbaru, 622 jiwa terdampak dan mengungsi serta 296 rumah terendam. Di Kabupaten Tabalong ada 180 jiwa terdampak dan mengungsi serta 92 rumah terendam.  


 Lalu 27.024 jiwa terdampak dan mengungsi serta 8.249 rumah terendam di Kota Tanah Laut. Sementara di Kabupaten Balangan ada 11.816 terdampak dan mengungsi serta 3.571 rumah terendam. 


 Distribusikan bantuan Sejak kemarin, Teddy mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader Ansor-Banser di Kalsel untuk melakukan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.   


"Jadi dari kemarin sampai hari ini kita melakukan mobilisasi, memberikan donasi, dan alhamdulillah sudah mulai bergerak melakukan pengiriman barang ke beberapa titik lokasi banjir," katanya.  


 Ansor Kalsel membagi lokasi bencana menjadi dua zona. Zona pertama yang dikomandoi langsung oleh Teddy terdiri dari Kabupaten HST, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, dan Hulu Sungai Utara (HSU).   


 Sedangkan zona kedua di bawah komando Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Kalsel Gusti Taufik Hidayat meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, Kabupaten Batola, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut. 


  "Jadi kita bagi dua zona, karena jalan Trans Kalimantan ini putus di daerah Mataraman (Kota Martapura) itu putus. Lumpuh kita sudah untuk urusan transportasi. Saat ini kondisi yang lebih banyak disuplai bantuan yang sifatnya besar itu di HSU (zona satu) dan Tanah Bumbu di zona dua," katanya.    


 Hari ini, ia meminta kepada pengurus cabang Ansor yang daerahnya terkena banjir untuk menyisir wilayah mana saja yang parah dan tidak bisa diakses untuk pendistribusian bantuan kepada korban banjir yang memang membutuhkan.  


 "Saya dapat info terakhir, Pak Jokowi sudah perintahkan Panglima TNI ke Kalsel, ada beberapa TNI juga membangun posko-posko. Saya berinisiasi kepada sahabat-sahabat di Kecamatan Barabai, Kabupaten HST kita tetap menghormati posko-posko yang dibangun pemerintah," jelas Teddy.   


"Tapi kalau memang ada masyarakat yang mendesak membutuhkan, tanpa harus menunggu distribusi dari pemerintah karena harus melewati birokrasi yang membelit, jadi saya perintahkan langsung saja dibagi ke masyarakat," tegasnya.  


  Kebutuhan mendesak Saat ini, terdapat beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban terdampak banjir di sana. Di antaranya popok bayi, perlengkapan perempuan, minyak angin, obat-obatan, lilin karena listri padam, dan selimut. Tenda pun masih sangat dibutuhkan, seperti di wilayah Martapura.   


 "Jadi hasil donasi kita gunakan untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak di daerah-daerah yang saat itu dilanda banjir cukup parah. Jadi hari ini, dari pagi tadi sampai siang ini masih distribusi logistik. Pagi jam 5 tadi ada bantuan dari Ansor Paser (Kalimantan Timur) yang memberikan bantuan ke Hulu Sungai Tengah," ujarnya.  


 Posko pengungsian Salah satu posko pengungsian adalah Gedung PWNU Kalsel yang ditempati para pengungsi dari sekitar Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjar. Di sana ada dibangun pula dapur umum untuk memasak, memproduksi nasi bungkus, lalu didistribusikan kepada para pengungsi.  


  "Ada beberapa teman-teman di sini fokusnya pendistribusian logistik-logistik karena terlalu banyak masyarakat yang berinisiasi untuk membangun dapur umum. Tinggal kita membantu memberikan bahan baku atau logistik sembakonya," jelas Teddy.  


 “Jadi itu kebutuhan mendesak seperti selimut, obat-obatan, minyak angin, dan lilin. Kalau makanan untuk kebutuhan dapur umum sih sudah banyak. Alhamdulillah, makanan instan sudah banyak,” terangnya.  


 Rekening donasi Ansor Kalsel membuka donasi sejak awal terjadi banjir dan rencananya akan dibuka sampai Senin (18/1) besok. Bantuan berupa dana bisa dikirimkan melalui nomor rekening 001.03.01.47968.7 (Bank Kalsel) atas nama PW GP Ansor Kalsel.  


 "Kita akan buka donasi rencananya sampai Senin. Karena Selasa kita tinggal membersihkan lokasi yang terkena dampak banjir itu. Untuk itu juga menurut saya membutuhkan logistik karena menggerakkan masyarakat, minimal untuk makan-makan begitu," pungkasnya.(NU Online)

Makna Filosofis Logo Harlah Ke-95 Nahdlatul Ulama



Pada 31 Januari 2021 yang akan datang, Nahdlatul Ulama genap berusia 95 tahun dalam hitungan tahun Masehi. Pada tahun ini, tema yang diangkat pada Hari Lahir (Harlah) ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini, adalah Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.  

Visualisasi tema besar ini pun sudah terwujud dalam logo Harlah Ke-95 NU. Sang desainer logo, Dain Nur Rafita Ardani Rahmansyah menjelaskan bahwa ada makna filosofis terkandung dalam logo Harlah yang pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Dalam desain tersebut terdapat dua bulatan yang menggabungkan angka sembilan dan lima di bagian tengah. Dua bulatan yang berbentuk seperti angka delapan ini dibuat dengan satu tarikan garis memiliki makna konsistensi atau keajegan. 

"Ini sesuai tema yang diusung yaitu konsistensi khidmah NU dalam menyebarkan Aswaja dan meneguhkan komitmen kebangsaan, serta konsistensi dalam membawa Islam yang Rahmatan lil alamin," jelas Dian kepada NU Online, Ahad (17/1).

Dalam logo Harlah yang dipadu dengan logo NU di atasnya dan tanggal serta tahun kelahiran NU di bawahnya ini, ada dua warna yang dominan yakni warna emas dan hijau. Bukan tanpa alasan dua warna ini dipadukan dengan apik sehingga mewujudkan logo yang terlihat bersinar.

"Warna emas menggambarkan kemuliaan, hijau melambangkan kedamaian," jelas Dian.

Saat penggarapan, Dian mengungkapkan beberapa langkah dan kompleksitas dalam mewujudkan desain ini. Memang menurut Dian, kesulitan yang dihadapi oleh para desainer logo adalah mencari konsep dan memvisualisasikan tema. "Biasanya konsep udah nemu tapi nggak nyambung sama tema," ungkapnya.

Namun, dengan kesungguhan dan pengalaman dalam dunia desain, akhirnya ia bisa mewujudkan logo Harlah Ke-95 NU untuk tahun 2021. Logo ini nantinya bakal banyak terwujud dalam berbagai media seperti umbul-umbul, bendera, dan berbagai suvenir.

Sumber: NU.Online

#DawuhUlama

#DawuhKyai

#NahdlatulUlama

#HubbulWathonMinalIman

Kiai Said : NU Tidak Mentolelir Ekstrimisme, Radikalisme Dan terorisme

 Kiai Said : NU Tidak Mentolerir Ekstrimisme, Radikalisme dan Terorisme

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Said Aqil Siroj memperkenalkan organisasi Nahdlatul Ulama dalam dialog virtual bersama Duta Besar Negara Inggris dan Negara Italia pada Rabu lalu (6/1). Beliau menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, bahkan Asia, bahkan mungkin di dunia yang berprinsip tawasuth dan tasamuh, moderat dan toleran.

Sikap NU yang moderat dibuktikan utamanya pada Muktamar tahun 1936 di Banjarmasin, Kalsel  dengan memutuskan Indonesia sebagai negara Darussalam, yaitu negara yang damai bukan negara Islam. Toleransi NU dibuktikan ketika pada awalnya sila pertama pancasila berbunyi “dengan berkewajiban menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya” menuai banyak protes dari nonmuslim. Kemudian, K.H. Hasyim Asyari setuju untuk menghapus kalimat itu demi kepentingan persatuan negara.

“Maka, kami tidak mentolerir tindakan kekerasan, ekstrimisme, radikalisme, intoleran, kami tidak mentolerir apalagi terorisme, bahkan kami menganggap itu semua adalah musuh kita bersama,” tegas beliau.

NU juga menolak liberalisme karena negara harus memiliki nilai dan norma. Oleh karenanya, NU tegas sekali menyikapi komunisme ketika melakukan pemberontakan di Indonesia. NU mendukung pemerintah untuk membubarkan Partai Komunis. NU juga tidak pernah arogan dan mendzolimi yang minoritas suku, agama, dan kelompok. NU melindungi setiap warga agar memiliki hak dan kewajiban yang sama.

NU juga mementingkan keselamatan lingkungan dengan berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan sesuai dengan Firman Allah SWT, “Jangan kamu sekali kali mengotori merusak tatanan ekosistem bumi setelah Allah menciptakan bumi dengan baik.”

Kiai Said juga menjelaskan bahwa NU memiliki Lembaga Bencana Alam. Lembaga ini telah melakukan agenda untuk menyikapi brown iklim dan lingkungan, yaitu melalui pengelolaan sampah dan limbah, konservasi energi terbarukan, penyediaan ruang terbuka hijau, konservasi kawasan pantai, dan perlindungan hutan tropis. NU juga aktif di GPAP untuk pengurangan sampah plastik di laut.

Terakhir, Kiai Said menjelaskan bahwa NU sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas) berkomitmen untuk memperkuat kerjasama di bidang kemanusiaan. NU menjauhkan diri dari kepentingan politik dan lebih menekankan program kemanusiaan dan kemasyarakatan untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia yang damai dan aman. Nahdlatul Ulama (NU) bercita-cita untuk memperkuatkan persaudaraan sesama umat islam, memperkuat persaudaraan sebangsa dan setanah air, memperkuat persaudaraan lintas agama lintas budaya, dan membangun persaudaraan sesama umat manusia. (fqh/dakwahnu.id)

Saturday, 16 January 2021

Tutup Latgab, Habib Luthfi Minta Banser Harus Hebat Dan Kuat

 Tutup Latgab, Habib Luthfi Minta Banser Harus Hebat dan Kuat 

Untuk membentuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser) memiliki jiwa yang hebat, kuat, dan siap bela ulama, kiai, dan NKRI diperlukan karakter yang kuat. Guna keperluan hal itu, Pembina Banser Habib Luthfi bin Yahya meminta Komando Distrik Militer (Kodim) 0710/Pekalongan untuk melatihnya.   


Dalam gelar apel penutupan latihan gabungan (Latgab) Banser Kota dan Kabupaten Pekalongan di Markas Kodim Pekalongan, Habib Luthfi berpesan kepada 80 Banser yang sudah dilatih keterampilan dan wawasan kebangsaan agar menjaga NKRI dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.  


 "Banser sebagai komponen bangsa harus ikut menjaga NKRI. Oleh karena itu, saya telah meminta kepada TNI untuk melatih dalam hal wawasan kebangsaan, kedisiplinan, keterampilan, dan lain-lain yang terkait dengan pertahanan," ujarnya.  


 Mewakili Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Inf Raji mengungkapkan, pelatihan yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kedisiplinan kepada para peserta, membekali wawasan kebangsaan, dan materi lainya yang berkaitan dengan tugas-tugas Banser.  


 “Ada 80 anggota Banser dari Kota dan Kabupaten Pekalongan yang mengikuti kegiatan ini, tujuannya agar mereka mempunyai kedisiplinan yang kuat sehingga dalam melaksanakan tugas di lapangan bisa berjalan dengan baik serta mempunyai jiwa nasionalisme yang baik,” jelas Kasdim. 


Ditambahkan, acara yang berlangsung selama 4 hari, Senin-Kamis, 11-14 Januari 2021 diberikan materi pelatihan meliputi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan tata cara pengamanan yang disesuaikan dengan obyek dan kondisi di lapangan.   


Kodim 0710/Pekalongan juga membuka peluang bagi ormas lainnya untuk dididik mengenai kedisiplinan dan peningkatan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan serta bela negara.  


"Ini penting agar para generasi muda Indonesia menjadi generasi yang tangguh dengan jiwa nasionalisme yang kuat," pungkasnya.(NU Online)

Bantu Korban Bencana Alam, Banser Jadi Trending Di Twitter

 Bantu Korban Bencana Alam, Banser Jadi Trending di Twitter 



Barisan Ansor Serba Guna (Banser) mendadak menjadi trending topic di Twitter Indonesia. Ketika bencana alam melanda sejumlah wilayah Indonesia, seperti banjir yang menggenangi sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, tanah longsor di Sumedang, dan gempa bumi di Sulawesi Barat, Banser bergerak dari berbagai daerah untuk melakukan aksi kemanusiaan. Hal tersebut membuat Banser menjadi perbincangan warganet khususnya di Twitter pada Sabtu (16/1).   


Sampai dengan berita ini ditulis, ada 9.338 cuitan mengenai Banser, dan jumlah tersebut terus bertambah. Kebanyakan twit yang muncul mengunggah bagaimana Banser dengan suka rela membantu korban bencana banjir di Kalimantan Selatan.   


Beberapa cuitan mengunggah foto pendistribusian logistik oleh Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Seperti cuitan @Official_Ansor yang berisi aktivitas pendistribusian logistik dan telah di twit ulang sebanyak 115 kali dan di like sebanyak 315 kali.   


Cuitan dari akun @Official_Ansor ini pun dikomentari oleh banyak akun di antaranya atas nama @Pembimbingll dengan balasan “Ayo, terus bergerak”. Disambung dengan komentar dari akun @HeriAgustiawan5 dengan kata-kata “hidup ansor, bravo banser”.   


Sebuah akun @Rahman_Nasir juga memberikan cuitan yang agak panjang berisi: “Ini Banser Satkorwil Kalimantan Selatan, hingga kini, hari sabtu, dian Bersama sahabat-sahabat lainya masih dilokasi bencana. ini yang bisa kami lakukan, sekecil apapun Langkah itu, tetap Banser lakukan. mohon doanya sahabat sahabat.”   


Cuitan ini disertai video salah satu relawan Banser yang sedang mengantarkan bantuan logistik. Selain komentar seperti ini, masih banyak komentar senada untuk memberikan dukungan moril kepada kinerja Banser.   


Di berbagai daerah, kiprah Banser dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana memang tidak bisa diragukan lagi. Selain bertugas menjaga para ulama, Banser juga merupakan sosok yang tangguh dalam ikut menangani dengan turun langsung membantu para korban bencana alam. 

Foto: Banser bantu warga terdampak banjir di Pardasuka, Pringsewu   


Untuk bencana banjir di Kalimantan Selatan, Banser bersama NU Peduli dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatu Ulama (LAZISNU) turun ke daerah terdampak banjir, Jumat (15/1). Mereka menyalurkan bantuan tidak hanya berupa nasi bungkus, tetapi juga terdapat roti serta air mineral yang dibagikan di dua titik lokasi banjir. 


Mereka harus melewati daerah yang sebagian besar tergenang air dan berjarak berkilo-kilometer dengan membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai titik lokasi di Kecamatan Astambul dan Kecamatan Mataraman. Relawan NU Terobos Berkilo Meter Salurkan Bantuan ke Wilayah Banjir Banjar.  


 Seperti baru-baru ini juga Banser Pringsewu Turun ke Lokasi Bantu Korban Banjir di Pardasuka. Para anggota Banser Kabupaten Pringsewu Lampung dengan sigap turun untuk membantu warga saat banjir bandang di Kecamatan Pardasuka. 


Mereka dengan sigap membantu untuk mengevakuasi perabot rumah tangga warga yang hanyut oleh banjir. 


Selain itu mereka juga memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak akibat air yang masuk ke dalam rumah. Banjir ini sendiri terjadi pada Selasa (5/1) di enam desa yakni Tanjung Rusia, Kedaung, Tanjung Rusia Timur, Suka Negeri, Pardasuka Induk, dan Selapan.(NU Online)

Friday, 15 January 2021

Ceritakan Ketertarikannya Pada NU, Pemuda Ini Masuk Islam Dituntun Kiai Misbah

 Ceritakan Ketertarikannya pada NU, Pemuda Ini Masuk Islam Dituntun Kiai Misbah

Ketua Muallaf Center Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Misbahul Munir Kholil menuntun Rangga Putra Sembiring memeluk agama Islam, Jum’at (15/1/21) di Gedung PBNU lantai 6, Jakarta Pusat. Dengan tulus dan ikhlas ia memilih Islam sebagai agamanya.


Kiai Misbah menuturkan kepada Rangga menjadi muslim itu hidayah/hadiah, hadiah pemberian dari Allah Swt, karena masuk Islam dengan kemauan sendiri. “Karena itu bersyukur kepada Allah Swt dan ini merupakan nikmat yang paling besar yang Allah berikan kepada mas Rangga,” ujar Kiai Misbah dengan ramah.


Saat ditanya kenapa memilih melalui Nahdlatul Ulama (NU), Rangga menjawab. “Karena selama ini ikut belajar sendiri, melihat youtube Gus Baha, Gus Miftah, saya sering denger ceramahnya jadi terpanggil saya,” ujarnya menceritakan.


“Saya dari jaman sekolah di SMP dan di SMA saya pengurus OSIS, dia (calon istri) ketua OSIS saya ketua keagamaan, lingkungan kerja saya, tempat tinggal saya, sahabat sahabat saya, semuanya yang muslim. Saya melihatnya itu indah dan tidak memandang apapun, kita semua saudara. Saya melihatnya seperti itu, tanpa memandang apapun,” tuturnya menceritakan ketertarikannya dengan Islam.


Ia pun mengaku, tahun lalu ia mencoba puasa, “Artinya saya sudah terpanggil, hal ini banyak yang hanya bisa disampaikan dengan hati, tidak dengan kata kata,” ujarnya dengan haru.


Menanggapi hal itu Kiai Misbah memberikan penjelasan untuk memantapkan keIslaman Rangga, “Jadi mas, Arsy itu berguncang ketika ada orang membaca syahadat. Karena ketika ada orang yang membaca syahadat Arsy itu bergetar. Itulah yang saya sebut dengan hidayah,” terang Kiai yang juga Direktur Aswaja Center PBNI ini.


Rangga Putra Sembiring yang tinggal di Depok Jawa Barat lahir pada 18 Mei 1988 yang sebelumnya beragaa kristen mengaku tidak dipaksa oleh siapapun saat memilih Islam melalui jalan NU, karena menurutnya ulama dan Kiai Nahdlatul Ulama itu moderat. Prosesi pembacaan syahadat Rangga dipimpin oleh Kiai Misbah sekaligus dengan doa dan pembacaan Alfatihah. Prosesi pembacaan syahadat disaksikan oleh dua orang yaitu Yusep Ahmad dan Faqih Ulwan.


“Alhamdulillah dengan kalimat itu mas Rangga menjadi muslim, hanya dengan kalimat lailahaillah muhammad rasulullah, passwordnya itu. Demikian mas Rangga sebelum mas Rangga muslim puasa sholat belum menjadi kewajiban tetapi sekarang setelah masuk Islam menjadi wajib, pintunya terbuka,” tutur Kiai Misbah.


Hal ini merupakan mukallaf artinya muslim diharuskan untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslim seperti sholat zakat puasa, dan haji. Sholat itu merupakan tiang agama, kata Kiai Misbah, jadi sebisanya harus dimaksimalkan jadi apabila sholat bagus maka yang lain jadi bagus.


Prinsip Fikih itu intinya di Alfatihah, bacanya harus jelas. Kiai Misbah juga berpesan agar jangan sampai salah memilih guru, pilihlah guru yang mengajarkan Islam dengan ramah dan damai seperti kiai kiai di Nahdlatul Ulama.


Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersyukur kepada Allah Swt yang telah menunjukan kita kepada Islam dan andaikan Allah tidak memberikan hidayah belum tentu bisa masuk Islam. “Tetapi kalau hidayah, yasudah dengan senang hati dan tidak ada paksaan, ini semua karena Allah Swt dan akan kekal. InsyaAllah karena Allah tidak ada batasnya, berbeda dengan karena manusia, terbatas,” sambung Kiai Misbah.


Seusai membaca dua kalimat syahadat, Kiai Misbah memberikan sertifikat masuk Islam dari Lembaga Dakwah PBNU. Rangga sangat berterimakasih dan terharu sekali telah diterima dengan baik di PBNU. Prosesi masuk Islam dihadiri oleh sahabat, sepupu, calon istri, dan kakaknya. (fqh/dakwahnu.id)

5 Keistimewaan Sholat Malam

 5 Keistimewaan Shalat Malam



Shalat malam adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari dengan dimulai sejak selesai dilaksanakannya shalat isya’ walaupun belum tidur. Sedangkan shalat tahajud mempunyai kriteria perlu tidur terlebih dahulu. Shalat malam terdiri dari shalat ba’diyah isya’, witir, shalat sunnah mutlak, dan termasuk di dalamnya adalah shalat tahajud. Hal ini sesuai dengan perkataan Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad:


واعلم أن من صلى بعد العشاء فقد قام من الليل


Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya orang yang shalat setelah isya’, dia termasuk menjalankan shalat malam” (Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Risalatul Mu’awanah wal-Mudzaharah wal-Muazarah, [Darul Hawi: 1994], hlm. 40).


Habib Abdullah mengatakan, meskipun antara shalat sebelum tidur dan setelah tidur (lebih dikenal tahajud) yang masing-masing sama dilakukan pada malam hari, tentu shalat setelah tidur lebih utama karena shalat tahajud bisa membuat setan marah, bisa lebih bersungguh-sungguh dan rahasia ibadahanya sangat terjaga. Inilah shalat yang diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam sabda-Nya:


وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا


Arti: “Dan pada sebagian malam hari, bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS Al-Isra’: 79).


Rasulullah ﷺ mendorong kita semua untuk menjalankan ibadah shalat malam dalam sabdanya:


يَنْزِلُ رَبُّنَا، تَبَارَكَ وَتَعَالَى، كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ؟ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ؟ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ


Artinya: “Tuhan kita, Allah tabaraka wa ta’ala ‘turun’ setiap malam ke langit dunia di saat sepertiga malam akhir. Kemudian Allah berfirman, ‘Barangsiapa berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Barangsiapa meminta kepada-Ku, akan Aku kasih. Barangsiapa meminta ampun kepada-Ku, akan Aku beri ampunan” (Muttafaq ‘alaih).


Berikut ini adalah beberapa keistimewaan shalat malam. Pertama, shalat malam merupakan shalat yang paling utama setelah shalat maktubah (lima waktu). Sabda Rasulullah ﷺ:


أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ   


Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu adalah shalat malam” (HR Muslim).  


Kedua, keutamaan shalat malam jika dibanding dengan shalat siang itu seperti keutamaan sedekah yang dilakukan secara sirr (rahasia) dibanding sedekah yang dilaksanakan secara terang-terangan di depan publik. Selisih perbandingan antara keduanya adalah 70 kali lipat. Sabda Rasulullah ﷺ:


 فَضْلُ صَلَاةِ اللَّيْلِ عَلَى صَلَاةِ النَّهَارِ كَفَضْلِ صَدَقَةِ السِّرِّ عَلَى صَدَقَةِ الْعَلَانِيَةِ


Artinya: “Keutamaan shalat malam dibanding shalat siang seperti keutamaan sedekah sirr dibandikan dengan sedekah terang-terangan. (Hilyatul Auliya’, juz 4, hlm. 167)  


Ketiga,shalat malam adalah ibadah yang menjadi ciri khasnya orang-orang shalih. Berbeda dari ibadah lain yang biasa dikerjakan orang-orang ada umumnya. Misalnya sedekah. Sedekah merupakan ibadah yang baik, namun sedekah biasa dilakukan oleh orang shalih, preman, bahkan non-Muslim sekali pun, semuanya bisa menjalankan sedekah. Begitu pula kesetiakawanan, tolong-menolong dan ibadah-ibadah lain, bisa dilakukan siapa pun. Berbeda dari shalat malam, bisa dikatakan hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar shalih. Karena itu bagian dari ibadah yang tidak populer.


عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ


"Hendaknya kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan." (Sunan At-Tirmidzi: 3549)


Keempat, Allah membanggakan hambanya yang melakukan shalat tahajud kepada para malaikat. Dalam sebuah atsar disebutkan:


 إن الله يعجب من العبد إذا قام من على فراشه وبين أهله إلى صلاته ويباهى به ملائكته ويقبل عليه بوجهه الكريم.


Artinya: “Sesungguhnya Allah membanggakan hambanya kepada para malaikat ketika hamba tersebut berdiri meninggalkan tempat tidurnya dan keluarganya menuju shalat dan Allah menerima hamba tersebut.” (Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad, Risalatul Mu’awanah wal-Mudzaharah wal-Muazarah, [Darul Hawi: 1994], hlm. 40-41).


Kelima, semua doa kebaikan yang dipanjatkan pasti akan dikabulkan oleh Allah. Rasulullah ﷺ:


إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ


Artinya: “Sesungguhnya di dalam malam terdapat waktu yang jika ada seorang muslim meminta kepada Allah dengan kebaikan baik urusan dunia maupun akhirat, pasti Allah akan memberikannya. Dan waktu tersebut adalah sepanjang malam.” (HR Muslim)


Dalam sebagian kitab Allah yang diturunkannya menyebutkan, merupakan sebuah kebohongan jika ada orang mengaku sebagai kekasih Allah namun ketika masuk waktu malam, ia malah tidur. Bukankah setiap pecinta akan selalu suka berduaan dengan kekasihnya?


Syekh Ismail bin Ibrahim al-Jabruti menyatakan, “Semua kebaikan dikumpulkan pada malam hari. Saya tidak pernah mengangkat seseorang menjadi wali kecuali saat malam hari.”


Habib Abdullah bin Abu Bakar al-Idrus mengatakan “Barangsiapa yang ingin mendapatkan kebeningan rabbani, hendaknya ia mau memecah keheningan malam.”


Penulis: Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah, Semarang


Thursday, 14 January 2021

Tak Paham Nasionalisme Ala Nabi, Islah Bahrawi "Semprot" Felix Siauw

 Tak Paham Nasionalisme Ala Nabi, Islah Bahrawi “Semprot” Felix Siauw

Ilustrasi Gambar, Tak Paham Nasionalisme Ala Nabi, Islah Bahrawi "Semprot" Felix Siauw

Menurut Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi mengatakan Felix Siauw tidak memahami Nasionalisme yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, dikutip dari akun Instagramnya.

 

Menurut Islah Bahrawi, dia masih saja terusik dengan pernyatan Felix Siauw yang mengatakan secara terbuka bahwa membela tanah air tidak ada dalilnya dalam agama. Ini menjadi persoalan yang sangat serius mengingat dampak pendevaluasian integritas negara akan berlaku kepada siapapun yang meyakini pernyataan itu. Dia mungkin kurang memahami akar historis Nasionalisme yang pernah dipraktikkan Rasulullah di Madinah.

Strategi Licik Felix Siauw untuk Rebut Hati Warga NU

Soal nasionalisme pada dasarnya telah rampung pada era Nabi Muhammad saw dengan mewajibkan keterlibatan semua laki-laki penduduk Madinah beragama apapun untuk terlibat dalam perang melawan serbuan kafir Quraisy. Logika dasarnya: ini bukan perang agama, melainkan perang yang mengancam entitas negara – oleh karenanya Nabi melibatkan umat beragama lain yang juga rakyat Madinah.

 

Dalam perang Uhud, seorang Rabi Yahudi pemimpin suku Tha’labah bernama Mukhayriq gugur di medan perang. Inilah jejak nyata praktik nasionalisme dari Kanjeng Nabi pada masa itu.

Contoh nasionalisme dari Nabi Muhammad saw ini kemudian mulai ditepis, terutama di sebagian sub kultur Arab moderen, sejak munculnya pemahaman baru dengan obsesi arus politik utama: “Khilafah”. Sistem politik ini tidak menghendaki batas negara yang dianggap warisan imperialisme.

Di kawasan Arab pertentangan nasionalisme dan agama memang tidak pernah lepas dari diskursus dan polemik. Nasionalisme cenderung luntur, karenanya konsep pan-Islamisme dan pan-Arabisme pun gagal menyatukan bangsa Arab. Postulat politik “rawan konflik” inilah yang berusaha diusung ke negara kita belakangan ini dalam berbagai kemasan.

Apa yang Anda Lakukan Jika Felix Siauw Sebut Indonesia Negara Thaghut?

Ironisnya, nilai nasionalisme dan patriotisme ala Madinah yang tidak membatasi keimanan ini justru lebih dihargai dan diadopsi oleh banyak filsuf Barat. Habermas dan Sternberger merumuskan “Verfassungspatriotismus” atau Patriotisme Konstitusonal, yang dirasionalisasi persis seperti pasal pembelaan negara berbasis pluralisme dalam Piagam Madinah. “Mencintai dan membela tanah air adalah dimensi universal umat manusia tanpa sekat – binatang saja akan melawan jika sarangnya dilanggar,” kata filsuf Karl Loewenstein. Sepertinya Felix Siauw belum paham, bahwa binatang juga bisa memberi pelajaran. (ARN)

PBNU Sebut Syekh Ali Jaber Pejuang Islam Moderat Yang Menyejukkan Umat

 PBNU Sebut Syekh Ali Jaber Pejuang Islam Moderat yang Menyejukkan Umat

Pendakwah Asal Madinah Arab Saudi Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang akrab disapa Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Cempaka Putih, Kamis (14/1/2021). Sekretaris Jenderal PBNU A Helmy Faishal Zaini menyampaikan bela sungkawanya atas berpulangnya Syekh Ali Jaber. Ia pun mendoakan mendiang husnul khatimah.


“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Keluarga besar Nahdlatul Ulama berbela sungkawa atas berpulangnya Syekh Ali Jaber. Semoga Husnul Khotimah dan diampuni segala kesalahannya,” kata Gus Helmy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).


Gus Helmy lantas mengungkapkan sosok Syekh Ali Jaber di matanya sebagai pribadi yang gigih dalam memperjuangkan nilai Islam moderat. Selain itu, dakwah dan nasihatnya pun dikenal sangat menyejukkan umat.


Kepergian Syekh Ali Jaber menjadi duka bagi Indonesia serta umat Islam karena semasa hidupnya dikenang telah mendedikasikan pikiran dan tenaganya untuk menegakkan ajaran Islam ahlussunnah waljamaah. “Saya mengajak kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga NU untuk meneladani kegigihan dan sikap-sikap arif yang dilakukan oleh beliau semasa hidup,” ujarnya.


“Gagasan-gagasan Syaikh Ali Jaber, terutama kecintaannya pada Al-Quran harus senantiasa menjadi salah satu rujukan penting bagi masyarakat Indonesia untuk tetap bersemangat dalam mengamalkan nilai-nilai dan ajaran agama,” sambungnya mengenang almarhum


Ia pun mengajak warga NU dan umat Islam untuk melaksanakan sholat Ghaib dan semoga kita bisa mengambil hikmah dan keteladanan dari almarhum. “Semoga kita bisa mengambil hikmah dan keteladanan dari almarhum,” ujarnya mengakhiri.


Sebelumnya diberitakan, Syekh Ali Jaber meninggal dunia pagi tadi. Kabar ini dibenarkan Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al-Habsyi, secara singkat, Kamis pagi. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, telah wafat Syekh Ali Jaber, saya sedang menuju RS Yarsi Jakarta Pusat,” kata Habib Abdurrahman.


Tim Dakwah Syekh Ali Jaber, Azim mengatakan, Syekh Ali Jaber sebelum meninggal juga sempat dinyatakan negatif covid-19.


Menurutnya, covid yang diderita Syekh hanya bertahan 3 hari usai Syekh jalani perawatan di RS Yarsi.”Kalau info terakhir dari dokter sih covidnya sudah tidak ada masalah sudah negatif,” kata Azim saat dihubungi Suara.com, Kamis (14/1/2021).


Syekh Ali Jaber sempat kritis dan koma sebelum meninggal dunia. “Awalnya kritis cuma dengar 08.38 WIB pagi dikabarkan beliau wafat,” ujarnya. Namun, Azim tak merinci berapa lama Syekh alami koma. “Betul sempat koma beliau,” tuturnya. (fqh/dakwahnu.id)

[Update]- Dua Rumah Warga Mamuju Rusak Akibat Guncangan Kuat Gempa M5,9

 [Update]- Dua Rumah Warga Mamuju Rusak Akibat Guncangan Kuat Gempa M5,9

Foto : Kerusakan rumah yang dialami warga Mamuju diakibatkan oleh gempa M5,9 (BPBD Kabupaten Majene)


Dua rumah warga Mamuju mengalami kerusakan saat gempa M5,9 terjadi pada Kamis siang (14/1), pukul 13.35 WIB. Beberapa BPBD masih melakukan pendataan terkait dampak gempa yang terjadi di darat sekitar 4 km barat laut Majene Sulawesi Barat. 

Laporan sementara lainnya menyebutkan 1 unit barak Sabhara Polda Sulawesi Barat mengalami kerusakan. Di samping itu, 1 orang mengalami luka-luka  dan telah mendapatkan perawatan medis.

Sementaera itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat. Warga merasakan gempa kuat selama kurang lebih 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah. Setelah gempa terjadi, BPBD Kabupaten Majene melakukan koordinasi dengan perangkat kecamatan dan desa terkait dampak dari gempa. 

Sedangkan BPBD Kabupaten Mamuju menginformasikan warganya merasakan guncangan kuat 3 hingga 4 detik. Masyarakat juga panik dan keluar rumah. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan dampak gempa.

Hal serupa juga diinformasikan BPBD Kabupaten Poliwali Mandar. Gempa dirasakan kuat oleh masyarakat sekitar 3 detik. Masyarakat panik dan keluar rumah untuk menghindari dampak buruk gempa. 

Gempa dengan kedalaman 10 km ini tidak memicu terjadinya tsunami. 

Melihat analisis peta guncangan BMKG dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, gempa M5,9 memicu kekuatan guncangan IV MMI di Mamuju, III – IV MMI di Majene, Mamuju Utara, Majuju Tengah, III MMI di Toraja, Mamasa, II – III MMI di Pinrang, Pare-pare, Wajo, Polewali Mandar, Tanah Grogot, II MMI di Balikpapan. 

Skala Mercalli tersebut merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Deskripsi BMKG pada skala IV MMI menunjukkan pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela dan pintu berderik serta dinding berbunyi. Skala III MMI menunjukkan adanya getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan II MMI, ini menunjukkan adanya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BNPB melakukan koordinasi dengan beberapa BPBD untuk memonitor kondisi pascagempa. 


Dr. Raditya Jati

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Wednesday, 13 January 2021

PBNU Tak Masalah Calon Kapolri Listyo Sigit Non-Muslim




Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ikut berkomentar terkait nama Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah diserahkan ke pimpinan DPR sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Idham Aziz.


Ketua PBNU Marsudi Syuhud mengatakan pihaknya tak mempermasalahkan latar belakang Listyo meskipun non-muslim. Menurutnya, latar belakang agama tak bermasalah berdasarkan undang-undang dan hukum.


Lagi pula, katanya, tak sedikit pula negara-negara Islam yang menunjuk pejabat mereka dari latar belakang non Muslim. Rasulullah, menurut Marsudi, juga pernah menunjuk seseorang yang beragama non-muslim saat hijrah ke Mekkah dari Madinah.


"Kalau kita lihat negara Islam mana pun, Islam pun banyak yang mengangkat pembantu-pembantunya dari non-muslim. Itu saja. Cukup secara pengalaman, kafaah itu cakap. Cakap itu mempunyai segalanya, kepandaian, ilmunya, integritasnya,"kata Marsudi lewat sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/1).


Dia mengatakan penunjukan calon Kapolri baru adalah hak prerogatif presiden. Ia pun meyakini Presiden Joko Widodo telah memilah dan memilih nama yang cocok untuk menjadi pembantunya di korps Bhayangkara.


Menurut Marsudi, orang yang bisa dekat dengan presiden pasti memiliki prestasi dan rekam jejak yang baik. Marsudi juga tak mau ambil pusing terkait rekam jejak Listyo lantaran dirinya bukan orang kepolisian.


"Saya bukan polisi. Saya orang luar. Orang bisa dekat presiden pasti punya prestasi, kan. Itu saja kalau saya melihatnya. Jadi gampang saja," ujar Marsudi.


Dia menjelaskan tiga syarat utama yang harus dimiliki sosok pembantu presiden di institusi kepolisian. Tiga syarat tersebut yakni amanah, cakap, dan cukup secara pengalaman. Ia pun meyakini, Jokowi telah melalui pertimbangan tersebut dengan menyerahkan nama Listyo.


"Amanah, cakap, dan cukup. Mempunyai pengalaman, yang banyak dan mampu untuk melaksanakan tugasnya. Itu intinya. Saya yakin, presiden sudah memilah dan memilih hal itu," katanya.


Listyo adalah satu-satunya nama yang diserahkan wakil Istana ke DPR sebagai calon pengganti Kapolri Idham Azis yang akan purna tugas awal Februari mendatang.


Usulan nama Kapolri ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke Pimpinan DPR, Rabu (13/1). Surpres itu langsung diterima Ketua DPR RI Puan Maharani.


"Hari ini surpres telah kami terima dari presiden yg mana presiden menyampaikan usulan pejabat mendatang tunggal yaitu Listyo," kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/1). [CNN Indonesia]