HWMI.or.id

Thursday, 12 February 2026

Kelurahan Tunggulwulung Gelar Urun Rembuk Warga Evaluasi Pembangunan 2025 dan Perencanaan 2026

Dokumen: Lurah, Pokmas dan LPMK Tunggulwulung urun rembuk
Tunggulwulung, Kota Malang – Pemerintah Kelurahan Tunggulwulung menggelar urun rembuk warga sebagai forum evaluasi pembangunan tahun 2025 sekaligus perencanaan program pembangunan tahun 2026. Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, khususnya perwakilan Ketua RT, RW, serta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Tunggulwulung.

Lurah Tunggulwulung, Imbar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan wilayah. Menurutnya, kemajuan kelurahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif warga.

“Untuk memajukan wilayah, harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama Ketua RT dan RW. Pemerintah kelurahan tidak membeda-bedakan warga perumahan maupun warga kampung. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan Kelurahan Tunggulwulung,” tegas Imbar.

Sementara itu, Ketua Pokmas Kelurahan Tunggulwulung, Syam, menjelaskan bahwa evaluasi pembangunan, khususnya pembangunan fisik yang bersumber dari dana pemerintah melalui Musrenbang, harus dilakukan secara akuntabel dan transparan.

“Semua program pembangunan harus bisa dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan harus dilakukan secara terbuka dan bersama-sama bersinergi membangun Tunggulwulung,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPMK Kelurahan Tunggulwulung, Sugi, berharap kebersamaan warga terus terjaga dalam proses pembangunan.

“Semoga kita semua tetap guyub rukun, menjaga kebersamaan, dan mempertahankan prestasi Kelurahan Tunggulwulung,” harapnya.

Kegiatan urun rembuk ini menjadi wadah aspirasi warga sekaligus forum strategis untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, transparan, dan partisipatif. Pemerintah kelurahan berharap hasil rembuk warga dapat menjadi dasar perencanaan program pembangunan tahun 2026 yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Wednesday, 11 February 2026

Panitia Harlah NU ke-100 Jenguk Korban Musibah Saat Bertugas di Mujahadah Kubro

Dokumen : PCNU Kota Malang memberikan santunan dan Takziyah di rumah duka, sahabat Pitono
Malang–Pasuruan, 9 Februari 2026 — Panitia Lokal Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 dan Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur melakukan kunjungan kemanusiaan kepada para korban yang mengalami musibah saat bertugas dalam rangkaian kegiatan satu abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Rombongan panitia membesuk tiga sahabat yang terdampak musibah saat menjalankan tugas pelayanan, yaitu Sahabat Banser Abdulrahman, Sahabat Banser Pitono, dan Sahabati Ibu Waras, seorang terapis dari tim kesehatan panitia.

Dokumen : Kunjungan panitia dan PCNU Kota Malang pada sahabati Ibu Waras


Kunjungan dan Santunan untuk Korban Sakit dan Duka

Kunjungan pertama dilakukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk membesuk Sahabat Abdulrahman, anggota Banser Dau, yang mengalami serangan jantung saat bertugas dan masih dirawat di ruang ICU. Rombongan juga menyerahkan santunan dan doa kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas NU.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan takziah ke rumah duka Sahabat Banser Pitono di Desa Selokerto, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pitono wafat saat menjalankan tugas pengamanan kegiatan Mujahadah Kubro. Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.

Menjenguk Sahabati Ibu Waras di Pasuruan

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Kedawung Wetan, Kabupaten Pasuruan, untuk membesuk Sahabati Ibu Waras, seorang terapis dari tim kesehatan panitia yang mengalami kecelakaan terjatuh dari tangga di Kantor PCNU Kota Malang saat bertugas melayani para tamu Mujahadah Kubro. Dalam kunjungan itu, panitia juga menyampaikan “titipan salam” dari PCNU Kota Malang dan rekan-rekan terapis, sekaligus memberikan dukungan moril.

Pengurus PCNU dan Panitia Hadir dalam Rombongan

Rombongan dipimpin oleh Ketua Panitia Lokal Gus Edi Hidayatullah, didampingi sejumlah tokoh NU, di antaranya KH. Isroqunnajah (Ketua Tanfidziyah), Prof. KH. Muhtadi Ridwan (Rois Syuriyah), Prof. KH. Faisol Fatawi (Sekretaris), Junaidi, serta Gus Irul Happy (Bendahara) dan jajaran panitia lainnya.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar NU Kota Malang terhadap para kader dan relawan yang telah mengorbankan tenaga bahkan nyawa demi suksesnya peringatan satu abad NU. (Heru)

NU Ranting Tasikmadu Gelar Peringatan 1 Abad NU, Megengan, dan Penutupan Sementara Pengajian


Tasikmadu, Kota Malang – NU Ranting Tasikmadu bersama Takmir Mushalla Al-Ikhlas RW 2 menggelar Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama, Tradisi Megengan, serta Penutupan Sementara Pengajian Rutin pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Kegiatan berlangsung khidmat di Mushalla Al-Ikhlas RW 2 Tasikmadu dan diikuti oleh jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu setempat.
Acara diawali dengan shalat Maghrib berjamaah, tahlil, shalat Isya’, pembacaan shalawat Diba’, kemudian dilanjutkan pengajian umum yang disampaikan oleh Ustadz Munir Khalish dari Kota Batu.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Munir mengajak jamaah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan kesiapan spiritual. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan orang yang bergembira menyambut Ramadhan yang akan dijauhkan dari api neraka. 

Selain itu, jamaah diajak untuk memperbanyak amalan fardhu dan sunnah guna menguatkan proses pembentukan pribadi yang bertakwa (insan muttaqin).

Ketua Tanfidziyah NU Ranting Tasikmadu, Ustadz Sunarto, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kebersamaan seluruh jamaah dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama menjadi momentum refleksi untuk menumbuhkan rasa memiliki, cinta, dan semangat berkhidmah kepada NU melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Takmir Mushalla Al-Ikhlas juga mengapresiasi kehadiran jamaah dan berharap tradisi pengajian serta kegiatan ke-NU-an terus berkembang sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan keimanan warga.
Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, sekaligus menjadi penutup sementara pengajian rutin menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. (Fauzi)

Monday, 9 February 2026

Jejak Cahaya di Samarkand: 50 Tahun Istikamah Kiai Nurul Huda Jazuli dan Ziarah Agung ke Makam Sang Imam

KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Utama Pondok Al-Falah Ploso, Kediri, mengkhatamkan Shohih-Bukhari di Makam Imam Bukhori, Uzbeksitan.

Dunia pesantren kembali disuguhi pemandangan yang menggetarkan hati. Baru-baru ini, jagat media sosial diramaikan oleh dokumentasi alumni Pondok Ploso yang memperlihatkan KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Utama Pondok Al-Falah Ploso, Kediri, melakukan kunjungan resmi ke Uzbekistan.

Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah simpul pertemuan antara pengabdi ilmu dan sang pemilik ilmu. Di balik sambutan hangat Kedutaan Besar RI dan pimpinan wilayah Uzbekistan, terselip sebuah catatan spiritual yang luar biasa: 50 tahun istikamah mengasuh umat.

Setengah Abad Berkhidmat untuk Umat

Sepeninggal sang ayah, KH Jazuli Utsman pada tahun 1976, kepengasuhan Pondok Ploso dijalankan melalui Majelis Keluarga. Kiai Nurul Huda Jazuli (ayahanda Gus Kautsar) memegang peran sebagai pengasuh utama. Jika dihitung hingga tahun 2026 ini, tepat sudah 50 tahun beliau mendedikasikan hidupnya untuk mendidik santri dan menjaga tradisi keilmuan Islam.

Satu hal yang menjadi ciri khas kemuliaan beliau adalah kedisiplinan dalam "wiridan" kitab-kitab induk. Bagi Mbah Yai Huda, mengaji bukan sekadar transfer ilmu, melainkan napas kehidupan. Dua kitab yang tak pernah putus beliau bacakan adalah:

  1. Sahih Bukhari, yang dikaji setiap selesai salat Ashar.
  2. Tafsir Jalalain, yang dikaji setiap selesai salat Magrib.

Ketekunan beliau mengkhatamkan Sahih Bukhari secara berulang selama puluhan tahun menjadikan momen kehadirannya di depan makam Imam al-Bukhari di Samarkand terasa sangat emosional.

Keajaiban di Sisi Makam Imam al-Bukhari

Momen khataman dan doa yang dilantunkan Mbah Yai Huda langsung di depan pusara Imam al-Bukhari membangkitkan ingatan pada sebuah peristiwa besar yang dicatat oleh Al-Hafidz Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A'lam An-Nubala.

Pada tahun 464 H, Samarkand dilanda kekeringan hebat. Shalat Istisqo telah dilaksanakan berkali-kali namun hujan tak kunjung turun. Atas saran seorang saleh, hakim dan seluruh penduduk Samarkand berangkat menuju makam Imam al-Bukhari di kawasan Hartang.

Di sana, mereka menangis dan berdoa dengan bertawasul kepada kesalehan sang pemilik makam. Tak lama kemudian, Allah menurunkan hujan yang begitu deras hingga penduduk tertahan di sana selama tujuh hari karena debit air yang melimpah.

Sejarah ini membuktikan bahwa tempat-tempat yang di dalamnya bersemayam para kekasih Allah memiliki keberkahan tersendiri sebagai tempat mustajab untuk mengetuk pintu langit.

Indonesia dan Makam Sang Penulis Hadis

Ada kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai warga Indonesia saat berkunjung ke kompleks makam ini. Sejarah mencatat peran besar Presiden Soekarno dalam pemugaran makam ini.

Dikisahkan bahwa dahulu makam Imam al-Bukhari sempat terbengkalai di bawah rezim Uni Soviet. Saat Bung Karno akan berkunjung ke Soviet, beliau mengajukan syarat: makam Imam al-Bukhari harus ditemukan dan dibangun. Berkat diplomasi sang Proklamator, makam tersebut kini berdiri megah dengan masjid dan madrasah di sekitarnya. Tak heran jika hingga kini, peziarah asal Indonesia sering kali mendapatkan penghormatan khusus dari para penjaga makam di sana.

Doa untuk Sang Guru

Melihat Mbah Yai Huda bersimpuh di depan makam Imam yang hadis-hadisnya beliau baca selama setengah abad adalah sebuah pemandangan yang melampaui logika duniawi. Ini adalah pertemuan antara ketulusan pembaca dan kemuliaan penulis.

Teriring doa tulus untuk beliau:

أبقاه الله بالسلامة والعافية والبركة وأفاض علينا من بركاته

(Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dalam keselamatan, afiat, dan keberkahan, serta melimpahkan keberkahannya kepada kita semua).

Saturday, 7 February 2026

MWC NU Lowokwaru Siaga Penuh, Ribuan Jamaah Munajat NU Dilayani Gratis

Dokumen: Posko MWCNU Lowokwaru dipadati pengunjung Munajat Harlah 100 Tahun NU
Malang, Sabtu–Ahad (7–8 Februari 2026) – Perhelatan akbar Munajat dalam rangka Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar PWNU Jawa Timur di Kota Malang berlangsung meriah, khidmat, dan penuh haru.

Sekitar 75 ribu jamaah dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur memadati lokasi acara, menjadikannya salah satu momen spiritual terbesar dalam sejarah NU di Jawa Timur.

Kesuksesan acara monumental ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah, warga Kota Malang, serta seluruh jajaran pengurus NU di tingkat PC, MWC, hingga ranting, termasuk lembaga dan badan otonom di bawah naungan NU.
Dokumen: setiap Jama'ah di Posko MWCNU Lowokwaru dilayani dengan ramah
MWC NU Lowokwaru Tunjukkan Khidmat Tanpa Batas

Salah satu bentuk khidmat yang mencuri perhatian datang dari MWC NU Lowokwaru Kota Malang. Sejak jamaah mulai berdatangan hingga larut malam, seluruh pengurus MWC dikerahkan untuk melayani jamaah dengan penuh keikhlasan.

Ribuan jamaah dilayani dengan makanan dan minuman gratis, mulai dari nasi bungkus, mi instan, Pop Mie, kopi, teh, jahe hangat, hingga kue dan makanan ringan. Semua disediakan sebagai bentuk pengabdian kepada jam’iyyah dan jamaah NU.

“Ini momentum yang mungkin hanya sekali seumur hidup. Seratus tahun NU belum tentu bisa kita jumpai lagi,” ujar KH Hamid Manan, Rois Syuriah MWC NU Lowokwaru, dalam pesannya yang menggugah di grup WhatsApp pengurus NU.

“MUNGKIN BERJUMPA PERINGATAN NU 1 ABAD HANYA SEKALI SEUMUR KITA. MARI KITA BERGABUNG DENGAN PARA ULAMA, SEMOGA BERSATU DUNIA AKHIRAT.”

Pesan tersebut menjadi sumber motivasi bagi seluruh pengurus NU, badan otonom, lembaga, hingga ranting untuk terus berkhidmat melayani Nahdliyyin tanpa lelah hingga acara sukses.

Spirit Khidmat Nahdliyyin

Perhelatan Munajat 1 Abad NU di Malang tidak hanya menjadi acara peringatan, tetapi juga simbol persatuan, khidmat, dan cinta jamaah kepada ulama dan jam’iyyah NU.

Semangat gotong royong dan pelayanan tulus menjadi wajah NU yang sesungguhnya—NU yang merawat tradisi, menjaga persatuan, dan melayani umat.

Acara ini pun menjadi sejarah penting bagi Nahdlatul Ulama, mengukir jejak spiritual yang akan dikenang oleh generasi NU saat ini dan yang akan datang. (Zain)

Wednesday, 4 February 2026

Perkuat Aset Wakaf, PCNU Kota Malang Lakukan Serah Terima 7 Sertipikat Wakaf

Dokumen : Penyerahan Sertipikat Wakaf pada Pengurus PCNU kota Malang, Rabu (04/02/2026) di Kantor PCNU Kota Malang
Malang, 4 Februari 2026 — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang melaksanakan serah terima tujuh Sertipikat Wakaf (SW) dari MWC NU Kecamatan Sukun. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (4/2/2026) setelah kegiatan rutin pembacaan 4444 Sholwat Nariyah di Kantor PCNU Kota Malang, penyerahan sertipikat wakaf ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan legalitas aset wakaf di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Serah terima sertipikat wakaf dilakukan oleh Ustaz Sujai selaku Nadzir MWC NU Sukun kepada PCNU Kota Malang. Penyerahan ini bertujuan untuk memperkuat tertib administrasi dan perlindungan hukum terhadap aset wakaf NU, sehingga keberlanjutan pemanfaatannya bagi kepentingan umat dapat terjamin.

Adapun tujuh sertipikat wakaf yang diserahkan meliputi:

  1. Musolla Baitul Muttaqien, Gang 14A Bandulan, wakif Moch. Yasin
  2. Musolla Baiturrahman, Gang 1D Bandulan, wakif Khoirul Anam
  3. Musolla Hidayatul Muttaqien, RW 5 Mulyorejo, wakif Kolipah
  4. Musolla Nurul Muarifin, Kebonsari, wakif Drs. Mulyono
  5. Musolla Baiturrohman, Karangbesuki Badut RW 5, wakif Pujiono
  6. Musolla Kalimosodo, Gang 4 Bandulan, wakif Panjik Mujiono
  7. Musolla Arrohman, RW 5 Bandulan, wakif Sugito dan Satiyem

Penyerahan sertipikat wakaf ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan aset keagamaan dan sosial NU di Kota Malang, sekaligus memastikan tanah dan bangunan wakaf terlindungi secara hukum serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.

Wakaf NU sebagai Pilar Kemandirian Umat

Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) merupakan lembaga resmi di lingkungan Nahdlatul Ulama yang bertugas mengelola, mengembangkan, mengamankan, dan melindungi aset wakaf serta pertanahan milik jam’iyyah NU. LWPNU berfungsi sebagai nadzir organisasi yang memastikan tanah dan bangunan wakaf digunakan sesuai peruntukannya, seperti untuk ibadah, pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Pengelolaan wakaf secara profesional, tertib administrasi, dan berbasis hukum menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian jam’iyyah Nahdlatul Ulama serta memperkuat kontribusi NU dalam pembangunan sosial dan keagamaan masyarakat.

Sekilas tentang PCNU Kota Malang

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang merupakan struktur organisasi NU di tingkat kota yang mengoordinasikan kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan di wilayah Kota Malang. PCNU membawahi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di tingkat kecamatan serta berbagai lembaga dan badan otonom NU, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, IPNU, dan IPPNU.

PCNU Kota Malang aktif dalam penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah, pengembangan pesantren dan madrasah, pelayanan sosial kemasyarakatan, serta pengelolaan dan pengamanan aset wakaf sebagai bentuk khidmah NU kepada umat dan bangsa.

Tuesday, 3 February 2026

Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Pemkot dan PCNU All Out

Dokumen: Koordinasi PCNU Kota Malang bersama Pemerintah Kota Malang dalam persiapan Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Ruang rapat Balai Kota Malang
MALANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menghadiri acara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026.

Kepastian kehadiran Presiden dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Kepala Daerah se-Indonesia bersama Presiden di Jakarta.

“Insyaallah hadir,” kata Wahyu, Selasa (3/2/2026).

Kabar ini langsung disambut antusias oleh panitia. PCNU Kota Malang dan Pemerintah Kota Malang menyatakan kesiapan penuh menyambut kehadiran Presiden serta puluhan ribu jamaah yang diperkirakan memadati Kota Malang.

Koordinasi Intensif dengan Setkab dan Aparat Keamanan

Wali Kota Wahyu menjelaskan bahwa koordinasi dengan Sekretariat Kabinet telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk menyiapkan sejumlah skema alternatif untuk mengantisipasi dinamika di lapangan.

“Kami siapkan Plan A dan Plan B. Kalau ada catatan, kita koordinasikan lagi ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pengamanan kedatangan Presiden nantinya akan dikoordinasikan oleh TNI dan Polri, sementara Pemkot Malang berperan aktif dalam pengondisian wilayah dan pengaturan jemaah.

Antisipasi Lonjakan Jemaah di Luar Stadion

Kapasitas Stadion Gajayana yang hanya mampu menampung sekitar 25.000 jemaah menjadi perhatian serius. Panitia memperkirakan jumlah peserta akan jauh melebihi kapasitas stadion dan meluber ke jalan-jalan sekitar.

Untuk itu, Pemkot Malang bersama PCNU menyiapkan videotron di berbagai titik agar jemaah di luar stadion tetap dapat mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan nyaman.

“Titik perhatian bukan hanya di dalam stadion. Jemaah paling banyak justru di luar stadion. Semua sudah kita siapkan pengondisiannya,” terang Wahyu.

Acara Digelar Dini Hari demi Kenyamanan Jemaah

Rangkaian Mujahadah Kubro dijadwalkan berlangsung pukul 02.00 hingga 09.00 WIB. Waktu dini hari dipilih untuk menjaga kenyamanan jamaah dari panas dan kepadatan aktivitas kota.

Kolaborasi Lintas Ormas dan Umat Beragama

Ketua PCNU Kota Malang KH Israqunnajah menyampaikan bahwa dukungan lintas organisasi dan umat beragama sangat luar biasa. Muhammadiyah dan gereja-gereja di sekitar stadion turut menyediakan posko dan layanan kesehatan.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal Gus Edy Hayatullah menyebutkan panitia telah menyiapkan 100 posko layanan bagi tamu Nahdliyin, dengan dukungan relawan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Muhammadiyah, dan gereja.

“Ini bentuk kolaborasi yang indah di Kota Malang,” ujar Gus Edy.

Momentum Sejarah Satu Abad NU

Mujahadah Kubro ini menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama dalam kalender Masehi, yang diprediksi akan menjadi salah satu acara keagamaan terbesar di Indonesia pada 2026.

Sunday, 1 February 2026

Menjaga Cahaya

Al Imam Asy Syafii (150--204 H.) merupakan salah satu simbol kecerdasan. Ia berhasil menghafalkan Al Quran di usianya yang ketujuh. Ketika ia mendengar keagungan Imam Malik, ia ingin mempelajari kitab karyanya, Al Muwaththa'. Ia meminjam kitab tersebut dan berhasil menghafalnya dalam 9 malam, sebelum di kemudian hari ia berangkat ke Madinah untuk ngaji langsung kepada pengarangnya.

Setelah di Madinah, ia mendapatkan pesan Yang sangat berharga dari Imam Malik, yakni meninggalkan maksiat agar cahaya dalam hati tidak padam, "Saya melihat Gusti Allah SWT. telah menancapkan cahaya dalam hatimu. Maka, jangan engkau matikan itu dengan gelapnya maksiat. Suatu saat nanti engkau akan memiliki peran begitu penting."

Tahun 184 dan tahun 195 ia ke Baghdad. Di sini, ia bertemu dengan guru-guru yang lain. Yang paling terkenal dan berpengaruh adalah Muhammad Hasan, murid Imam Abu Hanifah nomer wahid saat itu, yakni setelah wafatnya Abu Yusuf. Menurut berbagai sumber, ia juga bertemu dengan Imam Waki' bin Al Jarrah Ar Ru'asiyy. 

Baghdad adalah kota metropolitan dengan segala paradoknya. Di sana ada nilai-nilai spiritual dan juga godaan-godaan material. Ada kekuasaan dan juga ada kezuhudan. Ada keilmuan, tapi juga Ada kebodohan-kebodohan yang terlembagakan.

Di sini, Imam Syafii tertantang untuk mengasah keilmuannya hingga menjadi imam besar di kemudian hari. Akan tetapi, Ada sisi lain di kota ini yang ia tuangkan dalam dua bait syair yang terkenal. Ia merasa bahwa di kota ini ketajaman hafalannya tak lagi seperti dahulu. Mungkin, jika ia menghafalkan Muwatha' sekarang, dan di kota ini, ia tak akan menyelesailannya dengan cepat.

Ia pun matur kepada gurunya, Imam Waki', perihal menurunnya kekuatan hafalannya. Jawabannya mirip dengan apa yang dahulu dipesankan oleh Imam Malik. Ada cahaya dalam hati yang membuatnya gampang menerima ilmu-ilmu yang juga bercahaya. Jaga cahaya hati, maka cahaya ilmu akan senang bersemayam di sana.

شكوت الى وكيع سوء حفظي فأرشدني إلى ترك 

المعاصي

وأخبرني بأن العلم نور ونور الله لا يهدى لعاصي

Saya mengadu kepada Waki' perihal buruknya hafalanku. Maka, ia memberi arahan kepadaku agar meninggalkan maksiat. Ia juga mengabarkan bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Semoga hati kita semua bercahaya. Semoga kita semua dijauhkan dari Maksiat.

Keterangan foto:

Alhamdulillah saged ndereake dawuh Simbah Yai Anwar Manshur dan Gus Atha' Lirboyo. Duduk ditemani Gus Ya'lu. Maturnuwun sanget.

Penulis :

KH. Gus Abdul Ghofur Maimoen


Saturday, 31 January 2026

Syi’ar Sambut Mujahadah Kubra dan 1 Abad NU, MWC NU Lowokwaru Gelar Tiga Agenda Strategis

 

Dokumen: Kyai Zain Arifin,M.Ag, Ketua Tanfidziah MWCNU Lowokwaru memimpin koordinasi menyambut Syi'ar 1 Abad NU

Malang, 31 Januari 2026 – Menyambut Mujahadah Kubra dan Peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lowokwaru menggelar rangkaian kegiatan syi’ar ke-NU-an sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026.

Dalam rangkaian syi’ar tersebut, MWC NU Lowokwaru menyusun tiga agenda utama sebagai bentuk penguatan jam’iyah dan kebersamaan warga Nahdliyin.

Pertama, pemasangan bendera NU yang dilaksanakan pada 26–31 Januari 2026 di ruas-ruas jalan Kecamatan Lowokwaru, area masjid, madrasah diniyah, TPQ, serta sekolah-sekolah Islam. Kegiatan ini menjadi simbol kebanggaan dan semangat warga Nahdliyin dalam menyambut momentum bersejarah satu abad NU.

Kedua, ziarah dan silaturahmi ke tokoh-tokoh NU Kecamatan Lowokwaru yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026. Ziarah dilakukan ke makam KH. Chamzawi, KH. Jauhari, dan KH. Zen Santoso di Pemakaman Umum Dinoyo, dilanjutkan silaturahmi ke kediaman Abah Maki Dinoyo. Kegiatan ini dihadiri Ketua Tanfidziyah MWC NU Lowokwaru, Rais Syuriyah MWC NU Lowokwaru, jajaran pengurus, serta warga dan anggota NU se-Kecamatan Lowokwaru. Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai doa bersama untuk para masyayikh dan penggerak NU yang telah wafat.

Ketiga, Mujahadah Kubra 1 Abad NU yang dijadwalkan pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Kota Malang. Mujahadah ini menjadi puncak spiritual sekaligus momentum konsolidasi warga Nahdliyin Malang Raya dalam menyambut abad kedua khidmah NU.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi media untuk menumbuhkan ruh cinta NU, memperkuat kebersamaan dalam khidmah jam’iyah, serta meneguhkan sanad perjuangan keulamaan dan keumatan di wilayah Lowokwaru.

Selain itu, Kota Malang juga menjadi salah satu pusat kegiatan Peringatan Harlah 1 Abad NU Jawa Timur, yang direncanakan akan dihadiri ribuan jamaah, kiai, habaib, dan pengurus NU dari berbagai daerah. Momentum satu abad NU ini diharapkan menjadi ajang refleksi perjalanan NU sejak 1926 sekaligus peneguhan komitmen memasuki abad kedua pengabdian untuk agama, bangsa, dan kemanusiaan.

MWC NU Lowokwaru berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi jam’iyah serta masyarakat luas.

MWC NU Lowokwaru Gelar Ziarah Pengurus dan Mujahadah dalam Rangka 1 Abad NU

Dokumen: Rois Syuriah MWCNU Lowokwaru, KH. Hamid Manan saat memimpin ziarah Masyayikh

Malang, 31 Januari 2026 – Dalam rangka memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Lowokwaru menggelar kegiatan ziarah ke makam para pengurus dan penggerak NU. Kegiatan ini dipusatkan di Maqbarah Dinoyo, tepatnya di pemakaman KH. Chamzawi, Rois Syuriyah PCNU Kota Malang sekaligus pengurus Ranting NU Dinoyo.

Ziarah diikuti oleh jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah MWC NU Lowokwaru, pengurus ranting, serta perwakilan badan otonom (Banom) NU. Para peserta mendoakan para muassis dan tokoh NU yang telah wafat sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian tradisi ahlussunnah wal jamaah.

Kegiatan ziarah dilanjutkan dengan mujahadah dan doa bersama, sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, keteguhan jam’iyah, serta keberlanjutan perjuangan NU di abad kedua. Mujahadah ini menjadi simbol refleksi perjalanan NU selama 100 tahun serta penguatan komitmen kader dalam melanjutkan khidmah keumatan.

Acara ditutup dengan ramah tamah di ndalem Abah Maki Dinoyo, yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan.

Dalam sambutannya, Kyai Hamid Manan menegaskan bahwa tradisi ziarah ke makam para pengurus dan penggerak NU memiliki makna strategis.

“Ziarah ini bukan hanya untuk mendoakan para pendahulu, tetapi juga untuk membangun silaturahmi antar keluarga para tokoh NU yang telah wafat, agar anak-cucu mereka tetap aktif dan melanjutkan perjuangan di NU di semua tingkatan,” ujarnya.

Peringatan 1 Abad NU (1926–2026) sendiri menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk merefleksikan perjalanan NU sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah yang berkhidmah pada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Di abad kedua, NU diharapkan semakin kokoh dalam dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah dinamika zaman.

Sambut TKA Kemendikbud 2026: MTs Ma’arif NU dan LP Ma'arif MWCNU Lowokwaru Malang Gandeng Primagama Gelar Try Out Akbar

Dokumen: Try Out Akbar SD/MI se Kota Malang atas kerjasama LP Ma'arif MWCNU Lowokwaru, MTs Ma'arif NU Lowokwaru dan Primagama
MALANG – Menanggapi kebijakan anyar Kemendikbud terkait Tes Kompetensi Akademik (TKA), MTs Ma’arif NU Lowokwaru Kota Malang bergerak taktis. Pada Sabtu (31/1/2026), madrasah ini menggelar Try Out bersama sebagai langkah nyata membekali siswa menghadapi ujian perdana yang akan menjadi standar nasional tersebut.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan madrasah ini bersifat inklusif; tidak hanya diperuntukkan bagi internal siswa kelas 9 MTs Ma’arif NU, tetapi juga diikuti antusias oleh siswa kelas 6 SD/MI se-Kota Malang.

Sinergi Strategis Demi Mutu Lulusan

Langkah besar ini merupakan hasil kolaborasi apik antara MTs Ma’arif NU Lowokwaru, LP Ma'arif NU Lowokwaru, dan lembaga bimbingan belajar Primagama. Ketua LP Ma'arif MWCNU Lowokwaru, Fauzi, menyampaikan bahwa sinergi ini adalah kunci dalam mengawal transisi pendidikan di tengah perubahan kebijakan nasional.

Dokumen: Pengurus LP Ma'arif NU Lowokwaru, Kepala MTs Ma'arif NU Lowokwaru dan Primagama saat Try Out Akbar (30/01/2026)

"Kolaborasi ini bertujuan memastikan transisi pendidikan, baik dari tingkat dasar maupun menengah, tetap terjaga kualitasnya. Kita ingin standar mutu tetap tinggi meski sistem evaluasi berubah," ujar Fauzi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala MTs Ma’arif NU Lowokwaru, Denik, menegaskan komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tapi juga tangguh.

"Kerja sama dengan Primagama adalah wujud nyata kami memulai perubahan. Kami ingin siswa tidak hanya siap secara materi akademik, tetapi juga siap mental menghadapi TKA," tegasnya.

Fasilitas Eksklusif Pembinaan Kelas Akhir

Sebagai persiapan menuju hari-H TKA pada pekan kedua Maret 2026, siswa MTs Ma'arif NU Lowokwaru mendapatkan perlakuan khusus berupa bimbingan intensif yang mencakup:

Bimbingan Langsung: Pendampingan oleh mentor-mentor pilihan Primagama yang ahli di bidangnya.

Bedah Strategi TKA: Pembekalan tips dan trik jitu menaklukkan soal-soal model baru dari Kemendikbud.

Simulasi Realistis: Menciptakan suasana ujian yang identik dengan kondisi asli agar siswa lebih tenang dan mantap secara psikologis.

Menjawab Tantangan Kebijakan Baru

TKA 2026 menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan karena statusnya sebagai kebijakan perdana pemerintah. Namun, lewat langkah proaktif ini, optimisme terlihat jelas dari raut wajah para peserta.

Dengan persiapan yang matang dan terukur, MTs Ma’arif NU Lowokwaru optimistis mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik dan adaptif terhadap standar pendidikan masa depan.