HWMI.or.id

Thursday, 26 February 2026

Safari Ramadan Pengurus Ranting Tasikmadu MWC Lowokwaru Kota Malang Angkat Tema Bersyukur di Masjid An Nur

Malang – Kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Pengurus Ranting Tasikmadu MWC Lowokwaru Kota Malang berlangsung khidmat di Masjid An Nur RW 02, Kasur, Kota Malang, pada bulan suci Ramadan. Acara ini mengangkat tema “Bersyukur” dengan doa yang menjadi landasan spiritual kegiatan, yakni:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

(Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik)

Yang artinya: “Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.”

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus ranting, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara. Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Materi tausiyah disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fauzi, M.Pd.I, selaku Khatib Syuriah Ranting Tasikmadu. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya rasa syukur sebagai kunci ketenangan hidup dan keberkahan. Menurutnya, syukur tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam ketaatan, peningkatan kualitas ibadah, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

“Ramadan adalah madrasah ruhani. Melalui dzikir, syukur, dan ibadah yang sungguh-sungguh, kita membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tutur beliau di hadapan jamaah.

Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan doa yang diangkat dalam tema Safari Ramadan sebagai amalan harian, agar senantiasa diberi kekuatan dalam berdzikir, bersyukur, dan memperbaiki kualitas ibadah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarwarga. Diharapkan melalui Safari Ramadan ini, semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman semakin tumbuh di lingkungan RW 02 Kasur, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. (Fauzi)

Perkuat Koneksi dan Aksi Nyata, Majelis Alumni IPNU IPPNU Kota Malang Siapkan Talkshow Tokoh Nasional

Dokumen: Shilaturohim Majelis Alumni (MA) IPNU-IPPNU Kota Malang
MALANG – Majelis Alumni (MA) IPNU IPPNU Kota Malang menggelar kegiatan Silaturahim Besar pada Kamis (26/02/2026) sore bertempat di Pondok Pesantren Darul Hidayah, Jl. Bareng Kartini 3/G, Kelurahan Kauman, Kota Malang. Pertemuan yang berlangsung khidmat sejak pukul 15.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali arah gerak organisasi para purnabakti pelajar NU tersebut.

Ketua Majelis Alumni Kota Malang, Jel Wahyudi, dalam arahannya menekankan bahwa orientasi wadah alumni ini harus difokuskan sebagai elemen pendukung (komplemen) bagi IPNU IPPNU dan Nahdlatul Ulama secara luas.

"Majelis Alumni hadir untuk memberikan sumbangsih nyata, baik dalam bentuk pemikiran maupun aksi di bidang pendidikan. Kita ingin memastikan bahwa jejaring ini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi alumni yang membutuhkan serta membangun koneksi yang solid antar lintas generasi," ujar Jel Wahyudi di hadapan para hadirin.

Persiapan Pengukuhan dan Talkshow Akbar

Selain konsolidasi internal, agenda utama pertemuan ini adalah pemaparan proposal oleh Ketua Panitia terkait rencana Pengukuhan dan Talkshow Alumni IPNU IPPNU yang dijadwalkan pada 12 April 2026 mendatang di Kota Batu.

Acara tersebut diprediksi akan menjadi ajang bergengsi karena bakal menghadirkan deretan alumni inspiratif yang telah berkiprah di kancah nasional, di antaranya:

  1. Walikota Batu
  2. Bupati Bondowoso
  3. Wakil Menteri (Wamen)
  4. Serta tokoh-tokoh strategis lainnya.

Kehadiran Tokoh Malang Raya

Kegiatan silaturahim di Ponpes Darul Hidayah ini dihadiri oleh sekitar 34 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus MA IPNU dan MA IPPNU se-Malang Raya. Kehadiran para tokoh alumni dari berbagai wilayah di Malang Raya ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mengawal transisi kader dari masa pelajar menuju dunia profesional.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan program kerja organisasi serta kesuksesan acara puncak yang akan digelar di Kota Batu bulan April mendatang.

Monday, 23 February 2026

Safari Ramadhan PRNU Tasikmadu Gaungkan Penguatan Amaliah NU di Masjid Al-Hikam

Malang – Semangat Ramadhan terasa hangat di lingkungan RW 01, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Seusai sholat tarawih, jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tasikmadu menggelar Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al-Hikam, menghadirkan tausiyah penuh makna tentang pentingnya menjaga amaliah khas Nahdlatul Ulama (NU).

Mengusung tema “Penguatan Amaliah NU yang Mulai Luntur di Tengah Masyarakat”, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian pengurus terhadap semakin berkurangnya praktik amaliah NU di tengah kehidupan warga, khususnya di wilayah Tasikmadu.

Hadir sebagai penceramah, Ketua LDNU Ranting NU Tasikmadu, Ustadz Sunarto, menyampaikan tausiyah yang menekankan urgensi melestarikan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia mengingatkan bahwa amaliah seperti tahlilan, istighotsah, sholawatan, hingga berbagai tradisi keagamaan lainnya bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan warisan ulama yang memiliki landasan kuat dalam syariat.

“Amaliah NU bukan sekadar tradisi, tetapi warisan ulama dengan dasar yang jelas dalam ajaran Islam. Jika tidak kita jaga bersama, perlahan ia akan hilang dari kehidupan masyarakat,” tegasnya di hadapan jamaah yang memadati masjid.

Suasana masjid malam itu terasa khidmat dan penuh antusiasme. Jamaah dari berbagai kalangan—tokoh masyarakat, pemuda, hingga orang tua—mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mulai dari sholat tarawih berjamaah, tausiyah, hingga doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan umat Islam di Tasikmadu.

Ketua PRNU Tasikmadu menyampaikan harapan agar Safari Ramadhan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar mampu membangkitkan kembali semangat warga Nahdliyin dalam menghidupkan amaliah NU di lingkungan masing-masing.

Selain sebagai sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat kebersamaan antarwarga. Dengan semangat Ramadhan, PRNU Tasikmadu optimistis amaliah NU akan kembali tumbuh dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Safari Ramadhan ini direncanakan akan terus berlanjut ke beberapa titik lainnya selama bulan suci, sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat nilai-nilai ke-NU-an di tengah tantangan zaman.

Sunday, 22 February 2026

Syi’ar Ramadhan 1447 H MWC NU Lowokwaru, Gema Ibadah dan Konsolidasi Jamaah

Malang — Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, MWC NU Lowokwaru menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Syi’ar Ramadhan 1447 H”. Agenda ini menjadi momentum spiritual sekaligus konsolidasi organisasi dalam menghidupkan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di Masjid Shirathal Mustaqim, dengan rangkaian acara yang telah disusun rapi sebagaimana tercantum dalam flyer resmi panitia.

Sinergi Lembaga, Kuatkan Khidmat

Syi’ar Ramadhan tahun ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan ibadah, tetapi juga memaksimalkan peran lembaga-lembaga di bawah naungan MWC NU Lowokwaru. Di antaranya:

  • LAZISNU
  • LP Ma'arif NU
  • LTNU
  • LDNU

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penguatan peran kelembagaan sekaligus merawat semangat anggota Nahdlatul Ulama (NU). Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana konsolidasi jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziah dalam memperkokoh soliditas organisasi.

Gema Ramadhan, Madrasah Pembentukan Muttaqin

Mengusung semangat “Gema Ramadhan 1447 H”, rangkaian kegiatan dirancang sebagai media pembentukan pribadi yang bertakwa. Ramadhan diposisikan sebagai madrasah ruhaniyah untuk menggembleng diri menuju derajat muttaqin — insan yang saleh secara personal, spiritual, dan sosial.

Kesalehan yang dibangun tidak hanya dalam hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga dalam relasi dengan diri sendiri dan sesama manusia (hablum minannas).

Mengharap Maghfirah, Rahmat, dan Itqun Minannar

Melalui Syi’ar Ramadhan ini, jamaah diajak meraih tiga anugerah utama Ramadhan:

  • Maghfirah (ampunan Allah SWT),
  • Rahmat (kasih sayang-Nya),
  • Itqun minannar (dijauhkan dari api neraka).

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan tali silaturrahmi antarjamaah serta memakmurkan Masjid Shirathal Mustaqim sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Dengan semangat kebersamaan dan khidmat organisasi, Syi’ar Ramadhan 1447 H menjadi bukti bahwa NU di tingkat MWC tidak hanya hadir sebagai struktur, tetapi juga sebagai penggerak spiritual dan sosial di tengah masyarakat Lowokwaru, Kota Malang.

Rapat Panitia Akademi Ramadhan LP Ma’arif MWC NU Lowokwaru dan MTs Ma’arif NU Kota Malang

Dokumen: Koordinasi persiapan Akademi Ramadhan LP Ma'arif MWC NU Lowokwaru dan MTs Ma'arif NU Lowokwaru Kota Malang
Malang — Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, panitia Akademi Ramadhan yang digagas LP Ma'arif MWC NU Lowokwaru bersama MTs Ma'arif NU Kita Malang menggelar rapat koordinasi pada Ahad (22/2/2026). Rapat tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan program pembinaan keagamaan yang lebih terstruktur, inovatif, dan berdampak bagi generasi muda.

Maksimalkan Publikasi Dua Hari ke Depan

Dalam rapat disepakati bahwa dua hari ke depan akan difokuskan pada optimalisasi publikasi. Panitia akan memasang banner, pamflet, dan flyer di titik-titik strategis seperti masjid, mushalla, SD, MI, hingga SMP di wilayah Lowokwaru dan sekitarnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan informasi Akademi Ramadhan tersampaikan luas kepada masyarakat sekaligus memperkuat positioning madrasah sebagai pusat pembinaan diniyah dan moral remaja.

Pastikan Agenda dan SDM Siap

Panitia juga menegaskan pentingnya kesiapan agenda dan sumber daya manusia. Tutor dan pendamping untuk sesi pagi, siang, hingga malam dipastikan terjadwal dengan baik agar kegiatan berjalan sistematis dan efektif.

Selain itu, sarana pendukung seperti karpet dan sound system turut menjadi perhatian agar kenyamanan dan kelancaran kegiatan tetap terjaga.

Siapkan Dokumentasi dan Publikasi Media

Sebagai bagian dari strategi branding, panitia membentuk tim dokumentasi khusus. Seluruh rangkaian kegiatan Akademi Ramadhan akan diliput untuk media sosial dan diberitakan di media massa.

Langkah ini menunjukkan bahwa Akademi Ramadhan tidak hanya bersifat kegiatan internal, tetapi juga menjadi momentum publikasi capaian dan komitmen madrasah dalam membina generasi muda.

Lebih dari Sekadar Pondok Ramadhan

Dalam rapat ditegaskan bahwa Akademi Ramadhan bukan sekadar program “Pondok Ramadhan” tahunan. Program ini dirancang sebagai penguatan branding madrasah dengan semangat “jihad” para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam memberikan layanan terbaik.

Pendampingan intensif dalam penguatan diniyah dan pembinaan moral remaja menjadi fokus utama, sejalan dengan kebutuhan pendidikan karakter di era modern.

Penguatan Madin dan Program Petuah

Akademi Ramadhan juga menjadi bagian dari penguatan Madrasah Diniyah (Madin) serta sinergi dengan program Petuah (Pesantren Sabtu Ahad) yang telah berjalan dan berbasis pada pemakmuran Mushalla Al-Mu'awanah.

Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkokoh ekosistem pendidikan berbasis masjid dan mushalla sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial masyarakat.

Dorong Inovasi Madrasah

Rapat tersebut juga menekankan pentingnya peran aktif LP Ma'arif NU tingkat MWC dalam terus berinovasi mengembangkan madrasah. Akademi Ramadhan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat identitas, kualitas layanan, dan daya saing lembaga pendidikan Ma’arif di wilayah Lowokwaru.

Dengan persiapan yang matang dan semangat kolaborasi, Akademi Ramadhan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi momentum kebangkitan dan penguatan karakter generasi muda Nahdliyin di Kota Malang.

Tuesday, 17 February 2026

NU dan Muslimat Ranting Tasikmadu Gelar Kegiatan Khidmat di Masjid Shirathal Mustaqim

Dokumen : Tarhib Ramadhan PRNU Tasikmadu 1447
Kota Malang – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat Ranting Tasikmadu bersama Takmir Masjid Shirathal Mustaqim RW 1 Tasikmadu menyelenggarakan kegiatan “Tarhib Ramadhan 1447 H & Megengan serta Penutupan Sementara Pengajian” pada Kamis, 12 Februari 2026.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh jamaah pengajian Yasin dan tahlil bapak-bapak serta ibu-ibu Muslimat RW 1 Tasikmadu.

Rangkaian Kegiatan Penuh Makna

Kegiatan diawali dengan Khatmul Qur’an sejak pagi hingga siang hari. Suasana masjid terasa syahdu dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema, menambah kekhusyukan menjelang Ramadhan.

Pada malam harinya, jamaah melaksanakan Shalat Isya’ berjamaah, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan tahlil bersama.

Dalam sambutannya, perwakilan pengurus NU Ranting Tasikmadu, ustadz Fauzi menyampaikan:

1. Ucapan terima kasih atas kebersamaan dan kehadiran seluruh jamaah pengajian Yasin tahlil yang telah ikut menyukseskan kegiatan.

2. Ajakan untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, sekaligus mendoakan para ahli kubur sebagai wujud birrul walidain.

3. Harapan agar kebersamaan jamaah terus berlanjut dalam syi’ar dakwah Islam dan memakmurkan Masjid Shirathal Mustaqim, sekaligus mengumumkan penutupan sementara kegiatan pengajian dan akan dimulai kembali setelah Idul Fitri.

Tausiyah Penuh Hikmah dari KH. Hamid Manan

Pengajian umum dalam Tarhib Ramadhan disampaikan oleh KH. Hamid Manan, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan beberapa pesan penting:

1. Menyambut Ramadhan dengan Mahabbah Umat Islam diajak untuk merasa senang dan ridha dengan penuh keikhlasan atas datangnya Ramadhan 1447 H, serta menjalankan perintah Allah SWT dengan rasa cinta (mahabbah).

2. Keutamaan Puasa Sya’ban, beliau mengingatkan pentingnya menjalankan puasa di bulan Sya’ban, karena pada bulan tersebut amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Harapannya, amal dilaporkan dalam keadaan sedang berpuasa.

3. Megengan dan Doa untuk Ahli Kubur Tradisi Megengan di bulan Ruwah (Sya’ban) menjadi momentum untuk mendoakan dan memohonkan ampun bagi para ahli kubur. Ziarah kubur juga menjadi sarana dzikrul maut (mengingat kematian) agar umat Islam mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat.

4. Ramadhan sebagai Proses Menjadi Insan Muttaqin, Ramadhan adalah sarana membuktikan cinta kepada Allah SWT dengan menjalankan puasa lahir dan batin, memperbanyak amalan sunnah seperti: Tadarus Al-Qur’an, Qiyamullail (Tarawih, Witir, Tahajud), Berbagi takjil dan sedekah Semua amalan tersebut diharapkan menjadi proses pembentukan pribadi yang bertakwa (insan muttaqin).

Sunday, 15 February 2026

MUSDA X Majelis Ulama Indonesia Kota Malang Digelar di Kota Malang, Bahas Program Strategis 2026–2031

Dokumen: Gus Is saat memimpin Musda MUI Kota Malang

Kota Malang, 14 Februari 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) X pada Sabtu, 14 Februari 2026 atau bertepatan dengan 26 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini akan berlangsung di PP. Bahrul Maghfirah, Merjosari, Kota Malang, mulai pagi hingga sore hari.

MUSDA X akan dihadiri oleh jajaran Pimpinan MUI Kota Malang beserta anggota komisi, perwakilan MUI Provinsi Jawa Timur, MUI kecamatan se-Kota Malang, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pondok pesantren, serta tokoh masyarakat.

Acara pembukaan dijadwalkan turut dihadiri oleh Wali Kota Malang, unsur Forkopimda Kota Malang, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.

Agenda Strategis Lima Tahunan

Agenda utama MUSDA X meliputi:

1. Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pimpinan MUI Kota Malang periode sebelumnya

2. Pembahasan dan penetapan Program Kerja lima tahun ke depan (2026–2031)

3. Pembahasan aspek keorganisasian MUI

4. Perumusan rekomendasi internal dan eksternal

5. Sidang Formatur untuk pemilihan Ketua dan pembentukan Dewan Pimpinan MUI Kota Malang periode 2026–2031

Selain itu, dalam rangkaian kegiatan ini, MUI Kota Malang juga akan menyerahkan Sertifikat Kelayakan Tempat Ibadah kepada 36 lembaga, instansi, dan tempat usaha yang telah melalui proses verifikasi.

Momentum Memperkuat Harmoni Umat

Ketua MUI Kota Malang, KH. Dr. Isroqunajah, M.Ag., menyampaikan bahwa MUSDA X diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran MUI dalam membangun sinergi dan harmoni di tengah masyarakat.

“MUSDA X ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan peran MUI Kota Malang dalam sinergi dan harmoni mewujudkan masyarakat Kota Malang yang damai, bermoral, moderat, dan religius,” ujarnya.

Mengusung tema “Memperkuat Harmoni untuk Kemaslahatan Ummat”, kegiatan ini diharapkan mampu merumuskan program kerja dan rekomendasi strategis yang responsif terhadap tantangan keumatan dan kebangsaan lima tahun mendatang.

Ketua MUI Kota Malang yang akrab disapa Gus Is tersebut juga memohon doa dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar MUSDA X dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas. (Heru)

Thursday, 12 February 2026

Kelurahan Tunggulwulung Gelar Urun Rembuk Warga Evaluasi Pembangunan 2025 dan Perencanaan 2026

Dokumen: Lurah, Pokmas dan LPMK Tunggulwulung urun rembuk
Tunggulwulung, Kota Malang – Pemerintah Kelurahan Tunggulwulung menggelar urun rembuk warga sebagai forum evaluasi pembangunan tahun 2025 sekaligus perencanaan program pembangunan tahun 2026. Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, khususnya perwakilan Ketua RT, RW, serta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelurahan Tunggulwulung.

Lurah Tunggulwulung, Imbar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan wilayah. Menurutnya, kemajuan kelurahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif warga.

“Untuk memajukan wilayah, harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama Ketua RT dan RW. Pemerintah kelurahan tidak membeda-bedakan warga perumahan maupun warga kampung. Semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memajukan Kelurahan Tunggulwulung,” tegas Imbar.

Sementara itu, Ketua Pokmas Kelurahan Tunggulwulung, Syam, menjelaskan bahwa evaluasi pembangunan, khususnya pembangunan fisik yang bersumber dari dana pemerintah melalui Musrenbang, harus dilakukan secara akuntabel dan transparan.

“Semua program pembangunan harus bisa dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan harus dilakukan secara terbuka dan bersama-sama bersinergi membangun Tunggulwulung,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua LPMK Kelurahan Tunggulwulung, Sugi, berharap kebersamaan warga terus terjaga dalam proses pembangunan.

“Semoga kita semua tetap guyub rukun, menjaga kebersamaan, dan mempertahankan prestasi Kelurahan Tunggulwulung,” harapnya.

Kegiatan urun rembuk ini menjadi wadah aspirasi warga sekaligus forum strategis untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, transparan, dan partisipatif. Pemerintah kelurahan berharap hasil rembuk warga dapat menjadi dasar perencanaan program pembangunan tahun 2026 yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Wednesday, 11 February 2026

Panitia Harlah NU ke-100 Jenguk Korban Musibah Saat Bertugas di Mujahadah Kubro

Dokumen : PCNU Kota Malang memberikan santunan dan Takziyah di rumah duka, sahabat Pitono
Malang–Pasuruan, 9 Februari 2026 — Panitia Lokal Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 dan Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur melakukan kunjungan kemanusiaan kepada para korban yang mengalami musibah saat bertugas dalam rangkaian kegiatan satu abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Rombongan panitia membesuk tiga sahabat yang terdampak musibah saat menjalankan tugas pelayanan, yaitu Sahabat Banser Abdulrahman, Sahabat Banser Pitono, dan Sahabati Ibu Waras, seorang terapis dari tim kesehatan panitia.

Dokumen : Kunjungan panitia dan PCNU Kota Malang pada sahabati Ibu Waras


Kunjungan dan Santunan untuk Korban Sakit dan Duka

Kunjungan pertama dilakukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk membesuk Sahabat Abdulrahman, anggota Banser Dau, yang mengalami serangan jantung saat bertugas dan masih dirawat di ruang ICU. Rombongan juga menyerahkan santunan dan doa kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas NU.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan takziah ke rumah duka Sahabat Banser Pitono di Desa Selokerto, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pitono wafat saat menjalankan tugas pengamanan kegiatan Mujahadah Kubro. Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.

Menjenguk Sahabati Ibu Waras di Pasuruan

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Kedawung Wetan, Kabupaten Pasuruan, untuk membesuk Sahabati Ibu Waras, seorang terapis dari tim kesehatan panitia yang mengalami kecelakaan terjatuh dari tangga di Kantor PCNU Kota Malang saat bertugas melayani para tamu Mujahadah Kubro. Dalam kunjungan itu, panitia juga menyampaikan “titipan salam” dari PCNU Kota Malang dan rekan-rekan terapis, sekaligus memberikan dukungan moril.

Pengurus PCNU dan Panitia Hadir dalam Rombongan

Rombongan dipimpin oleh Ketua Panitia Lokal Gus Edi Hidayatullah, didampingi sejumlah tokoh NU, di antaranya KH. Isroqunnajah (Ketua Tanfidziyah), Prof. KH. Muhtadi Ridwan (Rois Syuriyah), Prof. KH. Faisol Fatawi (Sekretaris), Junaidi, serta Gus Irul Happy (Bendahara) dan jajaran panitia lainnya.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar NU Kota Malang terhadap para kader dan relawan yang telah mengorbankan tenaga bahkan nyawa demi suksesnya peringatan satu abad NU. (Heru)

NU Ranting Tasikmadu Gelar Peringatan 1 Abad NU, Megengan, dan Penutupan Sementara Pengajian


Tasikmadu, Kota Malang – NU Ranting Tasikmadu bersama Takmir Mushalla Al-Ikhlas RW 2 menggelar Peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama, Tradisi Megengan, serta Penutupan Sementara Pengajian Rutin pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Kegiatan berlangsung khidmat di Mushalla Al-Ikhlas RW 2 Tasikmadu dan diikuti oleh jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu setempat.
Acara diawali dengan shalat Maghrib berjamaah, tahlil, shalat Isya’, pembacaan shalawat Diba’, kemudian dilanjutkan pengajian umum yang disampaikan oleh Ustadz Munir Khalish dari Kota Batu.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Munir mengajak jamaah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan kesiapan spiritual. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan orang yang bergembira menyambut Ramadhan yang akan dijauhkan dari api neraka. 

Selain itu, jamaah diajak untuk memperbanyak amalan fardhu dan sunnah guna menguatkan proses pembentukan pribadi yang bertakwa (insan muttaqin).

Ketua Tanfidziyah NU Ranting Tasikmadu, Ustadz Sunarto, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kebersamaan seluruh jamaah dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama menjadi momentum refleksi untuk menumbuhkan rasa memiliki, cinta, dan semangat berkhidmah kepada NU melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Senada dengan itu, Ketua Takmir Mushalla Al-Ikhlas juga mengapresiasi kehadiran jamaah dan berharap tradisi pengajian serta kegiatan ke-NU-an terus berkembang sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan keimanan warga.
Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan kebersamaan, sekaligus menjadi penutup sementara pengajian rutin menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. (Fauzi)

Monday, 9 February 2026

Jejak Cahaya di Samarkand: 50 Tahun Istikamah Kiai Nurul Huda Jazuli dan Ziarah Agung ke Makam Sang Imam

KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Utama Pondok Al-Falah Ploso, Kediri, mengkhatamkan Shohih-Bukhari di Makam Imam Bukhori, Uzbeksitan.

Dunia pesantren kembali disuguhi pemandangan yang menggetarkan hati. Baru-baru ini, jagat media sosial diramaikan oleh dokumentasi alumni Pondok Ploso yang memperlihatkan KH Nurul Huda Jazuli, Pengasuh Utama Pondok Al-Falah Ploso, Kediri, melakukan kunjungan resmi ke Uzbekistan.

Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah simpul pertemuan antara pengabdi ilmu dan sang pemilik ilmu. Di balik sambutan hangat Kedutaan Besar RI dan pimpinan wilayah Uzbekistan, terselip sebuah catatan spiritual yang luar biasa: 50 tahun istikamah mengasuh umat.

Setengah Abad Berkhidmat untuk Umat

Sepeninggal sang ayah, KH Jazuli Utsman pada tahun 1976, kepengasuhan Pondok Ploso dijalankan melalui Majelis Keluarga. Kiai Nurul Huda Jazuli (ayahanda Gus Kautsar) memegang peran sebagai pengasuh utama. Jika dihitung hingga tahun 2026 ini, tepat sudah 50 tahun beliau mendedikasikan hidupnya untuk mendidik santri dan menjaga tradisi keilmuan Islam.

Satu hal yang menjadi ciri khas kemuliaan beliau adalah kedisiplinan dalam "wiridan" kitab-kitab induk. Bagi Mbah Yai Huda, mengaji bukan sekadar transfer ilmu, melainkan napas kehidupan. Dua kitab yang tak pernah putus beliau bacakan adalah:

  1. Sahih Bukhari, yang dikaji setiap selesai salat Ashar.
  2. Tafsir Jalalain, yang dikaji setiap selesai salat Magrib.

Ketekunan beliau mengkhatamkan Sahih Bukhari secara berulang selama puluhan tahun menjadikan momen kehadirannya di depan makam Imam al-Bukhari di Samarkand terasa sangat emosional.

Keajaiban di Sisi Makam Imam al-Bukhari

Momen khataman dan doa yang dilantunkan Mbah Yai Huda langsung di depan pusara Imam al-Bukhari membangkitkan ingatan pada sebuah peristiwa besar yang dicatat oleh Al-Hafidz Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A'lam An-Nubala.

Pada tahun 464 H, Samarkand dilanda kekeringan hebat. Shalat Istisqo telah dilaksanakan berkali-kali namun hujan tak kunjung turun. Atas saran seorang saleh, hakim dan seluruh penduduk Samarkand berangkat menuju makam Imam al-Bukhari di kawasan Hartang.

Di sana, mereka menangis dan berdoa dengan bertawasul kepada kesalehan sang pemilik makam. Tak lama kemudian, Allah menurunkan hujan yang begitu deras hingga penduduk tertahan di sana selama tujuh hari karena debit air yang melimpah.

Sejarah ini membuktikan bahwa tempat-tempat yang di dalamnya bersemayam para kekasih Allah memiliki keberkahan tersendiri sebagai tempat mustajab untuk mengetuk pintu langit.

Indonesia dan Makam Sang Penulis Hadis

Ada kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai warga Indonesia saat berkunjung ke kompleks makam ini. Sejarah mencatat peran besar Presiden Soekarno dalam pemugaran makam ini.

Dikisahkan bahwa dahulu makam Imam al-Bukhari sempat terbengkalai di bawah rezim Uni Soviet. Saat Bung Karno akan berkunjung ke Soviet, beliau mengajukan syarat: makam Imam al-Bukhari harus ditemukan dan dibangun. Berkat diplomasi sang Proklamator, makam tersebut kini berdiri megah dengan masjid dan madrasah di sekitarnya. Tak heran jika hingga kini, peziarah asal Indonesia sering kali mendapatkan penghormatan khusus dari para penjaga makam di sana.

Doa untuk Sang Guru

Melihat Mbah Yai Huda bersimpuh di depan makam Imam yang hadis-hadisnya beliau baca selama setengah abad adalah sebuah pemandangan yang melampaui logika duniawi. Ini adalah pertemuan antara ketulusan pembaca dan kemuliaan penulis.

Teriring doa tulus untuk beliau:

أبقاه الله بالسلامة والعافية والبركة وأفاض علينا من بركاته

(Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dalam keselamatan, afiat, dan keberkahan, serta melimpahkan keberkahannya kepada kita semua).