HWMI.or.id

Sunday, 1 March 2026

DPC FKPQ Kota Malang Gelar Safari Ramadhan, Perkuat Digitalisasi LPQ dan Pembinaan Guru Al-Qur’an

Dokumen : Safari Ramadhan DPC FKPQ Kota Malang di LPQ Masjid Al-Falah Gadang
Malang, 1 Maret 2026 – DPC FKPQ Kota Malang kembali menggelar Safari Ramadhan ke berbagai kecamatan. Kali ini kegiatan dilaksanakan di LPQ Masjid Al-Falah Gadang, Kota Malang, sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi dan pembinaan guru Al-Qur’an.

Mengusung tajuk “Silaturahim Bersama Guru Al-Qur’an, Kita Bentuk Generasi Qurani yang Sholih Melalui Lembaga yang Solid, Tertib Administrasi dan Tanggap Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kelembagaan sekaligus peningkatan kapasitas administrasi berbasis digital bagi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ).

Penguatan Administrasi Berbasis Digital

Dalam kegiatan tersebut, para ustadz dan ustadzah mendapatkan pendampingan serta bimbingan teknis pengelolaan data pokok ustadz/ustadzah, lembaga, dan santri melalui platform resmi Kementerian Agama, antara lain:

  • EMIS (Education Management Information System): Sistem Informasi Manajemen Pendidikan untuk pendataan lembaga, guru, dan santri di bawah naungan Kementerian Agama.
  • SIKAP (Sistem Informasi Ketenagaan Pondok Pesantren dan LPQ): Platform pendataan dan pengelolaan informasi tenaga pendidik keagamaan.
  • SIPDAR-PQ (Sistem Informasi Pelayanan Tanda Daftar Pendidikan Al-Qur’an): Sistem layanan pendaftaran dan legalitas LPQ secara digital.
  • SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Bantuan): Aplikasi pengelolaan bantuan pemerintah berbasis digital.

Pendampingan ini menjadi langkah konkret agar LPQ semakin tertib administrasi dan mampu beradaptasi dengan sistem digital yang diterapkan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Safari Ramadhan DPC FKPQ : Pembinaan Guru Al-Qur'an, penting Digitalisasi LPQ melalui Sipdar-PQ dan EMIS
LPQ Garda Terdepan Generasi Qurani

LPQ sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentengi dan membekali generasi Qurani. Selain pengajaran Al-Qur’an dan materi keagamaan yang sudah padat, kini LPQ juga dihadapkan pada tantangan adaptasi teknologi.

“Tantangan LPQ hari ini bukan hanya menghadapi generasi yang gandrung teknologi seperti game dan media digital, tetapi juga bagaimana lembaga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegas Ustadz Zain.

Ia menambahkan bahwa selama ini para ustadz dan ustadzah bukan tidak peduli terhadap kebijakan pemerintah, melainkan benar-benar membutuhkan pendampingan yang intensif, telaten, dan memudahkan agar mampu memenuhi regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Dorongan Lengkapi Legalitas dan Data

Sementara itu, Ustadz Heri selaku sekretaris DPC FKPQ sekaligus pemateri berharap seluruh LPQ terus berupaya melengkapi administrasi dasar lembaga.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain:

  • Pengurusan dan perpanjangan Izin Operasional bagi lembaga yang masa izinnya telah habis.
  • Pembuatan akun EMIS bagi lembaga yang belum memiliki akun.
  • Pembaruan data EMIS bagi lembaga yang sudah terdaftar hingga terbitnya BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sebagai bukti validasi data.

Menurutnya, ketertiban administrasi menjadi fondasi penting agar LPQ dapat berkembang dan memperoleh akses program maupun bantuan dari pemerintah.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

Melalui road show Safari Ramadhan ini, DPC FKPQ Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi LPQ di berbagai kecamatan. Pendampingan dilakukan secara intensif dan praktis agar para pengelola lembaga tidak merasa terbebani dengan sistem digital yang ada.

Dengan sinergi antara penguatan spiritual dan penguatan manajemen berbasis teknologi, diharapkan LPQ semakin solid dalam membentuk generasi Qurani yang sholih, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Syahidnya Ayatullah Ali Khamenei

Ayatullah Ali Khamenei
Ada sebuah kesunyian yang ganjil ketika sebuah nama besar berhenti disebut dalam waktu kini dan berpindah ke dalam tangis sejarah. Di Teheran, mungkin di lorong-lorong pasar yang pengap atau di bawah kubah-kubah pirus yang megah, berita itu merambat seperti kabut musim gugur: 

Ayatullah Ali Khamenei telah wafat. Ia telah menjemput apa yang dalam tradisi kaum beriman disebut sebagai syahadah—sebuah perjuangan yang dibayar dengan seluruh sisa napas.

Di dunia yang makin riuh oleh transaksi dan pengkhianatan, sosok Khamenei berdiri seperti sebuah menara tua yang menolak untuk miring. Ia adalah pewaris Imam Husein, pahlawan Karbala yang mengajarkan bahwa kalah dalam angka bukan berarti kalah dalam kebenaran. 

Bagi Iran, dan mungkin bagi mereka yang mendamba kedaulatan, kematiannya bukan sekadar akhir dari sebuah biografi; ia adalah sebuah apotheosis.

Etika di Tengah Prahara

Kita ingat bagaimana ia memimpin. Bukan dengan gertakan seorang diktator yang haus darah, melainkan dengan tutur kata yang lembut, selembut bait-bait puisi Persia yang ia cintai, namun mengandung ketegasan baja. 

Di bawah bayang-bayang tekanan global, ketika negara-negara lain memilih untuk sujud demi sekerat keamanan ekonomi, ia memilih berdiri.

"Katakan yang benar meskipun itu pahit," begitu pesan Imam Ali bin Abi Thalib yang ia dekap erat hingga akhir.

Pada Oktober 2025, ketika dunia menyaksikan konfrontasi 12 hari yang menggetarkan antara Iran dan Amerika Serikat, kita melihat sesuatu yang melampaui strategi militer. Kita melihat heroisme profetik. 

Di saat itu, Iran bukan hanya sedang mempertahankan wilayah, tapi sedang membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan akhlak bisa menjadi perisai melawan arogansi yang tak tersentuh. Khamenei membuktikan bahwa raksasa bisa goyah jika dihadapi oleh jiwa yang sudah selesai dengan urusan dunia.

Namun, mungkin legasinya yang paling mengharukan—dan yang paling sering disalahpahami—adalah upayanya menjahit luka lama antara Sunni dan Syiah. Simaklah misalnya pada forum-forum Taqrib al-Madzahib al-Islamiyyah, disana ada sebuah getaran ketulusan yang sulit dipalsukan.

Ia bukan pemimpin yang ingin menyeragamkan, melainkan yang ingin mempertemukan. Fatwanya yang mengharamkan penghinaan terhadap Siti Aisyah dan para sahabat Nabi adalah sebuah langkah radikal dalam kebijaksanaan. 

Di tangan pemimpin yang lebih kecil, perbedaan mazhab seringkali dijadikan komoditas kebencian. Tapi di tangan Khamenei, perbedaan itu diubah menjadi ruang dialog, mirip dengan cara Rasulullah SAW mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar.

Ia menindak tegas mereka yang menjual caci maki atas nama agama, karena ia tahu bahwa persatuan bukan sekadar retorika politik, melainkan perintah langit.

Kini, sosok yang menjadi penerus api revolusi Imam Khomeini itu telah berpulang. Ia pergi meninggalkan sebuah bangsa yang tidak lagi menunduk. Ia pergi setelah menunjukkan bahwa martabat tidak bisa dibeli dengan sanksi ekonomi.

Kematian seorang martir, dalam kosmologi Islam, bukanlah sebuah kehilangan yang sia-sia. Ia adalah benih. Darah dan air mata yang tumpah hari ini akan menyirami sanubari generasi muda di Mashhad, di Isfahan, hingga ke pelosok dunia Islam lainnya.

Kita kehilangan seorang arsitek perlawanan, seorang pecinta ilmu, dan seorang pembela akhlak. Tapi mungkin, di suatu tempat di keabadian, ia sedang tersenyum, menyambut cahaya yang selama ini ia rindukan di jalan Allah.

Mari kita tundukkan kepala sejenak. Untuk sebuah keteguhan yang tak goyah, untuk sebuah keberanian yang berkata "tidak" pada penindasan, mari kita kirimkan doa, tahlil, dan Al-Fatihah. Kesedihan ini bisa mendalam, tapi harapan yang ia nyalakan akan tetap membara. Wallahu'alam bishawab.

*Catatan; Mendengar berita duka ini, saya berharap tidak benar. Sedih sekali. Sayangnya media-media terpercaya di Iran membenarkan. Subuh tadi kami sudah mendokan, bersama jamaah Masjid Miftahusdhur Karangjati, Kasihan Bantul, dalam qunut dan di tengah pengajin Tafsir Jilani tiap Ahad subuh]

Tulisan dari KH Dr Aguk Irawan Mn Lc

Saturday, 28 February 2026

Sinergi Program Dakwah, MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang Gelar Diklat Imam & Khatib

 

Dokumen : Diklat Imam dan Khotib, sinergi Program MWCNU Lowokwaru dengan LDNU Kota Malang
KOTA MALANG – Sinergi program antara MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang diwujudkan melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Imam dan Khatib pada Ahad, 1 Maret 2026, bertempat di Kantor MWC NU Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi kelembagaan dalam memperkuat kualitas dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di tingkat kecamatan hingga ranting.

Diklat tersebut merupakan hasil kerja sama antara MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang dalam membangun kader imam dan khatib yang fasih, memahami fiqih khutbah, serta mampu menyampaikan pesan dakwah yang menyejukkan dan inspiratif.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Lowokwaru, KH Zainal Arifin, M.Ag, dalam sambutannya mengajak para peserta untuk berkhidmah di NU melalui peran sebagai khatib yang memenuhi syarat, rukun, dan sunnah khutbah secara benar. Ia menegaskan bahwa khutbah tidak hanya soal sah secara fiqih, tetapi juga harus menghadirkan keteduhan dan relevansi bagi jamaah.

Sementara itu, Ketua LDNU Kota Malang, Gus Fatmir Riza Masjid, M.Pd, yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, sinergi program antara MWCNU dan LDNU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jaringan dakwah NU di tingkat akar rumput.

“Kerja sama ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang akan didiseminasikan ke ranting-ranting,” ujarnya.

Dalam diklat tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari syarat, rukun, dan sunnah khutbah yang disampaikan Ustadz Syamsul Arifin. Selanjutnya, Ustadz Fahrurrazi membahas tentang penyusunan tema khutbah yang menarik, aktual, inspiratif, dan mendidik umat dengan landasan Al-Qur’an dan Sunnah.

Peserta juga dibekali teknik menyusun khutbah agar singkat dan padat, serta teknik penyampaian yang efektif seperti penggunaan intonasi yang tepat, kontak mata dengan jamaah, tidak terpaku pada teks, penghayatan materi, suara yang jelas, serta pengaturan durasi yang proporsional.

Sebagai penguatan kompetensi, kegiatan dilengkapi dengan materi Tahsin Al-Qur’an dan praktik khutbah. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlatih secara langsung dalam penyampaian.

Melalui sinergi ini, MWCNU Lowokwaru dan LDNU Kota Malang berkomitmen menjadikan program pembinaan imam dan khatib sebagai agenda berkelanjutan. Hasil pelatihan direncanakan untuk didiseminasikan melalui LDNU dan LTNU MWC Lowokwaru ke seluruh ranting, guna memastikan peningkatan kualitas dakwah yang merata.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penguatan program dakwah berbasis kelembagaan, sekaligus mempererat sinergi antarbanom dan lembaga di lingkungan NU dalam membangun umat yang lebih berilmu, berakhlak, dan berdaya.

Friday, 27 February 2026

Ngopi Ramadhan 1447 H: MWC NU Lowokwaru Menyemarakkan Bulan Suci dengan Penuh Kebersamaan

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, MWC NU Lowokwaru kembali mengadakan kegiatan rutin bertajuk “Ngopi Ramadhan”. Program ini menjadi ruang silaturahim, penguatan spiritual, sekaligus upaya mendekatkan jajaran pengurus dengan umat serta ranting-ranting, lembaga, dan BANOM di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Melalui berbagai agenda keagamaan, budaya, dan edukatif, Ramadhan kali ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menjaga keutuhan jamaah, serta menghadirkan NU yang semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Adapun rangkaian kegiatan Ngopi Ramadhan 1447 H adalah sebagai berikut:

Ahad, 1 Maret 2026

Pelatihan Imam dan Khotib

Tempat: Aula Kantor MWC NU Lowokwaru

Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas imam dan khotib agar semakin siap dalam melayani umat, khususnya selama bulan Ramadhan.

Selasa, 3 Maret 2026

Ngopi dan Waqiahan bersama Gus Farid

Tempat: Pesantren Waqiah Indonesia, Joyogrand Merjosari

Waktu: Pukul 15.00 WIB – selesai

Kegiatan ini menjadi forum kebersamaan yang memadukan suasana santai dengan pembacaan Surah Al-Waqi’ah serta tausiyah.

Kamis, 5 Maret 2026

Nuzulul Qur’an bersama KH. Mujayyid

Tempat: Masjid Dwiga, Ranting NU Mojolangu Tengah

Waktu: Pukul 20.00 WIB – selesai

Momentum peringatan turunnya Al-Qur’an ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kecintaan terhadap kitab suci.

Sabtu, 7 Maret 2026

Tadarus Budaya bersama Prof. Luqman

Tempat: Ndalem Prof. Luqman, Lowokwaru

Waktu: Pukul 20.00 WIB – selesai

Dialog nilai-nilai Islam dan budaya dalam semangat Ahlussunnah wal Jamaah yang memperkaya khazanah pemikiran ke-NU-an.

Ahad, 8 Maret 2026

Tadarus Budaya bersama KH. M. Nafi

Tempat: PP Al-Hikam Lowokwaru

Waktu: Pukul 20.00 WIB – selesai

Melanjutkan penguatan literasi, refleksi budaya, serta pendalaman nilai-nilai keislaman.

Selasa, 10 Maret 2026

Cangkrukan Anak Digital

Tempat: Teras Kantor MWC NU Lowokwaru

Waktu: Pukul 20.00 WIB

Forum diskusi generasi muda dalam membahas peran dunia digital sebagai media dakwah dan penguatan nilai ke-NU-an.

Jumat – Ahad, 13–15 Maret 2026

Akademi Ramadhan

Tempat: MTs NU Ma’arif Lowokwaru

Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai

Program ini dirancang sebagai pendalaman materi keislaman sekaligus pembinaan kader muda NU agar semakin siap berkhidmat di tengah masyarakat.

Ketua Tanfidziyah, Kyai Zainal Arifin, berharap seluruh masyarakat Nahdliyin serta jajaran pengurus NU mulai dari tingkat ranting, lembaga, hingga BANOM dapat berperan aktif dalam menyukseskan seluruh agenda tersebut.

“Mari kita semarakkan Ramadhan dengan berbagai kegiatan yang memperkuat silaturahim, menjaga keutuhan jamaah, serta mendekatkan pengurus dengan umat.”

Semoga rangkaian Ngopi Ramadhan 1447 H ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan menjadi ladang kebaikan bagi kita semua.

Silaturahim Pengurus NU se-Lowokwaru dan Pengukuhan Amil Zakat Semarakkan Ramadan 1447 H

Dokumen : Pembacaan Ikrar Amil Zakat oleh Rois Syuriah MWC NU Lowokwaru  KH. Hamid Manan.
Kota Malang – Dalam rangka mengisi dan menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Lowokwaru menggelar kegiatan silaturahim dan penguatan kelembagaan pada Jumat (27/2/2026) di Masjid Miftahul Jannah, Tlogomas, Kota Malang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Ramadan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan ibadah personal, tetapi juga penguatan program sosial dan pelayanan umat melalui optimalisasi pengelolaan zakat.

Dokumen : Ketua Tanfidziah, Kyai Zainal Arifin,M.Ag sosialisasi program Ramadhan MWC NU Lowokwaru

Sosialisasi Program Ramadan

Ketua Tanfidziyah MWC NU Lowokwaru, Kyai Zainal Arifin, M.Ag, menyampaikan sosialisasi program kegiatan Ramadan yang akan dijalankan selama bulan suci. Ia menegaskan bahwa Ramadan harus diisi dengan kegiatan yang terstruktur dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Ramadan adalah momentum memperkuat ibadah sekaligus solidaritas sosial. NU harus hadir melalui program yang terencana dan menyentuh kebutuhan umat,” ujarnya.

Program yang dipaparkan meliputi pengajian, kegiatan sosial keagamaan, hingga penguatan peran ranting dalam mendukung gerakan zakat, infak, dan sedekah.

Penguatan Manajemen LAZISNU

Agenda berikutnya adalah sosialisasi manajemen LAZISNU dan NU CARE oleh pengurus LAZISNU NU Cabang Kota Malang, Gus Sulton. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, terutama di bulan Ramadan yang menjadi puncak penghimpunan zakat.

Menurutnya, penguatan manajemen di tingkat ranting akan sangat menentukan keberhasilan pengumpulan dan pendistribusian zakat agar tepat sasaran dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Dokumen: Pengukuhan Amil Zakat di Wilayah Lowokwaru Kota Malang
Pengukuhan Amil Zakat

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan Surat Keputusan (SK) sekaligus pengukuhan amil zakat oleh pengurus Cabang LAZISNU Kota Malang. Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat legalitas dan kapasitas para amil dalam menjalankan tugasnya selama Ramadan.

Dengan amil yang resmi dan terstruktur, penggalangan serta pendistribusian zakat mal maupun zakat fitrah di wilayah Lowokwaru diharapkan berjalan lebih maksimal dan profesional.

Mauidhah Hasanah: Zakat untuk Pemberdayaan Umat

Kegiatan ditutup dengan mauidhah hasanah oleh KH. Hamid Manan. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya pemahaman mendalam tentang zakat mal dan zakat fitrah agar pengelolaannya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bernilai ibadah dan pemberdayaan umat.

Beliau berpesan agar para pengurus dan amil zakat mampu mengoptimalkan penghimpunan sekaligus bijaksana dalam menghadapi berbagai persoalan zakat di tengah masyarakat.

“Zakat adalah instrumen kesejahteraan umat. Kelola dengan amanah dan kebijaksanaan agar benar-benar membawa keberkahan,” pesannya.

Melalui kegiatan silaturahim ini, NU se-Kecamatan Lowokwaru menegaskan komitmennya untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan yang tidak hanya penuh ibadah, tetapi juga penuh kepedulian dan penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat Kota Malang.

Thursday, 26 February 2026

Safari Ramadan Pengurus Ranting Tasikmadu MWC Lowokwaru Kota Malang Angkat Tema Bersyukur di Masjid An Nur

Malang – Kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh Pengurus Ranting Tasikmadu MWC Lowokwaru Kota Malang berlangsung khidmat di Masjid An Nur RW 02, Kasur, Kota Malang, pada bulan suci Ramadan. Acara ini mengangkat tema “Bersyukur” dengan doa yang menjadi landasan spiritual kegiatan, yakni:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

(Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik)

Yang artinya: “Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.”

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus ranting, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara. Safari Ramadan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Materi tausiyah disampaikan oleh Ustadz Ahmad Fauzi, M.Pd.I, selaku Khatib Syuriah Ranting Tasikmadu. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya rasa syukur sebagai kunci ketenangan hidup dan keberkahan. Menurutnya, syukur tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam ketaatan, peningkatan kualitas ibadah, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

“Ramadan adalah madrasah ruhani. Melalui dzikir, syukur, dan ibadah yang sungguh-sungguh, kita membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” tutur beliau di hadapan jamaah.

Beliau juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan doa yang diangkat dalam tema Safari Ramadan sebagai amalan harian, agar senantiasa diberi kekuatan dalam berdzikir, bersyukur, dan memperbaiki kualitas ibadah.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarwarga. Diharapkan melalui Safari Ramadan ini, semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman semakin tumbuh di lingkungan RW 02 Kasur, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. (Fauzi)

Perkuat Koneksi dan Aksi Nyata, Majelis Alumni IPNU IPPNU Kota Malang Siapkan Talkshow Tokoh Nasional

Dokumen: Shilaturohim Majelis Alumni (MA) IPNU-IPPNU Kota Malang
MALANG – Majelis Alumni (MA) IPNU IPPNU Kota Malang menggelar kegiatan Silaturahim Besar pada Kamis (26/02/2026) sore bertempat di Pondok Pesantren Darul Hidayah, Jl. Bareng Kartini 3/G, Kelurahan Kauman, Kota Malang. Pertemuan yang berlangsung khidmat sejak pukul 15.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali arah gerak organisasi para purnabakti pelajar NU tersebut.

Ketua Majelis Alumni Kota Malang, Jel Wahyudi, dalam arahannya menekankan bahwa orientasi wadah alumni ini harus difokuskan sebagai elemen pendukung (komplemen) bagi IPNU IPPNU dan Nahdlatul Ulama secara luas.

"Majelis Alumni hadir untuk memberikan sumbangsih nyata, baik dalam bentuk pemikiran maupun aksi di bidang pendidikan. Kita ingin memastikan bahwa jejaring ini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi alumni yang membutuhkan serta membangun koneksi yang solid antar lintas generasi," ujar Jel Wahyudi di hadapan para hadirin.

Persiapan Pengukuhan dan Talkshow Akbar

Selain konsolidasi internal, agenda utama pertemuan ini adalah pemaparan proposal oleh Ketua Panitia terkait rencana Pengukuhan dan Talkshow Alumni IPNU IPPNU yang dijadwalkan pada 12 April 2026 mendatang di Kota Batu.

Acara tersebut diprediksi akan menjadi ajang bergengsi karena bakal menghadirkan deretan alumni inspiratif yang telah berkiprah di kancah nasional, di antaranya:

  1. Walikota Batu
  2. Bupati Bondowoso
  3. Wakil Menteri (Wamen)
  4. Serta tokoh-tokoh strategis lainnya.

Kehadiran Tokoh Malang Raya

Kegiatan silaturahim di Ponpes Darul Hidayah ini dihadiri oleh sekitar 34 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus MA IPNU dan MA IPPNU se-Malang Raya. Kehadiran para tokoh alumni dari berbagai wilayah di Malang Raya ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mengawal transisi kader dari masa pelajar menuju dunia profesional.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama untuk keberlanjutan program kerja organisasi serta kesuksesan acara puncak yang akan digelar di Kota Batu bulan April mendatang.

Monday, 23 February 2026

Safari Ramadhan PRNU Tasikmadu Gaungkan Penguatan Amaliah NU di Masjid Al-Hikam

Malang – Semangat Ramadhan terasa hangat di lingkungan RW 01, Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Seusai sholat tarawih, jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tasikmadu menggelar Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al-Hikam, menghadirkan tausiyah penuh makna tentang pentingnya menjaga amaliah khas Nahdlatul Ulama (NU).

Mengusung tema “Penguatan Amaliah NU yang Mulai Luntur di Tengah Masyarakat”, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian pengurus terhadap semakin berkurangnya praktik amaliah NU di tengah kehidupan warga, khususnya di wilayah Tasikmadu.

Hadir sebagai penceramah, Ketua LDNU Ranting NU Tasikmadu, Ustadz Sunarto, menyampaikan tausiyah yang menekankan urgensi melestarikan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia mengingatkan bahwa amaliah seperti tahlilan, istighotsah, sholawatan, hingga berbagai tradisi keagamaan lainnya bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan warisan ulama yang memiliki landasan kuat dalam syariat.

“Amaliah NU bukan sekadar tradisi, tetapi warisan ulama dengan dasar yang jelas dalam ajaran Islam. Jika tidak kita jaga bersama, perlahan ia akan hilang dari kehidupan masyarakat,” tegasnya di hadapan jamaah yang memadati masjid.

Suasana masjid malam itu terasa khidmat dan penuh antusiasme. Jamaah dari berbagai kalangan—tokoh masyarakat, pemuda, hingga orang tua—mengikuti rangkaian acara dengan tertib, mulai dari sholat tarawih berjamaah, tausiyah, hingga doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan umat Islam di Tasikmadu.

Ketua PRNU Tasikmadu menyampaikan harapan agar Safari Ramadhan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar mampu membangkitkan kembali semangat warga Nahdliyin dalam menghidupkan amaliah NU di lingkungan masing-masing.

Selain sebagai sarana dakwah, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat kebersamaan antarwarga. Dengan semangat Ramadhan, PRNU Tasikmadu optimistis amaliah NU akan kembali tumbuh dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Safari Ramadhan ini direncanakan akan terus berlanjut ke beberapa titik lainnya selama bulan suci, sebagai bentuk komitmen pengurus dalam menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat nilai-nilai ke-NU-an di tengah tantangan zaman.

Sunday, 22 February 2026

Syi’ar Ramadhan 1447 H MWC NU Lowokwaru, Gema Ibadah dan Konsolidasi Jamaah

Malang — Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, MWC NU Lowokwaru menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Syi’ar Ramadhan 1447 H”. Agenda ini menjadi momentum spiritual sekaligus konsolidasi organisasi dalam menghidupkan nilai-nilai ke-NU-an di tengah masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di Masjid Shirathal Mustaqim, dengan rangkaian acara yang telah disusun rapi sebagaimana tercantum dalam flyer resmi panitia.

Sinergi Lembaga, Kuatkan Khidmat

Syi’ar Ramadhan tahun ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan ibadah, tetapi juga memaksimalkan peran lembaga-lembaga di bawah naungan MWC NU Lowokwaru. Di antaranya:

  • LAZISNU
  • LP Ma'arif NU
  • LTNU
  • LDNU

Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penguatan peran kelembagaan sekaligus merawat semangat anggota Nahdlatul Ulama (NU). Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana konsolidasi jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziah dalam memperkokoh soliditas organisasi.

Gema Ramadhan, Madrasah Pembentukan Muttaqin

Mengusung semangat “Gema Ramadhan 1447 H”, rangkaian kegiatan dirancang sebagai media pembentukan pribadi yang bertakwa. Ramadhan diposisikan sebagai madrasah ruhaniyah untuk menggembleng diri menuju derajat muttaqin — insan yang saleh secara personal, spiritual, dan sosial.

Kesalehan yang dibangun tidak hanya dalam hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah), tetapi juga dalam relasi dengan diri sendiri dan sesama manusia (hablum minannas).

Mengharap Maghfirah, Rahmat, dan Itqun Minannar

Melalui Syi’ar Ramadhan ini, jamaah diajak meraih tiga anugerah utama Ramadhan:

  • Maghfirah (ampunan Allah SWT),
  • Rahmat (kasih sayang-Nya),
  • Itqun minannar (dijauhkan dari api neraka).

Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menguatkan tali silaturrahmi antarjamaah serta memakmurkan Masjid Shirathal Mustaqim sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Dengan semangat kebersamaan dan khidmat organisasi, Syi’ar Ramadhan 1447 H menjadi bukti bahwa NU di tingkat MWC tidak hanya hadir sebagai struktur, tetapi juga sebagai penggerak spiritual dan sosial di tengah masyarakat Lowokwaru, Kota Malang.

Rapat Panitia Akademi Ramadhan LP Ma’arif MWC NU Lowokwaru dan MTs Ma’arif NU Kota Malang

Dokumen: Koordinasi persiapan Akademi Ramadhan LP Ma'arif MWC NU Lowokwaru dan MTs Ma'arif NU Lowokwaru Kota Malang
Malang — Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, panitia Akademi Ramadhan yang digagas LP Ma'arif MWC NU Lowokwaru bersama MTs Ma'arif NU Kita Malang menggelar rapat koordinasi pada Ahad (22/2/2026). Rapat tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan program pembinaan keagamaan yang lebih terstruktur, inovatif, dan berdampak bagi generasi muda.

Maksimalkan Publikasi Dua Hari ke Depan

Dalam rapat disepakati bahwa dua hari ke depan akan difokuskan pada optimalisasi publikasi. Panitia akan memasang banner, pamflet, dan flyer di titik-titik strategis seperti masjid, mushalla, SD, MI, hingga SMP di wilayah Lowokwaru dan sekitarnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan informasi Akademi Ramadhan tersampaikan luas kepada masyarakat sekaligus memperkuat positioning madrasah sebagai pusat pembinaan diniyah dan moral remaja.

Pastikan Agenda dan SDM Siap

Panitia juga menegaskan pentingnya kesiapan agenda dan sumber daya manusia. Tutor dan pendamping untuk sesi pagi, siang, hingga malam dipastikan terjadwal dengan baik agar kegiatan berjalan sistematis dan efektif.

Selain itu, sarana pendukung seperti karpet dan sound system turut menjadi perhatian agar kenyamanan dan kelancaran kegiatan tetap terjaga.

Siapkan Dokumentasi dan Publikasi Media

Sebagai bagian dari strategi branding, panitia membentuk tim dokumentasi khusus. Seluruh rangkaian kegiatan Akademi Ramadhan akan diliput untuk media sosial dan diberitakan di media massa.

Langkah ini menunjukkan bahwa Akademi Ramadhan tidak hanya bersifat kegiatan internal, tetapi juga menjadi momentum publikasi capaian dan komitmen madrasah dalam membina generasi muda.

Lebih dari Sekadar Pondok Ramadhan

Dalam rapat ditegaskan bahwa Akademi Ramadhan bukan sekadar program “Pondok Ramadhan” tahunan. Program ini dirancang sebagai penguatan branding madrasah dengan semangat “jihad” para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam memberikan layanan terbaik.

Pendampingan intensif dalam penguatan diniyah dan pembinaan moral remaja menjadi fokus utama, sejalan dengan kebutuhan pendidikan karakter di era modern.

Penguatan Madin dan Program Petuah

Akademi Ramadhan juga menjadi bagian dari penguatan Madrasah Diniyah (Madin) serta sinergi dengan program Petuah (Pesantren Sabtu Ahad) yang telah berjalan dan berbasis pada pemakmuran Mushalla Al-Mu'awanah.

Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkokoh ekosistem pendidikan berbasis masjid dan mushalla sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial masyarakat.

Dorong Inovasi Madrasah

Rapat tersebut juga menekankan pentingnya peran aktif LP Ma'arif NU tingkat MWC dalam terus berinovasi mengembangkan madrasah. Akademi Ramadhan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat identitas, kualitas layanan, dan daya saing lembaga pendidikan Ma’arif di wilayah Lowokwaru.

Dengan persiapan yang matang dan semangat kolaborasi, Akademi Ramadhan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi momentum kebangkitan dan penguatan karakter generasi muda Nahdliyin di Kota Malang.

Tuesday, 17 February 2026

NU dan Muslimat Ranting Tasikmadu Gelar Kegiatan Khidmat di Masjid Shirathal Mustaqim

Dokumen : Tarhib Ramadhan PRNU Tasikmadu 1447
Kota Malang – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat Ranting Tasikmadu bersama Takmir Masjid Shirathal Mustaqim RW 1 Tasikmadu menyelenggarakan kegiatan “Tarhib Ramadhan 1447 H & Megengan serta Penutupan Sementara Pengajian” pada Kamis, 12 Februari 2026.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh jamaah pengajian Yasin dan tahlil bapak-bapak serta ibu-ibu Muslimat RW 1 Tasikmadu.

Rangkaian Kegiatan Penuh Makna

Kegiatan diawali dengan Khatmul Qur’an sejak pagi hingga siang hari. Suasana masjid terasa syahdu dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema, menambah kekhusyukan menjelang Ramadhan.

Pada malam harinya, jamaah melaksanakan Shalat Isya’ berjamaah, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan tahlil bersama.

Dalam sambutannya, perwakilan pengurus NU Ranting Tasikmadu, ustadz Fauzi menyampaikan:

1. Ucapan terima kasih atas kebersamaan dan kehadiran seluruh jamaah pengajian Yasin tahlil yang telah ikut menyukseskan kegiatan.

2. Ajakan untuk menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, sekaligus mendoakan para ahli kubur sebagai wujud birrul walidain.

3. Harapan agar kebersamaan jamaah terus berlanjut dalam syi’ar dakwah Islam dan memakmurkan Masjid Shirathal Mustaqim, sekaligus mengumumkan penutupan sementara kegiatan pengajian dan akan dimulai kembali setelah Idul Fitri.

Tausiyah Penuh Hikmah dari KH. Hamid Manan

Pengajian umum dalam Tarhib Ramadhan disampaikan oleh KH. Hamid Manan, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan beberapa pesan penting:

1. Menyambut Ramadhan dengan Mahabbah Umat Islam diajak untuk merasa senang dan ridha dengan penuh keikhlasan atas datangnya Ramadhan 1447 H, serta menjalankan perintah Allah SWT dengan rasa cinta (mahabbah).

2. Keutamaan Puasa Sya’ban, beliau mengingatkan pentingnya menjalankan puasa di bulan Sya’ban, karena pada bulan tersebut amal manusia dilaporkan kepada Allah SWT. Harapannya, amal dilaporkan dalam keadaan sedang berpuasa.

3. Megengan dan Doa untuk Ahli Kubur Tradisi Megengan di bulan Ruwah (Sya’ban) menjadi momentum untuk mendoakan dan memohonkan ampun bagi para ahli kubur. Ziarah kubur juga menjadi sarana dzikrul maut (mengingat kematian) agar umat Islam mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat.

4. Ramadhan sebagai Proses Menjadi Insan Muttaqin, Ramadhan adalah sarana membuktikan cinta kepada Allah SWT dengan menjalankan puasa lahir dan batin, memperbanyak amalan sunnah seperti: Tadarus Al-Qur’an, Qiyamullail (Tarawih, Witir, Tahajud), Berbagi takjil dan sedekah Semua amalan tersebut diharapkan menjadi proses pembentukan pribadi yang bertakwa (insan muttaqin).