Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri : MWC NU Lowokwaru Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Ziarah, Silaturahmi, dan Aksi Sosial
Rangkaian kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, tema Hari Santri 2026 yang ditetapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa warga NU perlu tetap kokoh berpijak pada tradisi keilmuan, adab, keteladanan para ulama, dan nilai-nilai pesantren, sekaligus terus memperluas khidmah dan pengabdian bagi masyarakat serta bangsa.
Semangat tersebut diterjemahkan MWC NU Lowokwaru melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan pengurus MWC, pengurus ranting, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, serta masyarakat.
Ketua Pelaksana Hari Santri MWC NU Lowokwaru, Ustadz Muhammad Fauzi, mengajak seluruh keluarga besar NU untuk bersama-sama berpartisipasi dan menyemarakkan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026.
“Kami mengajak seluruh keluarga besar NU, baik pengurus dan warga NU, Muslimat NU, Ansor, Fatayat, IPNU-IPPNU, serta seluruh lembaga dan badan otonom di bawah naungan NU untuk bersama-sama berpartisipasi dan menyemarakkan rangkaian Hari Santri 2026 di MWC NU Lowokwaru. Hari Santri bukan hanya momentum seremonial, tetapi kesempatan bagi kita untuk memperkuat ukhuwah, merawat tradisi, mengenang jasa para pendahulu, sekaligus memperluas khidmah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ustadz Muhammad Fauzi.
Menurutnya, semangat Hari Santri tahun ini harus menjadi energi bersama untuk semakin memperkuat kecintaan kepada NU sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan.
“Mari kita hadir, bergerak, dan mengambil bagian sesuai kemampuan kita. Dengan kebersamaan seluruh elemen NU, kita berharap rangkaian Hari Santri tahun ini menjadi momentum untuk menguatkan akar tradisi dan menjaga keutuhan negeri,” pungkasnya.
Ziarah kepada Para Pendahulu yang Telah Berkhidmat
Rangkaian kegiatan akan diawali pada Ahad, 11 Oktober 2026, dengan ziarah kepada para pendahulu yang telah berkhidmat dalam perjalanan NU di wilayah Lowokwaru, yakni almarhum KH Mas'ud Ali, almarhum Kyai Choirul Anam, dan almarhum Ustadz Muhammad Rosul.
Ziarah akan dilakukan di pemakaman umum Sudimoro dan Bringin, Tunjungsekar. Peserta akan berkumpul di Kantor MWC NU Lowokwaru pada pukul 07.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa, keteladanan, dan perjuangan para pendahulu yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan pengabdiannya bagi NU di wilayah Lowokwaru.
Ziarah juga menjadi pengingat bahwa keberadaan dan perkembangan NU hari ini tidak dapat dilepaskan dari jejak khidmah generasi sebelumnya. Merawat tradisi berarti tidak melupakan mereka yang telah lebih dahulu menanamkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian.
Menguatkan Ukhuwah melalui Olahraga dan Tradisi
Semangat Hari Santri berlanjut pada Ahad, 18 Oktober 2026, melalui dua kegiatan yang dipusatkan di Kantor MWC NU Lowokwaru.
Kegiatan pertama adalah lomba tenis meja yang dilaksanakan di lantai 2 Kantor MWC NU Lowokwaru mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Peserta berasal dari unsur pengurus MWC dan ranting. Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui Gus Hadi dan IPNU.
Pada hari yang sama, juga digelar lomba Mars Yalal Wathon yang diikuti oleh ranting-ranting NU dan Muslimat NU. Kegiatan dilaksanakan di lantai 1 Kantor MWC NU Lowokwaru mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Pendaftaran peserta dilakukan melalui Bapak Kyai Ginting dan IPPNU.
Lomba Mars Yalal Wathon bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan tradisi, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan kepada NU dan nilai-nilai perjuangan para ulama.
Apel Hari Santri 22 Oktober
Puncak peringatan Hari Santri akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, melalui Upacara/Apel Hari Santri.
Peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang dan menghargai kontribusi ulama dan santri dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.
Bagi warga NU, Hari Santri juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kepesantrenan yang berpijak pada ilmu, adab, cinta tanah air, ukhuwah, dan pengabdian.
Karena itu, Apel Hari Santri MWC NU Lowokwaru diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen warga NU dalam menjaga agama, persaudaraan, masyarakat, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hari Santri, Saatnya Hadir dan Berbagi
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi sosial berupa donor darah.
Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, MWC NU Lowokwaru bersama LAZISNU Care akan melaksanakan kegiatan donor darah yang bertempat di RW 1 Tasikmadu.
Sehari berikutnya, Ahad, 25 Oktober 2026, kegiatan donor darah kembali dilaksanakan di Perum Dwiga.
Kegiatan sosial ini menjadi bentuk nyata bahwa semangat Hari Santri tidak hanya berbicara tentang tradisi dan sejarah, tetapi juga tentang kepedulian, kemanusiaan, dan kesediaan untuk hadir memberikan manfaat bagi sesama.
Menghidupkan Tradisi, Menguatkan Khidmah
Rangkaian Hari Santri MWC NU Lowokwaru tahun 2026 menunjukkan bahwa kecintaan kepada NU dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk khidmah: mengenang dan mendoakan para pendahulu, merawat tradisi, mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ziarah mengajarkan pentingnya mengenang akar perjuangan. Silaturahmi dan perlombaan menguatkan ukhuwah. Apel Hari Santri meneguhkan semangat kebangsaan. Sementara donor darah menghadirkan nilai kemanusiaan dalam bentuk pengabdian yang nyata.
Inilah semangat yang hendak dibangun MWC NU Lowokwaru dalam memperingati Hari Santri 2026: menguatkan akar tradisi, mempererat persaudaraan, dan memperluas khidmah untuk negeri.
Sebab, tradisi yang kuat akan melahirkan generasi yang mengenal akar perjuangannya; dan khidmah yang terus hidup akan menjadi energi untuk menjaga keutuhan negeri.















