HWMI.or.id: Ayyuhal Walad
Showing posts with label Ayyuhal Walad. Show all posts
Showing posts with label Ayyuhal Walad. Show all posts

Thursday, 15 May 2025

Tantangan Pendidik

Dokumen istimewa : Pengajaran di Lembaga Pendidikan Al-Quran Wardatul Ishlah Malang Jawa Timur

Di zaman sekarang, generasi yang melek teknologi cukup baginya belajar tentang pengetahuan-pengetahuan dari teknologi yang mereka kuasai, bahkan dengan perkembangan terkini, mereka bisa mendapatkan guru dimanapun untuk belajar berbagai pengetahuan, bahkan bisa jadi lebih pandai daripada guru yg mengajar ilmu pengetahuan di sekolah.

Guru yg mereka peroleh dari teknologi, sampai saat ini belum mampu memberikan mereka pengalaman,  bahkan manfaat dalam mengelola emosi belum tampak, terutama akhlak dan adab pada sesama.

Pekerjaan Rumah yang luar biasa bagi para guru di lembaga pendidikan, bagaimana agar bisa mengarahkan, membimbing para murid, selain canggih berguru dengan teknologi juga berguru pada guru yang mampu memberikan pengalaman dan pengetahuan yg tidak dimiliki oleh teknologi, yakni penanaman Pengalaman yang berharga dengan mengajarkan ilmu dan pentauladan tentang adab dan Akhlaq bagi sesama.

Tuesday, 13 May 2025

Ilmu untuk Semua

Dokumen : Proses KBM Pesantren Kita Tarbiyatut Tholabah Malang 
Allah menciptakan ilmu dan memberikannya kepada hamba-Nya tanpa memandang status sosial—kaya atau miskin, lengkap atau terbatasnya sarana, megah atau sederhananya tempat belajar. Siapa pun yang bersungguh-sungguh akan dianugerahi ilmu oleh-Nya.

Rasulullah Saw. dan para sahabat belajar di serambi masjid, namun dari tempat yang sederhana itu lahirlah generasi emas sepanjang masa. Sejarah juga mencatat bahwa banyak tokoh besar lahir dari keterbatasan. Mereka membuktikan bahwa kesungguhan lebih utama daripada fasilitas.

Ada juga orang-orang hebat yang lahir dari lembaga pendidikan mewah dan keluarga berada—dan itu hal yang biasa. 

Tapi zaman sekarang, ilmu dapat diakses dari mana saja. Tak perlu gedung besar, tak terbatas usia. Siapa pun yang mau belajar, selama ia mampu dan bersungguh-sungguh, akan mendapatkan ilmu pengetahuan.

Anakku,
Tetaplah semangat dan optimis. Teruslah belajar, walau kadang ada rasa minder, kecil hati, atau keraguan akan masa depan. Itu hal wajar dalam proses menuntut ilmu. Yakinlah, dengan doa dan restu orang tua serta keikhlasan para guru dalam mengajar, engkau akan tumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia. Inilah kunci sukses yang diberkahi, dunia dan akhirat.

Wednesday, 26 March 2025

Washoya : Rahasia Ramadhan

Dokumen : Suasana Buka bersama di Mushalla Al-Mulk Maharaja Kota Malang Jawa Timur 

Anakku..Ramadhan, bukan sekedar menahan lapar dan dahaga tapi bagaimana seseorang bisa bersama-sama merasakan bagaimana rasanya rasa lapar dan dahaga saat dirasakan oleh orang yang berkekurangan (fakir-miskin).

Ramadhan, bukan sekedar menahan hawa nafsu, tapi dengan Ramadhan kita belajar bersama menebarkan kasih dan sayang serta gejolak hati yang melahirkan keburukan, amarah, emosional dan menyakiti orang lain.

Ramadhan, bukan sekedar menahan dari ucapan sia-sia dan dosa. Tapi ia hadir dalam diri kita agar menjadi pribadi yang suka memaafkan orang lain, baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja.

Anakku, Ramadhan, melahirkan pribadi yang lebih baik. Baik berhubungan dengan Allah SWT maupun kepada sesama manusia.

Semoga dipenghujung Ramadhan kita bisa bersama-sama memperbaiki diri, amal ibadah lebih baik dan lebih maslahat pada keluarga, masyarakat dan orang-orang yg kita cinta.

Penulis : Ahmad Zain Fuad (Khodim Ribathul Qur'an Wardatul Ishlah Malang)

Thursday, 14 September 2023

Cara Praktis Mencari Guru Madzhab Syafi'i

Kalau ingin belajar Fiqih Syafi'i di masa sekarang pilihlah guru yang benar karena guru yang salah tentu akan melahirkan hasil pemahaman yang salah.

Cara paling sederhana/praktis untuk memilih guru lewat prakteknya saat menjadi imam Shalat Jahr (Subuh, Maghrib & Isya'), perhatikan dua hal :

1. Dalam bacaan Fatihah Basmalah dibaca jahr (keras) sebagaimana ayat lain karena menurut Madzhab Syafi'i bacaan Basmalah adalah syarat sahnya Fatihah.

2. Di shalat subuh baca qunut atau kalau terlupa diganti sujud sahwi sebelum salam.

Dua hal ini adalah ciri khas yang paling nampak dari Madzhab Syafi'i dalam shalat, jika orang yang hendak anda jadikan guru tidak mengamalkan keduanya maka dapat disimpulkan bahwa orang tersebut minimal bukan orang yang konsisten mengamalkan pendapat Madzhab Syafi'i atau bahkan malah membid'ahkan pendapat Syafi'i sehingga lebih baik cari guru lain.

- Muhammad Salim Kholili -

Monday, 4 October 2021

Patuh dan Rendah Hati


 السَّمْعُ وَ التَّوَاضُعُ مع قِلَّةِ العِلْم 

خَيْرٌ مِنَ الْمَكْرِ و الكِبْرِ مَع كَثْرَةِ العِلْم

Sikap patuh dan rendah hati yang disertai dengan kurang nya ilmu itu lebih baik daripada sifat licik dan sombong yang disertai banyaknya ilmu 

*Sayyid Muhammad Alawyi Al Maliki*

Sultan al-Fatih Dibimbing Ulama Tasawuf

 

Diantara Guru Sultan Al Fatih yang berpengaruh pada dirinya adalah Syekh Aq Syamsuddin. Banyak ulama yang mengatakan dan memberi gelar kepada Guru ini dengan sebutan الفاتح المعنوي "penakluk yang tidak terlihat". Karena beliaulah yang memengaruhi Sultan sejak kecil agar menaklukkan Konstantinopel.

Bukti bahwa Guru beliau adalah seorang ulama Tasawuf disampaikan oleh Syekh Asy-Syaukani:

ﺛﻢ ﺑﻌﺪ ﻳﻮﻡ ﺟﺎء اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺧﻴﻤﺔ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﺘﺮﺟﻤﺔ ﻭﻫﻮ ﻣﻀﻄﺠﻊ ﻓﻠﻢ ﻳﻘﻢ ﻟﻪ ﻓﻘﺒﻞ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻳﺪﻩ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻪ ﺟﺌﺘﻚ ﻟﺤﺎﺟﺔ ﻗﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﻫﻲ ﻗﺎﻝ ﺃﻥ ﺃﺩﺧﻞ اﻟﺨﻠﻮﺓ ﻋﻨﺪﻙ ﻓﺄﺑﻰ ﻓﺄﺑﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻣﺮاﺭا ﻭﻫﻮ ﻳﻘﻮﻝ ﻻ ﻓﻐﻀﺐ اﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺸﻴﺦ ﺇﻧﻚ ﺇﺫا ﺩﺧﻠﺖ اﻟﺨﻠﻮﺓ ﺗﺠﺪ ﻟﺬﺓ ﺗﺴﻘﻂ ﻋﻨﺪﻫﺎ اﻟﺴﻠﻄﻨﺔ ﻣﻦ ﻋﻴﻨﻴﻚ ﻓﺘﺨﺘﻞ ﺃﻣﻮﺭﻫﺎ ﻓﻴﻤﻘﺖ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺫﻟﻚ

Sehari setelah perang Sultan Al Fatih datang ke tenda gurunya. Beliau dalam keadaan berbaring dan tidak berdiri. Sultan al-Fatih mencium tangannya dan berkata: "Saya perlu sesuatu kepadamu". Syekh Syamsuddin: "Apa itu?" Sultan: "Saya ingin khalwat bersama Anda". Gurunya menolak, namun Sultan terus mengulang keinginan khalwatnya. Guru mengatakan: "Jangan!", Sultan pun marah. Sang Guru memberi nasehat:  "Jika kamu masuk dunia khalwat engkau akan menemukan kenikmatan yang dapat mengalahkan kekuasaan, maka urusan rakyat akan terbengkalai dan Allah murka kepada kita". (Al-Badr At-Thali', 2/167)

Ini menjadi semakin jelas, sebab khalwat hanya dikenal di ilmu Tasawuf. Yaitu menjauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia dengan memperbanyak zikir untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya' menguraikan plus minus dari metode khalwat ini. Namun bagi seorang Sultan lebih utama untuk tetap mengurusi rakyat dan negara seperti yang diarahkan oleh Syekh Syamsuddin, Guru spritual Sultan al-Fatih.

Photo :

• Doa dan Tahlilan di Makam Sultan al-Fatih, Istanbul Turki

- KH. Ma'ruf Khozin -

Saturday, 18 July 2020

Faedah Ilmu (3)


(masih) Ayyuhal Walad #15

Sahabat HWMI,
Melanjutkan pada faedah sebelumnya, Imam Hatim Al-Asham menjelaskan faedah ilmu yang beliau peroleh selama belajar bersama guru beliau, Imam Syaqiq Al-Balkhi. 

sebagaimana yang dinasehatkan Imam Al-Ghazali kepada santri beliau dalam Kitab Ayyuhal Walad,

Faedah ke lima :
aku melihat sebagian manusia mencela dan menggunjing sebagian yang lain, dan aku menemukan penyebabnya adalah (kedengkian) dalam masalah harta, ilmu dan pangkat.

Lalu aku merenungkan firman Allah 
نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا
yang artinya :
“kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia”. (Az-Zukhruf : 32).

Maka aku mengetahui bahwa penghidupan dunia adalah dari Allah swt. sejak zaman azali, maka aku tidak iri pada seorangpun dan aku ridlo dengan pembagian Allah swt. 

Faedah keenam:
aku telah melihat sebagian manusia saling bermusuhan dengan yang lain karena suatu tujuan dan sebab.

Lalu aku merenungkan firman Allah swt.

إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ
yang artinya :
“ sesungguhnya syaithan bagian kalian adalah musuh, maka jadikanlah setan sebagai musuh”. (QS. AL-Fathir : 6)

Maka aku mengetahui bahwa manusia tidak boleh bermusuhan dengan yang lain selain dengan setan. (bersambung)

Friday, 17 July 2020

Faedah Ilmu


(masih) Ayyuhal Walad #15

Sahabat HWMI,
Melanjutkan pengajian sebelumnya Nasihat Imam Al-Ghazali kepada santri beliau tentang faedah ilmu yang diperoleh _Imam Hatim Al-‘Ashom_ selama berguru kepada Imam Syaqiq Al-Balkhi, 

Faidah ketiga: aku telah melihat setiap manusia berusaha mengumpulkan harta dunia dan menyimpanya, lalu aku merenungkan firman Allah 

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ

yang artinya : 

“Sesuatu yang ada disisimu akan habis, dan sesuatu yang di sisi Allah kekal abadi”. 
(QS. An-Nahl Ayat 96)

Kemudian aku menyerahkan semua harta yang telah aku hasilkan untuk memperoleh keridloan Allah, lalu aku bagikan kepada orang-orang miskin sebagai simpananku disisi Allah swt.

Faedah ke empat:
Aku telah melihat sebagian manusia beranggapan bahwa kemuliaan dan keluhuran  itu terdapat pada banyaknya kaum (pengikut) dan keluarga, 

sebagian yang lain beranggapan bahwa kemuliaan dan keluhuran berada di dalam banyaknya harta benda dan keturunan sehingga mereka membanggakan semua itu.

sebagian yang lain beranggapan bahwa kemuliaan itu jika bisa merampas harta orang lain, berbuat dholim/aniaya, dan melakukan pembunuhan,

sebagian yang lain meyakini bahwa kemuliaan itu berada dalam merusak harta, hidup mewah dan berfoya-foya.

Lalu aku merenungkan firman Allah 
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ

yang artinya : 

“Sesungguhnya paling mulianya orang disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”. (Al-Hujurat ayat 13)

maka aku memilih taqwa (melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya) dan aku meyakini bahwa Al-qur’an adalah Haq dan benar, 

sedangkan persangkaan dan anggapan mereka semua adalah salah dan menyimpang. (bersambung)