Kemenag Kota Malang Luncurkan Program Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara) untuk Dukung Siswa Rentan Putus Sekolah - HWMI.or.id

Saturday, 14 March 2026

Kemenag Kota Malang Luncurkan Program Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara) untuk Dukung Siswa Rentan Putus Sekolah

Dokumen: Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Malang, Gus Shampton saat sosialisasi program Bisara dan Mauidhah
Kementerian Agama Kota Malang menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan pembinaan rohani masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program inovatif Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara) yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Kota Malang.

Program Bisara dirancang sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan peserta didik yang berasal dari kelompok rentan, seperti siswa yang berpotensi putus sekolah, masyarakat termarjinalkan, maupun keluarga kurang mampu di wilayah perkotaan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan yang memadai.

Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Gus Sampton, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas lembaga dalam upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.

“Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik di SRMP. Pendanaan program ini murni berasal dari donasi bersama seluruh pegawai Kemenag Kota Malang agar manfaatnya semakin luas dan maslahat bagi masyarakat,” ungkap Gus Sampton.

Pelaksanaan program Bisara dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, di antaranya unsur PAIS (Pendidikan Agama Islam), para guru PAI, serta tim dari Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ) Kota Malang yang turut terlibat langsung dalam proses pembinaan.

Melalui kolaborasi tersebut, para siswa mendapatkan pendampingan rohani yang berfokus pada pembinaan baca tulis Al-Qur’an, penguatan nilai-nilai adab, serta pembentukan karakter religius. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam pemerataan layanan pendidikan, khususnya pendidikan berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Program ini semata-mata untuk membantu upaya pemerintah dalam pemerataan pelayanan pendidikan. Harapannya, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, sholih dan sholihah, serta mampu membanggakan orang tua dan masyarakat,” tegas Gus Sampton di hadapan para wali murid SRMP.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembinaan karakter tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat, termasuk peran aktif FKPQ yang melakukan pendampingan langsung kepada siswa dalam program Bina Baca Tulis Al-Qur’an dan pembinaan adab.

Dalam kegiatan yang berlangsung di SRMP Kota Malang pada Sabtu (14/3/2026) tersebut, selain sosialisasi program Bisara, pihak Kemenag Kota Malang juga menyalurkan sedekah kepada para wali murid yang hadir untuk menjemput putra-putri mereka selama masa liburan sekolah.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan program parenting yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, para orang tua mendapatkan penguatan terkait peran keluarga dalam mendampingi pendidikan dan pembentukan karakter anak, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang selaras antara rumah dan sekolah.

Dengan hadirnya program Bina Rohani Sekolah Rakyat (Bisara), Kementerian Agama Kota Malang berharap dapat memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka tetap dapat meraih masa depan yang lebih baik.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda