![]() |
| Ziarah Tabarruk di Makam KH As'ad Syamsul Arifin, salah satu Muassis NU. |
Nabi sudah jelas dalam Hadis Sahih mengajarkan doa Tawasul yang diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan lainnya. Syekh Albani menilai Sahih hingga Syekh Ibnu Taimiyah. Apa mereka mengamalkan? Tidak.
Di masa Sahabat -biasanya mereka mengklaim mengikuti Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman Sahabat- jelas-jelas ada Adzan dua kali sebelum Jumat. Riwayat al-Bukhari lagi. Apa mereka mengamalkan? Tidak.
Malam Nishfu Syaban sudah diamalkan sejak Tabiin. Hadis-hadis yang banyak, sebagian dinilai Sahih oleh Syekh Albani. Bahkan para pengamal Nishfu Syaban juga para perawi Imam Bukhari dan Imam Muslim, seperti Makhul. Apa mereka mengamalkan? Tidak.
Makanya saat diskusi kemarin mereka hanya minta Qur'an dan Hadits, karena mereka tahu bahwa Ulama Salaf banyak yang bertabarruk ke makam. Tapi giliran tema lain yang dijadikan slogan mereka "Ikuti Qur'an dan Hadits sesuai pemahaman Ulama Salaf". Giliran bab seperti ini mereka mengalihkan. Masih percaya sama mereka? Skrinsut bukti-bukti para ahli hadis mencantumkan makam-makam ulama untuk dicari berkahnya saya tampilkan di kolom komentar.
Prinsip Utama Berkah
Nabi sudah memberi prinsip tegas soal berkah dan mencari berkah. Yakni ketika Nabi diberi mukjizat air yang mengalir dari jari-jari Nabi:
قَالَ « حَىَّ عَلَى الطَّهُورِ الْمُبَارَكِ ، وَالْبَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ »
Para Sahabat membawa sebuah wadah yang berisi air sedikit, kemudian Nabi memasuk-kan tangannya ke dalam wadah dan bersabda: “Kemarilah, menuju air yang diberkati. DAN BERKAH ADALAH DARI ALLAH”. Maka sungguh saya melihat air menyumber dari jari-jari Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallama.” (HR al-Bukhari)
Manusia Ada Berkahnya?
Ya, Ada. Yakni tetap Allah yang memberi keberkahan. Sebagaimana diabadikan dalam Qur'an:
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ
“... dan Allah menjadikan aku (Isa) seorang yang diberkati di mana saja aku berada...” (Maryam: 31)
Itu kan Nabi. Kalau selain Nabi apa diberi keberkahan? Mau minta berapa dalil soal ini? Berikut Sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam:
«اﻟﺒﺮﻛﺔ ﻣﻊ ﺃﻛﺎﺑﺮﻛﻢ»
"Keberkahan bersama orang-orang tua di antara kalian" (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas)
Jangan-jangan Daif? Silakan cek Silsilah Sahihah No Hadis 1778.
Kesahihan Riwayat Sahabat Bertawasul di Makam Nabi
وَرَوَى اِبْنُ أَبِيْ شَيْبَةَ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ مِنْ رِوَايَةِ أَبِيْ صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ مَالِك الدَّارِيِّ - وَكَانَ خَازِنَ عُمَرَ - قَالَ أَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌ فِيْ زَمَنِ عُمَرَ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ لِأُمَّتِكَ فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَى الرَّجُلَ فِيْ الْمَنَامِ فَقِيْلَ لَهُ اِئْتِ عُمَرَ ... الْحَدِيْثَ.
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hadis dengan SANAD yang SAHIH dari Abi Shaleh Samman, dari Malik al-Dari (Bendahara Umar), ia berkata: Telah terjadi musim kemarau di masa Umar, kemudia ada seorang laki-laki (Bilal bin Haris al-Muzani) ke makam Rasulullah Saw, ia berkata: Ya Rasullah, mintakanlah hujan untuk umatmu, sebab mereka akan binasa.
وَقَدْ رَوَى سَيْفٌ فِي الْفُتُوْحِ أَنَّ الَّذِيْ رَأَى الْمَنَامَ الْمَذْكُورَ هُوَ بِلَالُ بْنُ الْحَارِثِ الْمُزَنِيُّ أَحَدُ الصَّحَابَة
Kemudian Rasulullah datang kepada lelaki tadi dalam mimpinya, beliau berkata: Datangilah Umar…. Saif meriwayatkan dalam kitab al-Futuh lelaki tersebut adalah Bilal bin Haris al-Muzani salah satu Sahabat Rasulullah”. (Ibnu Hajar, Fathul Bari, III/441, dan Ibnu 'Asakir, Tarikh Dimasyqi, 56/489)
Ahli hadis dari Salafi Syekh Albani menilai daif, berikut kata beliau:
مالك الدار غير معروف العدالة والضبط
Malik Ad-Dar tidak dikenal sifat adilnya dan akurasinya (At-Tawassul 1/120)
Anehnya, Syekh Albani menilai Hasan sebuah riwayat yang melalui Malik Ad-Dar ini di kitab At-Tarhib wa Targhib. Bukti kitabnya saya cantumkan di kolom komentar. Beliau memang mengaku tidak tahu siapa Malik Ad-Dar. Anehnya giliran riwayat Tawasul di makam Nabi, beliau menilai daif.
Benarkah beliau tidak diketahui? Berikut penilaian seorang ahli hadis yang bergelar Al-Hafidz, yang tidak belum dimiliki oleh ulama-ulama Salafi:
مالك بن عياض المدني، يعرف بمالك الدار
Malik bin Iyadl Al-Madani, ia dikenal dengan Malik Ad-Dar (Al-Hafidz Adz-Dzahabi, Tarikh Islam, 2/705)
Demikian pula Al-Hafidz Ibnu Hajar, ketika menampilkan cucu Malik Ad-Dar, beliau juga memberi penilaian kakeknya:
يحيى بن عبد الله بن مالك بن عياض الدارمي المعروف جده بمالك الدار مولى عمر
Yahya bin Abdullah bin Malik bin Iyadl Ad-Darimi, yang KAKEKNYA dikenal dengan Malik Ad-Dar, sosok yang dimerdekakan oleh Umar (Lisan Al Mizan, 7/433)
Adakah Ulama Salaf yang bertabarruk ke Makam? Berikut pengakuan Imam al-Bukhari:°
قَالَ فَلَمَّا طَعِنْتُ فِي ثَمَانِيَ عَشَرَةَ وَصَنَّفْتُ كِتَابَ قَضَايَا الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ ثُمَّ صَنَّفْتُ التَّارِيْخَ فِي الْمَدِيْنَةِ عِنْدَ قَبْرِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكُنْتُ أَكْتُبُهُ فِي اللَّيَالِي الْمُقْمِرَةِ
“Ketika saya menginjak usia 18 tahun, saya mengarang kitab himpunan nama sahabat dan tabiin. Kemudian saya mengarang kitab ‘Tarikh’ di Madinah, di dekat makam Nabi Saw, dan saya menulisnya di malam-malam purnama” (Fathul Bari 1/478)
Itu kan tidak secara jelas mengaku bertabarruk? Berikut penjelasan dari pentaqiq kitabnya:
قُلْتُ فَهَذَا مِنْ بَرَكَاتِ جِوَارِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ عَمَّ نَفْعُهُ.
“Saya (Abu al-Wafa’ al-Afghani) katakan: Ini (kitab Bukhari) adalah berkah berada di dekat Nabi Saw, yang manfaat kitabnya telah merata” (pentashih kitab at-Tarikh al-Kabir)
Itu kan penafsiran dia saja? Ya udah, kalau gak mau saya gak maksa.
Begitulah orang Tekstualis. Hanya mau dalil yang sesuai teks. Padahal Dalil ada yang sharih dan istimbath, menggali hukum dalam dalil. Tapi gimana lagi, kalau sudah tidak cocok dengan perkataan Syekhnya meskipun ada istimbath dalil dari para sahabat, ahli hadis, ulama Salaf dan lainnya tetap akan ditolak.
Penulis : KH. Makruf Khozin

