Politik Yang Membutakan Hati Nuranimu - HWMI.or.id

Tuesday, 4 August 2020

Politik Yang Membutakan Hati Nuranimu




POLITIK YANG MEMBUTAKAN NURANIMU

Bantul_Bulan Desember 2020 mendatang, pesta demokrasi berupa Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati akan dilaksanakan dan sudah barang tentu dalam perhelatan politik tersebut, ormas besar Nahdlatul Ulama (NU) akan menjadi primadona untuk menjadi rebutan dalam perolehan suara terbanyak bagi setiap calon itu sendiri.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bantul, menegaskan bahwa ormas besar NU sudah jelas tidak akan ikut politik praktis, karena aturan AD/ART NU bahwa NU berjuang tentang akhlakul karimah dan independen dalam menentukan sikap terhadap setiap pesta demokrasi di Indonesia.

đź’ Dan NU dilarang keras memilih atau ikut berkampanye pada salah satu calon, namun secara pribadinya, boleh-boleh saja warga NU menentukan pilihan dan memang wajib hukumnya untuk memilih calon pemimpin yang mempunyai visi dan misi untuk kesejahteraan warga Nahdliyin, hal ini perlu dilakukan agar pemimpin yang dipilih nanti merupakan pemimpin yang berakhlakul karimah dan sesuai dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Namun tidak di elakkan lagi, politik bisa membutakan nurani bagi siapapun yang memang dalam berpolitik menggunakan sgala cara, tidak terkecuali melakukan kebohongan, kelicikan, propaganda, bahkan kecurangan.

🔺Disinilah hal yang perlu kita perhatikan dalam memilih pemimpin.

đź’ Politik uang rawan akan korupsi
đź’ Mengumbar janji rawan akan kebohongan
đź’ Kelicikan dan kecurangan rawan akan adanya penghianatan kepada amanah rakyat yang dipimpin.
đź’ Dll

Warga Bantul sudah sangat cerdas dalam berpolitik, bisa memilah mana calon pemimpin yang tulus mengayomi rakyat dan mana calon pemimpin yang hanya ingin memanfaatkan rakyat untuk kepentingan dirinya sendiri dan kelompoknya.

Wallahua'lambisshowab

#BantulProjotamansari
#SatuKomandoLawanPolitikBusuk

( Ontoseno )

www.hwmi.or.id

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda