Safari Ramadhan DPC FKPQ Kota Malang: Menguatkan Silaturahmi Guru Al-Qur’an dan Mendorong Digitalisasi LPQ - HWMI.or.id

Saturday, 7 March 2026

Safari Ramadhan DPC FKPQ Kota Malang: Menguatkan Silaturahmi Guru Al-Qur’an dan Mendorong Digitalisasi LPQ

Dokumen: Kepala Kantor Kementrian Agama, Gus Shampton beserta Kasi PD Pontren, Pengurus DPC FKPQ Kota Malang dan Peserta safari Ramadhan di PP Dzinnuha

Malang – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPC FKPQ) Kota Malang kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan di lembaga pendidikan Al-Qur’an (LPQ). Kegiatan yang menjadi agenda rutin tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Pesantren Dzinnuha, Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang.

Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari program khidmat guru Al-Qur’an yang diinisiasi oleh DPC FKPQ Kota Malang. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi antar lembaga pendidikan Al-Qur’an sekaligus memperkuat sinergi para pejuang Al-Qur’an yang selama ini mengabdikan diri dalam mendidik generasi muslim.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan kajian manajemen pengelolaan lembaga berbasis digital. Tema ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi saat ini menuntut setiap lembaga pendidikan untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) sebagai basis dakwah Islam yang berfokus pada pembelajaran Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muslim. Oleh karena itu, keberadaan LPQ tidak hanya harus bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti dinamika masyarakat dan kemajuan teknologi.

Era digital saat ini bahkan dapat dikatakan “memaksa” para ustadz dan ustadzah pengajar Al-Qur’an untuk terus belajar. Adaptasi terhadap teknologi, mulai dari sistem administrasi digital hingga metode pembelajaran modern, menjadi langkah penting agar lembaga pendidikan Al-Qur’an tetap relevan dan diminati generasi muda.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Sampton, memberikan mauidhah hasanah kepada para guru Al-Qur’an yang hadir. Ia menyampaikan pesan tentang makna kesabaran yang sesungguhnya dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Menurutnya, seorang hamba yang sabar bukanlah mereka yang hanya pasif menerima keadaan, melainkan mereka yang tetap berusaha dan bergerak aktif. Ia mencontohkan ketika seseorang diuji dengan sakit, maka ia harus berikhtiar mencari pengobatan. Soal sembuh atau tidak, itu menjadi kehendak Allah SWT.

“Jika seseorang sakit lalu hanya berdiam diri tanpa berusaha mencari pengobatan dengan alasan sabar, maka itu bukan kesabaran, melainkan bentuk keputusasaan,” ujarnya di hadapan para guru Al-Qur’an.

Pesan tersebut juga relevan dengan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Al-Qur’an di era digital saat ini. Berbagai perubahan dan kebijakan terkait digitalisasi lembaga menuntut para guru Al-Qur’an untuk terus belajar dengan sabar dan bersungguh-sungguh dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sikap pasif tanpa upaya untuk belajar dan berbenah justru dapat mengarah pada sikap putus asa.

Motivasi tersebut semakin menguatkan semangat para pejuang Al-Qur’an, terlebih Rasulullah SAW sendiri menyebut para pembelajar dan pengajar Al-Qur’an sebagai manusia terbaik sebagaimana dalam sabdanya:

“Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu,” yang berarti sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Sementara itu, Ketua DPC FKPQ Kota Malang, Ustadz Zain Fuad, menegaskan bahwa tantangan terbesar LPQ saat ini adalah perkembangan teknologi dan tuntutan profesionalisme dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menuntut setiap lembaga untuk tertib administrasi, profesional, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi. Jika lembaga pendidikan Al-Qur’an tidak dikelola dengan baik, maka dikhawatirkan lambat laun akan ditinggalkan oleh generasi muda.

“Bukan karena mereka meninggalkan Al-Qur’annya, tetapi karena mereka meninggalkan lembaga yang memfasilitasi pendidikan Al-Qur’an,” jelasnya.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki banyak pilihan dalam belajar, termasuk melalui lembaga formal maupun berbagai platform teknologi yang menyediakan pembelajaran Al-Qur’an secara digital. Namun, jika pembelajaran hanya mengandalkan teknologi tanpa bimbingan guru, maka ada nilai penting yang bisa hilang, yaitu pendidikan adab dan keteladanan.

Padahal dalam tradisi pendidikan Islam, guru bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi uswah hasanah atau teladan bagi para santri dalam membentuk akhlak dan perilaku sehari-hari.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, DPC FKPQ Kota Malang berharap para guru Al-Qur’an dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat manajemen lembaga, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperluas dakwah pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, menjadi momentum penguatan peran LPQ sebagai pilar penting dalam menjaga dan membangun generasi Qur’ani di era modern.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda