Dalil Suwuk Atau Mantra - HWMI.or.id

Thursday 14 October 2021

Dalil Suwuk Atau Mantra

 

Dalil Suwuk Atau Mantra

Suwuk atau mantra dalam dunia islam adalah bacaan yang dibacakan pada sesuatu bisa air atau benda lainnya, yang diyakini bisa menjadi wasilah terkabulnya permohonan atau doa kepada Allah. Suwuk atau mantra dalam islam biasa dari bacaan Al-Qur’an maupun hadist, bisa berupa dzikir, ayat ayat khusus Al-Qur’an, doa doa. Bahkan yang masyhur dikalangan umat adalah seperti hizib, asma dan lai lain.

Banyak sejarah dan kisah yang menceritakan tentang hikmah dari suwuk, lebih khas lagi di tanah Jawa, sering sekali kita melihat ulama ulama di tanah jawa, kyai kyai, dimintai doa yang kemudian ditiupkan ke air lalu diminum peminta. Hal tersebut sudah turun temurun mulai ulama ulama terdahulu hingga saat ini, dan masih menjadi salah satu cara untuk mencari berkah doa.

Kita bisa tahu di kalangan umat islam di tanah jawa, suwuk menjadi salah satu alternatif obat dan berbagai tujuan lainnya, kita bisa lihat ketika ada orang sakit terus dimintakan air ke orang alim atau waliyullah dengan wasilah tersebut sebagai perantara memohon doa kepada Allah Swt.

Salah satu hikmah dari suwuk tersebut adalah kita bisa tahu sanad sanad ilmu seseorang yang beruntun ke wali wali yang sebelumnya yang menjadi gurunya, karena ilmu seperti suwuk, hizib adalah ilmu yang bisa di dapat dari ijazah mursyid melalui sanad yang baik dan jelas.

Pada dasarnya suwuk memiliki landasan yang kuat dari sabda Nabi Muhammad Saw, namun perlu digaris bawahi, sabda Nabi tentang suwuk tersebut juga sebagai makna pembatas mana suwuk yang boleh dan mana suwuk yang tidak dibolehkan oleh islam, karena pembeda dari ilmu suwuk hanya terletak pada tujuan, bacaan doanya, dan keimanan seseorang yang mengamalkannya.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ قَالَ كُنَّا نَرْقِي فْي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ فَقَالَ اعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ. (رواه مسلم).

Dari Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata kami menekuni mentra pada masa Jahiliyah, lalu kami bertanya, “wahai Rasulallah, bagaimana engkau berpendapat mengenai hal itu?” lalu beliau bersabda, “tunjukkan mantra kalian kepadaku, tidak masalah dengan mantra selama di dalamnya tidak terdapat syirik”. (HR. Muslim)

Sudah jelas, perkara suwuk atau mantra nilainya tetap sebuah doa namun diwasilahkan berkahnya lewat air atau benda lain, bisa juga langsung ditujukan sesuai permohonan kita. Namun kita harus tau batas batas suwuk atau mantra yang boleh dilakukan, yaitu tidak berbau kemusyrikan seperti halnya memohon kepada selain Allah, meyakini yang memberi atau mengabulkan dari bendanya (bukan dari Allah), dan dengan tujuan yang jelek. 

Selama perkara perkara itu terlepas dari suwuk, maka suwuk atau mantra masih memiliki nilai positif dan sesuai dengan aqidah yang benar, bahkan jika bacaan bacaan suwuk atau mantra tersebut berasal dari AL-Qur’an, hadist, atau dzikir, dan digunakan dengan tujuan kebaikan, serta dengan aqidah yang benar, maka hukumnya bisa menjadi sunnah.

Dalam hal ini perlu peran tokoh agama untuk bisa mengontrol dan membimbing arah aqidah seseorang yang memiliki ilmu suwuk atau mantra, agar nilai ajaran agama Islam sesuai jalur yang tidak mengarah kemusyrikan yang menyebabkan seseorang lupa kepada tuhannya.

Semoga kita semua dijauhkan dari kemusyrikan dan selalu mendapat bimbingan dan ridla dari Allah Swt.

Artikel seputar dalil dalil lainnya silahkan kunjungi di www. ldsionline .com

pembaca doa: Mohamad Nurofik Bani KH.Murtadlo Ngemplak Pati Jateng

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda