HWMI.or.id: DAWUH ULAMA
Showing posts with label DAWUH ULAMA. Show all posts
Showing posts with label DAWUH ULAMA. Show all posts

Friday, 10 October 2025

Khidmah pada Guru, Meretas Cinta Meraih Ridla Ilahi

Dokumen : Qiyamullail dalam Kegiatan Pelatihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Selasa-Jumat (7-10 Oktober 2025)

Akhir-akhir ini banyak yang mengkritik pesantren dengan istilah “perbudakan” satu hal, yang Rasulullah sendiri menolak istilah perbudakan dan mengganti istilah abdun menjadi fata kepada mereka yang berkhidmah pada Guru. Dalam tradisi pesantren, khidmah kepada guru atau ulama adalah prinsip fundamental yang menjadi pondasi dalam menuntut ilmu agama. Khidmah bukan sekadar pelayanan fisik, melainkan ekspresi kesungguhan hati, kerendahan diri, serta pengabdian ikhlas sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap guru sebagai pewaris ilmu dan pembimbing spiritual.

Bagi mereka yang tidak pernah mengenyam Pendidikan di pesantren, tentu tidak akan pernah merasakan Pendidikan adab, dan asah ruhani ala pesantren. Pendidikan pesantren memiliki kekhasan meretas hubungan batin guru dan murid. Bagaimana guru pesantren, senantiasa merasa “harus membebani diri” dengan mendoakan murid atau dengan tirakatan demi kesuksesan sang murid. Saya pernah bertanya kepada guru saya dipesantren, “kenapa beliau setiap hari berpuasa?” Beliau menjawab: “guru itu tidak hanya transfer ilmu, dia harus menghantar muridnya mengenal Allah dan kesejatian belajar ilmu. Guru sejati tidak akan pernah berhenti menangis bermohon pada Allah untuk kesuksesan anak muridnya, sebagaimana Rasulullah menganggap umatnya sebagai anaknya yang terus dimintakan keringanan pada Allah.”

Kyai Cholil Bisri Leteh Rembang pernah menyampaikan: “mengajar di pesantren adalah Khidmah pada Allah dan Rasulnya melalui kyai, makanya jangan mencari uang di pesantren. Kalau niat kerja, bekerjalah di luar pesantren.” Ilmu adalah cahaya Allah, ia diajarkan guru dan diambil oleh murid melalui upaya mendekat pada Allah. Dalam upaya mendekat pada Allah dengan meletakkan Hasrat keduniaan itulah yang disebut “Khidmah”.

Di Lirboyo, semua hal yang memberatkan para santri dihindarkan. Hingga untuk menaikkan syahriah atau spp bulanan seribu rupiah saja, harus dirapatkan oleh seluruh Kyai dan lebih sering pada penolakan kenaikan. Maka bandingkan saja biaya sekolah di luar pesantren dengan di Lirboyo atau pesantren salaf lainnya. Dulu saat di pesantren, saya ingat ada yang namanya Kyai Thoha, warung beliau terkenal paling murah, karena beliau senantiasa mengontrol warungnya agar tidak memberatkan para santri. Dipesantren salaf, tidak pernah ditemui pesantren menahan ijasah karena belum bayar sekolah. Bahkan tidak jarang para santri ini kehidupan sehari-harinya ditanggung oleh kyai.

Pengertian Khidmah dalam Ilmu Agama dan Pesantren

Secara terminologis, khidmah berarti “pengabdian” atau “pelayanan.” Dalam konteks pesantren, khidmah adalah kesetiaan santri untuk membantu dan melayani kyai dengan tujuan utama meraih ridha Allah SWT dan keberkahan ilmu. Khidmah mensyaratkan ketulusan hati dan pengorbanan waktu serta tenaga tanpa mengharap imbalan duniawi. Guru (kyai/ulama) dipandang sebagai figur yang memiliki derajat ilmu dan akhlak tinggi, sehingga hubungan khidmah merupakan relasi spiritual dan moral yang sakral di antara murid dan guru.

Bagi guru “Khidmah” adalah upaya mereka memandang murid sebagai anak spiritualnya dan berusaha menjauhkan diri dari hasrat keduniaan. Pesantren bukan industri Pendidikan untuk menghasilkan uang bagi sang kyai. Bahkah kyai lebih sering harus merelakan hartanya untuk kesejahteraan santrinya.

Inilah yang tidak bisa dirasakan orang di luar pesantren, ikatan batin guru dan murid, kadang melebihi orang tua dan anak. Hingga bila para santri melakukan kerja bakti atau lebih dikenal ro-an, untuk membangun pesantren, tempat yang akan mereka gunakan sendiri menjadi kebanggaan dan seolah digunakan dalil para santri bahwa mereka adalah bagian dari kyai dan pesantren.

Khidmah sebagai Adab Ilmiah dan Spiritualitas

Dalam disiplin ilmu agama, khidmah merupakan perwujudan adab seorang penuntut ilmu, yang wajib menempatkan dirinya dalam posisi tawadhu’ (rendah hati) dan ikhlas. Melayani guru dengan sepenuh hati akan membuka pintu keberkahan dan kemudahan dalam menerima ilmu, sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW bahwa jalan menuju ilmu seringkali harus ditempuh dengan pengorbanan dan kesungguhan.

Guru di pesantren bukan hanya pengajar ilmu, tetapi penjaga keilmuan dan moral anak muridnya. Mereka adalah pewaris para nabi dan pembimbing umat dalam persoalan keagamaan. Oleh karena itu, keberlangsungan lembaga pesantren dan kualitas ilmu yang diajarkan sangat bergantung pada spirit khidmah yang dijalankan oleh para santri. Khidmah membentuk karakter santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

Khidmah dalam tinjauan Al-Qur’an dan Hadits

Konsep khidmah didukung secara kuat oleh Al-Qur’an dan Sunnah. Surat Al-Kahfi (18): 60-64 menggambarkan kisah Nabi Musa yang berkhidmah kepada Nabi Khidir dengan penuh kesabaran dan pengabdian. Ini mengajarkan bahwa khidmah adalah proses pembelajaran intensif dengan mengedepankan kesetiaan dan ketulusan.

Selain itu, dalam Surat Al-Mujadilah (58:11), Allah menegaskan akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, memotivasi murid untuk menjunjung tinggi guru yang menjadi perantara ilmu tersebut. Hadits Rasulullah SAW menyatakan, “Barang siapa menempuh jalan menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga” (HR. Muslim), menegaskan pentingnya etika dan sikap dalam menuntut ilmu.

Aktualisasi Khidmah di Pesantren

Tradisi pesantren mengajarkan bahwa khidmah bukan sekadar kewajiban formal, melainkan manifestasi keikhlasan dan cinta antara santri dan kyai. Khidmah meliputi pengabdian dalam segala aspek seperti membantu kebutuhan kyai, menjaga pesantren, belajar dengan disiplin, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh. Studi di berbagai pesantren menunjukkan bahwa hubungan khidmah memperkuat ikatan sosial dan spiritual, membentuk atmosfir belajar yang harmonis dan penuh barakah. Maka bangunan-bangunan pesantren secara tidak langsung adalah monumen cinta santri dan kyai melalui ro-an dan perhatian kyai.

Menurut kajian keislaman di jurnal-jurnal pesantren, khidmah juga mengandung dimensi teologis dan sosial; ia menanamkan rasa tanggung jawab moral murid terhadap kelangsungan dakwah dan ilmu yang diwariskan guru.

Manfaat dan Keutamaan Khidmah Dalam Islam

Khidmah menumbuhkan sifat tawadhu’, kerendahan hati, dan kesabaran yang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Dengan berkhidmah, murid tidak sekadar mendapatkan ilmu, tetapi memperoleh keberkahan, perlindungan, dan istiqamah dalam iman dan amal.

Guru yang menerima khidmah dengan ikhlas akan semakin terpanggil untuk membimbing dengan sepenuh hati. Ini menciptakan siklus berkelanjutan yang memperkokoh tradisi keilmuan dan spiritual di pesantren.

Kesimpulan

Khidmah pada guru atau ulama dalam kajian disiplin ilmu agama dan tradisi pesantren adalah prinsip esensial yang mengikat hubungan spiritual, moral, dan intelektual antara murid dan guru. Khidmah adalah sarana utama untuk meraih keberkahan ilmu dan keberlangsungan dakwah Islam melalui pengabdian sepenuh hati dan keikhlasan.

Melalui khidmah, pesantren membentuk generasi yang mumpuni secara ilmu dan beradab luhur, menjaga tradisi keilmuan yang berakar kuat pada Al-Qur’an, Sunnah, dan ajaran para ulama. Khidmah bukan hanya kewajiban, tetapi jalan menuju kesucian ilmu dan kehidupan yang diridhoi Allah. Hal ini sering tidak dipahami mereka yang terbiasa meretas hubungan guru dan murid secara transaksional. “ane bayar, ajari anakku” “ada uang, kuajari anakmu”. Hal yang sangat jauh berbeda dengan apa yang diajarkan orang-orang pesantren. Wallahu a’lam.

Penulis : KH. Achmad Shampton,S.HI ,M.Ag. (pengasuh PP. Dzinnuha)

Sunday, 27 April 2025

Halal Bihalal MWCNU Lowokwaru: Momentum Konsolidasi dan Peneguhan Komitmen Pengurus

Dokumen : Kyai Zainal Arifin Ketua Tanfidziah MWC NU Lowokwaru saat memberikan sambutan 
Kota Malang - Acara Halal Bihalal Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lowokwaru, Ahad (27/04/2025), menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, KH. Hamid Manan, Rais Syuriah MWCNU Lowokwaru, menegaskan pentingnya Halal Bihalal sebagai momentum konsolidasi dan penguatan komitmen bagi seluruh pengurus dan warga NU.

Dalam sambutannya, Kyai Manan menekankan bahwa pelantikan pengurus NU bukanlah seremoni biasa yang dirayakan dengan kemewahan, melainkan mengandung makna baiat—sumpah suci yang memuat kalam-kalam Allah dan harus diucapkan dengan penuh khidmat.

"Ketika baiat sudah diucapkan, maka di situ ada konsekuensi besar yang harus ditunaikan, yaitu menggerakkan roda organisasi untuk kemaslahatan umat," ujarnya dengan tegas.

Dokumen: Kyai Manan Rais Syuriah MWCNU Lowokwaru beserta pengurus Cabang MWC bersalaman dalam Halal Bi Halal
Menurut Kyai Manan, indikator organisasi yang berjalan dengan baik adalah adanya program-program nyata yang disusun, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan kepada warga Nahdliyyin. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja beberapa bidang dan lembaga di bawah naungan MWCNU Lowokwaru, seperti LP Ma’arif NU, Badan Wakaf NU, dan NU Care-LAZISNU, yang manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

Meski begitu, Kyai Manan mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar. Pekerjaan rumah seperti penyelesaian pembangunan gedung MWCNU, penataan kembali aset-aset NU, serta legalisasi tanah wakaf, mushalla, dan masjid berafiliasi NU masih membutuhkan perhatian serius dan kerja sama seluruh elemen.

Halal Bihalal kali ini, lanjutnya, bukan hanya merajut ukhuwah, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi dan evaluasi untuk memperkokoh langkah organisasi demi keberkahan dan kemaslahatan umat Islam, khususnya warga NU di Kecamatan Lowokwaru.

Monday, 17 March 2025

KH.Maimoen Zubair : Saat Unta Merindukan Rasulullah SAW

Dokumen : KH.Maimoen Zubair
KH Maimoen Zubair sering bercerita, dulu ayahnya Kiai Zubair masih menyaksikan zaman di mana setiap rombongan dari Makkah menuju Madinah, binatang-binatang yang menjadi kendaraan mereka, seperti unta atau keledai berlari kencang tanpa kendali saat mulai melihat kubah hijau yang berada di atas makam Rasulullah. 

Mereka berlari kencang tanpa kendali karena sangat rindu pada Rasulullah SAW.

Fenomena yang luar biasa ini juga diceritakan oleh Imam Ibnu Daiba’ :

ألـم ترها وقد مدت خطاها وسالت من مدامعها سحائب

Tidakkah engkau lihat unta itu semakin cepat langkahnya bercucuran deras dari matanya, bagaikan hujan yang tercurah dari mendung.

فدع جذب الزمام ولا تسقها فقائد شوقها للحي جاذب

Maka biarkanlah, jangan tarik tali kekang dan janganlah kau menggiringnya karena yang menariknya adalah kerinduan pada Nabi Muhammad

فهم طربا كمـاهامت والاَّ فانَّكَ فِـى طريقِ الـحبِّ كاذب

Luapkanlah rasa cintamu sebagaimana yang dilakukan unta dan jika tidak maka cintamu pada Nabi adalah dusta

اَما هذا العقيق بدا وهذى قِبابُ الحيِّ لاحتْ والـمضارب

Perhatikan, kota akiq telah nampak dan inilah kubah Nabi yang terang cahayanya

وتلك القبة الخضراء فـيها نبي نوره يجلو الغياهــب

Dan itulah kubah yg hijau dan Nabi bermakam di sana. Seorang Nabi yang cahayanya menerangi kegelapan.

Mbah Moen menjelaskan, sekarang banyak orang yang tertipu dengan amalnya (mungkin karena kebodohannya), saat mereka masuk ke Kota Madinah, mereka tak berniat ziarah ke makam Nabi Muhammad sebagai tujuan utama. Namun mereka ke Kota Nabi hanya untuk melaksanakan salat arba’in (Jamaah 40 waktu) atau beribadah di Raudhah.

Mbah Moen memberikan nasihat agar umat Islam berziarah ke makam Rasulullah untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau serta mengenang kebaikan dan perjuangan beliau menyebarkan Islam.

Imam an-Nawawi dalam Matn al 'Idlah fi al Manasik mengatakan bahwa ziarah ke makam Rasulullah SAW tergolong hal terpenting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan termasuk usaha paling sukses (baik).

Dalam sebuah hadits Nabi bersabda :

مَنْ زَارَني بَعْدَ وَفَاتِي فَكَأَنَّمَا زَارَتي فِي حَيَاتِي.

Artinya: "Barang siapa menziarahi aku sepeninggalanku nanti, seakan-akan ia menziarahi aku saat aku masih hidup." (HR at-Thabrani dan ad-Daruquthni)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda : 

من جاء ني زائرا لا يعمله حاجة الا زيارتي كان حقا علي ان اكون له شفيعا يوم القيامة

Artinya: "Barang siapa datang hanya untuk menziarahi aku, niscaya aku punya hak atas Allah sebagai pemberi syafaat untuknya. " (HR at-Thabrani)

اللهم ارزقنا في الدنيا زيارته وفي الآخرة شفاعته ولاتحرمنا في الجنان رؤيته......آمين

Sumber : Akun FB Adam Idris Nuh

Tuesday, 23 January 2024

4 Permintaan Pada Allah SWT

Nasihat Mbah Moen

Jangan minta banyak-banyak sama Allah, cukup 4 saja.

1. Mintalah Kenikmatan Hidup,
2. Mintalah Rezeki yang Berlimpah Barakah,
3. Mintalah Keluarga Damai, Tenteram dan Sejahtera,
4. Mintalah Keberuntungan Hidup di Dunia dan Akhirat.
- Mbah Moen -

#HWMI

Monday, 4 September 2023

Hakim itu Harus Benar tapi Boleh Salah

KH.Afifuddin Muhajir

Sebagai manusia ma'shum, Rusulullah shallallahu alaihi wasallam pasti benar di dalam memutuskan perkara yakni pasti sesuai dengan aturan syari'at. Tapi pihak yang diputuskan menang oleh beliau belum tentu merupakan orang yang benar-benar berhak untuk menang. Nabi menyatakan sendiri tentang soal ini melalui sabdanya:

إنما أنا بشر، وإنكم تختصمون إلي، ولعل بعضكم أن يكون ألحن بحجته من بعض وأقضي له على نحو ما أسمع، فمن قضيت له من حق أخيه شيئا فلا يأخذه، فإنما أقطع له قطعة من النار. رواه البخاري

Aku ini seorang manusia. Kalian datang dengan membawa perkara kepadaku. Boleh jadi sebagian dari kalian lebih lihai menyampaikan argumentasinya dari sebagian yang lain dan aku memutuskan perkara sesuai dengan apa (argumentasi) yang aku dengar. Maka kalau putusanku berpihak kepada seseorang dengan memberikan hak orang lain kepadanya, janganlah ia mengambilnya. Karena sebenarnya aku memberikan sepotong api neraka kepadanya.

(HR. Bukhari)


- KH. Afifuddin Muhajir -

Thursday, 13 July 2023

KH. Ubaidillah Shodaqoh

 


Diijabahi atau dikabulkan do’a yg kita panjatkan adalah no 2.
Do’a adalah pengakuan kelemahan dan kebutuhan manusia sebagai hamba kepada Alloh swt, bahwa kita tidak memiliki daya dan kemampuan apapun kecuali billah, minalloh. Dengan demikian rakhmat Alloh akan menyelimuti kita.

selalu bersyukur setiap saat dalam hidup

 "Hidup ini seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama dua kali, karena air yang mengalir tidak akan pernah kembali. Jadi nikmatilah dengan cara selalu bersyukur setiap saat dalam hidup


"


-Habib Umar bin Hafidz

Wednesday, 12 July 2023

Hakikat Keselarasan Ikhtiar dan Tawakkal. Habib Luthfi bin Yahya

Tawakkal atau pasrah, dalam kitab Jami’ul Ushul al-Auliya’ terbagi menjadi tiga, yaitu tawakkalnya orang awam, tawakkalnya orang khawash dan tawakkalnya orang yang khawashil khawash. Tentu ketiganya memiliki perbedaan.


Pertama, tingkatan tawakkalnya orang awam itu mengharapkan pertolongan Allah Swt. Berbeda dengan tawakkalnya orang khawash yang senantiasa pasrah kepada Allah Swt. bukan hanya ketika ada keperluan saja. Karena pada hakikatnya penggunaan kalimat tawakkal jika kita tidak paham tauhid serta keyakinan kita sendiri tidak tertata, maka khawatir mendekati kesyirikan.


Contohnya jika kita mengatakan kalimat, “kalau tidak ikhtiar ya mati” atau “kalau tidak ikhtiar ya tidak makan.”


Lalu apakah yang memberi makan dan memberi kesembuhan itu karena ikhtiar kita?


Sejatinya, ikhtiar adalah mentaati perintahnya Allah. Demikian pula, ikhtiar bukanlah Tuhan. Ikhtiar hanyalah untuk menunjukkan kelemahan kita. Bahwa apa yang kita miliki dan yang tidak kita miliki adalah milik Allah Swt.


KH. Yahya Cholil Staquf

Karena ini adalah NU, apapun juga adalah organisasi yang mengikuti ajaran-ajaran ulama. Maka satu-satunya yang layak untuk diperjuangkan oleh NU ini adalah kemuliaan, masa depan umat manusia.


KH. Yahya  Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU) 



Gampanglah Berterima Kasih KH Abdul Ghofur Maimoen

 Gampanglah berterima kasih. Sekecil apapun kita harus mencoba berterima kasih, karena terima kasih menjadikan kita bahagia.

KH Abdul Ghofur Maimoen (Rais Syuriyah PBNU) 



KH Abdul Ghofur Maimoen

Rais Syuriyah PBNU

NU Wadah Yang Tepat Bagi Generasi Penerus Bangsa

 Pendakwah milenial Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam mengatakan, setiap manusia yang hidup di dunia itu sama, namun yang membedakan adalah kualitas. Dan kualitas ini bergantung pada wadahnya. Oleh karena itu, generasi saat ini perlu wadah yang tepat untuk berproses.


Pengasuh Majelis Taklim Sabilu Taubah, Pondok Pesantren Mambaul Hikam II itu menyebutkan, Badan Otonom (Banom) NU adalah wadah yang tepat bagi generasi muda saat ini. Sebab, ketika pelajar atau pemuda berkumpul dalam wadah di bawah naungan NU, insyaallah akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah terjaga.


“Sehingga akhirnya ia mampu menjadi generasi muda penerus bangsa yang cinta dengan tanah airnya,” ungkap Gus Iqdam.


Menurutnya, saat ini banyak orang tua yang tidak terlalu peduli dengan pergaulan anak, bahkan sanad keilmuan dari guru atau sekolahnya. Sehingga anak terjerumus dalam aliran radikal bahkan tidak mau mendoakan kedua orang tua setelah ia lulus.



#HubbuWathonMinalIman #NahdlatulUlama  #IslamNusantara #MediaDakwahOnline #ulamanusantara #rindu #sufi #gusbaha #guskautsar #ngajigusbaha #sabilutaubah #santri #cinta #viral #kontendakwah

Gus Kautsar : Ingatkan Orang Alim Juga Harus Populer

 Seiring dengan perkembangan zaman, orang alim sudah selayaknya juga terkenal. Penegasan tersebut disampaikan KH Muhammad Abdurrahman al-Kautsar atau Gus Kautsar dari Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.


Apalagi saat ini masyarakat lebih akrab mencari sumber pengetahuan agama lewat tayangan di internet. Pada saat yang sama, mereka yang memiliki popularitas tinggi juga memiliki nilai lebih karena warganet kerap menjadikannya sebagai labuhan pengetahuan.


“Jika kalian semua sebagai santri yang setiap hari acaranya ngaji, tapi tidak bisa populer karena ilmunya, atau karena merasa ilmunya tidak pantas, merasa kurang mumpuni, maka siapa yang akan mengerti tentang kebenaran, sementara hal-hal yang bersifat kebenaran itu berada di tangan kalian,” katanya dalam tayangan YouTube.

Pangkas Kemaksiatan di Kalangan Muda

Pergaulan anak muda saat ini semakin membuat prihatin. Untuk itu, KH Reza Ahmad Zahid, Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo, Kediri menegaskan seluruh sekolah harus memiliki pendidikan agama dan akhlak yang baik.


"Kalangan muda harus diperkuat dengan pendidikan agama dan akhlak di sekolah-sekolah. Sehingga dengan demikian mereka akan terjaga akhlaknya," 


Gus Reza mengungkap dengan ilmu agama tentu keilmuannya akan terjaga.



#hubbuWathonminalIman #nahdlatululama #islamnusantara #mediadakwahonline #ulamanusantara #rindu #pbnu #habibluthfi #gusyahya #gusyusuf #sufi #gusbaha #guskautsar #ngajigusbaha #gusiqdam #sabilutaubah #santri #cinta #viral #kontendakwah #rindu  #sholawat #elingpusat #nderekpusat

KH. HUSEIN MUHAMMAD -

 Hidup ini akan terasa damai dan indah manakala manusia saling bicara jujur dan santun, saling mengasihi, berbaik sangka dan membantu yang lemah dan tulus. 


- KH. HUSEIN MUHAMMAD - 


=======================


KH Marzuki Mustamar

 Jangan kecewa, jangan menangis, jangan marah dengan peristiwa yang terkadang tidak enak dirasakan, maka ambillah itu sebagai hikmah-Nya mungkin membuat kita mengenal lebih dekat kepada Allah SWT. 


KH Marzuki Mustamar


KH. Ubaidillah Shodaqoh


 Dunia ini terlalu singkat untuk dinikmati juga untuk menderita secara dhohir. Bersyukurlah dalam segala keadaan bagaimana karena syukur dapat mendatangkan kebahagiaan  bi rakhmatillah

KH. Ubaidillah Shodaqoh

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah

Keutamaan sholawat kepada Nabi ﷺ


 Keutamaan sholawat kepada Nabi ﷺ

قال ﷺ : (كل الأعمال منها المقبول و المردود إلا الصلاة علي فإنها مقبول فير مردود )

Rasulullah ﷺ bersabda: (Setiap amal ada yg di terima dan ada yg di tolak, kecuali bershalawat kepadaku. Maka sholawat tersebut di terima tanpa di tolak)


Jangan lupa Shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. 


يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق⁣

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh.

Aamiin.