HWMI.or.id: Quotes
Showing posts with label Quotes. Show all posts
Showing posts with label Quotes. Show all posts

Sunday, 1 February 2026

Menjaga Cahaya

Al Imam Asy Syafii (150--204 H.) merupakan salah satu simbol kecerdasan. Ia berhasil menghafalkan Al Quran di usianya yang ketujuh. Ketika ia mendengar keagungan Imam Malik, ia ingin mempelajari kitab karyanya, Al Muwaththa'. Ia meminjam kitab tersebut dan berhasil menghafalnya dalam 9 malam, sebelum di kemudian hari ia berangkat ke Madinah untuk ngaji langsung kepada pengarangnya.

Setelah di Madinah, ia mendapatkan pesan Yang sangat berharga dari Imam Malik, yakni meninggalkan maksiat agar cahaya dalam hati tidak padam, "Saya melihat Gusti Allah SWT. telah menancapkan cahaya dalam hatimu. Maka, jangan engkau matikan itu dengan gelapnya maksiat. Suatu saat nanti engkau akan memiliki peran begitu penting."

Tahun 184 dan tahun 195 ia ke Baghdad. Di sini, ia bertemu dengan guru-guru yang lain. Yang paling terkenal dan berpengaruh adalah Muhammad Hasan, murid Imam Abu Hanifah nomer wahid saat itu, yakni setelah wafatnya Abu Yusuf. Menurut berbagai sumber, ia juga bertemu dengan Imam Waki' bin Al Jarrah Ar Ru'asiyy. 

Baghdad adalah kota metropolitan dengan segala paradoknya. Di sana ada nilai-nilai spiritual dan juga godaan-godaan material. Ada kekuasaan dan juga ada kezuhudan. Ada keilmuan, tapi juga Ada kebodohan-kebodohan yang terlembagakan.

Di sini, Imam Syafii tertantang untuk mengasah keilmuannya hingga menjadi imam besar di kemudian hari. Akan tetapi, Ada sisi lain di kota ini yang ia tuangkan dalam dua bait syair yang terkenal. Ia merasa bahwa di kota ini ketajaman hafalannya tak lagi seperti dahulu. Mungkin, jika ia menghafalkan Muwatha' sekarang, dan di kota ini, ia tak akan menyelesailannya dengan cepat.

Ia pun matur kepada gurunya, Imam Waki', perihal menurunnya kekuatan hafalannya. Jawabannya mirip dengan apa yang dahulu dipesankan oleh Imam Malik. Ada cahaya dalam hati yang membuatnya gampang menerima ilmu-ilmu yang juga bercahaya. Jaga cahaya hati, maka cahaya ilmu akan senang bersemayam di sana.

شكوت الى وكيع سوء حفظي فأرشدني إلى ترك 

المعاصي

وأخبرني بأن العلم نور ونور الله لا يهدى لعاصي

Saya mengadu kepada Waki' perihal buruknya hafalanku. Maka, ia memberi arahan kepadaku agar meninggalkan maksiat. Ia juga mengabarkan bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Semoga hati kita semua bercahaya. Semoga kita semua dijauhkan dari Maksiat.

Keterangan foto:

Alhamdulillah saged ndereake dawuh Simbah Yai Anwar Manshur dan Gus Atha' Lirboyo. Duduk ditemani Gus Ya'lu. Maturnuwun sanget.

Penulis :

KH. Gus Abdul Ghofur Maimoen


Sunday, 18 May 2025

Benarkah Tipu Daya Perempuan Lebih Besar daripada Setan?

Benarkah Tipu Daya Perempuan Lebih Besar daripada Setan?

Perbandingan antara “tipu daya perempuan itu besar” dan “tipu daya setan itu lemah” sering jadi materi ceramah populer. Beberapa ustaz bahkan berkata lantang: “Ini kata Allah dalam al-Qur’an!” Padahal, kalau kita telaah dengan jernih, pemahaman seperti itu tidak tepat. Bahkan bisa menyesatkan jika dijadikan dalih untuk menyalahkan perempuan sebagai sumber godaan, seolah lebih berbahaya dari setan.

Mari kita bedah perlahan.

1. “Sesungguhnya tipu daya kalian (perempuan) sangat besar” — QS. Yusuf: 28

Ayat ini muncul dalam kisah Nabi Yusuf dan istri al-‘Aziz (Zulaikha). Tapi perlu dicatat: kalimat itu bukan ucapan Allah, melainkan komentar suami Zulaikha. Artinya, ini bagian dari narasi kisah, bukan prinsip hukum. Yang disebut “tipu daya besar” di situ adalah skenario Zulaikha yang mencoba menyalahkan Yusuf. Dan Al-Aziz tahu Yusuf tak bersalah. Jadi, bukan karena perempuan itu secara kodrati penggoda.

2. “Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah” — QS. An-Nisa’: 76

Nah, yang ini baru firman langsung dari Allah. Disebut dalam konteks perang antara kebenaran dan kebatilan. Maksudnya jelas: meskipun setan adalah musuh utama, Allah memberi manusia bekal iman dan takwa untuk menghadapinya. Jadi bukan berarti setan tak berbahaya, tapi manusia diberi kekuatan untuk menang.

Apakah ini berarti tipu daya perempuan lebih besar dari setan?

Tentu tidak. Jangan comot dua ayat berbeda konteks lalu disandingkan seenaknya. QS. Yusuf:28 adalah ucapan manusia dalam situasi emosional. QS. An-Nisa:76 adalah prinsip teologis. Dan tak satu pun ayat Al-Qur’an pernah membandingkan secara langsung mana godaan yang lebih besar.

Untuk para ustaz, berhentilah menistakan perempuan pakai potongan ayat tanpa paham konteks. Salah konteks ini jadi bikin salah paham jamaah.

Untuk para cowok, jangan salahkan godaan cewek atau setan kalau kamunya memang yang lemah dan rapuh. 

Dan untuk para cewek, tahu kok…godaan belanja di Shopee memang lebih bikin bergairah daripada godaan kami para cowok.

Tabik,

Penulis : Nadirsyah Hosen

Friday, 11 April 2025

Membentuk Rumah Tangga Sakinah, Mawaddah, Warahmah (Resep dari Abah Sukri)

Dokumen : Perwakilan SMA Surya Buana Malang sholaturohim di rumah Bu Elok, Banyuwangi Jum'at (11/04/2025)
Dalam membina rumah tangga, ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar memperoleh karunia keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Tiga hal ini harus saling dipahami oleh kedua pasangan dan tentu saja dijalankan bersama.

Ketiganya terangkum dalam konsep “Tiga On”:

1. Pawon

Dalam berumah tangga, hal pertama yang harus diperhatikan adalah urusan pawon atau dapur.

Dapur sangat penting sebagai tempat memasak dan menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi keluarga.

Suami dan istri harus saling memahami perannya: ada yang bekerja mencari nafkah, ada pula yang mengelola hasil kerja tersebut untuk memasak makanan.

Yang paling penting, pastikan sumber rezeki yang digunakan berasal dari yang halal.

Abah Sukri mengingatkan, awal mula perselingkuhan bisa saja terjadi karena suami tidak menikmati masakan istrinya. Akhirnya, ia justru lebih menikmati masakan di luar rumah di warung, misalnya. Dari sanalah bisikan setan muncul: tresno jalaran saka kulino (cinta tumbuh karena terbiasa).

Jangan sampai “mencicipi” masakan orang lain.

Jika ditanya, “Masakan paling enak itu masakan siapa?” Jawab tegas Abah Sukri, “Masakan istri!”

Maka, jangan menolak saat istri mengajak makan bersama, walau mungkin sebelumnya sudah makan di tempat kerja atau bersama teman.

Siapa pun yang bekerja baik suami maupun istri harus ada yang mengambil peran sebagai juru masak.

Agar apa yang dimakan membawa berkah dan memberi dampak baik bagi kelangsungan rumah tangga.

Dalam pawon, enak tidaknya masakan menjadi rahasia rasa dalam rumah tangga. Artinya, dalam rumah tangga pun harus bisa saling menjaga rahasia.

2. Kelon

Dalam rumah tangga, jangan sampai melupakan kelon. Semua sudah balig; hubungan suami istri harus dilandasi rasa saling memuaskan. Jangan sampai ada yang mencari kepuasan dari orang lain.

Hubungan suami istri dapat menjadi penyemangat dalam bekerja dan berkontribusi terhadap kelestarian rumah tangga.

Mengabaikan kelon bisa membuka celah munculnya godaan dari luar.

Tujuan dari kelon juga untuk melestarikan rumah tangga, termasuk dalam merencanakan keturunan.

Suami istri perlu mengetahui waktu-waktu subur agar cepat dikaruniai anak.

Dalam kelon pun harus ada takon (komunikasi), agar tercipta keterbukaan dan saling pengertian.

3. Takon

Komunikasi dalam rumah tangga sangat penting. Dengan takon yang baik, bangunan rumah tangga akan kokoh dan terhindar dari kesalahpahaman.

Selain Tiga On, Abah Sukri juga memberikan satu “jimat” yang bisa memperkuat rumah tangga sakinah, yaitu: Lengo Kayu Gapuk

Lengo

Jika satu pasangan sedang memandang tajam (menteleng), yang lain harus bisa mengalihkan pandangan.

Kalau dua-duanya menteleng, bisa timbul pertengkaran. Maka, harus ada yang mengalah.

Kayu

Jika satu marah (duko), yang lain harus bisa tersenyum.

Marah bisa diekspresikan dalam berbagai cara. Karena itu, salah satu pasangan harus mampu memahami dan menahan diri agar tidak ikut larut dalam amarah.

Gapuk

Kalau satu malas (wegah), yang lain harus bisa memberi semangat (ngepuk-ngepuk).

Dalam rumah tangga, terkadang muncul rasa jenuh. Maka, pasangan harus saling memotivasi agar semuanya tetap berjalan baik dan cita-cita rumah tangga tercapai.

Ilmu yang disampaikan Abah Sukri saat silaturahmi dan memberikan nasihat kepada calon pengantin ini mungkin tidak tertulis langsung dalam Al-Qur’an atau Sunnah, tetapi nilai-nilainya bisa direalisasikan dalam bentuk amaliah yang insyaallah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Saturday, 18 May 2024

Perubahan yang di Damba Rasulullah


Perubahan, bagian sunnatullah. Awalnya, kita dilahirkan, balita, remaja, dewasa dan akhirnya menua. 

Dalam setiap langkah dan aktitifitas kita, perubahan demi perubahan akan menyertai. Justru jika tidak ada perubahan kearah yg lebih baik, termasuk orang yang merugi.

Begitupula kondisi setiap pribadi seseorang, akan mengalami perubahan, gejolak-gejolak akan terus terjadi menanggapi setiap perubahan. 

Sebagaimana hadits berikut ini:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ. وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ  

Artinya :

Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka) (HR Al-Hakim).

Perubahan demi perubahan tetap menjadi bagian yang tak terelakkan, tinggal bagaimana kita mengambil peran dalam perubahan itu sendiri.

Namun perubahan yang diharapakan oleh Rasulullah saw adalah perubahan yang membawa keberuntungan, perubahan yang membawa peningkatan kualitas amal kebaikan (ibadah) yang kita lakukan. Karena sejatinya manusia diciptakan di dunia ini tiada lain untuk beribadah kepada-Nya. 

Monday, 1 April 2024

Keberkahan Waktu Pagi

Dokumen : Membiasakan anak-anak berktifitas Pagi hari agar kelak terbiasa sampai dewasanya

Waktu pagi merupakan waktu yang berkah, hidup yang membawa kenerkahan adalah hidup yang senantiasa membawa kebaikan, dan kebaikannya cederung bertambah, dan mampu dirasakan kemashlahatanya bagi dirinya maupun orang lain. 

keberkahan waktu pagi, khususnya dalam mengawali aktifitas disebut oleh Allah swt pada salah satu firman-Nya. 

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقَاعِدَ لِلْقِتَالِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang." (QS Ali Imran [3]: 121)

Waktu pagi adalah momen paling berkah yang apabila seorang melewatkannya begitu saja maka ia akan kehilangan banyak kebaikan. 

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallhu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua rakaat sholat Fajar (sebelum Subuh) lebih baik dari pada dunia dan seisinya." (HR Muslim)

Ketika Rasulullah pulang sholat Shubuh dari Masjid Nabawi, beliau menasihati putrinya Fathimah Az-Zahra radhiyallahu 'anha. 

Beliau bersabda: "Wahai anakku, bangunlah. Saksikanlah rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari." (HR Imam Ahmad dan Al-Baihaqi)

Rasulullah SAW sangat menaruh perhatian di waktu pagi hingga beliau memanjatkan doa kepada Allah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."

Waktu pagi, waktu yang menggoda untuk merebahkan anggota badan, tidur, bermalas-malasan. Apalagi momen puasa Ramadhan, waktu pagi seakan menjadi waktu yang tepat untuk "balas dendam " karena malamnya habis untuk beribadah. 

Aktifitas apapun itu, semoga kita semua dalam kehidupan kita senantiasa diliputi keberkahan kemaslahatan bagi sesama Makhluq-Nya. Amiin

Allohu A'lam

Monday, 29 January 2024

Dawuh Gus Mus

 
"Urusan NU itu memperbaiki kinerja, memenangkan Indonesia bukan memenangkan Capres."

(Disampaikan dalam tausiyah Pembukaan Konbes NU, Halaqah Nasional dan Harlah ke-101 NU di Yogyakarta.

- KH. Ahmad Musthofa Bisri -
(Mustasyar PBNU)

Wednesday, 6 December 2023

Semut Hitam dan Semut Murah, Goncangan

Jika kamu masukkan sekumpulan semut merah dan sekumpulan semut hitam kedalam satu tabung kaca, maka semut-semut itu tidak akan saling menyerang.

Akan tetapi, jika ada seorang menggoncang tabung kaca itu, maka semut-semut itu mulai saling menyerang. 

Semut hitam mengira goncangan tersebut adalah perbuatan semut merah. Sebaliknya, semut merah mengira goncangan tersebut adalah perbuatan semut hitam. Terjadilah perkelahian massal didalam tabung kaca tersebut. 

Semut merah menggigit semut hitam. Semut hitam menggigit semut merah. Brutal dan mematikan. Mereka tidak sadar bahwa goncangan tersebut adalah ulah pihak ketiga.

Hal mengerikan seperti itu juga sering terjadi pada manusia. Adanya goncangan dari pihak ketiga, terkadang dapat membuat dua pihak yang awalnya hidup damai menjadi bermusuhan.

- Kang Saiful Anwar -

Saturday, 22 July 2023

Gus Iqdam

Jangan mudah menyerah pada mimpi-mimpi kita. Kita harus berusaha keras dan berdoa kepada Alloh. Karena Alloh tidak menyia-nyiakan usaha kita yang ikhlas (Gus Iqdam)

#hubbuWathonminalIman #nahdlatululama   #ngopi #santrisalaf #santrihits  #sholawat #azzahir  #mediadakwahonline #pecintaulama #ulamanusantara #rindu  #habibluthfi #gusyahya #gusyusuf #sufi #gusbaha #guskautsar  #gusiqdam #sabilutaubah #santri #cinta #viral #kontendakwah #rindu  #elingpusat #nderekpusat #dawuhpusat #dawuhulama #dawuhguru #dawuhkyai