Viral Video Dosen UIN Jakarta Suruh Anggota NU Pindah ke Muhammadiyah, Begini Komentar Menag Gus Yaqut - HWMI.or.id

Tuesday 2 November 2021

Viral Video Dosen UIN Jakarta Suruh Anggota NU Pindah ke Muhammadiyah, Begini Komentar Menag Gus Yaqut

Viral Video Dosen UIN Jakarta Suruh Anggota NU Pindah Ke Muhammadiyah, Begini Komentar Menag Yaqut

Dikutip dari dakwahnu.id, Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas memberikan komentar atas viralnya sebuah video yang menayangkan seorang dosen bernama Zubair yang menyuruh mahasiswanya pindah dari NU ke Muhammadiyah.

“DM dong namanya, pengen kenal,” tulis Gus Yaqut dalam kolom komentar.

Seorang mahasiswa UIN Jakarta, Vinanda Febriani di akun facebooknya pun langsung mereply komen Gus Yaqut tersebut. “whahah siyap Gus”, balas Vinanda.

Ia protes atas pernyataan Zubair tersebut. Menurut Vinanda, beliau itu dosen, seharusnya bisa lebih terpelajar.

“Harusnya membandingkan sesuatu yang fair dong! Dosen kok provokatif banget!!” ujar Vinanda.

Namun, sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama atas video viral tersebut.

Diketahui, belakangan ini netizen dihebohkan oleh sebuah video yang menayangkan perkuliahan online di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta. Terlihat seorang dosen bernama Zubair yang tampak sedang mengajar menyuruh mahasiswanya pindah dari NU ke Muhammadiyah. Namun, Zubair akhirnya minta maaf atas pernyataannya tersebut.

“Assalamualaikum wr wb. Dengan segala kerendahan hati, Saya Zubair dosen Studi Islam memohon maaf kepada semua pihak atas potongan video Saya yg mencontohkan teologi Asy’ariyah dan menyebut ormas MU dan NU. terkhusus saudaraku dari Nahdliyin, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Ini kejadiannya dalam kelas kuliah Studi Islam sebagai tempat mengekspresikan kebebasan akademik,” demikian bunyi permintaan maaf dari Zubair dikutip FixJakarta.com, Selasa (2/11/21).

“Maksud saya sama sekali bukan untuk menyinggung perasaan, tetapi cara saya mengajak mahasiswa berpikir kritis. Mohon maaf jika metode saya kurang bijak. Terima kasih, demikian klarifikasi dan permohonan maaf saya. Wassalam,” imbuhnya.

Dalam tayangan video tersebut Zubair mengatakan bahwa teologi asy’airyah yang dianut NU tidak produktif, tidak progresif, tidak inovatif dan kreatif.

Menurutnya, akidah Asy’ariyah itu harus ditinggalkan, sebab tidak produktif, tidak progresif, tidak inovatif dan kreatif, bikin orang bodoh, bikin orang terbelakang, itulah Asy’ari. Makanya NU gak maju-maju itu karena dia Asy’ari terlalu kuat. Sedangkan, Muhammadiyah maju dia karena berkemajuan.

“Kalian yang anggota NU pindah ke Muhammadiyah sajalah kalau mau maju. Muhammadiyah bangun rumah sakit banyak sekali, bangun Universitas banyak sekali. NU merasa paling NKRI taoi gak ada dia bangun kampus di tengah-tengah orang Kristen. Muhammadiyah ada dia bangun universitas di Maluku, Ambon, di NTT bahkan di Papua banyak universitasnya,” jelasnya.

“Sekolah Muhammadiyah banyak di Papua dari TK sampai perguruan tinggi ada. Yang paling NKRI itu dari segi partisipasi bagi bangsa itu, Muhammadiyah lebih maju, meskipun dia banyak Asy’ariyah-nya. NU masih mau ber-Nusantara ria, budaya-budaya itu dihidupkan, gimana mau maju, terikat sama budaya tradisional mulu, jadinya sarungan terus,” tambah Zubair dalam tayangan video yang beredar tersebut.

(Hwmi Online)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda