![]() |
| Dokumen : PCNU Kota Malang memberikan santunan dan Takziyah di rumah duka, sahabat Pitono |
Rombongan panitia membesuk tiga sahabat yang terdampak musibah saat menjalankan tugas pelayanan, yaitu Sahabat Banser Abdulrahman, Sahabat Banser Pitono, dan Sahabati Ibu Waras, seorang terapis dari tim kesehatan panitia.
![]() |
| Dokumen : Kunjungan panitia dan PCNU Kota Malang pada sahabati Ibu Waras |
Kunjungan dan Santunan untuk Korban Sakit dan Duka
Kunjungan pertama dilakukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk membesuk Sahabat Abdulrahman, anggota Banser Dau, yang mengalami serangan jantung saat bertugas dan masih dirawat di ruang ICU. Rombongan juga menyerahkan santunan dan doa kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas NU.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan takziah ke rumah duka Sahabat Banser Pitono di Desa Selokerto, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pitono wafat saat menjalankan tugas pengamanan kegiatan Mujahadah Kubro. Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.
Menjenguk Sahabati Ibu Waras di Pasuruan
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Kedawung Wetan, Kabupaten Pasuruan, untuk membesuk Sahabati Ibu Waras, seorang terapis dari tim kesehatan panitia yang mengalami kecelakaan terjatuh dari tangga di Kantor PCNU Kota Malang saat bertugas melayani para tamu Mujahadah Kubro. Dalam kunjungan itu, panitia juga menyampaikan “titipan salam” dari PCNU Kota Malang dan rekan-rekan terapis, sekaligus memberikan dukungan moril.
Pengurus PCNU dan Panitia Hadir dalam Rombongan
Rombongan dipimpin oleh Ketua Panitia Lokal Gus Edi Hidayatullah, didampingi sejumlah tokoh NU, di antaranya KH. Isroqunnajah (Ketua Tanfidziyah), Prof. KH. Muhtadi Ridwan (Rois Syuriyah), Prof. KH. Faisol Fatawi (Sekretaris), Junaidi, serta Gus Irul Happy (Bendahara) dan jajaran panitia lainnya.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar NU Kota Malang terhadap para kader dan relawan yang telah mengorbankan tenaga bahkan nyawa demi suksesnya peringatan satu abad NU. (Heru)

