HWMI.or.id: KHUTBAH
Showing posts with label KHUTBAH. Show all posts
Showing posts with label KHUTBAH. Show all posts

Monday, 17 July 2023

Inilah Doa Akhir dan Awal Tahun Lengkap Arab Latin dan Terjemahnya.

 Dalam kitab yang berisi kumpulan doa, Maslakul Akhyar, karya Mufti Jakarta abad ke-19-20 M Habib Utsman bin Yahya memasukkan doa awal dan akhir tahun. Pada kesempatan ini, kami akan mengutip doa akhir tahun terlebih dahulu yang kemudian disusul dengan doa awal tahun.

Doa Akhir Tahun

Doa akhir tahun yang dianjurkan Rasulullah SAW, ini dibaca sebanyak 3 kali sebelum maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ



Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.


Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah

Doa Awal Tahun

Setelah doa akhir tahun dibacakan, kemudian membaca doa awal tahun. Berikut ini adalah doa awal tahun yang dibaca dengan harapan Allah menganugerahkan rahmat, lindungan, kesehatan, keharmonisan, keselamatan, kelapangan rezeki, jodoh, karir, wafat husnul khatimah, dan berbagai kebaikan lainnya.

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ



Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.


Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”


Dilansir dari NU Online, doa awal tahun ini dibaca sebanyak 3 kali dalam rangka menyambut tahun baru. Tentu, dengan dibacakannya doa tersebut kita berharap anugerah dan kemurahan Allah untuk kita pada tahun baru ke depan. Wallahu a’lam.

Wednesday, 12 July 2023

NU Wadah Yang Tepat Bagi Generasi Penerus Bangsa

 Pendakwah milenial Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam mengatakan, setiap manusia yang hidup di dunia itu sama, namun yang membedakan adalah kualitas. Dan kualitas ini bergantung pada wadahnya. Oleh karena itu, generasi saat ini perlu wadah yang tepat untuk berproses.


Pengasuh Majelis Taklim Sabilu Taubah, Pondok Pesantren Mambaul Hikam II itu menyebutkan, Badan Otonom (Banom) NU adalah wadah yang tepat bagi generasi muda saat ini. Sebab, ketika pelajar atau pemuda berkumpul dalam wadah di bawah naungan NU, insyaallah akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah terjaga.


“Sehingga akhirnya ia mampu menjadi generasi muda penerus bangsa yang cinta dengan tanah airnya,” ungkap Gus Iqdam.


Menurutnya, saat ini banyak orang tua yang tidak terlalu peduli dengan pergaulan anak, bahkan sanad keilmuan dari guru atau sekolahnya. Sehingga anak terjerumus dalam aliran radikal bahkan tidak mau mendoakan kedua orang tua setelah ia lulus.



#HubbuWathonMinalIman #NahdlatulUlama  #IslamNusantara #MediaDakwahOnline #ulamanusantara #rindu #sufi #gusbaha #guskautsar #ngajigusbaha #sabilutaubah #santri #cinta #viral #kontendakwah

Gus Iqdam

 ﺻﺪﻳﻘﻚ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ ﻻ ﻣﻦ ﺻﺪﻗﻚ

“Sahabat sejati-mu adalah yang senantiasa jujur (kalau salah diingatkan), bukan yang senantiasa membenarkanmu


Gus Muhammad Iqdam Kholid (Khodimul Majelis Sabilu Taubah) 



Saturday, 9 July 2022

Mentauladani Nabi Ibrahim : Membentuk Keluarga Berkah

 

Khutbah Idul Adha 2022

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.  الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.
Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Alhamdulilllahi Robiil ‘alamiin, syukur Alhamdulillah wajib kita haturkan pada Allah swt. Yang telah memberikan kita anugrah Kesehatan sehingga pada hari ini kita Bersama bisa melaksanakan ibadah sholat idul adha tanpa halangan suatu apapun,dan kita juga senantiasa melantunkan puji syukur sampai detik ini kita masih diberikan kesempatan oleh Allah swt menghirup udara didunia ini sehingga kita senantiasa mampu melantunkan takbir, tahmid dan tahlil untuk menambah pahala dan rasa cinta kita kepada Allah swt.

Alloohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu akbar Walillaahil Hamd.
Ma’syirol Muslimin Rahimakumulllah

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia terdiri dari 4 prinsip pokok, yakni Aqidah, Syariah, Akhlaqul karimah dan Kisah-kisah. Adanya Kisah-kisah didalam Al-Qur’an merupakan bagian dari penguat ajaran-ajaran (prinsip) yang ada didalam Al-Qur’an yang meliputi (Aqidah, Syariah dan Akhlaqul Karimah).

Dari Kisah-kisah, Allah swt ingin memberikan tauladan melalui insan-insan pilihan (figure) yang kita kenal dengan para nabi dan rasul, yang berjumlah 124.000, dan wajib bagi kita mengetahui jumlahnya hanya sejumlah 25. Dari jumlah 25 tersebut kemudian Allah swt memilih hanya menjadi 5 nabi dan rasul, nabi pilihan ini memiliki sepesifikasi dan karakter khusus yang disebut dengan Ulul Azmi, Yakni Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad saw.

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.
Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Dari kelima nabi yang terpilih Allah swt memilih kembali menjadi hanya 2 (dua) nabi dan rasul, yakni Nabiyullah Ibrahim as dan Nabiyullah Muhammad saw. Nabi Ibrahim memiliki julukan Kholilullah dan Nabi Muhammad saw mendapatkan Habibullah, keduanya merupa makhluq yang dicintai Allah swt.
Lantas apa yang membedakan antara Nabi Muhammad dengan Nabi Ibrahim as? Nabi Muhammad merupakan Sayyidil Mursalin, pemimpin para rasul sedangkan Nabi Ibrahim merupakan pemimpin seluruh umat manusia. Sebagaimana Allah swt berfirman

وَاِذِ ابۡتَلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ‌ؕ قَالَ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ ‌ؕ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِى الظّٰلِمِيۡنَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia." Dia (Ibrahim) berkata, "Dan (juga) dari anak cucuku?" Allah berfirman, "(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zhalim.

Dari ayat tersebut, maka tidak heran orang-orang yahudi dan nasroni pun mengklaim bahwa Nabi Ibrahim juga merupakan pemimpin, nabi mereka sedangkan mereka tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi penerus ajaran yang dibawa nabi Ibrahim as.yakni membawa agama yang lurus (Islam), padahal sesungguhnya Nabi Ibrahim bukanlah orang Yahudi dan Nasrani.

 مَاكَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.
Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.
Nabi Ibrahim as sebagai pemimpin umat manusia, yang menjadi insan terbaik dan menjadi tauladan bagi umat manusia telah melatakkan dasar-dasar kemanusiaan yakni dengan senantiasa ta’at kepada Allah swt sekaligus pasrah secara total kepada Allah swt dalam melaksanakan apa yang sudah ditentukan Allah swt. 

Berbagai peristiwa besar yang sampai saat ini dijalankan oleh syariat nabi Muhammad saw merupakan syariat yang sudah menjadi amaliyah Nabiyullah Ibrahim yang sekaligus saat itu menjadi ujian berat bagi beliau, yakni pelaksanaan ibadah haji, qurban, khitan dan membina keluarga Bahagia yang sholih.

Dari berbagai ujian yang berhasil beliau jalani itulah Allah swt telah memberikan anugrah keturunan yang diberkahi dan sholih yakni telah lahir para nabi dari rasul dari keturunan beliau, dari jumlah 25 nabi dan rasul, ada 19 Nabi yang merupakan keturunan dari Nabiyullah Ibrahim as. Termasuk Nabi Muhammad saw.

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.

Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Lantas apa rahasia keberhasilan beliau menjalankan berbagai ujian?

Kunci dari keberhasilan Nabi Ibrahim dalam menjalankan ujian dari Allah swt sehingga beliau menjadi insan terbaik, pemimpin seluruh umat manusia tiada lain diawali dari keluarga, keluarga yang dibekali  dengan Aqidah (tauhid) yang kuat.

(Berbagai ujian yang dari Allah semua diawali dari keluarga dan atas dukungan keluarga, beliau mampu melaluinya),

Nabi Ibrahim diuji tidak memiliki keturunan selama kurang lebih 86 tahun, saat beliau memiliki anak diusia belia (7 tahun atau 13 tahun) Allah swt telah mengujinya melalui mimpi agar menyembelih putranya. Nabi Ibrahim sosok ayah yang sabar tidak gegabah menerima dan melaksanakan perintah, beliau merenungkan  dengan matang, apakah benar perintah dalam mimpi itu benar dari Allah swt. Maka peristiwa perenungan untuk mengambil sikap dari sebuah perintah inilah yang disebut dengan tarwiyah, Hari Tarwiyah.

Setelah nabi Ibrahim merenung dengan mendalam, kemudian Allah swt menyampaikan pengetahuan dan keyakinan bahwa perintah itu benar-benar dari Allah swt, maka hadirnya pengetahuan dan keyakinan inilah yang disebut dengan Arafah, hari 'Arafah.

Dari keyakinan yang mantap ini, Nabi Ibrahim pun tidak serta merta bersikap otoriter terhadap anak dan istrinya dalam menjalankan perintah Allah swt. Tapi beliau memberikan pemahaman kepada istri beliau serta mengajak berdiskusi putra beliau,  Nabi Ismail. Sampai keluarga beliau benar mantab aqidahnya bahwa perintah itu dari Allah swt. sebagaimana Allah swt berfirman;

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعۡىَ قَالَ يٰبُنَىَّ اِنِّىۡۤ اَرٰى فِى الۡمَنَامِ اَنِّىۡۤ اَذۡبَحُكَ فَانْظُرۡ مَاذَا تَرٰى‌ؕ قَالَ يٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ‌ سَتَجِدُنِىۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيۡنَ

Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Setelah nabi Ibrahim telah memberikan pengetahuan dan kemantapan aqidah kepada istri dan anak beliau, Nabi Ismail. Datanglah syaitan mengggoda, agar tidak melaksanakan menyembelih putranya, Ismail. Syaithan tidak mampu menggoda, bahkan setan dilempar batu, maka peristiwa ini disebut dengan balang (lempar) jumrah.

Ma’asyirol Mukminin Rohimakumllah  Jama'ah sholat Idul Adha.

Selain menanamkan nilai aqidah, bersikap kasih-sayang dan tidak otoriter dalam membina keluarga, beliau menempatkan keluargnya ditempat (lingkungan) yang tepat, aman dekat dengan Allah swt (masjid).

Saat pertama kali Nabiyullah Ibrahim as. diperintahkan oleh Allah swt untuk berhijrah ke tempat yang tandus dari Palestine ke Makkah, Nabi Ibrahim beserta keluarga dengan penuh kepasrahan melaksanakan perintah Allah swt. Ditempat yang tandus Makkah itu, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah swt mencari batu kecil yang dibawa Nabi Adam dari surga diantara tumpukan bebatuan kecil (krikil) yang terletak diantara bebukitan sembari berkeliling 7 kali, peristiwa inilah yang dinamakan dengan Thowaf.

Setelah menemukan batu hajar aswad, Bersama Nabi Ismail beliau membangun Kembali ka’bah, ditata dengan batu sebagai pijakan, batu pijakan itu kemudian dikenal dengan maqam Ibrahim. Kemudian Allah swt memerintahkan nabi Ibrahim untuk melaksanakan shalat disamping maqam Ibrahim. Setelah selesai membangun Kembali ka’bah nabiyullah Ismail merasakan lelah yang amat sangat, maka nabi Ibrahim menidurkan Nabiyullah Ismail dengan menyandarkan kepala beliau diatas batu dan tepat dibawah jalan air atap ka’bah, yang saat ini disebut dengan hijir ismail, ditempat inilah kita disunnah melaksanakan sholat sunnah muthlak dan bedoa kepada Allah swt. Karena ditempat ini termasuk tempat yang mudah diijabahi Allah swt. sebagaimana firman Allah swt.

وَاِذۡ جَعَلۡنَا الۡبَيۡتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمۡنًا ؕ وَاتَّخِذُوۡا مِنۡ مَّقَامِ اِبۡرٰهٖمَ مُصَلًّى‌ ؕ وَعَهِدۡنَآ اِلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ وَاِسۡمٰعِيۡلَ اَنۡ طَهِّرَا بَيۡتِىَ لِلطَّآٮِٕفِيۡنَ وَالۡعٰكِفِيۡنَ وَالرُّکَّعِ السُّجُوۡدِ

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"

Ma’asyirol Mukminin Rohimakumllah.

Yang terakhir, bagaimana beliau menjadikan keluarga beliau menjadi keluarga yang Sakina mawaddah dan memiliki keturunan yang sholih-ah. Beliau senantiasa meminta (berdo'a) kepada Allah swt agar dikarunia keturunan yang mendatangkan ketentraman (qurrota a’yun), dengan doa

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

keturunan yang senantiasa mengabdikan dan memasrahkan hidupnya kepada Allah swt dengan do’a.

رَبَّنَا وَاجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَـكَ وَ مِنۡ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسۡلِمَةً لَّكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَا ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ

Beliau juga berdoa agar keturunan beliau dijadikan keturunan yang ahli sholat (mencitai sholat) dengan doa

رَبِّ اجۡعَلۡنِىۡ مُقِيۡمَ الصَّلٰوةِ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ‌‌ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

رَبَّنَا اغۡفِرۡ لِىۡ وَلـِوَالِدَىَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَوۡمَ يَقُوۡمُ الۡحِسَابُ

Menjadikan keluarga yang membawa berkah membutuhkan perjuangan yang luar biasa, karena berawal dari keluargalah kita akan mendapatkan kehidupan yang menghadirkan keberkahan bagi masyarakat sekitar, mengantarkan kesuksesan dunia-akhirat, dan ketentraman bathin kita,

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.  اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Ahmad Zain Fuad

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.  الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.

Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Alhamdulilllahi Robiil ‘alamiin, syukur Alhamdulillah wajib kita haturkan pada Allah swt. Yang telah memberikan kita anugrah Kesehatan sehingga pada hari ini kita Bersama bisa melaksanakan ibadah sholat idul adha tanpa halangan suatu apapun,dan kita juga senantiasa melantunkan puji syukur sampai detik ini kita masih diberikan kesempatan oleh Allah swt menghirup udara didunia ini sehingga kita senantiasa mampu melantunkan takbir, tahmid dan tahlil untuk menambah pahala dan rasa cinta kita kepada Allah swt.

Alloohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu akbar Walillaahil Hamd.

Ma’syirol Muslimin Rahimakumulllah

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat manusia terdiri dari 4 prinsip pokok, yakni Aqidah, Syariah, Akhlaqul karimah dan Kisah-kisah. Adanya Kisah-kisah didalam Al-Qur’an merupakan bagian dari penguat ajaran-ajaran (prinsip) yang ada didalam Al-Qur’an yang meliputi (Aqidah, Syariah dan Akhlaqul Karimah).

Dari Kisah-kisah, Allah swt ingin memberikan tauladan melalui insan-insan pilihan (figure) yang kita kenal dengan para nabi dan rasul, yang berjumlah 124.000, dan wajib bagi kita mengetahui jumlahnya hanya sejumlah 25. Dari jumlah 25 tersebut kemudian Allah swt memilih hanya menjadi 5 nabi dan rasul, nabi pilihan ini memiliki sepesifikasi dan karakter khusus yang disebut dengan Ulul Azmi, Yakni Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Nabi Muhammad saw.

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.

Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Dari kelima nabi yang terpilih Allah swt memilih kembali menjadi hanya 2 (dua) nabi dan rasul, yakni Nabiyullah Ibrahim as dan Nabiyullah Muhammad saw. Nabi Ibrahim memiliki julukan Kholilullah dan Nabi Muhammad saw mendapatkan Habibullah, keduanya merupa makhluq yang dicintai Allah swt.

Lantas apa yang membedakan antara Nabi Muhammad dengan Nabi Ibrahim as? Nabi Muhammad merupakan Sayyidil Mursalin, pemimpin para rasul sedangkan Nabi Ibrahim merupakan pemimpin seluruh umat manusia. Sebagaimana Allah swt berfirman

وَاِذِ ابۡتَلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ‌ؕ قَالَ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ ‌ؕ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِى الظّٰلِمِيۡنَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia." Dia (Ibrahim) berkata, "Dan (juga) dari anak cucuku?" Allah berfirman, "(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zhalim.

Dari ayat tersebut, maka tidak heran orang-orang yahudi dan nasroni pun mengklaim bahwa Nabi Ibrahim juga merupakan pemimpin, nabi mereka sedangkan mereka tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi penerus ajaran yang dibawa nabi Ibrahim as.yakni membawa agama yang lurus (Islam), bukan yahudi Nasrani. padahal sesungguhnya Nabi Ibrahim bukanlah orang Yahudi dan Nasrani.

 مَاكَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.

Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Nabi Ibrahim as sebagai pemimpin umat manusia, yang menjadi insan terbaik dan menjadi tauladan bagi umat manusia telah melatakkan dasar-dasar kemanusiaan yakni dengan senantiasa ta’at kepada Allah swt sekaligus pasrah secara total kepada Allah swt dalam melaksanakan apa yang sudah ditentukan Allah swt. 

Berbagai peristiwa besar yang sampai saat ini dijalankan oleh syariat nabi Muhammad saw merupakan syariat yang sudah menjadi amaliyah Nabiyullah Ibrahim yang sekaligus saat itu menjadi ujian berat bagi beliau, yakni pelaksanaan ibadah haji, qurban, khitan dan membina keluarga Bahagia yang sholih.

Dari berbagai ujian yang berhasil beliau jalani itulah Allah swt telah memberikan anugrah keturunan yang diberkahi dan sholih yakni telah lahir para nabi dari rasul dari keturunan beliau, dari jumlah 25 nabi dan rasul, ada 19 Nabi yang merupakan keturunan dari Nabiyullah Ibrahim as. Termasuk Nabi Muhammad saw.

Allahuakbar 3x walillaahil Hamd.

Jama’ah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah swt.

Lantas apa rahasia keberhasilan beliau menjalankan berbagai ujian?

Kunci dari keberhasilan nabi ibrahim dalam menjalankan ujian dari Allah swt sehingga beliau menjadi insan terbaik, pemimpin seluruh umat manusia tiada lain diawali dari keluarga, keluarga yang dibekali  dengan bekal Aqidah (tauhid) yang kuat.

(Berbagai ujian yang dari Allah semua diawali dari keluarga dan atas dukungan keluarga beliau beliau mampu melaluinya),

Nabi Ibrahim diuji tidak memiliki keturunan selama kurang lebih 86 tahun, saat beliau memiliki anak diusia belia (7 tahun atau 13 tahun) Allah swt telah mengujinya melalui mimpi agar menyembelih anaknya. Nabi Ibrahim sosok ayah yang sabar tidak gegabah menerima dan melaksanakan perintah, beliau merenungkan  dengan matang, apakah benar perintah dalam mimpi itu benar dari Allah swt. Maka peristiwa perenungan untuk mengambil sikap dari sebuah perintah inilah yang disebut dengan tarwiyah, hari tarwiyah.

Setelah nabi Ibrahim merenung dengan mendalam, kemudian Allah swt menyampaikan pengetahuan dan keyakinan bahwa perintah itu benar-benar dari Allah swt, maka hadirnya pengetahuan dan keyakinan inilah yang disebut dengan Arafah, hari arafah.

Dari keyakinan yang mantap ini, Nabi Ibrahim pun tidak serta merta bersikap otoriter terhadap anak dan istrinya dalam menjalankan perintah Allah swt. Tapi beliau memberikan pemahaman kepada istri beliau serta mengajak berdiskusi putra beliau,  Nabi Ismail. Sampai keluarga beliau benar mantab aqidahnya bahwa perintah itu dari Allah swt. sebagaimana Allah swt berfirman;

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعۡىَ قَالَ يٰبُنَىَّ اِنِّىۡۤ اَرٰى فِى الۡمَنَامِ اَنِّىۡۤ اَذۡبَحُكَ فَانْظُرۡ مَاذَا تَرٰى‌ؕ قَالَ يٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ‌ سَتَجِدُنِىۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيۡنَ

Maka etika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

Setelah nabi Ibrahim telah memberikan pengetahuan dan kemantapan aqidah kepada istri dan anak beliau, nabi Ismail. Datanglah syaitan mengggoda, agar tidak melaksanakan menyembelih putranya, Ismail. Syaithan tidak mampu menggoda, bahkan setan dilempar batu, maka peristiwa ini disebut dengan balang (lempar) jumrah.

Ma’asyirol Mukminin Rohimakumllah  Jama'ah sholat Idul Adha.

Selain menanamkan nilai aqidah dan bersikap kasih-sayang dan tidak otoriter dalam membina keluarga, beliau menempatkan keluargnya ditempat (lingkungan) yang tepat, aman dekat dengan Allah swt (masjid).

Saat pertama kali Nabiyullah Ibrahim as. diperintahkan oleh Allah swt untuk berhijrah ke tempat yang tandus dari Palestine ke Makkah, Nabi Ibrahim beserta keluarga dengan penuh kepasrahan melaksanakan perintah Allah swt. Ditempat yang tandus Makkah itu, nabi Ibrahim diperintahkan Allah swt mencari batu kecil yang dibawa nabi adam dari surga diantara tumpukan bebatuan kecil (krikil) yang terletak diantara bebukitan sembari berkeliling 7 kali, peristiwa inilah yang dinamakan dengan thowaf.

Setelah menemukan batu hajar aswad, Bersama Nabi Ismail beliau membangun Kembali ka’bah, ditata dengan batu sebagai pijakan, batu pijakan itu kemudian dikenal dengan maqam Ibrahim. Kemudian Allah swt memerintahkan nabi Ibrahim untuk melaksanakan shalat disamping maqam Ibrahim. Setelah selesai membangun Kembali ka’bah nabiyullah Ismail merasakan lelah yang amat sangat, maka nabi Ibrahim menidurkan Nabiyullah Ismail dengan menyandarkan kepala beliau diatas batu dan tepat dibawah jalan air atap ka’bah, yang saat ini disebut dengan hijir ismail, ditempat inilah kita disunnah melaksanakan sholat sunnah muthlak dan bedoa kepada Allah swt. Karena ditempat ini termasuk tempat yang mudah diijabahi Allah swt. sebagaimana firman Allah swt.

وَاِذۡ جَعَلۡنَا الۡبَيۡتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمۡنًا ؕ وَاتَّخِذُوۡا مِنۡ مَّقَامِ اِبۡرٰهٖمَ مُصَلًّى‌ ؕ وَعَهِدۡنَآ اِلٰٓى اِبۡرٰهٖمَ وَاِسۡمٰعِيۡلَ اَنۡ طَهِّرَا بَيۡتِىَ لِلطَّآٮِٕفِيۡنَ وَالۡعٰكِفِيۡنَ وَالرُّکَّعِ السُّجُوۡدِ

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!"

Ma’asyirol Mukminin Rohimakumllah.

Yang terakhir, bagaimana beliau menjadikan keluarga beliau menjadi keluarga yang Sakina mawaddah dan memiliki keturunan yang sholih-ah. Beliau senantiasa meminta (berdo'a) kepada Allah swt agar dikarunia keturunan yang mendatangkan ketentraman (qurrota a’yun), dengan doa

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامً

keturunan yang senantiasa mengabdikan dan memasrahkan hidupnya kepada Allah swt dengan do’a.

رَبَّنَا وَاجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَـكَ وَ مِنۡ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسۡلِمَةً لَّكَ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَا ۚ اِنَّكَ اَنۡتَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ

Beliau juga berdoa agar keturunan beliau dijadikan keturunan yang ahli sholat (mencitai sholat) dengan doa

رَبِّ اجۡعَلۡنِىۡ مُقِيۡمَ الصَّلٰوةِ وَمِنۡ ذُرِّيَّتِىۡ‌‌ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

رَبَّنَا اغۡفِرۡ لِىۡ وَلـِوَالِدَىَّ وَلِلۡمُؤۡمِنِيۡنَ يَوۡمَ يَقُوۡمُ الۡحِسَابُ

Menjadikan keluarga yang membawa berkah membutuhkan perjuangan yang luar biasa, karena berawal dari keluargalah kita akan mendapatkan kehidupan yang menghadirkan keberkahan bagi masyarakat sekitar, mengantarkan kesuksesan dunia-akhirat, dan ketentraman bathin kita,

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم


Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.  اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Ahmad Zain Fuad

Sunday, 1 May 2022

Khutbah Idul Fitri : Menggapai Gelar Muttaqin

 


Khutbah I

اَللهُ أَكْبَرْ (٩×) لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ، اَلله ُأكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ 

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا يُكَافِيْ نِعَمَهُ، وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. اَشْهَدُ اَنْ لا اله الا الله وحده لا شريك له، واشهد ان محمدا عبدُه ورسولُه وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خيرُ نَبِيٍّ اَرْسَلَهُ اللهُ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيْرًا وَنَذِيْرَا.  الله صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آل سيدنا محمد، صلاة وسلاما دائمين متلازمين الى يوم الدين. اما بعد  فيا عباد الله. أُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. فَقَدْ قَالَ عَزَّ مَنْ قَائِلٌ قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Allohu akbar..3x Walillaahil hamd

Hadirin jama’ah sholat Idul Fitri Rahimakumullah,

Ramadlan, Bulan yang mulia dan penuh berkah telah meninggalkan kita. Kita belum tahu apakah tahun depan kita akan berjumpa Kembali bulan yang mulia ini. Dihari yang fitri ini, sejenak kita merenungkan Kembali bagaimana aktifitas kita selama mengisi hari-hari kita di bulan Ramadlan, merenungkan bagaimana lingkungan sekitar, suasana penuh hidmat, semangat melaksanakan amal ibadah, baik sunnah maupun wajib. Tilawah qur’an saling bersahut, sedekah takjil menjadi menu pembuka yang menambah keakraban para jama’ah, tetangga dan saudara sesama muslim. Suasana yang penuh keindahan itu apakah benar-benar akan kita rasakan disaat Ramadlan sudah meninggalkan kita?

Allohu akbar..3x Walillaahil hamd

Ma’asyirol Mukmiin Rahimakumullah

Sudah kita ketahui dan pahami Bersama bahwa kewajiban kita menjalankan ibadah puasa tiada lain adalah agar kita menjadi hamba yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah swt. QS. Al-Baqarah 183. Ya Ayyuhal ladziina aamanuu kutiba 'alaykumus shiyaamu kama kutiba ‘alaladzina minqoblikum la’allakum tattaquun.

Didalam ayat yang lain, Allah swt berfirman akan makna dari taqwa, sebagaimana dalam surat Al-Imran ayat 133-134.

وَسَارِعُوۡۤا اِلٰى مَغۡفِرَةٍ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالۡاَرۡضُۙ اُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِيۡنَۙ

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالۡكٰظِمِيۡنَ الۡغَيۡظَ وَالۡعَافِيۡنَ عَنِ النَّاسِ‌ؕ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ‌ۚ

(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,

Allohu akbar..3x Walillaahil hamd

Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah

Dalam 133 ayat, Allah menyuruh agar kaum Muslimin bersegera meminta ampun kepada-Nya bila sewaktu-waktu berbuat dosa dan maksiat, karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Seorang Muslim tidak akan mau mengerjakan perbuatan yang dilarang, tetapi kadang-kadang karena kuatnya godaan dan tipu daya setan dia terjerumus ke dalam jurang maksiat, kemudian ketika sadar akan kesalahannya dan menyesal atas perbuatan itu dia lalu bertobat dan mohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuni dosanya. Allah adalah Maha Penerima tobat dan Maha Pengampun dan Maha Penyayang.


Bila seorang Muslim selalu menaati perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan segera bertobat bila jatuh ke jurang dosa
dan maksiat, maka Allah akan mengampuni dosanya dan akan memasukkannya nanti di akhirat ke dalam surga yang amat luas sebagai balasan atas amal yang telah dikerjakannya di dunia yaitu surga yang disediakan-Nya untuk orang yang bertakwa.

Siapakah orang yang bertaqwa itu?

Allahu Akbar..3x Walillaahilhamd.

Jama’ah sholat ‘Idul Fitri Rahimakumullah..

Dalam Ayat ke-134 menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa, yaitu:

Pertama: Orang yang selalu menafkahkan hartanya baik dalam keadaan berkecukupan maupun dalam keadaan kesempitan (miskin), sesuai dengan kesanggupannya.

Di bulan Ramadlan, Kita semuanya dibiasakan bersedakah dengan memberikan takjil sesuai dengan kemampuan kita, dengan memberikan kurma, buah, kolak, dan lain sebagainya, inilah Indahnya kebersamaan dibulan Ramadlan. Tidak melihat kaya-miskin, mampu-kurang mampu semua mendapatkan kesempatan yang sama, yakni kesempatan untuk bersedekah.

Diriwayatkan oleh Aisyah Ummul Mukminin bahwa dia bersedekah dengan sebiji anggur, dan di antara sahabat-sahabat Nabi ada yang bersedekah dengan sebiji bawang. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Peliharalah dirimu dari api neraka meskipun dengan menyedekahkan sepotong kurma, dan perkenankalah permintaan seorang peminta walaupun dengan memberikan sepotong kuku hewan yang dibakar." (Riwayat Ahmad dalam Musnad-nya). 

Dan diakhir Ramadlan kitapun semua menutup aktifitas ramadlan kita dengan melaksanakan zakat, sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah swt, yang diantaranya digunakan untuk berbagi kepada mereka yang kekurangan. Dengan harapan yang kekurangan itu, akhirnya memiliki rizki yang cukup akhirnya ia pun mampu melaksanakan kewajiban berzakat fitrah.

Allahu Akbar..3x Walillaahilhamd.

Jama’ah sholat ‘Idul Fitri Rahimakumullah.

kedua, Tanda orang yang bertaqwa: Orang yang menahan amarahnya.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari 1904 & Muslim 1151)

Melalui puasa, selain menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa, kita juga berusaha belajar untuk menahan diri dari hal-hal yang mengotori hati atau bathin kita, diantaranya adalah rasa amarah.

Biasanya orang yang memperturutkan rasa amarahnya tidak dapat mengendalikan akal pikirannya dan ia akan melakukan tindakan-tindakan kejam dan jahat sehingga apabila dia sadar pasti menyesali tindakan yang dilakukannya itu dan dia akan merasa heran mengapa ia bertindak sejauh itu. Oleh karenanya bila seseorang dalam keadaan marah hendaklah ia berusaha sekuat tenaga menahan rasa amarahnya lebih dahulu. Apabila ia telah menguasai dirinya kembali dan amarahnya sudah mulai reda, barulah ia melakukan tindakan yang adil sebagai balasan atas perlakuan orang terhadap dirinya.

Siti Aisyah pernah menjadi marah karena tindakan pembantunya, tetapi beliau dapat menguasai diri, karena sifat takwa yang ada padanya. Beliau berkata, "Alangkah baiknya sifat takwa itu, ia bisa menjadi obat bagi segala kemarahan." Nabi Muhammad saw bersabda, "Orang yang kuat itu bukanlah yang dapat membanting lawannya tetapi orang yang benar-benar kuat ialah orang yang dapat menahan amarahnya." Allah berfirman:

... Dan apabila mereka marah segera memberi maaf. (asy-Syura/42:37).

Allahu Akbar..3x Walillaahilhamd.

Jama’ah sholat ‘Idul Fitri Rahimakumullah..

Ketiga: Orang yang memaafkan kesalahan orang lain.

Aisyah radhiyallahu 'anha pernah bertanya kepada Rasulullah Saw:

“ Wahai Rasululullah, andaikan aku bertemu lailatul qadar, doa apa yang bagus dibaca?” Rasulullah Saw pun menjawab:  اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pemaaf. Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku.”

Do’a tersebut, merupakan doa harian yang biasa kita istiqomahkan membacanya setelah tarawih, harapanya selain mendapatkan ampunan dari Allah swt, kita juga mendapati lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dari do’a ini, mayoritas ulama salafus sholih berpendapat. Bahwa diantara tanda-tanda orang yang mendapatkan lailatul qadar adalah mereka yang hatinya muncul sifat Al-‘Afwu, sifat pemaaf. biasanya ia pemarah dan pendedam, namun disaat itu hatinya terasa damai, penyabar dan pemaaf. Ia mampu Memaafkan orang lain yang telah menyakitinya.

Maka, momentum idul fitri inilah momentum yang tepat untuk menebarkan sifat pemaaf kepada anak, istri, suami, orangtua dan pada sesama, jika ini mampu kita praktekan kepada siapapun, termasuk kepada orang yang pernah menyakiti kita, itu pertanda berkah ramadlan telah kita raih, insyaalah lailatul qadar telah kita jumpai.

Allahu Akbar..3x Walillaahilhamd.

Jama’ah sholat ‘Idul Fitri Rahimakumullah..

 

Keempat: Orang yang berbuat baik.

Berbuat baik termasuk sifat orang yang bertakwa maka di samping memaafkan kesalahan orang lain hendaklah memaafkan itu diiringi dengan berbuat baik kepada orang yang melakukan kesalahan. 

Bulan syawal, bulan peningkatan amal ibadah dan amal kebaikan kita,yang didalamnya terdapat hari yang fitri, (idul fitri) hari yang suci. Hari diamana kembalinya seseorang kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah.

Marilah kita Bersama mengikrarkan diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik untuk senantiasa berbuat baik, berbuat baik pada diri sendiri, kepada orang lain dan semua makhluq-Nya.

جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين كل عام وأنتم بخير. آمين

  بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ.

 وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وارْحَمء وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ


 Khutbah II 


الله أكبر(٥×) لا اله الا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد 

 الحمد لله الذى وحده صدق وعده واعز جنده وهزم الاحزاب وعده ولا حول ولا قوة الا بالله. اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد صاحب كنز الرحمة وعلى آله وصحبه ومن والاه، اما بعده، فيا ايها الحاضرون اتقوا الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. قال الله تعالى فى كتابه الكريم والعصر ان الانسان لفى خسر الا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات، اللهم اعز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والظالمين. اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا. اللهم اجعل بلدتنا اندونيسيا بلدة طيبة تجرى فيها احكامك ورسولك، برحمتك يا ارحم الراحمينفيا عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر