Syarifah Jahra Al Habsyi: NU Selaras Dengan Keturunan Nabi - HWMI.or.id

Friday, 11 December 2020

Syarifah Jahra Al Habsyi: NU Selaras Dengan Keturunan Nabi


Syarifah Jahra Al Habsyi: NU Selaras dengan Keturunan Nabi



Menurut Syarifah Jahra binti Sayyid Abdurrahman Al Habsyi, NU selaras dengan keturunan Nabi. Aktivis di salah satu badan otonom NU ini blak-blakan ungkapkan alasannya memilih menjadi aktivis di bawah naungan organisasi besar Nahdlatul Ulama.


Alasan terungkap saat Kepala TK dan PAUD Adzkia ini wawancara dengan Rohmiah, kru Banua.co, Kamis (10/12).


Syarifah Jahra, demikian biasa ia disapa, adalah salah satu dari sekian ‘syarifah’, sebutan untuk keturunan Nabi Muhammad SAW, yang ikut aktif mengabdikan diri di organisasi terbesar umat Islam ini.


Penyandang dua gelar sarjana ini memulai dari organisasi kemahasiswaan PMII dan sekarang aktif sebagai Bendahara Pengurus Cabang Fatayat Kota Banjarbaru.


Berikut bincang Banua.co bersama pendidik berwajah cantik kelahiran 4 Agustus 1983 ini:

Syarifah Jahra Al Habsyi


Assalamu’alaikum Mbak Jahra.


Wa’alaikumussalaam wa Rahmatullah wa Barkatuh.


Mohon maaf mengganggu kesibukan Mbak Jahra. Kami dari Banua.co.


Tidak apa-apa. Saya juga suka mengunjungi website Banua.co. Isinya bagus, mendakwahkan tentang Islam Aswaja, khususnya di banua kita.


Terimakasih Mbak. Oh iya, boleh kami tahu nama lengkapnya?


Nama lengkap saya Syarifah Jahra Al Habsyi bin Sayyid Abdurrahman Al Habsyi.


Oh iya, Mbak bermarga Al Habsyi ya? Berarti ada darah Arabnya?


Iya, ayah saya keturunan Arab marga Al Habsyi.


Baca Juga: Meski Ayahnya Warganegara Arab, Sayyid Ini Memilih NU dan Indonesia.


Maaf, apa saya boleh tahu, marga Al Habsyi itu Arab dari mana?


Al Habsyi itu keturunan Yaman, dzuriat dari Imam Abu Bakar Al Habsyi bin Ali bin Ahmad bin Muhammad Asadillah bin Hasan At Turabi bin Ali bin Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khola Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar Rumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Al ‘Uraidhi bin Ja’far As Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Imam Husein bin Fatimah Az Zahra. Datuk saya Abu Bakar itulah yang pertama memakai gelar Al Habsyi.


Oh, jadi nama Jahra itu mungkin terinspirasi dari Sayyidatina Fatimah Az Zahra ya?


Wallahu A’lam, mungkin iya karena alasan itulah ayah memberi saya nama Jahra. Tapi mungkin juga tidak. Hehehehe.


Setahu saya, Mbak aktif di Fatayat NU. Bisa dijelaskan apa alasan Mbak ber-NU?


Ada dua alasan, yaitu umum dan khusus.


Alasan umumnya apa Mbak?


Kalau secara umum saya berNU itu, lebih kepada faham ahlusunnah wal jamaah yang menjadi aliran NU, artinya karena faham NU itu adalah Alhusunnah wal jamaah dan faham itu juga yang mengakar dalam keluarga kami sehingga klop dan harmonis.


Terus, alasan khususnya?


Kalau secara khusus kenapa saya berNU. Pertama kita mesti tahu dulu bahwa Nahdlatul Ulama itu artinya Kebangkitan Ulama. Kemudian, ulama itu adalah pewaris para Nabi. Nah, kami para Syarifah atau Sayyid punya hubungan pertalian darah dengan Nabi. Sehingga kalau berNU, tentunya menjadi hal yang selaras.


Oh iya, mohon maaf sebelumnya. Mbak ini NU dadakan atau memang berkader?


Hehehehe. Kok NU dadakan. Ya berkader lah. Saya ini dulunya aktif di organisasi kemahasiswaan PMII. PMII ini kan ‘anak NU’. Dari situ saya berkader. Jadi bukan mendadak NU. Hehehehe.


Tahun berapa itu Mbak?


Tahun 2004 sampai 2006 saya adalah Bendahara Umum PC PMII Martapura. Kemudian tahun 2011 sampai 2013, saya masuk di jajaran Pengurus Besar Korps PMII Puteri.


Wah, luar biasa. Ternyata Mbak pernah duduk di kepengurusan nasional ya. Kalau sekarang di Fatayat, pengurus juga Mbak?


Iya, saya dipercaya sebagai Bendahara Pengurus Cabang Fatayat Kota Banjarbaru, untuk masa khidmat 2020 hingga 2025.


Apa kesan Mbak selama aktif di organisasi yang bernaung di rumah besar NU ini? 


Secara personal saya merasakan selama ini adalah silaturrahmi yang sangat kental, serta rasa kekeluargaan yang cukup tinggi. Disamping itu juga kesederhanaan yang juga menjadi bagian dalam pergaulan didalam NU, baik untuk PCNU sendiri ataupun banom-banom yang juga bagian dari keluarga besar NU.


Mohon maaf Mbak, sebagai ‘orang dalam’ apa kritik Mbak terhadap NU? Kalau pujian kan jelas aja orang NU pasti memuji NU.


NU adalah organisasi yang boleh dikatakan terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Warga tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan juga ada di negara lain. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali warga NU hidup dalam keterbelakangan dan kemiskinan.


Solusinya apa menurut Mbak?


NU harus mampu membangun ekonomi. Baik ekonomi warganya, maupun ekonomi organisasinya. Warga dan organisasi NU harus mandiri secara finansial.


Kenapa harus dengan kemandirian ekonomi organisasi juga Mbak?


Karena bila ekonomi kuat, organisasi pun mudah dalam berkegiatan atau menjalankan program-program yang telah terencana, dimana semua program perlu sarana dan prasana penunjang, terutama dana.


Kalau menurut Mbak, bagaimana mewujudkan kemandirian tersebut?


Pengurus harus punya terobosan-terobosan baru dalam peningkatan dan membangun kemandirian ekonomi organsisasi. Sudah barang tentu dengan konsolidasi organisasi yang baik, pelaksanaan yang terkoordinir dan sistematis, sehingga mampu membentuk sistem finansial yang kuat, yang tentu akan berbanding lurus dengan kesejahteraan warga NU itu sendiri.


Memangnya apa harapan Mbak terhadap NU di masa depan?


Saya berharap kedepan NU punya Rumah Sakit NU di berbagai Provinsi, punya lebih banyak kampus-kampus NU, bahkan punya Bank Syariah NU. NU harus maju dalam pendidikan, ekonomi syariah, juga melayani urusan kesehatan warganya.


Wah mantap. Terakhir, kalau boleh tahu, apa motto hidup Mbak?


Jadilah Diri Sendiri dan Buat Prestasi Sendiri.


Oke, terimakasih Mbak Syarifah Jahra Al Habsyi, telah berkenan meluangkan waktu untuk berbincang dengan kami. Kami berharap lain waktu bisa bertemu dan berbincang lagi.


Sama-sama. Silakan saja kontak saya kapan-kapan mau bertemu. Insya Allah kalau saya sedang tidak sibuk, pintu selalu terbuka.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Sumber: https://banua.co/2020/12/11/syarifah-jahra-al-habsyi-nu-selaras-dengan-keturunan-nabi/

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda