Benarkah Orang Tua Nabi Muhammad Penyembah Berhala dan Kafir? - HWMI.or.id

Monday, 25 July 2022

Benarkah Orang Tua Nabi Muhammad Penyembah Berhala dan Kafir?

 

Postingan ini sekaligus sebagai bantahan kepada seseorang yang mengatakan kedua orang tua Nabi kafir :

"ANTARA DALIL DAN PERASAAN.

KETIKA ADA KHABAR TENTANG KAFIRNYA KEDUA ORANG TUA NABI.

DAN BERITA INI ,NABI SENDIRI YG MENGATAKANNYA."

Katanya dalam status, sayangnya dia tak menyertakan Haditsnya. 

Semua orang Islam sepakat bahwa Nabi adalah manusia mulia, tidak ada keraguan untuk hal ini. Namun yang masih ditemukan kekeliruan adalah tentang bagaimana memahami kemuliaan Nabi secara utuh, utamanya berkaitan dengan kedua orang tua beliau. Karena hidup pada masa pra-risalah Nabi Muhammad, sebagian kalangan beranggapan bahwa ayah dan ibunda Nabi adalah penyembah berhala. Menurut mereka, kedua orang tua Nabi kelak berada di neraka bersama orang-orang yang celaka. Benarkah anggapan tersebut?

Ada beberapa dalil yang menunjukan bahwa kedua orang tua Nabi adalah pribadi yang beriman, meyakini agama tauhid yang dibawa nenek moyangnya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalรขm.

Di antaranya firman Allah dalam menceritakan doanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalรขm:

ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ُู‚ِูŠู…َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.” (QS Ibrahim: 40)

Di dalam ayat tersebut Nabi Ibrahim meminta beliau dan anak cucunya rajin mendirikan shalat. Sebagaimana maklum diketahui bahwa tidak ada yang menjalankan shalat kecuali orang yang beriman.

Doa Nabi Ibrahim tersebut diijabah oleh Allah, menurut riwayat Shahih dari Ibnu al-Mundzir bahwa dari keturunan Nabi Ibrahim terdapat kelompok manusia yang senantiasa menyembah-Nya.

Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini menegaskan:

ูˆู‚ุฏ ุฃุฎุฑุฌ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ ููŠ « ุชูุณูŠุฑู‡ » ุจุณู†ุฏ ุตุญูŠุญ ุนู† ุงุจู† ุฌุฑูŠุฑ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุญูƒุงูŠุฉ ุนู† ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ُู‚ِูŠู…َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ ู‚ุงู„ : ู„ุง ูŠุฒุงู„ ู…ู† ุฐุฑูŠุฉ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ู†ุงุณٌ ุนู„ู‰ ุงู„ูุทุฑุฉ ูŠุนุจุฏูˆู† ุงู„ู„ู‡

“Dan Ibnu al-Mundzir meriwayatkan di dalam tafsirnya dengan sanad yang shahih dari Ibnu Jarir tentang dalam firman Allah yang menceritakan doanya Nabi Ibrahim, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat’, Ibnu Jarir berkata dari keturunan Nabi Ibrahim senantiasa terdapat kelompok manusia yang menetapi kesucian, mereka menyembah Allah.” (Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini, al-Hujaj al-Wadlihat fi Najati al-Abawaini wa al-Ajdad wa al-Ummahat, hal. 6).

Lebih dari itu, al-Imam al-Suyuthi menegaskan bahwa yang paling layak masuk dalam doa Nabi Ibrahim adalah nenek moyang garis keturunan Nabi Muhammad yang diberi keistimewaan membawa “Nur Muhammad” dari satu keturunan menuju keturunan berikutnya.

Salah satu pembesar ulama mazhab Syafi’i tersebut mengatakan:

ูุนุฑู ุฃู† ูƒู„ ู…ุง ุฐูƒุฑ ุนู† ุฐุฑูŠุฉ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู…، ูุฅู† ุฃูˆู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุจู‡ ุณู„ุณู„ุฉ ุงู„ุฃุฌุฏุงุฏ ุงู„ุดุฑูŠูุฉ ุงู„ุฐูŠู† ุฎุตูˆุง ุจุงู„ุงุตุทูุงุก، ูˆุงู†ุชู‚ู„ ุฅู„ูŠู‡ู… ู†ูˆุฑ ุงู„ู†ุจูˆุฉ ูˆุงุญุฏุง ุจุนุฏ ูˆุงุญุฏ، ูู‡ู… ุฃูˆู„ู‰ ุจุฃู† ูŠูƒูˆู†ูˆุง ู‡ู… ุงู„ุจุนุถ ุงู„ู…ุดุงุฑ ุฅู„ูŠู‡ู… ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْู†ِูŠ ู…ُู‚ِูŠู…َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَู…ِู†ْ ุฐُุฑِّูŠَّุชِูŠ 

“Maka diketahui bahwa apa yang telah dijelaskan tentang keturunan Nabi Ibrahim, yang lebih layak masuk dari golongan mereka adalah silsilah nenek moyang Nabi Muhammad yang suci, mereka yang diberi kekhususan dengan dipilih, cahaya kenabian berpindah dari mereka dari satu orang menuju yang lain. Maka mereka lebih utama untuk masuk dalam sebagian keturunan Nabi Ibrahim yang diisyaratkan dalam firman Allah, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat’.”

ูˆุฃุฎุฑุฌ ุงุจู† ุฃุจูŠ ุญุงุชู… ุนู† ุณููŠุงู† ุจู† ุนูŠูŠู†ุฉ ุฃู†ู‡ ุณุฆู„: ู‡ู„ ุนุจุฏ ุฃุญุฏ ู…ู† ูˆู„ุฏ ุฅุณู…ุงุนูŠู„ ุงู„ุฃุตู†ุงู…، ู‚ุงู„: ู„ุง، ุฃู„ู… ุชุณู…ุน ู‚ูˆู„ู‡ ูˆَุงุฌْู†ُุจْู†ِูŠْ ูˆَุจَู†ِูŠَّ ุฃَู†ْ ู†َุนْุจُุฏَ ุงู„ْุฃَุตْู†َุงู…َ 

“Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Sufyan bin Uyaynah bahwa beliau ditanya, apakah salah seorang dari anak turunnya Nabi Isma’il menyembah berhala? Sufyan menjawab, tidak. Bukankah engkau tidak mendengar firman Allah, “Dan jauhkanlah aku dan anaku dari menyembah berhala-berhala?” (Syekh Jalaluddin al-Suyuthi, al-Hawi li al-Fatawi, juz 2, hal. 262)

Di dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

ูˆَุฅِุฐْ ู‚ุงู„َ ุฅِุจْุฑุงู‡ِูŠู…ُ ู„ِุฃَุจِูŠู‡ِ ูˆَู‚َูˆْู…ِู‡ِ ุฅِู†َّู†ِูŠ ุจَุฑุงุกٌ ู…ِู…َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠ ูَุทَุฑَู†ِูŠ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุณَูŠَู‡ْุฏِูŠู†ِ ูˆَุฌَุนَู„َู‡ุง ูƒَู„ِู…َุฉً ุจุงู‚ِูŠَุฉً ูِูŠ ุนَู‚ِุจِู‡ِ ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ 

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah. Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; karena Sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku’. Dan (lbrahim ‘alaihissalรขm) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS. Al-Zukhruf: 26-28).

Ayat ini oleh al-Imam al-Suyuthi dinilai sebagai dalil yang paling jelas akan keimanan nenek moyang Nabi. Selanjutnya di dalam kitab “al-Hawi li al-Fatawi” al-Suyuthi mengutip banyak riwayat tentang interpretasi dari ayat di atas. Dari sekian tafsir tersebut menyimpulkan bahwa keturunan Nabi Ibrahim senantiasa mengikrarkan kalimat syahadat (beriman).

Berikut ini penjelasan lengkap al-Imam al-Suyuthi:

ุงู„ุฃู…ุฑ ุงู„ุซุงู†ูŠ ู…ู…ุง ูŠู†ุชุตุฑ ุจู‡ ู„ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุณู„ูƒ، ุขูŠุงุช ูˆุขุซุงุฑ ูˆุฑุฏุช ููŠ ุฐุฑูŠุฉ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… ูˆุนู‚ุจู‡، ุงู„ุขูŠุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ - ูˆู‡ูŠ ุฃุตุฑุญู‡ุง - ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูˆَุฅِุฐْ ู‚ุงู„َ ุฅِุจْุฑุงู‡ِูŠู…ُ ู„ِุฃَุจِูŠู‡ِ ูˆَู‚َูˆْู…ِู‡ِ ุฅِู†َّู†ِูŠ ุจَุฑุงุกٌ ู…ِู…َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆู†َ ุฅِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠ ูَุทَุฑَู†ِูŠ ูَุฅِู†َّู‡ُ ุณَูŠَู‡ْุฏِูŠู†ِ ูˆَุฌَุนَู„َู‡ุง ูƒَู„ِู…َุฉً ุจุงู‚ِูŠَุฉً ูِูŠ ุนَู‚ِุจِู‡ِ ู„َุนَู„َّู‡ُู…ْ ูŠَุฑْุฌِุนُูˆู†َ 

“Perkara yang kedua, di antara yang mendukung argumentasi ini terdapat beberapa ayat dan atsar (perkataan sahabat Nabi) yang menjelaskan tentang keturunan Nabi Ibrahim. Ayat yang pertama dan ini adalah dalil yang paling jelas adalah firman Allah, Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah. Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; karena Sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku". Dan (Ibrahim ‘alaihissalรขm) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.”

 ุฃุฎุฑุฌ ุนุจุฏ ุจู† ุญู…ูŠุฏ ููŠ ุชูุณูŠุฑู‡ ุจุณู†ุฏู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ูˆَุฌَุนَู„َู‡ุง ูƒَู„ِู…َุฉً ุจุงู‚ِูŠَุฉً ูِูŠ ุนَู‚ِุจِู‡ِ ู‚ุงู„: ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡، ุจุงู‚ูŠุฉ ููŠ ุนู‚ุจ ุฅุจุฑุงู‡ูŠู… 

“Abd bin Humaid meriwayatkan dalam tafsirnya dengan sanad dari Ibnu Abbas tentang firman Allah ‘Dan (lbrahim ‘alaihissalรขm) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya’, Ibnu Abbas berkata, itu adalah kalimat Lรข Ilรขha Illa-Llรขh, kalimat yang kekal untuk keturunan Nabi Ibrahim.”

ูˆู‚ุงู„ ุนุจุฏ ุจู† ุญู…ูŠุฏ: ุญุฏุซู†ุง ูŠูˆู†ุณ ุนู† ุดูŠุจุงู† ุนู† ู‚ุชุงุฏุฉ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ูˆَุฌَุนَู„َู‡ุง ูƒَู„ِู…َุฉً ุจุงู‚ِูŠَุฉً ูِูŠ ุนَู‚ِุจِู‡ِ ู‚ุงู„ ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ، ู„ุง ูŠุฒุงู„ ููŠ ุฐุฑูŠุชู‡ ู…ู† ูŠู‚ูˆู„ู‡ุง ู…ู† ุจุนุฏู‡

“Abd bin Humaid berkata, kami mendapat berita dari Yunus dari Syayban dari Qatadah tentang firman Allah, “Dan (lbrahim ‘alaihissalรขm) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya”, Qatadah berkata, kalimat tersebut adalah kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kalimat tauhid. Senantiasa dari keturunan Nabi Ibrahim terdapat orang yang mengucapkannya.”

ูˆู‚ุงู„ ุนุจุฏ ุงู„ุฑุฒุงู‚ ููŠ ุชูุณูŠุฑู‡ ุนู† ู…ุนู…ุฑ ุนู† ู‚ุชุงุฏุฉ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ูˆَุฌَุนَู„َู‡ุง ูƒَู„ِู…َุฉً ุจุงู‚ِูŠَุฉً ูِูŠ ุนَู‚ِุจِู‡ِ ู‚ุงู„: ุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ุชูˆุญูŠุฏ، ู„ุง ูŠุฒุงู„ ููŠ ุฐุฑูŠุชู‡ ู…ู† ูŠูˆุญุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆูŠุนุจุฏู‡، ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ 

“Abdur Razzaq berkata dalam tafsirnya, diriwayatkan dari Ma’mar dari Qatadah tentang firman Allah, “Dan (Ibrahim ‘alaihissalรขm) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya”, Qatadah berkata, itu adalah kalimat ikhlas dan tauhid. Senantiasa dari keturunan Nabi Ibrahim terdapat orang yang mengesakan Allah dan menyembahNya. Keterangan ini diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir.” (Syekh Jalaluddin al-Suyuthi, al-Hawi li al-Fatawi, juz 2, hal. 261)

Di samping ayat Al-Qur’an, terdapat beberapa hadits Nabi yang menjadi argumentasi tentang masalah ini.

Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitab Shahihnya:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ุจُุนِุซْุชُ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ู‚ُุฑُูˆู†ِ ุจَู†ِูŠ ุขุฏَู…َ ู‚َุฑْู†ًุง ูَู‚َุฑْู†ًุง، ุญَุชَّู‰ ุจُุนِุซْุชُ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุฑْู†ِ ุงู„َّุฐِูŠ ูƒُู†ْุชُ ูِูŠู‡ِ» ู€

“Dari Abu Hurairah beliau berkata, Nabi bersabda, aku diutus dari sebaik-baiknya masa anak Adam, dari satu masa ke masa berikutnya, hingga aku diutus dari masa yang aku berada di dalamnya.” (HR. al-Bukhari).

Imam Muslim dan al-Tirmidzi meriwayatkan hadits shahih berikut ini:

ุนَู†ْ ูˆَุงุซِู„َุฉَ ุจْู†ِ ุงู„ْุฃَุณْู‚َุนِ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุงุตْุทَูَู‰ ู…ِู†ْ ูˆَู„َุฏِ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ ุฅِุณْู…َุงุนِูŠู„َ، ูˆَุงุตْุทَูَู‰ ู…ِู†ْ ูˆَู„َุฏِ ุฅِุณْู…َุงุนِูŠู„َ ุจَู†ِูŠ ูƒِู†َุงู†َุฉَ، ูˆَุงุตْุทَูَู‰ ู…ِู†ْ ุจَู†ِูŠ ูƒِู†َุงู†َุฉَ ู‚ُุฑَูŠْุดًุง، ูˆَุงุตْุทَูَู‰ ู…ِู†ْ ู‚ُุฑَูŠْุดٍ ุจَู†ِูŠ ู‡َุงุดِู…ٍ، ูˆَุงุตْุทَูَุงู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุจَู†ِูŠ ู‡َุงุดِู…ٍ» .

“Dari Watsilah bin Asqa’ beliau berkata, Nabi bersabda, sesungguhnya Allah memilih Isma’il dari anak Ibrahim, dan dari anak Isma’il memilih Bani Kinanah, dan dari Bani Kinanah memilih Quraisy, dan dari Quraisy memilih Bani Hasyim, dan dari Bani Hasyim memilihku.” (HR. Muslim dan al-Tirmidzi).

Abu Nu’aim meriwayatkan dalam kitab Dalail al-Nubuwwah dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ูˆَุฃَุฎْุฑَุฌَ ุฃุจูˆ ู†ุนูŠู… ูِูŠ " ุฏَู„َุงุฆِู„ِ ุงู„ู†ُّุจُูˆَّุฉِ " ู…ِู†ْ ุทُุฑُู‚ٍ، ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ู„َู…ْ ูŠَุฒَู„ِ ุงู„ู„ู‡ُ ูŠَู†ْู‚ُู„ُู†ِูŠ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุตْู„َุงุจِ ุงู„ุทَّูŠِّุจَุฉِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุฃَุฑْุญَุงู…ِ ุงู„ุทَّุงู‡ِุฑَุฉِ ู…ُุตَูًّู‰ ู…ُู‡َุฐَّุจًุง، ู„َุง ุชَู†ْุดَุนِุจُ ุดُุนْุจَุชَุงู†ِ ุฅِู„َّุง ูƒُู†ْุชُ ูِูŠ ุฎَูŠْุฑِู‡ِู…َุง» ู€

"Dari Ibnu Abbas, Nabi bersabda, Allah senantiasa memindahku dari tulang rusuk yang suci kepada rahim-rahim yang suci, seraya dijerbihkan dan dibersihkan. Tidaklah bercabang dua cabang (garis keturunan) kecuali aku berada di (keturunan) yang terbaik". (HR Abu Nu'aim)

Dalam hadits yang diriwayatkan dan diberi predikat hadits Hasan oleh al-Tirmidzi disebutkan:

ุนَู†ِ ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณِ ุจْู†ِ ุนَุจْุฏِ ุงู„ْู…ُุทَّู„ِุจِ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: «ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุญِูŠู†َ ุฎَู„َู‚َู†ِูŠ ุฌَุนَู„َู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ุฎَู„ْู‚ِู‡ِ، ุซُู…َّ ุญِูŠู†َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْู‚َุจَุงุฆِู„َ ุฌَุนَู„َู†ِูŠ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑِู‡ِู…ْ ู‚َุจِูŠู„َุฉً، ูˆَุญِูŠู†َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْุฃَู†ْูُุณَ ุฌَุนَู„َู†ِูŠ ู…َู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ، ุซُู…َّ ุญِูŠู†َ ุฎَู„َู‚َ ุงู„ْุจُูŠُูˆุชَ ุฌَุนَู„َู†ِูŠ ู…َู†ْ ุฎَูŠْุฑِ ุจُูŠُูˆุชِู‡ِู…ْ، ูَุฃَู†َุง ุฎَูŠْุฑُู‡ُู…ْ ุจَูŠْุชًุง ูˆَุฎَูŠْุฑُู‡ُู…ْ ู†َูْุณًุง» ู€

“Dari Ibnu Abbas bin Abdil Muthallib beliau berkata, Nabi bersabda, sesungguhnya ketika Allah menciptakanku, Ia jadikan aku dari makhluknya yang terbaik, saat Allah menciptakan kabilah-kabilah, Ia jadikan aku dari sebaik-baiknya kabilah, ketika Allah menciptakan jiwa-jiwa, Ia jadikan aku dari sebaik-baiknya jiwa, ketika Allah menciptakan rumah-rumah, Ia jadikan aku dari sebaik-baiknya rumah mereka. Maka aku adalah sebaik-baiknya mereka, rumah dan jiwanya.” (HR al-Tirmidzi dan al-Baihaqi)

Beberapa hadits di atas menegaskan bahwa nenek moyang Nabi adalah garis keturunan yang dipilih oleh Allah. Mereka diberi keutamaan yang tidak dimiliki orang lain. Sangat tidak rasional bila kebaikan, kemuliaan, dan keutamaan dianugerahkan oleh Allah untuk rahim dan darah daging yang musyrik.

Syekh Jalaluddin al-Suyuthi menegaskan:

ูˆู…ู† ุงู„ู…ุนู„ูˆู… ุฃู† ุงู„ุฎูŠุฑูŠุฉ ูˆุงู„ุงุตุทูุงุก ูˆุงู„ุงุฎุชูŠุงุฑ ู…ู† ุงู„ู„ู‡، ูˆุงู„ุฃูุถู„ูŠุฉ ุนู†ุฏู‡ ู„ุง ุชูƒูˆู† ู…ุน ุงู„ุดุฑูƒ

“Dan termasuk yang diketahui adalah kebaikan, penyaringan dan pemilihan dari Allah serta keutamaan di sisiNya tidak terjadi besertaan dengan kesyirikan.” (Syekh Jalaluddin al-Suyuthi, al-Hawi li al-Fatawi, juz 2, hal. 256)

Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini menegaskan:

ูˆู‡ู„ ูŠุนู‚ู„ ุฃู† ูŠู‚ุฑَّ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑّูˆุญ ุงู„ุทّุงู‡ุฑ ุงู„ุทูŠّุจ ุจุฃุตู„ุงุจ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ูˆุฃุฑุญุงู… ุงู„ู…ุดุฑูƒุงุช ูˆูŠุฌุนู„ู‡ุง ุฃุตู„ู‡ ููŠ ุงู„ุชّูƒูˆูŠู† ูˆุงู„ุชّุตูˆูŠุฑ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‚ุงุฆู„ ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ ู†َุฌَุณٌ ูˆุงู„ู‚ุงุฆู„ ุฃูŠุถًุง ุงู„ْุฎَุจِูŠุซَุงุชُ ู„ِู„ْุฎَุจِูŠุซِูŠู†َ ูˆَุงู„ْุฎَุจِูŠุซُูˆู†َ ู„ِู„ْุฎَุจِูŠุซَุงุชِ 

“Dan apakah bisa dinalar Allah menitipkan ruh yang suci kepada tulang rusuk orang-orang musyrik dan rahimnya wanita-wanita musyrik? Dan Allah jadikan ruh itu dasar dari sebuah perwujudan alam semesta, padahal Allah berfirman, ‘Orang-orang musyrik adalah kotor’, ‘Wanita-wanita yang hina untuk laki-laki yang hina. Laki-laki yang hina untuk perempuan yang hina’.” (Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini, al-Hujaj al-Wadlihat fi Najati al-Abawaini wa al-Ajdad wa al-Ummahat, hal. 11).

Masih banyak lagi hadits yang senada selain yang telah disebutkan di atas, hingga al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani menegaskan bahwa tanda-tanda kesahihan sangat tampak di dalam matan hadits yang menjelaskan kemuliaan nasab Nabi. 

Ibnu Hajar al-Asqalani sebagaimana dikutip al-Suyuthi menegaskan:

ู‚ุงู„ ุงู„ุญุงูุธ ุงุจู† ุญุฌุฑ ููŠ ุฃู…ุงู„ูŠู‡ ู„ูˆุงุฆุญ ุงู„ุตุญุฉ ุธุงู‡ุฑุฉ ุนู„ู‰ ุตูุญุงุช ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุชู†

“Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata di dalam kitab Amalinya, isyarat-isyarat kesahihan tampat pada lembaran-lembaran matan hadits ini.” (Syekh Jalaluddin al-Suyuthi, al-Hawi li al-Fatawi, juz 2, hal. 256)

Dari banyak hadits Nabi, al-Imam al-Suyuthi menyimpulkan bahwa nenek moyang Nabi sampai Adam dan Hawa disucikan dari kesyirikan dan kekufuran.

Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini menegaskan:

ู‚ุงู„ ุงู„ุณّูŠูˆุทูŠ ุงุนู„ู… ุฃู†ّ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ูŠุตุฑุญ ุฃูƒุซุฑู‡ุง ู„ูุธًุง ูˆูƒู„ู‡ุง ู…ุนู†ًู‰ ุฃู† ุขุจุงุก ุงู„ู†ุจูŠ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ูˆุฃู…ู‡ุงุชู‡ ุขุฏู… ูˆุญูˆุงุก ู…ุทู‡ّุฑูˆู† ู…ู† ุฏู†ุณ ุงู„ุดِّุฑูƒ ูˆุงู„ูƒูุฑ، ู„ูŠุณ ููŠู‡ู… ูƒุงูุฑ؛ ู„ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠู‚ุงู„ ููŠ ุญู‚ ุงู„ูƒุงูุฑ ุฃู†ّู‡ ู…ุฎุชุงุฑ ูˆู„ุง ุทุงู‡ุฑ ูˆู„ุง ู…ุตูًู‰، ุจู„ ูŠู‚ุงู„ ู†ุฌุณ. ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุดْุฑِูƒُูˆู†َ ู†َุฌَุณٌ.

“Al-Imam al-Suyuthi berkata, ketahuilah sesungguhnya mayoritas redaksi hadits dan keseluruhan maknanya menjelaskan bahwa nenek moyang Nabi hingga Adam dan Hawa disucikan dari kotoran syirik dan kekufuran, tidak ada dari mereka orang kafir, sebab tidak bisa diucapkan untuk orang kafir ia adalah pilihan, suci dan bersih, bahkan diucapkan untuknya kotor. Allah berfirman, orang-orang musyrik adalah kotor.”

ููˆุฌุจ ุฃู† ู„ุง ูŠูƒูˆู† ููŠ ุฃุฌุฏุงุฏู‡ ู…ุดุฑูƒ، ูู…ุง ุฒุงู„ ู…ู†ู‚ูˆู„ุงً ู…ู† ุงู„ุฃุตู„ุงุจ ุงู„ุทّุงู‡ุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุฑุญุงู… ุงู„ุทّุงู‡ุฑุฉ، ูˆู…ุง ุฒุงู„ ูŠู†ุชู‚ู„ ู†ูˆุฑู‡ ู…ู† ุณุงุฌุฏ ุฅู„ู‰ ุณุงุฌุฏ.

“Maka wajib di antara nenek moyang Nabi tidak ada satupun orang musyrik. Nabi senantiasa dipindah dari tulang rusuk yang suci menuju Rahim-rahim yang suci. Cahaya Nabi senantiasa berpindah dari orang yang bersujud kepada orang yang bersujud.” (Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini, al-Hujaj al-Wadlihat fi Najati al-Abawaini wa al-Ajdad wa al-Ummahat, hal. 21).

Dari beberapa penjelasan di atas dapat dipahami, anggapan bahwa orang tua Nabi adalah penyembah berhala adalah sebuah kesalahan. Anggapan tersebut tidak hanya keliru, namun sangat fatal dan berbahaya. Sebab sudah mencederai kemuliaan Nabi. Menurut Syekh Ibnu al-Arabi, tidak ada perbuatan yang lebih menyakiti Nabi dari pada mengatakan bahwa kedua orang tua Nabi kelak akan masuk neraka. 

Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini menegaskan:

ูˆู‚ุฏ ุฒู„ّุช ู‚ุฏู… ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ ูู†ุณุจ ุฃุจูˆูŠู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ุดุฑูƒ. ูˆุงู„ุญุฐَุฑ ุงู„ุญุฐَุฑ ู…ู† ุฐูƒุฑู‡ู…ุง ุจู†ู‚ุต ูุฅู†َّ ุฐู„ูƒ ูŠุคุฐูŠู‡ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุทุจุฑุงู†ูŠ ู„ุง ุชุคุฐูˆุง ุงู„ุฃุญูŠุงุก ุจุณุจ ุงู„ุฃู…ูˆุงุช 

“Dan telah terpeleset sebagian manusia. Ia menisbatkan kedua orang tua Nabi kepada kesyirikan. Jauhi dan jauhilah betul menyebutkan kedua orang tua Nabi dengan sifat kurang, sebab hal tersebut dapat menyakiti Nabi, karena haditsnya Imam al-Thabrani, janganlah menyakiti orang hidup dengan mencela orang mati.”

ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุงุถูŠ ุงุจู† ุงู„ุนุฑุจูŠ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠ ูˆู„ุง ุฃุฐู‰ ุฃุนุธู… ู„ู‡ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ู…ู† ุฃู† ูŠู‚ุงู„ ุฃู† ุฃุจูˆูŠู‡ ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ. ูˆุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ูŠู‚ูˆู„ ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠُุคْุฐُูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฑَุณُูˆู„َู‡ُ ู„َุนَู†َู‡ُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ْุขَุฎِุฑَุฉِ 

“Al-Qadli Ibnu al-‘Arabi al-Maliki berkata, tidak ada perbuatan yang lebih menyakiti Nabi dari pada menyebut kedua orang tua Nabi berada di neraka. Sedangkan Allah berfirman, sesungguhnya mereka yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat.” (Syekh Sayyid Ishaq Azur al-Husaini, al-Hujaj al-Wadlihat fi Najati al-Abawaini wa al-Ajdad wa al-Ummahat, hal. 20).

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga kita terhindar dari ucapan, keyakinan atau perbuatan yang dapat mencederai derajat keagungan Nabi Muhammad Saw dan nenek moyangnya. 

Demikian juga tulisan ini sebagai bantahan kepada sebagian orang yang mengatakan kedua orang tua Nabi kafir.

Wallahu a'lam

- Alif Mubarok -

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda